Romo Benny: Negara Ini Hancur Jika Kita Gagal Temukan Satu Orang Benar
TS
duta.pertamax
Romo Benny: Negara Ini Hancur Jika Kita Gagal Temukan Satu Orang Benar
Quote:
Budayawan,sekaligus tokoh dan pemuka agama, Romo Benny Susetyo.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh dan pemuka agama, Romo Benny Susetyo menilai mental pemimpin di Indonesia adalah mental serakah. Menurutnya, mental serakah tersebut akan terus menjamur jika ke depan tidak ada pemimpin yang dapat mengubahnya.
"Kalau kita gagal menemukan satu orang benar, negeri ini akan hancur," kata Romo Benny di Wisma Kodel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2014).
Romo Benny menuturkan, orang benar itu akan memiliki sifat jujur, tulus dan tidak memiliki kedekatan dengan kapitalis. Menurutnya, kapitalis yang menanamkan modal hitam yang akan merusak alam kita.
"Modal hitam yang membuat kita tidak memiliki kedaulatan pangan," tuturnya.
Lebih jauh Romo Benny mengatakan, Indonesia harus berani melakukan revolusi kebudayaan yang tidak tergantung pada asing. Menurut dia, Indonesia bisa melakukan revolusi kebudayaan dengan meniru Jepang yang mengirimkan warganya ke luar negeri.
"Saat ini anak-anak kecil di Jepang memiliki mental kedisiplinan, kita harus tiru itu," ucapnya.
Romo Benny: Kalau Survei Menunjukkan Satu Orang, Tanda-tanda Zamannya ke Situ
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh agama Romo Benny Susatyo mencoba menganalisis siapa calon presiden Indonesia pengganti Susilo Bambang Yudhoyono. Ia pun mencoba melihat dari fenomena survei yang ada jelang pemilihan umum.
Berdasarkan survei yang dilakukan berbagai lembaga, nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kerap mengungguli sejumlah tokoh bangsa lainnya. Bahkan, Jokowi juga kerap mengalahkan Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri.
"Kalau survei menunjukkan kepada satu orang, tanda-tanda zamannya ke situ," kata Romo Benny di Wisma Kodel, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2014).
Romo Benny menuturkan, pemimpin yang baik adalah pribadi yang jujur, tulus dan tidak memiliki kedekatan dengan kapitalis. Ia pun menilai Jokowi merupakan sosok yang jujur, tulus dan pekerja keras tidak pernah menyimpang dalam bekerja.
"Kita butuh pemimpin baru yang melindungi rakyat, dan memberikan peradaban," tuturnya.