Kaskus

News

JailaniJailaniAvatar border
TS
JailaniJailani
Heineken Tuding Larangan Penjualan Bir RI Terlalu Ekstrim
Liputan6.com, New York - Dua perusahaan bir global, Heineken
dan Diageo harus bersiap mengalami penurunan penjualan bir
di Indonesia saat putusan keras pemerintah melarang mini
market menjual minuman beralkohol yang memiliki kadar di
bawah lima persen seperti bir mulai berlaku 16 April 2015.

Menghadapi kebijakan tersebut, Heineken menyebut larangan
tersebut sebagai langkah ekstrim yang tak akan menyelesaikan
persoalan minuman beralkohol bagi warga di bawah umur
seperti tujuan pemerintah.

Mengutip laman Financial Times , Senin (13/4/2015), keputusan
pemerintah tersebut diprediksi berdampak pada 55 ribu outlet
ritel kecil yang menjual sekitar setengah dari bir Heineken di
Indonesia.

Pemerintah Indonesia mengatakan, langkah tersebut ditujukan
untuk mengurangi jumlah peminum alkohol di bawah umur dan
sikap buruk di sekitar mini market. Tapi langkah tersebut juga
dipandang sebagai salah satu tanda peningkatan pengaruh
kelompok Islam di Indonesia yang merupakan negara dengan
penduduk muslim terbesar di dunia.

Heineken tercatat memiliki 70 persen pangsa pasar dari
penjualan birnya di Indonesia melalui mayoritas saham di Multi
Bintang, produsen bir lokal, Bintang. Menurut perusahaan yang
bermarkas di Amsterdam tersebut, keputusan pemerintah
Indonesia itu tak akan berhasil mengatasi masalah penimum
alkohol di bawah umur.

"Akibat larangan penjualan bir di mini market itu, hantaman
penjualan bagi Heineken dan Diageo di Indonesia tampak akan
signifikan, tapi kecil jika bicara dalam konteks penjualan dalam
grup," tutur analis di Credit Suisse, Sanjeet Aujla.

Indonesia diprediksi berkontribusi kurang dari 2 persen pada
penjualan total dua perusahaan tersebut. Tapi di Indonesia,
pasar bir domestik terus tumbuh 5-6 persen dalam setahun.
Keputusan pemerintah terkait penjualan bir tersebut mulai
diumumkan pada Januari. Keputusan itu juga merupakan salah
satu langkah mundur dari negara-negara yang menjadi cabang
perusahaan minuman global dan menghambat peluangnya untuk
tumbuh.

Bagi perusahaan minum global, beberapa negara berkembang
telah bergeser dari lokasi menjanjikan menjadi problematik
untuk mengembangkan bisnisnya. Contoh saja China, penjualan
whisky dan cognac mahal malah merosot tajam menyusul
langkah keras anti korupsi yang digaungkan Presiden Xi
Jinping. (Sis/Ahm)

sumber :
http://m.liputan6.com/bisnis/read/2212371/heineken-tuding-larangan-penjualan-bir-ri-terlalu-ekstrim

buruan jual semua saham bir sebelum jadi saham gocap...
0
9.2K
114
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.7KThread58.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.