ucokparbada
TS
ucokparbada
Sindiran Telak! Puluhan Karikatur Ini Mungkin Bikin Anda Malu
Tiap orang memiliki cara untuk menyampaikan kritikan, kali ini lewat puluhan karikatur, sebuah akun Facebook berhasil membuat malu. Lihat sindirannya.

Sindiran-sindiran dalam karikatur ini sangat telak. Tanpa sadar di kehidupan kita sehari-hari banyak hal-hal yang dilakukan sudah melenceng dari hidup yang baik.

Karikatur-karikatur ini memberi tahu bahwa ada yang salah dengan apa yang telah dijalani.

Sebuah akun Facebook milik Arthur Wottschel seorang fitnessmodel memposting puluhan gambar yang akan membuat Anda terpana.

Akun tersebut resmi milik Arthur Wottschel yang telah diverifikasi oleh Facebook sebagai seorang atlet.

Tampaknya Arthur mengumpulkan berbagai gambar karikatur karya orang lain kemudian ia unggah.

Ini gambar-gambarnya, siap-siap tersindir:

Spoiler for Sebuah gambar bumi yang seolah sengaja dibakar. Global Warming menjadi isu serius kali ini. Dan karikatur ini sukses menjadi pusat perhatian.:


Spoiler for Gambar ini mengingatkan kita akan adanya polusi udara hingga kritik akan penggunaan zat kimia untuk makanan-makanan alami.:


Spoiler for Gambar ini tampaknya benar-benar menohok. Tak sedikit orang lebih banyak menutup diri, enggan keluar untuk bergaul. Bergaulnya hanya melalui media sosial.:


Spoiler for Tak sedikit orang lebih memilih jalan yang berliku dibandingkan jalan lurus di kehidupan sehari-hari. Melewati jalan lurus memang lebih butuh banyak perjuangan.:


Spoiler for Memanfaatkan peluang. Pembuat karikatur tampaknya memberikan pesan bahwa buku bermanfaat untuk membuat kita makin tinggi, makin memiliki wawasan lebih luas dari tembok penghalang di depan kita.:


Spoiler for Di kehidupan sehari-hari memang sering ditemui banyak orang yang memakai topeng dalam bergaul. Mereka bukan lagi menggunakan karakter dan perilaku diri namun menyiapkan bahkan memilih meniru orang lain, artis, selebriti atau tokoh. Bagaimana dengan Anda?:


Spoiler for Orang dewasa cenderung ingin menyamakan semua isi pikiran atau benak anak-anak, padahal tiap anak-anak diciptakan unik, memiliki kepandaian dan kreativitas yang berbeda satu di antara yang lain.:


Spoiler for Buku ditinggalkan yang dibutuhkan hanya gadget, gadget dan gadget.:


Spoiler for Di manapun setiap orang seolah tak bisa lepas dari gadget.:


Spoiler for Menolong hanya untuk pamer.:


Spoiler for Gadget seolah tak bisa lepas dari tangan kita.:


Spoiler for Seniman jalanan hanya difoto untuk dapat like dan smile bukan memberinya uang apresiasi. Uang adalah sesuatu riil yang dibutuhkan para seniman jalanan untuk menyambung hidup.:


Spoiler for Kecanduan gadget sampai kayak gini.:


Spoiler for Begini jadinya bila tak bekerjasama justru berseteru.:


Spoiler for Gambaran hidup orang yang selalu saling menjatuhkan. Akhirnya sama-sama celaka.:


Spoiler for Menggambarkan orang yang tak sadar mencari uang tapi telah mempertaruhkan nyawanya. Kenekatan, tak peduli kesehatan, dll.:


Spoiler for Menggambarkan tentang pendidikan yang mahal.:


Spoiler for Karikatur tentang kurangnya rasa syukur, orang miskin yang memiliki cinta sejati membayangkan seseorang yang punya pasangan kaya raya. Sebaliknya yang kaya menginginkan cinta sejati. Gambar bawahnya si miskin dengan banyak anak mendambakan kekayaan sementara si kaya mendambakan anak.:


Spoiler for Sekelompok orang yang terpecah dan memiliki keinginan sendiri-sendiri. Nekat mengarungi lautan luas dengan ombak besar menggunakan kapal-kapal kecil. Kapal besar mereka potong-potong, saling meninggalkan tak peduli orang lain.:


Spoiler for Sepertinya mau menolong ternyata hanya pamrih untuk mendapatkan hartanya. hal ini sering terjadi di kehidupan sehari-hari.:


Spoiler for Karikatur yang menohok, kekayaan berlimpah hingga tak bisa melihat kemiskinan di sekitarnya.:


Spoiler for Orang kaya makan enak, orang miskin makan piring. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin masih terjadi di bunia ini.:


Spoiler for Orang yang digambarkan sangat berkuasa sengaja memampetkan keran air untuk anak kelaparan. Sebuah sindiran yang sama persis dengan kondisi saat ini. Tak jarang terdengar kabar pekabat tinggi atau orang berkuasa yang menutup kucuran bantuan untuk orang miskin.:


Spoiler for Nyawa seolah tak ada harganya.:


Spoiler for Kecanduang gadget akut sampai-sampai tak sadar tumbuhan merambat di tubuh gadis ini. Sindiran yang menohok.:


Spoiler for Merokok itu membakar uang.:


Spoiler for Gunduli hutan demi kekayaan, harta atau uang berlimpah bagi segelintir orang.:


Spoiler for Gambar sindiran bagi para tenaga medis, yang seolah bekerja hanya karena uang.:


Spoiler for Persepsi media yang sering melenceng dari kenyataan.:


Spoiler for Bukannya menolong namun justru memotret agar bisa diunggah di jejaring sosial.:


Spoiler for :
Diubah oleh ucokparbada 06-09-2015 09:51
0
325.4K
1.3K
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas The Lounge
The Lounge
The Lounge
icon
922KThread80KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.