igneous
TS
igneous
Di mana Anda ketika kerusuhan Mei 1998?
Quote:


masih bocah, di rumah nonton tipi...


Quote:


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Fakta Terbunuhnya Ita Martadinata Haryono




Ita Martadinata Haryono (lahir 1980, wafat di Jakarta Pusat, 9 Oktober 1998 pada usia 18 tahun) adalah seorang aktivis HAM Indonesia yang tewas dibunuh secara misterius.

Nama sesungguhnya adalah Martadinata Haryono, namun ia lebih dikenal dengan panggilan Ita Martadinata. Siswi kelas III SMA Paskalis berusia 18 tahun ini ditemukan mati dibunuh pada tanggal 9 Oktober 1998 di kamarnya di Jakarta Pusat.

Perutnya, dada dan lengan kanannya ditikam hingga sepuluh kali, sementara lehernya disayat. Hal ini terjadi hanya tiga hari setelah Tim Relawan untuk Kemanusiaan dan beberapa organisasi hak-hak asasi manusia lainnya mengadakan konferensi pers, dan menjelaskan bahwa beberapa orang dari anggota tim ini telah menerima ancaman akan dibunuh apabila mereka tidak segera menghentikan bantuan mereka terhadap investigasi internasional atas rudapaksaan, pembunuhan, dan pembakaran atas sejumlah gadis dan perempuan Tionghoa dalam kaitan dengan Kerusuhan Mei 1998.

Pihak yang berwajib mengumumkan bahwa kematian Ita hanyalah suatu kejahatan biasa, yang dilakukan oleh seorang pecandu obat bius yang ingin merampok rumah Ita, namun tertangkap basah, sehingga kemudian ia membunuh gadis itu. Namun banyak pihak yang meragukan pernyataan ini. Apalagi menurut rencana Ita dan ibunya, Wiwin Haryono, akan segera berangkat ke Amerika Serikat dengan empat korban Kerusuhan Mei 1998 sebagai bagian dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan, untuk memberikan kesaksian kepada Kongres Amerika Serikat tentang tragedi itu. Ita dan ibunya diketahui cukup banyak terlibat dalam memberikan konseling kepada para korban kerusuhan tersebut.

Karena itu Tim Relawan berpendapat bahwa peristiwa ini sesungguhnya dimaksudkan sebagai ancaman kepada mereka yang terlibat di dalam aktivitas kemanusiaan ini untuk menghentikan kegiatan mereka.

Ita_Martadinata_Haryono

[VIEWS] KS - Jasmine Chew
From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sat Dec 01 2001 - 11:13:45 EST

From: "Kissnade ." <kissnade@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: Jasmine Chew
Date: Sat, 01 Dec 2001 13:35:03 +0000

Saya mau mengomentari sedikit tulisan sdri Jasmine Chew.

JC
Tulisan Dr. Kissnade yang mengejek etnis minoritas Cina korban pemerkosaan Mei 1998 sangat tidak pantas dan patut disesalkan. Saran beliau agar etnis Cina Indonesia mengikuti jejak para teroris menegakkan "keadilan" jelas hanya satu lelucon murahan yang bertujuan mengolok-olok korban pemerkosaan massal Mei 1998 khususnya dan etnis Cina umumnya. Intinya beliau hanya menginginkan agar warga negara Indonesia khususnya etnis Cina tutup mulut, melupakan peristiwa tersebut.

Kissnade:
Sikap saya terhadap kasus rudapaksaan dan kerusuhan 98 terwakili oleh kedua tulisan saya �Komentar seputar peristiwa 98� dan �Jatuh Terkulai�. Saya nggak melayani pelintiran berita. Juga nggak takut pelintiran berita membelokkan message yang yang saya sampaikan. Karena saya percaya sidang pembaca tentu mempunyai inteligensi yang cukup untuk mempunyai penilaian sendiri dalam membaca artikel.

JC
Tidak jelas apa yang mendorong Kissnade membuat tulisan tersebut. Tetapi saya menduga kemungkinan besar, sama seperti Usman, beliau ini merasa gerah dan terganggu karena ada yang mengungkit-ngungkit peristiwa Mei 98 kembali seolah-olah beliau ini terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan kejahatan tersebut. Ini mengingatkan saya atas usaha kaum ultra nasionalis di Jepang yang mencoba merevisi buku pelajaran sejarah di sekolah yang bertujuan mengelabui dan menutup-nutupi kejahatan Jepang masa lalu. Atau juga kaum Neo Nazi yang mengatakan bahwa peristiwa holocaust di mana 6 juta orang Yahudi di Eropa dibantai dan dikamar-gaskan, tidak pernah terjadi?

Kissnade:
Sekali lagi saya terwakili oleh kedua tulisan saya. Sudah saya baca lagi, keduanya mencakup banyak sisi yang ingin saya sampaikan. Saya juga tengah memikirkan sebuah sisi lain kerusuhan 98 tersebut. Yang saya coba berikan adalah alternatif lain dari cara meng-cure kepedihan. Do something!. Ngedumel, memaki-maki, apalagi membawa dendam sepanjang hidup bukanlah pilihan yang bijaksana. Life is too short (and too beautiful) untuk dibiarkan terus digelendoti beban semacam itu.

JC
Peristiwa kejahatan negara Mei 1998, terutama pemerkosaan massal tersebut, yang sampai saat ini tidak pernah diusut tuntas memang sangat patut disesali. Para korban, para sukarelawan, dan saksi mata diancam dan diteror. Yang tidak takut, lalu dibunuh dengan keji seperti apa yang terjadi dengan Almarhum Ita Martadinata Haryono. Dibawah ini adalah berita atas penyelidikan oleh PBB yang mudah-mudahan membantu membuka mata hati mereka yang melihat tetapi pura-pura tidak melihat: ---------

Kissnade.
Untuk memberikan berita yang berimbang, saya lampirkan artikel yang ditulis Suara Pembaruan. Khususnya membantu anda memahami bahwa sebuah berita tak bisa diarahkan menjadi �one single case yang hitam putih�. Bahwa "terbunuhnya mendiang Ita berkaitan dengan kerusuhan Mei 98". Anda percaya atau tidak dengan apa yang dikemukakan oleh pakar forensik Dr Munim Idries, itu soal lain. Yang penting adalah menyadari bahwa pendapat itu ada. Kalau sikap ini bisa anda hayati, mudah mudahan anda bisa jadi reporter yang handal. Sebenarnya anda tinggal selangkah lagi.

Dr Kissnade

Lengkapnya [VIEWS] KS - Jasmine Chew

Tambahan :

Pernyataan Tim Relawan Soal Kematian Ita Dan Teror Pada Anggota Tim

[L] JASMINEC - Peristiwa Mei 1998


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

INDONESIA-L] DETIK - rudapaksaan Mei

From: apakabar@Radix.Net
Date: Thu Dec 24 1998 - 14:55:00 EST

Forwarded message:
From owner-indonesia-l@indopubs.com Thu Dec 24 18:53:06 1998
Date: Thu, 24 Dec 1998 16:54:03 -0700 (MST)
Message-Id: <199812242354.QAA00355@indopubs.com>
To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] DETIK - rudapaksaan Mei Dilakukan Aparat
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

X-URL: http://www.detik.com/berita/199812/981224-1515.html
Kamis, 24 Desember 1998 [Peta Situs..]

rudapaksaan Mei Dilakukan Aparat

detikcom. Jakarta. Saksi ahli Ita F Nadia dari Tim Relawan menegaskan kembali, bahwa telah terjadi rudapaksaan massal pada peristiwa 13-15 Mei 1998 lalu. Akibatnya sebanyak 152 korban kekerasan seksual.

"Memang rudapaksaan itu ada dan pelakunya adalah aparat," kata Ita F Nadia dalam kesaksiannya di Sidang yang berlangsung di PN Jakarta Pusat, Kamis (24/12). Pernyataan itu dikuatkan Ita dengan laporan dari pelapor khusus PBB yang telah bertemu saksi-saksi korban. "Kesimpulan pelapor PBB itu menyebutkan bahwa ada suatu gerakan yang bergerak cepat secara berkelompok, dengan menggunakan alat HT (handy talkie). Jadi mereka itu terorganisir dan sistematis," tambah Ita.

Ita menyatakan demikian dalam sidang gugatan Komite Pembela Anti Diskiriminasi Ras dan Anti Kekerasan (Kpadrak) terhadap pemerintah berkaitan dengan kasus Kerusuhan Mei lalu, di PN Jakarta Pusat, Kamis (24/12). Kpadrak adalah organisasi yang terdiri dari lima LSM yaitu PBHI, ISJ, Solidaritas Nusa Bangsa, Elsam, dan Serikat Pengacara Indonesia yang menggugat Presiden RI, Pangab, Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jateng.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Iman Purnomo SH, didampingi hakim Jalil Ahmad SH, dan hakim Abbas Sumantri SH, Ita menegaskan bahwa secara keseluruhan jumlah korban kekerasan seksual yang sesuai dengan Deklarasi Internasional sebanyak 103 kasus. Dari jumlah itu 26 diantaranya korban penganiayaan yang membuat 9 mati. Juga da 14 orang yang menjai korban kekerasan seksual dengan alat.

Menurut Ita, korban pertama yang ditemuinya adalah pada 15 Mei di daerah Angke, Pangeran Jayakarta, dan Sunter dan Jakarta Barat. Korban itu mengalami tekanan psikologis dan fisik. Dicontohkan, ada dua korban yang dipotong kuping dan payudaranya, umurnya 18 tahun dan 19 tahun.

"Mereka korban yang tak bisa diajak bicara, karena sukar menerimaorang lain, dan ingin bunuh diri. Ini merupakan simptom gejala wajar dari korban rudapaksaan," kata Ita yang juga aktivis perempuan itu.

Kegiatan Ita itu bukan tanpa risiko. "Saya mendapatkan teror memalui telepon oleh seseorang. Mereka meminta saya menghentikan tindakan saya kalau ingin dua anak saya selamat. Dan penelpon itu tahu dengan detil nama dan seragam, sekolah anak-anak saya. Anak saya pun beberapa kali diikuti dua laki-laki naik motor yang takbisa dilacak. Mereka memang terorganisasi," tambah Ita.

Meski sudah mengetahui bahw Presiden BJ Habibie - salah satu tergugat - pernah menyatakan minta maaf atas kejadian Mei lalu, tapi menurut Ita tidak konsisten. "Buktinya justru Pangab, Kapolri, dan Kejaksaan tidak mengakui adanya rudapaksaan," tambahnya.

Kpadrak dimotori penasehat hukum Hotma Timbul Hutapea SH. Rencana sidang selanjutnya adalah 29 Desember dengan menghadirkan saksi ahli lainnya, T Mulya Lubis dan Romo Sandyawan Sumardi.

[INDONESIA-L] DETIK - rudapaksaan Mei
Diubah oleh igneous 13-05-2015 08:27
0
65.5K
772
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Berita dan Politik
Berita dan Politik
Berita dan Politik
icon
668.1KThread39.2KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.