- Beranda
- Berita dan Politik
Pemkot Depok Akhirnya Bongkar Sekolah Master
...
TS
kuping.najwa
Pemkot Depok Akhirnya Bongkar Sekolah Master
Quote:
Pengelola Kecolongan Urus Surat Hibah Tanah Sekolah Master
Al Abrar - 02 September 2015 23:55 wib

Sekolah Master sebelum dibongkar - foto: sekolahmaster.wordpress.com
Metrotvnews.com, Depok: Pembangunan Sekolah Masjid Terminal atau dikenal Sekolah Master di kawasan terminal Depok, Jawa Barat direkomendasikan oleh mantan Wali Kota Depok Badrul Kamal. Badrul bahkan memberikan surat rekomendasi langsung pada Yayasan Bina Insani Mandiri untuk mendirikan sekolah gratis bagi kaum marjinal di kota Depok itu.
Kini, surat rekomendasi itu tak lagi berharga. Pemerintah Kota Depok mengganggap, lahan yang digunakan Sekolah Master adalah lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang akan digunakan untuk perluasan lahan terminal.
Relawan Sekolah Master Sugeng Riyanto mengakui, pihaknya kecolongan terkait surat rekomendasi itu. Kalau saja, pengurusan surat dilakukan jauh-jauh hari, Sekolah Master tak akan digusur.
"Jadi berdirinya Sekolah Master, karena dibolehkan oleh Wali Kota sebelumnya Badrul Kamal, surat tersebut masih ada. Karena fokus pada pembangunan sekolah, jadi kita nggak urusin lagi," ungkap Sugeng.
Seharusnya, surat rekomendasi itu diurus dan dinaikan tingkatnya menjadi surat hibah tanah. Kalau sudah begitu, Pemkot Depok tak bisa berbuat apa-apa.

Sekolah Master dibongkar Pemkot Depok - MTVN/Al Abrar
Kini, 12 kelas yang diyakini pemkot Depok sebagai lahan fasos dan fasum tersebut rata dengan tanah, surat rekomendasi dari Wali Kota sebelumnya pun tak bernilai.
"Surat tersebut tidak ada kekuatannyanya kata Pemkot," sesal Sugeng.
Dari 6000m2 lahan Sekolah Master, sekitar 4000m2 gencar dibongkar oleh Pemkot Depok yang dipimpin Nurmahmudi. Pemkot sebetulnya berniat merelokasi sekolah, namun dengan lokasi yang lebih jauh.
"Kita kaya dipojokin, malah ada tawaran untuk dipindahkan ke wilayah Beji, tapi kan jadi jauh buat anak-anak, harus ngankot lagi, ini kan sudah cocok di tengah kota, ini nafas anak-anak," kata Sugeng.
Kini sekolah Master Indonesia hanya memliliki lahan 2000m2, untuk menampung 1867 siswa tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA.
Al Abrar - 02 September 2015 23:55 wib

Sekolah Master sebelum dibongkar - foto: sekolahmaster.wordpress.com
Metrotvnews.com, Depok: Pembangunan Sekolah Masjid Terminal atau dikenal Sekolah Master di kawasan terminal Depok, Jawa Barat direkomendasikan oleh mantan Wali Kota Depok Badrul Kamal. Badrul bahkan memberikan surat rekomendasi langsung pada Yayasan Bina Insani Mandiri untuk mendirikan sekolah gratis bagi kaum marjinal di kota Depok itu.
Kini, surat rekomendasi itu tak lagi berharga. Pemerintah Kota Depok mengganggap, lahan yang digunakan Sekolah Master adalah lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang akan digunakan untuk perluasan lahan terminal.
Relawan Sekolah Master Sugeng Riyanto mengakui, pihaknya kecolongan terkait surat rekomendasi itu. Kalau saja, pengurusan surat dilakukan jauh-jauh hari, Sekolah Master tak akan digusur.
"Jadi berdirinya Sekolah Master, karena dibolehkan oleh Wali Kota sebelumnya Badrul Kamal, surat tersebut masih ada. Karena fokus pada pembangunan sekolah, jadi kita nggak urusin lagi," ungkap Sugeng.
Seharusnya, surat rekomendasi itu diurus dan dinaikan tingkatnya menjadi surat hibah tanah. Kalau sudah begitu, Pemkot Depok tak bisa berbuat apa-apa.

Sekolah Master dibongkar Pemkot Depok - MTVN/Al Abrar
Kini, 12 kelas yang diyakini pemkot Depok sebagai lahan fasos dan fasum tersebut rata dengan tanah, surat rekomendasi dari Wali Kota sebelumnya pun tak bernilai.
"Surat tersebut tidak ada kekuatannyanya kata Pemkot," sesal Sugeng.
Dari 6000m2 lahan Sekolah Master, sekitar 4000m2 gencar dibongkar oleh Pemkot Depok yang dipimpin Nurmahmudi. Pemkot sebetulnya berniat merelokasi sekolah, namun dengan lokasi yang lebih jauh.
"Kita kaya dipojokin, malah ada tawaran untuk dipindahkan ke wilayah Beji, tapi kan jadi jauh buat anak-anak, harus ngankot lagi, ini kan sudah cocok di tengah kota, ini nafas anak-anak," kata Sugeng.
Kini sekolah Master Indonesia hanya memliliki lahan 2000m2, untuk menampung 1867 siswa tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA.
http://news.metrotvnews.com/read/201...sekolah-master
Quote:
Bongkar Sekolah Master, Pemkot Depok Gunakan Ormas
Al Abrar - 02 September 2015 22:54 wib

Sekolah Master dibongkar Pemkot Depok - MTVN/Al Abrar
Metrotvnews.com, Depok: Sekolah Masjid Terminal (Master) Indonesia dibongkar Pemerintah Kota Depok, Sabtu (29/8/2015) lalu. Pembongkaran dilakukan oleh Satpol PP dan ratusan anggota sebuah organisasi masyarakat (ormas).
"Pakai ormas," kata Relawan Sekolah Master Indonesia, Sugeng Riyanto, kepada Metrotvnews.com, Rabu (2/9/2015) di Sekolah Master, Jalan Margonda Raya Kawasan Terminal Terpadu Depok, Jawa Barat.
Sugeng membeberkan, pihak pengembang yang bekerja sama dengan Pemkot Depok menerjunkan setidaknya ratusan anggota ormas menggunakan seragam. Sementara satpol PP bertindak sebagai eksekusi lahan.
Menurut Sugeng, tak adanya perlawanan dari pihak sekolah atas pembongkaran tersebut, lantaran pihak sekolah banyak mengenal sebagian anggota dari ormas-ormas tersebut.
"Yang dibongkar itu ada total semua 12 kelas, dan mereka bekerja sama dengan pihak ormas yang notabene kita kenal," tambahnya.
Sugeng membeberkan, sekolah yang diperuntukkan untuk menampung kaum marjinal di kawasan Depok sudah dilakukan komunikasi antar pemkot Depok dengan pihak sekolah. Namun dalam pelaksanaannya ujar Sugeng, Pemkot secara sepihak membatalkan janji yang sudah disepakati, yaitu membangun kelas di lahan milik Sekolah Master Indonesia.
"Mana buktinya, nggak ada pembangunan yang sudah disepakati, cuma dikasih dua kontainer untuk ruang sekolah,padahal awalnya sepakati untuk membangun ruangan," tukas Sugeng.
Diketahui, ada 1867 siswa/i yang sedang menempuh sekolah di Sekolah Master Indonesia baik di tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. Kini, ribuan siswa itu terancam tak bisa sekolah lantaran tak ada lahan pengganti.
REN
Al Abrar - 02 September 2015 22:54 wib

Sekolah Master dibongkar Pemkot Depok - MTVN/Al Abrar
Metrotvnews.com, Depok: Sekolah Masjid Terminal (Master) Indonesia dibongkar Pemerintah Kota Depok, Sabtu (29/8/2015) lalu. Pembongkaran dilakukan oleh Satpol PP dan ratusan anggota sebuah organisasi masyarakat (ormas).
"Pakai ormas," kata Relawan Sekolah Master Indonesia, Sugeng Riyanto, kepada Metrotvnews.com, Rabu (2/9/2015) di Sekolah Master, Jalan Margonda Raya Kawasan Terminal Terpadu Depok, Jawa Barat.
Sugeng membeberkan, pihak pengembang yang bekerja sama dengan Pemkot Depok menerjunkan setidaknya ratusan anggota ormas menggunakan seragam. Sementara satpol PP bertindak sebagai eksekusi lahan.
Menurut Sugeng, tak adanya perlawanan dari pihak sekolah atas pembongkaran tersebut, lantaran pihak sekolah banyak mengenal sebagian anggota dari ormas-ormas tersebut.
"Yang dibongkar itu ada total semua 12 kelas, dan mereka bekerja sama dengan pihak ormas yang notabene kita kenal," tambahnya.
Sugeng membeberkan, sekolah yang diperuntukkan untuk menampung kaum marjinal di kawasan Depok sudah dilakukan komunikasi antar pemkot Depok dengan pihak sekolah. Namun dalam pelaksanaannya ujar Sugeng, Pemkot secara sepihak membatalkan janji yang sudah disepakati, yaitu membangun kelas di lahan milik Sekolah Master Indonesia.
"Mana buktinya, nggak ada pembangunan yang sudah disepakati, cuma dikasih dua kontainer untuk ruang sekolah,padahal awalnya sepakati untuk membangun ruangan," tukas Sugeng.
Diketahui, ada 1867 siswa/i yang sedang menempuh sekolah di Sekolah Master Indonesia baik di tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. Kini, ribuan siswa itu terancam tak bisa sekolah lantaran tak ada lahan pengganti.
REN
http://news.metrotvnews.com/read/201...-gunakan-ormas
Quote:
Pemkot Depok Akhirnya Bongkar Sekolah Master
Al Abrar - 02 September 2015 22:20 wib

Sekolah Master dibongkar Pemkot Depok - MTVN/Al Abrar
Metrotvnews.com, Jakarta: Sekolah Masjid Terminal (Master) Indonesia yang berada di Jalan Margonda Raya Kawasan Terminal Terpadu Depok, Jawa Barat, akhirnya dibongkar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Sabtu (29/8/2015) lalu. Pembongkaran dilakukan untuk perluasan terminal.
"Ada 12 kelas permanen yang dibongkar," kata Relawan Sekolah Master Indonesia, Sugeng Riyanto kepada Metrotvnews.com, di lokasi, Rabu (2/9/2015).
Akibat pembongkaran itu, kini 1867 siswa PAUD, TK, SD, SMP dan SMA Sekolah Master terancam tak mempunyai lahan untuk sekolah. Alhasil, saung yang biasa untuk berkumpul dan berolahraga kini dijadikan kelas untuk menampung siswa untuk belajar.
"Kita pakai ruangan seadanya sekarang, sampai saung dan musala kita pakai buat ruang belajar," ujarnya.

Sekolah Master sebelum dibongkar -
foto: sekolahmaster.wordpress.com
Penggagas Sekolah Master Indonesia, Nurrohim, tak membantah kelas/lahan yang dibongkar oleh Pemkot Depok merupakan tanah Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum milik Pemkot. Namun sebelum dibongkar ada perjanjian bahwa pemkot bakal mendirikan bangunan di tanah Sekolah Master yang tak jauh dari lahan yang dibongkar.
"Perjanjiannnya ada pembangunan untuk kelas dulu baru dibongkar, tapi nyatanya nggak ada realisasinya," bebernya.
Sekolah Master berdiri sejak tahun 2000 di mana mengambil lahan sebagain Masjid dan sebagian terminal hingga disebut Master (Masjid terminal). Sejak 2013 muncul polemik penggusuran tanah Master, sebab Pemkot Depok dikatakan bakal membangun terminal terpadu agrobisnis di lahan yang di tempati sekolah.
Berbagai upaya dilakukan pihak sekolah supaya Pemkot tak menggusur sekolah yang menampung dan mendidik ribuan anak jalanan yang ada di wilayah Jabodetabek itu, salah satunya meminta pihak Pemkot melakukan relokasi. Namun, belum dilakukan relokasi, sekolah lebih dulu dibongkar.
REN
Al Abrar - 02 September 2015 22:20 wib

Sekolah Master dibongkar Pemkot Depok - MTVN/Al Abrar
Metrotvnews.com, Jakarta: Sekolah Masjid Terminal (Master) Indonesia yang berada di Jalan Margonda Raya Kawasan Terminal Terpadu Depok, Jawa Barat, akhirnya dibongkar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Sabtu (29/8/2015) lalu. Pembongkaran dilakukan untuk perluasan terminal.
"Ada 12 kelas permanen yang dibongkar," kata Relawan Sekolah Master Indonesia, Sugeng Riyanto kepada Metrotvnews.com, di lokasi, Rabu (2/9/2015).
Akibat pembongkaran itu, kini 1867 siswa PAUD, TK, SD, SMP dan SMA Sekolah Master terancam tak mempunyai lahan untuk sekolah. Alhasil, saung yang biasa untuk berkumpul dan berolahraga kini dijadikan kelas untuk menampung siswa untuk belajar.
"Kita pakai ruangan seadanya sekarang, sampai saung dan musala kita pakai buat ruang belajar," ujarnya.

Sekolah Master sebelum dibongkar -
foto: sekolahmaster.wordpress.com
Penggagas Sekolah Master Indonesia, Nurrohim, tak membantah kelas/lahan yang dibongkar oleh Pemkot Depok merupakan tanah Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum milik Pemkot. Namun sebelum dibongkar ada perjanjian bahwa pemkot bakal mendirikan bangunan di tanah Sekolah Master yang tak jauh dari lahan yang dibongkar.
"Perjanjiannnya ada pembangunan untuk kelas dulu baru dibongkar, tapi nyatanya nggak ada realisasinya," bebernya.
Sekolah Master berdiri sejak tahun 2000 di mana mengambil lahan sebagain Masjid dan sebagian terminal hingga disebut Master (Masjid terminal). Sejak 2013 muncul polemik penggusuran tanah Master, sebab Pemkot Depok dikatakan bakal membangun terminal terpadu agrobisnis di lahan yang di tempati sekolah.
Berbagai upaya dilakukan pihak sekolah supaya Pemkot tak menggusur sekolah yang menampung dan mendidik ribuan anak jalanan yang ada di wilayah Jabodetabek itu, salah satunya meminta pihak Pemkot melakukan relokasi. Namun, belum dilakukan relokasi, sekolah lebih dulu dibongkar.
REN
http://news.metrotvnews.com/read/201...sekolah-master
Bongkarnya pake tangan kanan jadi PANASBUNG TAK BAKAL PROTESwalau yang kena sekolah berembel embel Masjid


0
4.9K
Kutip
30
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.6KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya