Jakarta - Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Dono Boestami mengatakan mesin bor terowongan bawah tanah atau tunnel boring machine (TBM) telah tiba di Jakarta sebanyak dua unit. Diharapkan, pengeboran terowongan bawah tanah dapat dimulai pada September 2015.
Saat ini, satu unit TBM sudah berada di lokasi pengeboran pertama yaitu di Patung Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat. Mesin bor itu sedang dirakit di kawasan tersebut agar bisa masuk ke dalam terowongan yang telah disediakan sebagai jalan masuk mesin bor.
Sementara, satu unit lagi sedang dirakit di tempat perakitan di Cakung, Jakarta Timur, sebelum dibawa ke lokasi pengeboran stasiun bawah tanah MRT lainnya.
"TBM yang sudah datang itu ada dua unit. Satu unit sudah berada di lokasi Patung Pemuda. Belum beroperasi karena masih dirakit dulu. Satunya lagi ada di Cakung. Itu juga masih dirakit lagi," kata Dono kepada Beritasatu.com, Jumat (7/8).
Perakitan harus dilakukan, karena mesin bor tidak akan muat dimasukkan ke dalam kapal laut. Panjang mesin bor mencapai 80 meter dan memiliki diameter 6,7 meter. Sehingga, saat pengiriman dari Jepang, mesin bor dipisahkan menjadi beberapa bagian, kemudian dirakit kembali di Jakarta.
"Panjang lho mesin bornya. Jadi kalau enggak akan muat kalau dimasukkan dengan ukuran itu. Makanya bagiannya dipisah. Lalu dirakit di sini," ujarnya.
Dono mengungkapkan untuk mengebor enam stasiun bawah tanah diperlukan empat unit mesin bor terowongan. Yang baru tiba di Jakarta baru dua unit mesin bor. Kemudian satu unit mesin bor sudah ada di dalam kapal dan sedang dalam perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Priok.
"Lalu satu unit lagi, saya dengar kabar sudah masuk ke kapal. Sebentar lagi juga akan berangkat dari Jepang melalui transportasi laut," ungkapnya.
Dia mengharapkan, perakitan satu mesin bor terowongan di Patung Pemuda dapat rampung sebelum September sehingga pengeboran Stasiun bawah tanah Bundaran Senayan dapat dimulai.
"Ini merupakan stasiun bawah tanah pertama yang akan kita lakukan pengeborannya. Dari Patung Pemuda hingga Setiabudi," tuturnya.
Lenny Tristia Tambun/FEB
sumber