Juru bicara Tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla, Hasto Kristiyanto menyebut debat calon presiden ketiga melanjutkan tradisi kemenangan capres Jokowi. Banyak gagasan Jokowi yang membumi, sementara capres Prabowo Subianto hanya berujung pada ratapan akan kebocoran anggaran dan kekayaan negara.
"Debat calon presiden bertemakan politik luar negeri dan ketahanan nasional. Namun kata kunci yang sering diucapkan Prabowo adalah bocor, uang dan kesejahteraan rakyat," kata Hasto di Jakarta, Minggu (22/6) malam.
"Secara psikologis, penyebutan yang berulang atas bocornya kekayaan negara yang disebut dalam seluruh tema debat, menunjukkan bahwa Prabowo hanya menyampaikan gagasan yang retorik, namun kurang memahami bagaimana implementasi kebijakan," jelasnya.
Wakil Sekjen PDI Perjuangan itu mengatakan indoktrinasi kebocoran anggaran dan kekayaan negara juga cermin dari rasa pesimis dan ketidakmampuan melihat akar persoalan bangsa Indonesia. Sehingga bagi Prabowo, terhadap seluruh persoalan bangsa, muaranya pada kebocoran.
Berbeda dengan Jokowi yang menempatkan aspek manusianya sebagai hal yang paling strategis. Dan terbukti negara seperti Singapura, India, Inggris, Brasil, maju karena sumber daya manusianya terlebih dahulu diperhatikan.
Hasto memaparkan Jokowi, selain mendukung penuh kemerdekaan Palestina, juga menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan konsepsinya. Seperti pertahanan modern dengan drone (pesawat tanpa awak), pengembangan alutsista dengan kekuatan dalam negeri, doktrin Indonesia Poros Maritim dunia, melanjutkan spirit Dasasila Bandung, dan konsepsi terkait dengan pertahanan semesta.
Menurut Hasto, Jokowi pun memiliki agenda konkret bagaimana meningkatkan postur TNI yang tangguh dan profesional, dengan kesejahteraan prajurit yang semakin meningkat.
"Alhasil debat ketiga pun dimenangkan Jokowi," pungkasnya.
SUMBER