- Beranda
- Berita dan Politik
Pengusutan Korupsi Pajak BCA Layu Sebelum Berkembang
...
TS
yogamunaf
Pengusutan Korupsi Pajak BCA Layu Sebelum Berkembang
Lebih dari setahun tapi gagal dituntaskan. “Penyidikan kasus pajak Bank BCA layu sebelum berkembang” adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kasus ini. Sudah sampai tahap penyidikan dengan satu tersangka yakni Hadi Poernomo alih-alih menemukan tersangka baru KPK justru digugat hingga hilang wewenang dalam menangani kasus ini.
Kasus ini dimulai pada tahun 2002 ketika lembaga yang Hadi Poernomo pimpin tengah memeriksa laporan pajak Bank BCA tahun 1999. Pada laporan tersebut disebutkan bahwa Bank BCA membukukan laba fiscal sebesar Rp 174 miliar. Namun Direktorat Jenderal Pajak menemukan temuan lain, keuntungan laba fiskal BCA pada 1999 mencapai Rp 6,78 triliun. Pembengkakan laba fiskal ini bersumber dari transaksi pengalihan aset kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank BCA ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebesar Rp 5,7 triliun.
Oleh sebab itu pada 12 Juli 2003, BCA mengajukan keberatan ke Direktorat Pajak Penghasilan (PPH) atas pengenaan pajak sebesar Rp 375 miliar pada NPL (Non Performing Loan/kredit macet) sebesar Rp 5,7 triliun.
Butuh waktu setahun bagi direktur PPh untuk mengkaji laporan keuangan Bank BCA sebelum kemudian memutuskan, permohonan keberatan membayar pajak Bank BCA diterima atau tidak. Setelah setahun berlalu,direktur PPh memutuskan permohonan keberatan pajak Bank BCA ditolak. Hasil telaah tersebut kemudian diteruskan ke Ketua BPK saat itu Hadi Poernomo.
Oleh Hadi Poernomo, hasil kajian selama setahun Direktur PPh diubah, seluruh permohonan keberatan pajak Bank BCA menjadi diterima seluruhnya sehari sebelum batas waktu pelunasan pajak yang dijadwalkan untuk Bank BCA.
Putusan tersebut rugikan Negara hingga Rp 375 miliar. Oleh Sebab itu KPK membuka penyidikan atas kasus ini. Selama lebih dari setahun KPK menyidik kasus ini, meskipun saat ini dihambat oleh putusan praperadilan yang diajukan oleh Hadi Poernomo pada bulan Mei hingga Juli lalu namun KPK tetap berpeluang untuk tuntaskan penyidikan kasus ini dengan upaya Peninjauan Kembali dan penerbitan sprindik baru atas kasus korupsi pajak Bank BCA.
Sumber :
1. http://nasional.sindonews.com/topic/...asus-pajak-bca
Kasus ini dimulai pada tahun 2002 ketika lembaga yang Hadi Poernomo pimpin tengah memeriksa laporan pajak Bank BCA tahun 1999. Pada laporan tersebut disebutkan bahwa Bank BCA membukukan laba fiscal sebesar Rp 174 miliar. Namun Direktorat Jenderal Pajak menemukan temuan lain, keuntungan laba fiskal BCA pada 1999 mencapai Rp 6,78 triliun. Pembengkakan laba fiskal ini bersumber dari transaksi pengalihan aset kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank BCA ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebesar Rp 5,7 triliun.
Oleh sebab itu pada 12 Juli 2003, BCA mengajukan keberatan ke Direktorat Pajak Penghasilan (PPH) atas pengenaan pajak sebesar Rp 375 miliar pada NPL (Non Performing Loan/kredit macet) sebesar Rp 5,7 triliun.
Butuh waktu setahun bagi direktur PPh untuk mengkaji laporan keuangan Bank BCA sebelum kemudian memutuskan, permohonan keberatan membayar pajak Bank BCA diterima atau tidak. Setelah setahun berlalu,direktur PPh memutuskan permohonan keberatan pajak Bank BCA ditolak. Hasil telaah tersebut kemudian diteruskan ke Ketua BPK saat itu Hadi Poernomo.
Oleh Hadi Poernomo, hasil kajian selama setahun Direktur PPh diubah, seluruh permohonan keberatan pajak Bank BCA menjadi diterima seluruhnya sehari sebelum batas waktu pelunasan pajak yang dijadwalkan untuk Bank BCA.
Putusan tersebut rugikan Negara hingga Rp 375 miliar. Oleh Sebab itu KPK membuka penyidikan atas kasus ini. Selama lebih dari setahun KPK menyidik kasus ini, meskipun saat ini dihambat oleh putusan praperadilan yang diajukan oleh Hadi Poernomo pada bulan Mei hingga Juli lalu namun KPK tetap berpeluang untuk tuntaskan penyidikan kasus ini dengan upaya Peninjauan Kembali dan penerbitan sprindik baru atas kasus korupsi pajak Bank BCA.
Sumber :
1. http://nasional.sindonews.com/topic/...asus-pajak-bca
0
1.6K
11
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.4KThread•57.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya