Merdeka.com- Pernah mendengar tentang
blue hole atau lubang biru? Lubang biru adalah sebutan untuk fenomena gua bawah air yang terbentuk dari
sinkhole atau lubang runtuhan yang terisi air. Disebut demikian karena jika dilihat dari permukaan lubang berisi air laut tersebut tampak berwarna biru pekat, lebih tua daripada warna biru air laut di sekitarnya.
Quote:
Photo by aquaviews.net
Di dunia ini terdapat banyak sekali fenomena lubang biru. Tetapi yang paling dikenal barangkali
Great Blue Hole Belize atau Lubang Biru Besar Belize. Jika dibandingkan dengan
Great Blue Hole Belize yang berbentuk seperti cincin biru, dari permukaan
Dean's Blue Hole yang terletak di
Clarence Town, Long Island, Bahama memang tampak biasa saja. Padahal
Dean's Blue Hole merupakan lubang biru terdalam yang pernah ditemukan di dunia.
Menurut
Amusing Planet, Dean's Blue Hole atau Lubang Biru Dean terbentuk sejak zaman es. Lubang ini terbentuk oleh air tanah yang secara bertahap melarutkan batu kapur di dasar dinding laut hingga langit-langitnya perlahan semakin rapuh dan runtuh. Kemudian seiring perkembangan waktu permukaan laut naik dan mengisi lubang runtuhan tersebut dengan air.
Quote:
Photo by aquaviews.net
Kedalaman lubang biru ini mencapai 202 meter, sementara lubang biru lain di dunia kedalamannya hanya berkisar 110 meter. Lubang Biru Dean merupakan lokasi yang disukai para penyelam. Tempat ini merupakan salah satu lokasi yang populer untuk snorkeling di Bahama.
Jika Anda menyelam ke dalam gua bawah air ini, Anda akan mendapati bagian dalam gua yang ternyata jauh lebih luas lagi daripada permukaannya.
Quote:
Photo by aquaviews.net
Selain itu pemandangan di dasar lubang tampak menakjubkan, dengan karang-karang menjulang disertai cahaya matahari yang menerobos hingga ke dasar laut. Banyak penyelam yang berpendapat kalau panorama di dalam
Dean's Blue Hole lebih indah daripada
Great Blue Hole Belize.
Quote:
Photo by planetoddity.com
Hanya penyelam dengan sertifikat saja yang diperbolehkan menjelajahi gua ini. Sebab tekanan air di dalam lubang serta rendahnya tingkat oksigen bisa membahayakan nyawa manusia, apalagi jika tidak memiliki jam terbang sebagai penyelam.