Quote:
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan Indonesia rentan akan bencana alam. Maka dari itu, pihaknya meminta penambahan anggaran sebagai langkah mitigasi bencana.
Kepala BMKG, Andi Eka Sakya, menyatakan pada tahun ini pihaknya mendapatkan alokasi anggaran mencapai Ro 1,8 triliun. Dirinya berharap tahun mendatang dapat mendapatkan anggaran mencapai Rp 3 triliun.
Belum lagi, kita ini supermarket bencana. Yang memegang tugas itu dipegang satu lembaga aja yaitu BMKG," jelas dia di Kantor BMKG, Jakarta, Selasa (5/5).
Anggaran tersebut, lanjutnya, akan digunakan untuk pengembangan teknologi. Selain itu, anggaran besar juga dibutuhkan karena luasnya cakupan wilayah yang musti dipantau BMKG.
"Anggaran kebutuhan tinggi. Rp 1,8 triliun bukan jumlah kecil, tapi dari perbandingan per kapita dan luas cakupan wilayah, intinya masih kurang, soalnya estimasi biaya operasionalnya itu Rp 3 triliun," tuturnya.
"Kalau pengembangan, climate, iklim, perubahan udara sebesar 25 persen, sebesar 55 persen pemeliharaan, sisanya untuk pengembangan dan pembangunan," tambahnya.
Kendati demikian pihaknya akan tetap mengoptimalkan anggaran yang telah didapat saat ini khususnya untuk pengembangan sumber daya manusia di pusat dan daerah. "Jadi kami maksimal dan optimalkan dengan cara pertemuan proses perencanaan pusat dan daerah, jadi top down skemanya. Ini semua optimalkan proses perencanaan itu. Kuncinya, sumber daya keuangan kita terbatas. Tahun 2016 kami akan ajukan Rp 3 triliun," ungkapnya.
SUMBER
SEMUA BENCANA TERSEDIA .... TINGGAL DIPILIH SAJA
MANTAB BETUL
