Kaskus

News

yadhikusAvatar border
TS
yadhikus
Ada apa antara darmin dan PDIP repost to analize
Jumat, 23/07/2010 | 12:41 WIB
Sinetron PDIP Berjudul 'Darmin Nasution'

RAPAT internal Komisi XI soal uji kelayakan dan kepatutan Darmin Nasution seperti sinetron yang dibintangi oleh artis-artis piawai. Banyak kisah yang mengejutkan dan mengherankan. Hal tersebut misalnya terlihat kesepakatan seluruh anggota Komisi XI mendukung Darmin menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh anggota dewan yang katanya terhormat seputar pajak, century dan juga OJK hilang begitu saja ketika rapat memasuki babak pengambilan keputusan.

Awalnya, dalam rapat internal Komisi XI DPR yang digelar seusai uji kelayakan dan kepatutan, Ketua Komisi XI Emir Moeis mengatakan, komisi sepakat akan melakukan voting secara tertutup. Namun, kesepakatan ini tiba-tiba berubah. "Pimpinan fraksi-fraksi sudah rapat dan sepakat satu suara menerima Pak Darmin," kata Emir, saat membuka rapat.

Pernyataan Emir cukup mengejutkan publik yang sebelumnya menduga akan ada mekanisme voting seperti yang disampaikan sebelumnya. Masyarakat pun bertanya ada apa dengan para anggota dewan yang tadinya kritis tersebut. Banyak kalangan yang menilai terpilihnya Darmin sebagai Gubernur BI, walau dengan catatan yang normatif, diwarnai oleh politik uang. Penilaian tersebut wajar mengingat pada saat pemilihan Deputi Gubernur Miranda Goltem beberapa tahun lalu praktik suap juga terungkap.

Pernyatan mengejutkan pun datang dari wakil ketua Komisi XI dari Partai Demokrat Achsanul Kosasih. Menurutnya, sebelumnya partai koalisi sudah menyepakati Darmin Nasution untuk menjadi Gubernur BI. Tetapi untuk komunikasi publik, agar DPR tidak kehilangan muka di mata publik, maka DPR pun menyetujui Darmin dengan berbagai catatan.

"Catatan ini hanya komunikasi publik saja, bila dipilih aklamasi tanpa catatan, tidak bagus juga di mata rakyat. Karena kalau langsung disepakati juga tidak enak sama publik," ungkap wakil Ketua Komisi XI Achsanul Kosasih.

Sembilan catatan Komisi XI DPR RI untuk calon Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, hanyalah kedok belaka sebagai upaya anggota DPR RI untuk menutupi muka lembaganya saja dalam menutupi kasus Bank Century yang sampai saat ini belum kelar. Lihat saja, yang menjadi catatan hanya hal-hal yang normatif.

Sementara itu, anggota fraksi PDIP juga berubah haluan. Mereka yang dari dulu mengusung penyelesaian skandal Century kini mendukung Darmin yang diduga salah satu orang yang bertanggungjawab dalam bailout Century. Anggota fraksi PDIP sepertinya hanya pura-pura kritis dalam fit and profer test dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar Century dan pajak, tetapi di belakangnya meraka bermain mata.

Sikap PDIP ini menjadi catatan penting bagi masyarakat. Inkonsistensi partai banteng ini menjadi tanda tanya publik bahwa telah ada deal antara PDIP, Darmin dan juga partai koalisi. Deal yang tentu saja akan sangat berimplikasi pada skandal Century selanjutnya. Terpilihnya Darmin dan sikap PDIP ini menjadi isyarat bahwa memang skandal Century akan dipetieskan. Politisi PDIP yang dulu ngotot skandal Century dibongkar seperti Maruarar Sirait terlihat tak konsisten dalam hal ini. memang Anggota Komisi XI DPR, Kamis (22/7) malam, telah memainkan skenario sinetron yang ulung.
http://jakartapress.com/www.php/news...in-Nasution.jp

PDIP Aklamasi Dukung Darmin, Ada Apa Ini?

Kamis, 22/07/2010 | 21:07 WIB
Jakarta - Apabila Fraksi PDIP DPR RI mendukung calon Gubenur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution secara aklamasi, maka PDIP akan dipertanyakan. "Saat ini ujian bagi Fraksi PDIP. Kalau PDIP mendukung Darmin, tentu akan dipertanyakan sikapnya," beber ata anggota Komisi XI DPR dari Golkar Fayakhun Andriadi, di Gedung DPR, Kamis (22/7).

Ia mengungkapkan, selama ini PDIP begitu keras menolak Darmin Nasution. "Naga-naganya, PDIP setuju secara aklamasi mendukung Darmin. Saya menyarankan agar voting," kata Fayakhun.
http://jakartapress.com/www.php/news...Ada-Apa-Ini.jp

Sabtu, 24 Juli 2010 
Sudah Diperkirakan, Pasar Apatis Sambut Darmin
Pengamat Nilai Tidak Akan Ada Perubahan Signifikan di BI

JAKARTA - Terpilihnya Darmin Nasution sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR agaknya sudah diperkirakan oleh pelaku pasar. Karena itu, kepastian naiknya Darmin dari deputi gubernur BI menjadi orang nomor satu di bank sentral tersebut direspons biasa saja oleh pasar.

Ekonom dan pengamat pasar uang Farial Anwar menuturkan, menyusul kepastian naiknya Darmin sebagai gubernur BI, sepanjang hari kemarin (23/7) tidak muncul reaksi signifikan. "Respons yang sangat positif tidak ada. Yang negatif sekali juga tidak ada. Jadi, biasa-biasa saja. Pasar menyambut dingin," ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Farial mencontohkan, nilai tukar rupiah kemarin hanya menguat tipis 14 basis poin dari Rp 9.069 per USD menjadi Rp 9.055. Penguatan itu lebih disebabkan faktor fundamental yang berupa aliran dana dari investor asing ke sistem keuangan Indonesia, baik melalui pasar modal maupun pasar uang. "Jadi, tidak terlihat faktor Darmin yang menggerakkan pasar," papar dia.

Farial juga menyinggung penguatan pasar modal yang ditandai dengan rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG menembus level 3.042 atau naik 32 poin. Hal itu juga lebih dipengaruhi faktor fundamental yang berupa sentimen positif atas naiknya indeks bursa-bursa regional.

"Jujur saja, menurut saya, pasar sudah apatis dengan berita terpilihnya Pak Darmin. Sebab, selama ini Pak Darmin sudah menjadi deputi gubernur senior sekaligus Pjs (pejabat sementara, Red) gubernur BI. Jadi, kalau saat ini terpilih, Pak Darmin pasti melanjutkan kebijakan-kebijakan yang ada. Tidak akan ada perubahan yang benar-benar signifikan," paparnya.

Pengamat pasar modal Felix Sindhuwinata berpendapat senada. Dia menilai terpilihnya Darmin tak terlalu direspons pasar. Sebab, terpilihnya Darmin sudah diperkirakan jauh-jauh hari. Pasar memprediksi Darmin memiliki kans besar menjadi gubenur BI karena kompetensi dan pengalamannya.

Hal itu, ungkap dia, membuat transaksi di pasar modal berjalan normal. "Pengaruhnya akan bersifat temporer. Pasar, tampaknya, percaya diri dengan fundamen perekonomian nasional yang didukung dengan sentimen positif global," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Felix, ke depan terpilihnya Darmin mungkin saja berdampak positif secara tidak langsung terhadap pasar modal lewat kebijakan yang bisa memicu kinerja emiten. "Hal itu terkait dengan kepemimpinan bank sentral yang berkapasitas menjaga stabilitas rupiah dan menentukan suku bunga acuan BI rate," terang dia.

Dukungan atas terpilihnya Darmin terus mengalir. Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sofyan Basir menilai Darmin akan memaksimalkan dukungan perbankan ke sektor riil. "Pak Darmin adalah figur yang pas dan komprehensif. Itu terbukti ketika beliau menjabat Dirjen Lembaga Keuangan dan Dirjen Pajak," imbuh dia.

Darmin, lanjut dia, juga memiliki ketegasan yang akan berpengaruh positif bagi perbankan. Selain itu, Darmin berpengalaman dalam industri pasar modal karena pernah menjabat ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Kami berharap komunikasi terbuka antara otoritas moneter dan para pelaku industri perbankan mampu menunjang kegiatan sektor riil. Kendala yang dihadapi juga dapat didiskusikan bersama," tutur Sofyan.

Sambutan positif pun disampaikan oleh Menkeu Agus Martowardojo. Menurut dia, sosok Darmin memiliki kompetensi, pengalaman, karakter, dan integritas yang cocok untuk menduduki jabatan gubernur BI. "Jadi, kami sambut gembira," ujarnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa berpendapat senada. Menurut dia, terpilihnya Darmin yang sudah lama berkecimpung dalam pemerintahan itu akan menguatkan komunikasi antara Kantor Menko Perekonomian dengan BI. "Koordinasinya makin enak," katanya.

Politisi Senayan juga memberikan respons. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan bahwa terpilihnya Darmin harus disambut positif. Sejak awal, jelas dia, Fraksi Partai Golkar mendukung Darmin mengisi posisi yang sebelumnya diduduki Wapres Boediono itu. "Saya menyambut gembira," ucap dia.

Dalam seleksi yang dijalani Darmin, papar dia, ada sejumlah masukan dari anggota Komisi XI DPR atas kapasitas Darmin. Antara lain, kritik soal kasus Century dan pajak yang diduga terkait dengan Darmin. Menurut Priyo, Partai Golkar menerima penjelasan Darmin meskipun belum sepenuhnya. "Namun, hal itu tidak sedikit pun mengurangi bobot dukungan Golkar kepada Pak Darmin," tutur ketua DPP Partai Golkar tersebut.

Apakah Darmin layak ditolak? Priyo menyatakan bahwa Partai Golkar tidak bersikap dalam posisi itu. Dia menegaskan, Partai Golkar tidak punya pesan apa pun jika Darmin terpilih. Partai Golkar memilih Darmin karena janji yang disampaikan jika memimpin bank sentral tersebut. "Janji Pak Darmin untuk mundur bila ada sesuatu di kemudian hari membuat kami nyaman," tegas dia.

Meski komisi XI menyetujui secara aklamasi, sejatinya pemilihan Darmin tidak mulus. Selama dua hari, tidak sedikit anggota dewan yang tidak percaya kepada mantan Dirjen Pajak tersebut. "Ibaratnya, lolos dari lubang jarum. Tipis, hampir 50:50. Tetapi, terimalah Pak Darmin," tutur Priyo. 
http://jawapos.co.id/halaman/index.p...ail&nid=146863

-------------

lagu lama antara pdip dan darmin ..
Diubah oleh yadhikus 12-08-2015 18:04
0
1.3K
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.