- Beranda
- Berita dan Politik
Tim Forensik Temukan Luka di Kepala Jenazah Angeline
...
TS
narauchiha
Tim Forensik Temukan Luka di Kepala Jenazah Angeline
Monitorday, Denpasar - Tim Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, menemukan adanya luka di bagian kepala jenazah Angeline yang disebabkan pukulan benda tumpul. "Dari hasil autopsi, kami menemukan luka benturan pada kepala kanan yang menyebabkan koran meninggal," kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustyadi, di Denpasar, Rabu [10/6]. Seperti dilansir Antara. Selain itu, pihaknya menemukan luka memar pada wajah, leher, tangan, lengan, paha, pantat, dan punggung kaki akibat kekerasan benda tumpul. Dudut menegaskan luka pada bagian kepala kanan jenazah akibat benda tumpul tersebut menjadi penyebab fatal kematian korban.
"Saat kami melakukan autopsi, kondisi jenazah saat kami terima sudah dalam keadaan membusuk," ujarnya.
Pihaknya memperkirakan kematian bocah dikabarkan hilang sejak 16 Juni 2015 itu sudah sejak tiga minggu sebelum dilakukan pemeriksaan. "Posisi jenazah saat dikubur terlihat telungkup ke kiri dan kaki menekuk," kata Dudut.
Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, menambahkan, pada punggung bagian kanan terdapat luka bekas sulutan api rokok.
"Leher jenazah terdapat bekas jeratan tali plastik sebanyak empat lilitan," ujar Alit.
Dari bentuk simpul lilitan, jelas dia, korban diduga dibunuh oleh pelaku berusia dewasa. (baca: Leher Engeline Dijerat Tali Gorden Dari Kamar Margriet
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Siti Sapurah sangat menyayangkan pengakuan tersangka pembunuh Engeline, Agus Tai Hamdamai. Ia heran mengapa tiba-tiba Agus mengaku yang membunuh Engeline.
“Padahal telah ditemukan kok tali yang menjerat di leher Engeline adalah tali di gorden kamar Margriet,” kata Siti kepada ROL, Kamis (18/6).
Ia mengaku sejak 18 Mei 2015 sudah datang ke tempat kejadian perkara pembunuhan Engeline. Selain itu, ia juga mengaku sudah banyak berkomunikasi dengan beberapa orang yang ada di sekitar rumah Engeline.
Dari situ, ia mengaku sudah mulai banyak menemukan fakta pembunuhan. Temuan-temuan itulah yang pada akhirnya diceritakan kepada kepolisian.
“Apalagi fakta-fakta dari saat mayat ditemukan, hasil forensik, setelah divisum, bahkan ditemukan bercak darah di tisu yang ada di kamar Mergriet. Itu banyak fakta yang sudah ditemukan, makanya saya yakin kalau Margriet tidak hanya bertanggung jawab atas penelantaran anak saja,” jelas Siti.
Diketahui, tak lama setelah ditemukan mayat Engeline maka pada 11 Juni 2015, Agus ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan rudapaksan dan pembunuhan. Sementara, ibu angkat Engeline, Margriet ditetapkan tersangka atas dasar penelantaran anak saja.
Sumber : republika dan monitorday
"Saat kami melakukan autopsi, kondisi jenazah saat kami terima sudah dalam keadaan membusuk," ujarnya.
Pihaknya memperkirakan kematian bocah dikabarkan hilang sejak 16 Juni 2015 itu sudah sejak tiga minggu sebelum dilakukan pemeriksaan. "Posisi jenazah saat dikubur terlihat telungkup ke kiri dan kaki menekuk," kata Dudut.
Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, menambahkan, pada punggung bagian kanan terdapat luka bekas sulutan api rokok.
"Leher jenazah terdapat bekas jeratan tali plastik sebanyak empat lilitan," ujar Alit.
Dari bentuk simpul lilitan, jelas dia, korban diduga dibunuh oleh pelaku berusia dewasa. (baca: Leher Engeline Dijerat Tali Gorden Dari Kamar Margriet
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Siti Sapurah sangat menyayangkan pengakuan tersangka pembunuh Engeline, Agus Tai Hamdamai. Ia heran mengapa tiba-tiba Agus mengaku yang membunuh Engeline.
“Padahal telah ditemukan kok tali yang menjerat di leher Engeline adalah tali di gorden kamar Margriet,” kata Siti kepada ROL, Kamis (18/6).
Ia mengaku sejak 18 Mei 2015 sudah datang ke tempat kejadian perkara pembunuhan Engeline. Selain itu, ia juga mengaku sudah banyak berkomunikasi dengan beberapa orang yang ada di sekitar rumah Engeline.
Dari situ, ia mengaku sudah mulai banyak menemukan fakta pembunuhan. Temuan-temuan itulah yang pada akhirnya diceritakan kepada kepolisian.
“Apalagi fakta-fakta dari saat mayat ditemukan, hasil forensik, setelah divisum, bahkan ditemukan bercak darah di tisu yang ada di kamar Mergriet. Itu banyak fakta yang sudah ditemukan, makanya saya yakin kalau Margriet tidak hanya bertanggung jawab atas penelantaran anak saja,” jelas Siti.
Diketahui, tak lama setelah ditemukan mayat Engeline maka pada 11 Juni 2015, Agus ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan rudapaksan dan pembunuhan. Sementara, ibu angkat Engeline, Margriet ditetapkan tersangka atas dasar penelantaran anak saja.
Sumber : republika dan monitorday
0
1.9K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya