- Beranda
- Berita dan Politik
Alasan Ramadan, WN Irak lecehkan wanita di Kalibata City minta maaf
...
TS
onta.wannabi
Alasan Ramadan, WN Irak lecehkan wanita di Kalibata City minta maaf
Quote:
Alasan Ramadan, WN Irak lecehkan wanita di Kalibata City minta maaf
Reporter : Lia Harahap | Selasa, 30 Juni 2015 11:58

Alasan Ramadan, WN Irak lecehkan wanita di Kalibata City minta maaf
Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2014 Merdeka.com
Merdeka.com - Evie kesal bukan main saat pria berkewarganegaraan Irak melecehkan dirinya saat keduanya berada di lobi lift tower Kemuning, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Evie pun sempat mendamprat pria berbadan besar itu, tapi pelaku malah cengengesan.
Peristiwa yang terjadi pada 24 Juni lalu sempat membuat kawasan sekitar tower Kemuning heboh. Evie melaporkan pelecehan yang dialami ke petugas keamanan apartemen.
"Saya katakan pada petugas, untuk melacak orang ini (WN Irak) akan menemui siapa dan saya minta orang yang akan ditemui untuk ke bawah," kata Evie saat berbincang pada merdeka.com, Selasa (30/6).
Saat pesan Evie disampaikan petugas ke pria Irak itu, dia berlagak sibuk menghubungi seolah ada yang ditunggu. Kemudian saat ditanya akan bertemu siapa, dia malah berkelit.
Di tengah kondisi yang ramai, pria Irak itu coba meyakinkan Evie bahwa persoalan pelecehan itu hanya salah paham. Bahkan dia menyebut tak mungkin melakukan perbuatan tak senonoh apalagi saat ini bulan Ramadan.
"Masya Allah.. madam.. please forgive me.. this Ramadan', kalimat itu saja yang dia ucapkan terus menerus di hadapan saya. Tapi saya enggak peduli.. tetap gue laporin ke petugas keamanan," katanya mengulang berdebatan dengan si pria Irak itu.
Dia pun sempat disambungkan melalui telepon dengan seseorang bernama Ira yang mengaku teman pelaku. Wanita itu pun meminta pria Irak itu dimaafkan. Dengan tegas dia memastikan tak ada urusan dengan wanita tersebut dan tetap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Singkat cerita, ditemani rekan yang semula hendak dia temui, Evie mendatangi pos keamanan di basement Kalibata City. Saat itu pria Irak digiring tanpa pengamanan ketat. Benar saja dugaannya, pria itu coba kabur. Melihat kejadian itu, Evie teriak sekencang mungkin untuk mencuri perhatian orang yang ada di sekitar apartemen dan bersama-sama menangkap pria Irak tersebut.
"Saya teriakin, maling...tangkap orang itu. Karena kehebohan tersebut dan menjadi pusat perhatian, langsung dengan sigap petugas mengejar dan saling menghubungi lewat handy talky. Karena larinya cepat sekali dan saya juga tidak bisa mengejarnya, saya pikir lolos sudah pelaku kejahatan ini. Ehh tidak lama kemudian dari kejauhan, serombongan petugas keamanan berhasil menangkap pelaku dan digiring ke pos keamanan. Alhamdulillah, akhirnya tertangkap juga," beber dia.
Setelah berhasil ditangkap dan dibawa ke pos keamanan, pria itu langsung ditanyai oleh koordinator keamanan.
Terkait kejadian ini, Evie langsung melapor ke imigrasi Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Dari Imigrasi, didapatkan informasi pria itu di bawah naungan UNHCR sebagai pencari suaka. Sedangkan saat melapor ke Polda Metro Jaya, dia sempat dimintai keterangan dan di BAP.
Setelah di BAP, polisi coba melakukan meng-cross check tentang identitas pelaku dan mengatakan, " UNHCR menyerahkan semuanya pada hukum yang berlaku di Indonesia. Pertimbangannya setelah proses BAP selesai, pihak kepolisian akan membuat surat ke kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk menyerahkan pelaku," jelasnya.
"Saya menduga, kasus ini masih tetap sulit untuk diproses secara hukum sebelum pelaku di deportasi," sambungnya.
Saat proses BAP selesai, pria Irak itu masih sempat mendatangi dirinya untuk berdamai. "Madam, this Ramadan, Allah give you Rahmatan lil alamin.. please forgive me'. Aku melihat sebentar ke pelaku dan kemudian berdiri keluar. Saya memaafkan tapi tidak pernah akan mencabut laporan ini karena siapa tahu mungkin masih banyak korban yang lain tetapi tidak berani melaporkan," tegas wanita berjilbab ini.
Reporter : Lia Harahap | Selasa, 30 Juni 2015 11:58

Alasan Ramadan, WN Irak lecehkan wanita di Kalibata City minta maaf
Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2014 Merdeka.com
Merdeka.com - Evie kesal bukan main saat pria berkewarganegaraan Irak melecehkan dirinya saat keduanya berada di lobi lift tower Kemuning, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Evie pun sempat mendamprat pria berbadan besar itu, tapi pelaku malah cengengesan.
Peristiwa yang terjadi pada 24 Juni lalu sempat membuat kawasan sekitar tower Kemuning heboh. Evie melaporkan pelecehan yang dialami ke petugas keamanan apartemen.
"Saya katakan pada petugas, untuk melacak orang ini (WN Irak) akan menemui siapa dan saya minta orang yang akan ditemui untuk ke bawah," kata Evie saat berbincang pada merdeka.com, Selasa (30/6).
Saat pesan Evie disampaikan petugas ke pria Irak itu, dia berlagak sibuk menghubungi seolah ada yang ditunggu. Kemudian saat ditanya akan bertemu siapa, dia malah berkelit.
Di tengah kondisi yang ramai, pria Irak itu coba meyakinkan Evie bahwa persoalan pelecehan itu hanya salah paham. Bahkan dia menyebut tak mungkin melakukan perbuatan tak senonoh apalagi saat ini bulan Ramadan.
"Masya Allah.. madam.. please forgive me.. this Ramadan', kalimat itu saja yang dia ucapkan terus menerus di hadapan saya. Tapi saya enggak peduli.. tetap gue laporin ke petugas keamanan," katanya mengulang berdebatan dengan si pria Irak itu.
Dia pun sempat disambungkan melalui telepon dengan seseorang bernama Ira yang mengaku teman pelaku. Wanita itu pun meminta pria Irak itu dimaafkan. Dengan tegas dia memastikan tak ada urusan dengan wanita tersebut dan tetap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Singkat cerita, ditemani rekan yang semula hendak dia temui, Evie mendatangi pos keamanan di basement Kalibata City. Saat itu pria Irak digiring tanpa pengamanan ketat. Benar saja dugaannya, pria itu coba kabur. Melihat kejadian itu, Evie teriak sekencang mungkin untuk mencuri perhatian orang yang ada di sekitar apartemen dan bersama-sama menangkap pria Irak tersebut.
"Saya teriakin, maling...tangkap orang itu. Karena kehebohan tersebut dan menjadi pusat perhatian, langsung dengan sigap petugas mengejar dan saling menghubungi lewat handy talky. Karena larinya cepat sekali dan saya juga tidak bisa mengejarnya, saya pikir lolos sudah pelaku kejahatan ini. Ehh tidak lama kemudian dari kejauhan, serombongan petugas keamanan berhasil menangkap pelaku dan digiring ke pos keamanan. Alhamdulillah, akhirnya tertangkap juga," beber dia.
Setelah berhasil ditangkap dan dibawa ke pos keamanan, pria itu langsung ditanyai oleh koordinator keamanan.
Terkait kejadian ini, Evie langsung melapor ke imigrasi Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Dari Imigrasi, didapatkan informasi pria itu di bawah naungan UNHCR sebagai pencari suaka. Sedangkan saat melapor ke Polda Metro Jaya, dia sempat dimintai keterangan dan di BAP.
Setelah di BAP, polisi coba melakukan meng-cross check tentang identitas pelaku dan mengatakan, " UNHCR menyerahkan semuanya pada hukum yang berlaku di Indonesia. Pertimbangannya setelah proses BAP selesai, pihak kepolisian akan membuat surat ke kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk menyerahkan pelaku," jelasnya.
"Saya menduga, kasus ini masih tetap sulit untuk diproses secara hukum sebelum pelaku di deportasi," sambungnya.
Saat proses BAP selesai, pria Irak itu masih sempat mendatangi dirinya untuk berdamai. "Madam, this Ramadan, Allah give you Rahmatan lil alamin.. please forgive me'. Aku melihat sebentar ke pelaku dan kemudian berdiri keluar. Saya memaafkan tapi tidak pernah akan mencabut laporan ini karena siapa tahu mungkin masih banyak korban yang lain tetapi tidak berani melaporkan," tegas wanita berjilbab ini.
http://www.merdeka.com/jakarta/alasa...inta-maaf.html
Masya alloh
enak banget abis remes remes minta maap lahir batin
0
1.9K
Kutip
17
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya