TS
bung001jaka
TNI SIAP HADANG PEROMPAK YANG MASUK KE NATUNA
TNI Angkatan Laut memastikan telah menyiagakan kekuatan di sekitar perairan Pulau Natuna untuk mengantisipasi wilayah perairan Indonesia dimasuki pembajak kapal tangker Malaysia, MT Orkim Harmony.
Sebelumnya, menurut informasi dari Kepala Angkatan Laut Malaysia, Abdul Aziz Jaafar, kedelapan pembajak berhasil kabur dengan menggunakan sebuah kapal penyelamat milik kapal tanker pada Kamis malam, 18 Juni 2015.
Para pembajak itu sempat mengarahkan kapal ke Pulau Natuna, di wilayah Indonesia agar bisa kabur.
Kasubdipenum TNI Angkatan Laut Kolonel Laut Suradi Agung Slamet mengatakan TNI AL telah menyiagakan beberapa unsur kekuatan, di antaranya 2 KRI, untuk mengatisipasi masuknya pembajak ke perairan Indonesia, termasuk di Natuna.
Katanya ada beberapa unsure yang di siagakan setiap saat. Ada pangkalan juga di Natuna, ada Pos-pos AL, dan itu akan terus di laporkan satuan atas apabila ada perkembangan.
Di samping itu, TNI AL juga mengerahkan pesawat udara U-612 untuk disiagakan di Natuna untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang terjadi.
Suradi mengaku TNI AL ikut melacak keberadaan kapal tanker Malaysia yang dibajak. Hanya saja, lokasi pembajakan yang berada di perairan utara Malaysia atau di sekitar perairan Vietnam dan Thailand membuat TNI AL punya keterbatasan untuk bertindak.
Seperti di ketahui Kapal tanker Orkim Harmony membawa BBM setara pertamax plus senilai Rp 75 miliar. Saat ini kapal tengah menuju ke Pelabuhan Kuantan, Malaysia, dengan dikawal kapal perang AL Malaysia. Perompak telah kabur dengan sekoci dan melepas kapal beserta 22 ABK itu pada Jumat dini hari. Sempat kabur ke Natuna, 8 bajak laut akhirnya bisa ditangkap di Pulau Tho Chu, Vietnam. 5 Dari 22 ABK adalah WNI, dan satu dari 5 WNI di antaranya sudah dievakuasi ke rumah sakit dengan pesawat karena tertembak di kaki.
http://nasional.news.viva.co.id/news...iran-indonesia
Sebelumnya, menurut informasi dari Kepala Angkatan Laut Malaysia, Abdul Aziz Jaafar, kedelapan pembajak berhasil kabur dengan menggunakan sebuah kapal penyelamat milik kapal tanker pada Kamis malam, 18 Juni 2015.
Para pembajak itu sempat mengarahkan kapal ke Pulau Natuna, di wilayah Indonesia agar bisa kabur.
Kasubdipenum TNI Angkatan Laut Kolonel Laut Suradi Agung Slamet mengatakan TNI AL telah menyiagakan beberapa unsur kekuatan, di antaranya 2 KRI, untuk mengatisipasi masuknya pembajak ke perairan Indonesia, termasuk di Natuna.
Katanya ada beberapa unsure yang di siagakan setiap saat. Ada pangkalan juga di Natuna, ada Pos-pos AL, dan itu akan terus di laporkan satuan atas apabila ada perkembangan.
Di samping itu, TNI AL juga mengerahkan pesawat udara U-612 untuk disiagakan di Natuna untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang terjadi.
Suradi mengaku TNI AL ikut melacak keberadaan kapal tanker Malaysia yang dibajak. Hanya saja, lokasi pembajakan yang berada di perairan utara Malaysia atau di sekitar perairan Vietnam dan Thailand membuat TNI AL punya keterbatasan untuk bertindak.
Seperti di ketahui Kapal tanker Orkim Harmony membawa BBM setara pertamax plus senilai Rp 75 miliar. Saat ini kapal tengah menuju ke Pelabuhan Kuantan, Malaysia, dengan dikawal kapal perang AL Malaysia. Perompak telah kabur dengan sekoci dan melepas kapal beserta 22 ABK itu pada Jumat dini hari. Sempat kabur ke Natuna, 8 bajak laut akhirnya bisa ditangkap di Pulau Tho Chu, Vietnam. 5 Dari 22 ABK adalah WNI, dan satu dari 5 WNI di antaranya sudah dievakuasi ke rumah sakit dengan pesawat karena tertembak di kaki.
http://nasional.news.viva.co.id/news...iran-indonesia
0
3.3K
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya