- Beranda
- The Lounge
Para Penemu Yang Berasal Dari Negara Jerman (PART 1)
...
TS
mediaedukasiint
Para Penemu Yang Berasal Dari Negara Jerman (PART 1)
Banyak penemuan di dunia ini yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia, dan beberapa penemu yang terkenal di Dunia berasal dari Negara Jerman, dalam dunia pendidikan, Jerman memang dikenal sebagai negara para penemu, surga untuk para peneliti yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan.
Berikut adalah para penemu asal Jerman yang sampai saat ini penemuannya masih digunakan di seluruh dunia
Berikut adalah para penemu asal Jerman yang sampai saat ini penemuannya masih digunakan di seluruh dunia
Quote:
1. Karl Friedrich Benz (lahir 25 November 1844 – meninggal 4 April 1929 pada umur 84 tahun)
Karl Friedrich Benz adalah seorang insinyur otomobil Jerman lulusan Institut Teknologi Karlsruhe. Umumnya ia (bersama Gottlieb Daimler yang sezamannya) dipandang sebagai salah satu pencipta otomobil berbahan bakar bensin. Ia juga putra seorang masinis.
Pada 1903 Benz pensiun dari Benz & Co., tapi tetap sebagai anggota dari papan pengawas sampai kematiannya. Perusahaan Benz dan Daimler bergabung membentuk Daimler-Benz di 1926, yang kemudian berganti nama menjadi Mercedes-Benz. Benz meninggal pada 1929 di Ladenburg di Neckar, Jerman.
Spoiler for (Pict) Karl Friedrich Benz:
Pada 1903 Benz pensiun dari Benz & Co., tapi tetap sebagai anggota dari papan pengawas sampai kematiannya. Perusahaan Benz dan Daimler bergabung membentuk Daimler-Benz di 1926, yang kemudian berganti nama menjadi Mercedes-Benz. Benz meninggal pada 1929 di Ladenburg di Neckar, Jerman.
Spoiler for (Pict) Replika Benz Patent Motorwagen yang dibangun pada tahun 1885:
Spoiler for (Pict) Mesin Benz Patent Motorwagen:
Spoiler for (Pict) SIM pertama di dunia yang dikeluarkan untuk Carl Benz pada 1 Agustus 1888:
Spoiler for (Pict) Museum mobil Dr. Carl Benz di Ladenburg:
Spoiler for (Pict) SPBU pertama didunia di apotek di Wiesloch:
Quote:
2. Karl Ferdinand Braun (lahir di Fulda, Fulda, Hessen, Jerman, 6 Juni 1850 – meninggal di New York, Amerika Serikat, 20 April 1918 pada umur 67 tahun)
Karl Ferdinand Braun adalah seorang fisikawan Jerman, Braun belajar di Universitas Marburg dan menerima gelar di Universitas Berlin pada tahun 1872. Ia menjadi direktur di Lembaga Fisika dan profesor fisika di Strasbourg (1895).
Pada tahun 1897, ia membuat osiloskop tabung sinar katode pertama. Teknik ini digunakan oleh sebagian besar peralatan TV dan monitor komputer. Tabung katode masih disebut "tabung Braun" (Braunsche Röhre) di negara penutur bahasa Jerman (dan di Jepang: Buraun-kan).
Pada tahun 1909 Braun menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika dengan Guglielmo Marconi untuk "sumbangan pada pengembangan telegrafi nirkabel."
Pada awal Perang Dunia I Braun pindah ke Amerika Serikat untuk mempertahankan stasiun nirkabel Jerman yang terletak di Sayville (Long Island) terhadap serangan oleh Marconi Corporation yang dikendalikan Inggris (saat itu Amerika Serikat belum terjun dalam perang).
Braun meninggal di rumahnya di Brooklyn sebelum perang berakhir, pada tahun 1918
Spoiler for (Pict) Karl Ferdinand Braun:
Pada tahun 1897, ia membuat osiloskop tabung sinar katode pertama. Teknik ini digunakan oleh sebagian besar peralatan TV dan monitor komputer. Tabung katode masih disebut "tabung Braun" (Braunsche Röhre) di negara penutur bahasa Jerman (dan di Jepang: Buraun-kan).
Pada tahun 1909 Braun menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika dengan Guglielmo Marconi untuk "sumbangan pada pengembangan telegrafi nirkabel."
Pada awal Perang Dunia I Braun pindah ke Amerika Serikat untuk mempertahankan stasiun nirkabel Jerman yang terletak di Sayville (Long Island) terhadap serangan oleh Marconi Corporation yang dikendalikan Inggris (saat itu Amerika Serikat belum terjun dalam perang).
Braun meninggal di rumahnya di Brooklyn sebelum perang berakhir, pada tahun 1918
Quote:
3. Gottlieb Wilhelm Daimler (terlahir Däumler, 17 Maret 1834 – 6 Maret 1900)
Gottlieb Wilhelm Daimler dikenal sebagai seorang penemu dan pionir di bidang otomotif Jerman. Pada tahun 1890 ia berhasil mengembangkan mesin pembakaran internal, dan pada tahun 1883 Daimler menciptakan mesin yang bertenaga bensin, dan mematenkan mesin empat tak. Daimler membuat mobil pertama (bersama dengan Carl Friedrich Benz).
Pada tahun 1890, ia mendirikan Daimler Motoren Gesellschaft (DMG). Dua puluh empat tahun tahun setelah kematian Daimler, manajemen DMG menandatangani persetujuan kooperatif jangka panjang dengan Benz & Cie. milik Carl Benz, dan pada tahun 1926 kedua perusahaan itu bergabung untuk membentuk Daimler-Benz AG, yang kini bagian Daimler AG.
Spoiler for (Pict) Gottlieb Wilhelm Daimler:
Pada tahun 1890, ia mendirikan Daimler Motoren Gesellschaft (DMG). Dua puluh empat tahun tahun setelah kematian Daimler, manajemen DMG menandatangani persetujuan kooperatif jangka panjang dengan Benz & Cie. milik Carl Benz, dan pada tahun 1926 kedua perusahaan itu bergabung untuk membentuk Daimler-Benz AG, yang kini bagian Daimler AG.
Quote:
4. Wernher Magnus Maximilian (lahir 23 Maret 1912 – meninggal 16 Juni 1977 pada umur 65 tahun)
Wernher Magnus Maximilian, Freiherr von Braun adalah seorang ilmuwan roket Jerman-Amerika, insinyur ruang angkasa, arsitek ruang, dan salah satu tokoh terkemuka dalam pengembangan teknologi roket di Jerman Nazi selama Perang Dunia II dan, kemudian, di Amerika Serikat.
Dia bekerja sebagai perancang roket antara 1930an hingga 1970an. Beberapa orang mengatakan ia adalah insinyur roket yang paling penting di abad ke-20.
Setelah Perang Dunia II, ia dan sekitar 500 ilmuwan roket lainnya menyerahkan diri ke Sekutu/Amerika Serikat, selanjutnya melalui Operasi Paperclip, ia diterbangkan ke Amerika Serikat. Di sana, ia bekerja untuk Angkatan Darat Amerika Serikat lalu dipindahkan ke NASA. Pada tahun 1955, sepuluh tahun setelah memasuki negara itu, von Braun menjadi warga negara Amerika Serikat.
Dia adalah salah satu pengembang dan pimpinan dari proyek roket V-2, roket pertama yang menembus ruang angkasa dan mengebom beberapa kota besar seperti London. Ia juga mengembangkan roket Saturn V, yang membawa manusia pergi ke bulan melalui wahana Apollo pada tahun 1969.
Wernher von Braun lahir di Wirsitz (kini: Wyrzysk) di Polandia (Polandia saat itu masih menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman) pada tanggal 23 Maret 1912. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Magnus Freiherr von Braun (1878–1972) adalah direktur jenderal dari sebuah bank. Selama masa Republik Weimar, ayahnya menjadi menteri urusan pangan dan pertanian. Sementara ibunya, Emmy von Quistorp, adalah seorang putri dari anggota parlemen Prusia.
Pada tahun 1915 keluarganya pindah ke Berlin dan ayahnya bekerja di departemen dalam negeri. Selama masa-masa awal sekolah, von Braun bersekolah di sekolah menengah Perancis di Berlin. Pada usia 13, ia mendapatkan teleskop dari ibunya. Hadiah itu meningkatkan ketertarikannya terhadap astronomi. Tahun 1925, von Braun melanjutkan sekolah di sekolah asrama Ettersburg Castle dekat Weimar, namun nilai matematika dan fisikanya tidak terlalu bagus. Di sana ia mendapatkan salinan dari buku Rakete zu den Planetenräumen Die (bahasa Indonesia: Roket ke Ruang Antarplanet) oleh pelopor roket Hermann Oberth. Buku inilah yang menginspirasinya untuk belajar penerbangan dan antariksa.
Pada tahun 1928,oleh orang tuanya, ia dipindahkan ke sekolah asrama Hermann-Lietz-Internat di pulau Spiekeroog, Jerman. Perjalanan ruang angkasa selalu memesonakan von Braun, dan sejak saat itu ia menerapkan dirinya untuk belajar fisika dan matematika untuk mengejar minatnya dalam teknik roket.
Dia mulai kuliah di Universitas Teknologi Berlin pada musim panas 1930. Tahun 1932 ia lulus dengan gelar sarjana di bidang teknik mesin, kemudian ia melanjutkan belajar fisika ke Friedrich-Wilhelms-Universität hingga lulus pada tahun 1934 dengan gelar Dr. Phil di bidang fisika. Selain itu, Von Braun juga belajar di ETH Zurich, pada tahun 1931.
Spoiler for (Pict) Wernher Magnus Maximilian:
Dia bekerja sebagai perancang roket antara 1930an hingga 1970an. Beberapa orang mengatakan ia adalah insinyur roket yang paling penting di abad ke-20.
Setelah Perang Dunia II, ia dan sekitar 500 ilmuwan roket lainnya menyerahkan diri ke Sekutu/Amerika Serikat, selanjutnya melalui Operasi Paperclip, ia diterbangkan ke Amerika Serikat. Di sana, ia bekerja untuk Angkatan Darat Amerika Serikat lalu dipindahkan ke NASA. Pada tahun 1955, sepuluh tahun setelah memasuki negara itu, von Braun menjadi warga negara Amerika Serikat.
Dia adalah salah satu pengembang dan pimpinan dari proyek roket V-2, roket pertama yang menembus ruang angkasa dan mengebom beberapa kota besar seperti London. Ia juga mengembangkan roket Saturn V, yang membawa manusia pergi ke bulan melalui wahana Apollo pada tahun 1969.
Wernher von Braun lahir di Wirsitz (kini: Wyrzysk) di Polandia (Polandia saat itu masih menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman) pada tanggal 23 Maret 1912. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Magnus Freiherr von Braun (1878–1972) adalah direktur jenderal dari sebuah bank. Selama masa Republik Weimar, ayahnya menjadi menteri urusan pangan dan pertanian. Sementara ibunya, Emmy von Quistorp, adalah seorang putri dari anggota parlemen Prusia.
Pada tahun 1915 keluarganya pindah ke Berlin dan ayahnya bekerja di departemen dalam negeri. Selama masa-masa awal sekolah, von Braun bersekolah di sekolah menengah Perancis di Berlin. Pada usia 13, ia mendapatkan teleskop dari ibunya. Hadiah itu meningkatkan ketertarikannya terhadap astronomi. Tahun 1925, von Braun melanjutkan sekolah di sekolah asrama Ettersburg Castle dekat Weimar, namun nilai matematika dan fisikanya tidak terlalu bagus. Di sana ia mendapatkan salinan dari buku Rakete zu den Planetenräumen Die (bahasa Indonesia: Roket ke Ruang Antarplanet) oleh pelopor roket Hermann Oberth. Buku inilah yang menginspirasinya untuk belajar penerbangan dan antariksa.
Pada tahun 1928,oleh orang tuanya, ia dipindahkan ke sekolah asrama Hermann-Lietz-Internat di pulau Spiekeroog, Jerman. Perjalanan ruang angkasa selalu memesonakan von Braun, dan sejak saat itu ia menerapkan dirinya untuk belajar fisika dan matematika untuk mengejar minatnya dalam teknik roket.
Dia mulai kuliah di Universitas Teknologi Berlin pada musim panas 1930. Tahun 1932 ia lulus dengan gelar sarjana di bidang teknik mesin, kemudian ia melanjutkan belajar fisika ke Friedrich-Wilhelms-Universität hingga lulus pada tahun 1934 dengan gelar Dr. Phil di bidang fisika. Selain itu, Von Braun juga belajar di ETH Zurich, pada tahun 1931.
Spoiler for (Pict) Rocket V2:
Spoiler for (Pict) Rocket Saturn V:
Quote:
5. Rudolf Christian Karl Diesel (lahir di Paris, Perancis, 18 Maret 1858 – meninggal 30 September 1913 pada umur 55 tahun)
Rudolf Christian Karl Diesel adalah seorang penemu Jerman, terkenal akan penemuannya, mesin diesel, Dia lahir di Paris dan meninggal secara misterius di kapal fery dalam perjalanannya ke Inggris.
Diesel mengembangkan ide sebuah mesin pemicu kompresi pada dekade terakhir abad ke-19 dan menerima hak paten untuk alat tersebut pada 23 Februari 1893. Dia membangun prototipe yang berfungsi pada awal 1897 ketika bekerja di pabrik MAN di Augsburg.
Mesin Diesel ini pun dinamakan untuk menghormati jasanya. Aslinya, ia bernama "mesin minyak".
Rudolf Diesel lahir pada tanggal 18 Maret 1858 di Paris, Perancis, dari keluarga Jerman pengrajin kulit. Sejak kecil, dia dikenal sebagai seorang yang jenius. Pada sekitar usia 20 tahun, pada 1870, Diesel menerima penghargaan medali perunggu dari Société Pour L'Instruction Elémentaire, atas beberapa karya ilmiahnya yang cemerlang. Tetapi, pada tahun yang sama, keluarga Diesel terpaksa harus meninggalkan Paris karena kebijakan baru pemerintah Perancis saat itu tentang para imigran asing. Ayah Diesel gagal memperoleh izin menetap di Perancis. Mereka berangkat dan pindah ke London, Inggris. Hanya sebentar di sana, Rudolf kemudian berangkat sendiri ke Augsburg, Jerman, untuk melanjutkan sekolah dan tinggal bersama paman dan bibinya disana yang juga mengajar sebagai gurunya di Gewerbsschule. Tak lama kemudian Perang Jerman-Perancis meletus.
Pada tahun 1872, Rudolf mulai dikenal dan diakui sebagai calon mekanik handal. Ia menyelesaikan sekolahnya di Gewerbsschule sebagai salah seorang lulusan terbaik, kemudian melanjutkan ke Politeknik Kerajaan Bavaria Munchen. Perang Jerman-Perancis pun berakhir dan untuk pertama kali dia dapat berkumpul dan bertemu kembali dengan keluarganya di Paris.
Sayang, Rudolf tak dapat mengikuti ujian akhir kesarjanaannya, pada tahun 1879 karena menderita serangan penyakit demam berdarah. Namun selama kuliah di Munchen, dia mengukir banyak prestasi cemerlang, antara lain, pada tahun 1878, bersama profesornya, berhasil merancang suatu cetak biru mesin uap dengan efisiensi tertinggi yang pernah ada sampai saat itu. Dia juga mulai menulis beberapa makalah dan diterbitkan untuk umum. Segera setelah sembuh, Rudolf malah memilih mulai bekerja sebagai mekanik di perusahaan Sulzer di Winterthour, mengembangkan mesin pembuat es.
Akhirnya pada tahun 1880, Rudolf berhasil menyelesaikan ujian akhir kesarjanaannya sebagai insinyur mesin, dan menjadi lulusan terbaik yang pernah dihasilkan oleh Institut Politeknik Muenchen sepanjang sejarahnya hingga kini. Setelah lulus, dia memutuskan pindah menetap di Paris dan mendirikan cabang perusahaan mesin pembuat es disana. Dia malah rela bekerja tanpa dibayar. Tetapi, setahun kemudian, 1881, perusahaan mengangkatnya menjadi direktur pabrik tersebut di Paris, tahun inilah dia bertemu pertama kali dengan Heinrich Buz, Direktur Permesinan Augsburger, dan mereka bersepakat menguji coba dan mengembangkan suatu sistem permesinan pembuas es bening. Tahun itu juga Rudolf menerima sertifikat hak paten pertamanya atas temuannya memproduksi klareis dalam botol.
Tahun 1883, Rudolf mulai membangun pabrik es besar di Paris. Setahun kemudian, rencana pengembangan mesin amoniak mulai dikerjakan. Tahun 1886, pabriknya melebarkan sayapnya ke Belgia. Pada tahun 1887, gagasan tentang mesin penyerap amoniak untuk keperluan usaha skala menengah mulai terwujud. Pada saat inilah Rudolf membuktikan teori gelombang elektromagnetik pada putaran tinggi per detik. Pada tahun 1889, Rudolf mengikuti pameran teknik industri di Paris, memamerkan mesin pembuat es dan pendinginnya. Rudolf kemudian memberikan kuliah umum di suatu kongres internasional mengenai mesin-mesin terapan. Dia memperoleh sambutan meriah dan perusahaan Lindes segera menawarinya kontrak kerja berkedudukan di Berlin sejak tahun 1890.
Pada tahun 1892, Rudolf menerima hak patennya atas penemuan cara kerja mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Rudolf segera memulai proyek besarnya mengembangkan apa yang dekmudian hari dikenal sebagai mesin diesel. Dan pada 10 Agustus 1893, Rudolf pun berhasil mewujudkan impiannya yakni terciptanya mesin diesel pertama di dunia. Atas temuannya itu, ia mendapatkan hak paten bernomor 608845. Pada tahun yang sama terbit bukunya yang berjudul "Theory and Construction of A Rational Heat Engine for Substitution of the Steam Engines and that Today Admitted Combustion Engines", melalui penerbit Springer, Berlin. Saat itu pula, Rudolf menandatangani kontrak kerja dengan Augusburger, Krupp, dan Sulzer, sambil menerbitkan buku berikutnya, "Nachtraege for the Theory og the Diesel Engine".
Prototipe awal mesinnya dipamerkan di Pekan raya Chicago, Amerika Serikat dan mendapat sambutan yang cukup lumayan. Dia melanjutkan percobaannya. Pada tahun 1895, Komisi Hak Paten mensahkan bahwa mesin ciptaannya memang bekerja baik. Dia pindah ke Muenchen, tahun 1896. Sampai awal tahun berikutnya (1897), dia menyelesaikan rencana lanjut mesin temuannya dengan empat langkah (4 tak). Tetapi perusahaan Deutz AG mencoba menandinginya. Krupp mendukung Rudolf yang akhirnya melahirkan kesepakatan antara Deutz, Krupp dan Augsburger untuk membantu Rudolf melakukan rangkaian akhir percobaan lanjutan untuk menyempurnakan mesin temuannya.
Tahun itu adalah tahun yang sibuk bagi Rudolf. Dia melakukan perjalanan ke Skotlandia, lalu ke Paris untuk membuat satu pesawat terbang, menandatangani kontrak dengan Adolphus-shrubs, dan kemudian memperagakan contoh mesinnya di depan umum di Augsburg. Lalu memeberi ceramah umum di Kassel, meresmikan perkumpulan masyarakat mesin diesel di Paris, namun juga menghadapi gugatan atas hak patennya oleh Emil Captaine. Bahkan sempat mengalami kehilangan dalam uji coba laboratoriumnya. Tetapi, pabrik mesin diesel di Augsburg akhirnya dapat dibangun pada tahun 1898. Empat contoh mesin produksi awalnya segera dipamerkan di Pekar raya Muenchen dan dia berhasil menyelesaikan mesin diesel pertama dengan kompresor untuk perusahaan Deutz AG. Cobaan datang lagi. Ia sempat masu rumah sakit jiwa di Neuwittelsbach, Muenchen. Tetapi pabrik mesin diesel pertama di Amerika selesai dibangun tahun itu juga. Cobaan datang terus. Pada tahun berikutnya 1899 Pabrik pertama di Augsburg ditutup karena gagal mencapai target jumlah produksi. Tetapi, tahun itu pula mesin diesel pertama kali digunakan di lapangan pengeboran minyak di Gailizien. Dia makin sering jatuh sakit.
lalu pada abad ke 20, tepatnya pada tahun 1900, pabrik mesin diesel pertama di London diresmikan. Peragaan mesinnya di Pekan raya Paris memperoleh perhatian istimewa dan mendapatkan hadiah utama. Karena semakin sering sakit, dia pindah ke pemukiman yang lebih segar di Muenchen pada tahun 1901. Sambil banyak beristirahat, dia menulis dan menerbitkan buku baru yang lebih filosofis ketimbang teknis yang berjudul "Solidarismus: natürliche wirtschaftliche Erlösung der Menschen", pada tahun 1903, yang memperlihatkan secara jelas sikap dan pandangan dasarnya sebagai seorang insinyur jenius yang juga peduli pada masalah-masalah sosial dan lingkungan hidup. Dua tahun kemudian, 1905, mesin diesel mulai digunakan sebagai mesin kereta api. Dan puncak prestasinya pada tahun 1910 ketika ia tampil di Pekan raya Paris dengan rancang bangun mesin diesel yang digerakkan dengan bahan bakar minyak kacang dan minyak ganja. Dua tahun kemudian (1912) ketika berpidato menerima hak patennya atas mesin barunya tersebut, dinia mencatat pernyataannya yang peling bersejarah tentang masa depan mesin yang dijalankan dengan bahan bakar minyak nabati yang sekarang dikenal sebagai biodiesel yakni "Der Gebrauch von Pflanzenöl als Krafstoff mag heute unbedeuntend sein. Aber derartige Produkte können im Laufe der Zeit obenso wichtig werden wie Petroleum und diese Kohle-Teer-Produkte von heute." (Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nati akan menjadi penting, sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batubara saat sekarang). Mesin biodiesel itu disempurnakan lagi oleh Ludwig Elsbett.
Spoiler for (Pict) Rudolf Christian Karl Diesel:
Diesel mengembangkan ide sebuah mesin pemicu kompresi pada dekade terakhir abad ke-19 dan menerima hak paten untuk alat tersebut pada 23 Februari 1893. Dia membangun prototipe yang berfungsi pada awal 1897 ketika bekerja di pabrik MAN di Augsburg.
Mesin Diesel ini pun dinamakan untuk menghormati jasanya. Aslinya, ia bernama "mesin minyak".
Rudolf Diesel lahir pada tanggal 18 Maret 1858 di Paris, Perancis, dari keluarga Jerman pengrajin kulit. Sejak kecil, dia dikenal sebagai seorang yang jenius. Pada sekitar usia 20 tahun, pada 1870, Diesel menerima penghargaan medali perunggu dari Société Pour L'Instruction Elémentaire, atas beberapa karya ilmiahnya yang cemerlang. Tetapi, pada tahun yang sama, keluarga Diesel terpaksa harus meninggalkan Paris karena kebijakan baru pemerintah Perancis saat itu tentang para imigran asing. Ayah Diesel gagal memperoleh izin menetap di Perancis. Mereka berangkat dan pindah ke London, Inggris. Hanya sebentar di sana, Rudolf kemudian berangkat sendiri ke Augsburg, Jerman, untuk melanjutkan sekolah dan tinggal bersama paman dan bibinya disana yang juga mengajar sebagai gurunya di Gewerbsschule. Tak lama kemudian Perang Jerman-Perancis meletus.
Pada tahun 1872, Rudolf mulai dikenal dan diakui sebagai calon mekanik handal. Ia menyelesaikan sekolahnya di Gewerbsschule sebagai salah seorang lulusan terbaik, kemudian melanjutkan ke Politeknik Kerajaan Bavaria Munchen. Perang Jerman-Perancis pun berakhir dan untuk pertama kali dia dapat berkumpul dan bertemu kembali dengan keluarganya di Paris.
Sayang, Rudolf tak dapat mengikuti ujian akhir kesarjanaannya, pada tahun 1879 karena menderita serangan penyakit demam berdarah. Namun selama kuliah di Munchen, dia mengukir banyak prestasi cemerlang, antara lain, pada tahun 1878, bersama profesornya, berhasil merancang suatu cetak biru mesin uap dengan efisiensi tertinggi yang pernah ada sampai saat itu. Dia juga mulai menulis beberapa makalah dan diterbitkan untuk umum. Segera setelah sembuh, Rudolf malah memilih mulai bekerja sebagai mekanik di perusahaan Sulzer di Winterthour, mengembangkan mesin pembuat es.
Akhirnya pada tahun 1880, Rudolf berhasil menyelesaikan ujian akhir kesarjanaannya sebagai insinyur mesin, dan menjadi lulusan terbaik yang pernah dihasilkan oleh Institut Politeknik Muenchen sepanjang sejarahnya hingga kini. Setelah lulus, dia memutuskan pindah menetap di Paris dan mendirikan cabang perusahaan mesin pembuat es disana. Dia malah rela bekerja tanpa dibayar. Tetapi, setahun kemudian, 1881, perusahaan mengangkatnya menjadi direktur pabrik tersebut di Paris, tahun inilah dia bertemu pertama kali dengan Heinrich Buz, Direktur Permesinan Augsburger, dan mereka bersepakat menguji coba dan mengembangkan suatu sistem permesinan pembuas es bening. Tahun itu juga Rudolf menerima sertifikat hak paten pertamanya atas temuannya memproduksi klareis dalam botol.
Tahun 1883, Rudolf mulai membangun pabrik es besar di Paris. Setahun kemudian, rencana pengembangan mesin amoniak mulai dikerjakan. Tahun 1886, pabriknya melebarkan sayapnya ke Belgia. Pada tahun 1887, gagasan tentang mesin penyerap amoniak untuk keperluan usaha skala menengah mulai terwujud. Pada saat inilah Rudolf membuktikan teori gelombang elektromagnetik pada putaran tinggi per detik. Pada tahun 1889, Rudolf mengikuti pameran teknik industri di Paris, memamerkan mesin pembuat es dan pendinginnya. Rudolf kemudian memberikan kuliah umum di suatu kongres internasional mengenai mesin-mesin terapan. Dia memperoleh sambutan meriah dan perusahaan Lindes segera menawarinya kontrak kerja berkedudukan di Berlin sejak tahun 1890.
Pada tahun 1892, Rudolf menerima hak patennya atas penemuan cara kerja mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Rudolf segera memulai proyek besarnya mengembangkan apa yang dekmudian hari dikenal sebagai mesin diesel. Dan pada 10 Agustus 1893, Rudolf pun berhasil mewujudkan impiannya yakni terciptanya mesin diesel pertama di dunia. Atas temuannya itu, ia mendapatkan hak paten bernomor 608845. Pada tahun yang sama terbit bukunya yang berjudul "Theory and Construction of A Rational Heat Engine for Substitution of the Steam Engines and that Today Admitted Combustion Engines", melalui penerbit Springer, Berlin. Saat itu pula, Rudolf menandatangani kontrak kerja dengan Augusburger, Krupp, dan Sulzer, sambil menerbitkan buku berikutnya, "Nachtraege for the Theory og the Diesel Engine".
Prototipe awal mesinnya dipamerkan di Pekan raya Chicago, Amerika Serikat dan mendapat sambutan yang cukup lumayan. Dia melanjutkan percobaannya. Pada tahun 1895, Komisi Hak Paten mensahkan bahwa mesin ciptaannya memang bekerja baik. Dia pindah ke Muenchen, tahun 1896. Sampai awal tahun berikutnya (1897), dia menyelesaikan rencana lanjut mesin temuannya dengan empat langkah (4 tak). Tetapi perusahaan Deutz AG mencoba menandinginya. Krupp mendukung Rudolf yang akhirnya melahirkan kesepakatan antara Deutz, Krupp dan Augsburger untuk membantu Rudolf melakukan rangkaian akhir percobaan lanjutan untuk menyempurnakan mesin temuannya.
Tahun itu adalah tahun yang sibuk bagi Rudolf. Dia melakukan perjalanan ke Skotlandia, lalu ke Paris untuk membuat satu pesawat terbang, menandatangani kontrak dengan Adolphus-shrubs, dan kemudian memperagakan contoh mesinnya di depan umum di Augsburg. Lalu memeberi ceramah umum di Kassel, meresmikan perkumpulan masyarakat mesin diesel di Paris, namun juga menghadapi gugatan atas hak patennya oleh Emil Captaine. Bahkan sempat mengalami kehilangan dalam uji coba laboratoriumnya. Tetapi, pabrik mesin diesel di Augsburg akhirnya dapat dibangun pada tahun 1898. Empat contoh mesin produksi awalnya segera dipamerkan di Pekar raya Muenchen dan dia berhasil menyelesaikan mesin diesel pertama dengan kompresor untuk perusahaan Deutz AG. Cobaan datang lagi. Ia sempat masu rumah sakit jiwa di Neuwittelsbach, Muenchen. Tetapi pabrik mesin diesel pertama di Amerika selesai dibangun tahun itu juga. Cobaan datang terus. Pada tahun berikutnya 1899 Pabrik pertama di Augsburg ditutup karena gagal mencapai target jumlah produksi. Tetapi, tahun itu pula mesin diesel pertama kali digunakan di lapangan pengeboran minyak di Gailizien. Dia makin sering jatuh sakit.
lalu pada abad ke 20, tepatnya pada tahun 1900, pabrik mesin diesel pertama di London diresmikan. Peragaan mesinnya di Pekan raya Paris memperoleh perhatian istimewa dan mendapatkan hadiah utama. Karena semakin sering sakit, dia pindah ke pemukiman yang lebih segar di Muenchen pada tahun 1901. Sambil banyak beristirahat, dia menulis dan menerbitkan buku baru yang lebih filosofis ketimbang teknis yang berjudul "Solidarismus: natürliche wirtschaftliche Erlösung der Menschen", pada tahun 1903, yang memperlihatkan secara jelas sikap dan pandangan dasarnya sebagai seorang insinyur jenius yang juga peduli pada masalah-masalah sosial dan lingkungan hidup. Dua tahun kemudian, 1905, mesin diesel mulai digunakan sebagai mesin kereta api. Dan puncak prestasinya pada tahun 1910 ketika ia tampil di Pekan raya Paris dengan rancang bangun mesin diesel yang digerakkan dengan bahan bakar minyak kacang dan minyak ganja. Dua tahun kemudian (1912) ketika berpidato menerima hak patennya atas mesin barunya tersebut, dinia mencatat pernyataannya yang peling bersejarah tentang masa depan mesin yang dijalankan dengan bahan bakar minyak nabati yang sekarang dikenal sebagai biodiesel yakni "Der Gebrauch von Pflanzenöl als Krafstoff mag heute unbedeuntend sein. Aber derartige Produkte können im Laufe der Zeit obenso wichtig werden wie Petroleum und diese Kohle-Teer-Produkte von heute." (Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nati akan menjadi penting, sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batubara saat sekarang). Mesin biodiesel itu disempurnakan lagi oleh Ludwig Elsbett.
Spoiler for (Pict) Mesin Diesel Pertama:
Quote:
6. Ferdinand Adolf Heinrich August Graf von Zeppelin (lahir di Konstanz, Wurttemberg, Jerman, 8 Juli 1838 – meninggal di Berlin, 8 Maret 1917 pada umur 78 tahun, dikenal pula sebagai "Si Tua dari Bodensee" (der Alte vom Bodensee))
Ferdinand Adolf Heinrich August Graf von Zeppelin adalah seorang jenderal Angkatan Darat Jerman dan pembuat pesawat balon udara (Zeppelin). Ia yakin, bahwa pesawat udara dapat digunakan dalam peperangan. Kemudia ia merancang suatu jenis pesawat udara baru. Pesawat itu mempunyai kerangka dari alumunium dan dibungkus dengan kain.
Pada tahun 1900 ia melakukan penerbangan percobaan untuk pesawatnya yang pertama, LZ 1. Penerbangan percobaan ini berlangsung dengan sukses. Pada Perang Dunia 1 (1914-1918) pesawat LZ 1 atau sering disebut juga dengan Zeppelin digunakan untuk membom Inggris. Setelah perang berakhir Zeppelin untuk sementara digunakan sebagai pesawat penumpang yang melayani penerbangan menyeberangi Lautan Atlantik. Pesawat Zeppelin yang paling terkenal adalah Graf Zeppelin. Graf Zeppelin pernah melakukan perjalanan keliling dunia pada 1929.
Spoiler for (Pict) Ferdinand Adolf Heinrich August Graf von Zeppelin:
Pada tahun 1900 ia melakukan penerbangan percobaan untuk pesawatnya yang pertama, LZ 1. Penerbangan percobaan ini berlangsung dengan sukses. Pada Perang Dunia 1 (1914-1918) pesawat LZ 1 atau sering disebut juga dengan Zeppelin digunakan untuk membom Inggris. Setelah perang berakhir Zeppelin untuk sementara digunakan sebagai pesawat penumpang yang melayani penerbangan menyeberangi Lautan Atlantik. Pesawat Zeppelin yang paling terkenal adalah Graf Zeppelin. Graf Zeppelin pernah melakukan perjalanan keliling dunia pada 1929.
Spoiler for (Pict) LZ 1:
0
6K
Kutip
19
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya