Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2902
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52b5e82c108b46f7608b46c4/bunga-quotpertamaquot-dan-quotterakhirquot
Tidak ada RULES yang spesifik. Yang penting Jangan terlalu Kepo, No SARA, No "Junk Junk Jet", Dan bagi kawan SR tinggalkanlah jejak kalian disini demi kelancaran dan kelanggengan thread ini. INTRO Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga
Lapor Hansip
22-12-2013 02:12

BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"

BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


RULES


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.



Diubah oleh javiee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 119 dari 147
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
14-03-2015 14:19
jangkrik ente jar.. cewe sebaik dan secantik itu mau ente lepasin gitu aja. ahh parah ente jar. perjuangin lah selayaknya ente memperjuangkan hidup ente. Kalo ane digitu in mah udah ane ajak kimpoi doi.
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
14-03-2015 16:32
dan sekarang ni gua bakalan bilang lu jan**k jar....ni dimana lu jadi pengecut dimata reader...

dan gua bakalan sikat lu kek si dedi nghajar lu dlu..biar lu makin nyadar..bunga tuh layak dapetin lo.dan lo layak dapetin bunga...


(udah ah ngamuknya..hehehe)
sory ye kang...kebawa crita.dan ane pens berat bunga...


NENG BUNGAAAA.....KALO DIYE BANYAK TINGKAH,LU BEJEG2 AJA BIAR KAPOK...
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
15-03-2015 00:47
Tumben akhir"ini 1 part kang jore sibuk ya di RL ...
Ayoo jore pertahanin cinta mu ma si jembung,,jembung bisa nerima keadaan lo ....
Bahagiain jembung jore jAngan sia"in...emoticon-Matabelo

Keep update emoticon-thumbsup
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
15-03-2015 08:44
emoticon-Mewek
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 01:48

PART 109

Tak ada yang istimewa di malam pergantian tahun ini. Gw hanya menghabiskan waktu di studio berdua dengan Edo serta beberapa anak band. Seperti biasa, topik yang dibahas tak lain tak bukan hanya musrik, musrik dan musrik (MUSIK). Gw yang merasa bosan dengan topik itu, kemudian naik ke lantai dua menuju studio yang kebetulan lagi kosong. Gw mengambil gitar, kemudian jreng! gw pun ngejem sendirian.

Setelah hampir 10 menit gw maen gitar, suara petasan dan kembang api mulai menggelegar di luar sana. Saking kerasnya, suara itu sampai terdengar di dalam studio yang notabene kedap suara. Kemudian gw lihat jam di HP butut gw, ternyata sudah tepat pukul 12.00 malam yang artinya tahun sudah berganti.

"Selamat tahun baru Jembuung...Semoga tahun ini lebih baik ya." Sent to Bunga.

"Sedih nggak ada kamu disini...." Balasnya.

Gw taruh kembali gitar pada tempatnya, lalu gw ambil posisi rebahan menghadap langit langit studio. Tak terasa 2012 sudah tiba. Perasaan baru kemarin gw lahir, terus masuk TK, lanjut ke SD, lanjut SMP, STM, punya KTP dan menjadi mahasiswa gagal. Abis 2012 terus 2013 dimana tahun itu adalah tahun impian gw dan Bunga. Tapi bagaimana impian itu bisa terwujud sedangkan keadaan gw lagi benar benar ada di bawah. Apa gw sanggup merangkak naik ke atas dengan waktu yang cuma setahun? Entahlah, semuanya gw pasrahkan saja pada Yang Maha Kuasa. Yang terpenting gw sudah berusaha, hasil akhirnya biar DIA yang menentukan.

"ngeek..." Pintu studio terbuka. Kemudian Edo muncul menghampiri gw

"Udah pada bubar Do di bawah?" Tanya gw.

"Udah....Ngejem yook!" Ajaknya.

"Ayook!"

Edo mengambil bass, menghidupkan amplinya, lalu mulai memainkannya. Diluar dugaan ternyata kawan gw yang satu ini jago banget maen bass. Senarnya ampe dibetot betot mirip gaya bermainnya banci Taman Lawang. "Cetot! Cetot! Durungdung! Tot!". Kalo kata Andika kangenben, teknik seperti ini disebut Slap.

"Wanjiir jago lu Do maen gituan?"

"Ah biasa aja Jar. Ini mah masih cetek!"

"Hahahasu!!"

"Buruan ambil gitar gih..."

"Wokeeh!"

Pada akhirnya malam itu gw sama Edo dangdutan sampai ayam berkokok pertanda pagi sudah tiba.

…………………………
…………………………

Pada dua minggu pertama di tahun 2012, studio kedatangan tamu dua orang anak SMA. Yang satu cewek, yang satunya lagi setengah cowok setengah cewek. Setelah ngobrol ngobrol sebentar, ternyata mereka mau les gitar disini.

"Kamu mau ambil materi apa Dek? Les gitar elektrik, apa klasik?" Tanya gw.

"Emm, pengennya sih klasik Kak...Kaya si itu loh yang orang Korea, Sung Jagung.."

"(Mampus gw!)"

Gw sedikit shock lantaran gw belom mahir bermain Fingerstyle kaya Sung Jagung. Maklum lah, soalnya gw biasa dangdutan yang gaya maennya dikocok kocok, bukan di belai belai.

"Do, tadi ada anak sekolah yang mau les gitar disini...." Ucap gw.

"Orang mana?"

"Ga tau. Katanya mah tinggal di komplek situ Deket..." Jawab gw

"Yaudah terima aja. Lu aja yang ngajar!"

"Hayah!! Dia maunya klasik Do!"

"Lah yaudah..."

"Gw belon lancar ngobel ngobel senar make jari...Daripada ntar dia kecewa udah bayar mahal, eh gurunya geblek!!"

"Hemm....Yaudah elu pelajarin lah. Lumayan tuh buat nambah pemasukan elu Jar."

Setelah gw fikir fikir, bener juga apa yang Edo bilang, "Buat pemasukan elu Jar." Selanjutnya gw sering menghabiskan hari hari gw di depan layar monitor nonton tutorial fingerstyle di youtube. Yah, minimal gw harus menguasai teknik dasarnya dulu biar nggak jadi guru yang malu maluin.. Hal seperti ini bisa gw sebut lucu karena gw belajar, sekalian mengajar. Haha.

Selang beberapa hari kemudian, gadis belia anak SMA itu kembali datang ke studio. Kali ini dia sendiri, tidak bersama makhluk setengah setengah. Dia juga tidak memakai seragam sekolah seperti tempo hari yang lalu lantas membuat gw jadi sedikit pangling. Ternyata nih anak cantik juga kalo diperhatiin. Kulitnya putih, rambut sebahu, tingginya sekitar 155cm. Ah, Gadis mungil yang lucu.

"Kak gimana? Les nya bisa dimulai kapan?" Tanya dia.

"Terserah kamu aja bisanya hari apa. Kalo saya sih bebas." jawab gw

"Oh gitu ya Kak...Yaudah besok aja kan hari sabtu tuh aku libur."

"Boleh...Jadi kita belajarnya Sabtu-Minggu ya? Deal?"

"Iya kak."

"Oke deh. Oya, Nama kamu siapa?" Tanya gw.

"Ah iya aku lupa nggak ngenalin diri. Aku Nia." Ucapnya sembari menjulurkan tangan kanannya.

"Nia? Nggak pake "R" kan belakangnya?" Tanya gw sembari menyambut tangannya.

"Nggak kak. NIA En-I-A. Emang kenapa Kak kalo pake "R"? Pacarnya Kakak ya? Hehehe" Ledek dia.

"Eh bukan kok. Oya, panggil aja saya Fajar."

"Hehe. Yaudah kak, sampe ketemu besok Sabtu ya..." Pamitnya.

"Oke...."

Kemudian Nia berjalan keluar studio menaiki motor matiknya. Sebelum dia pergi, gw sempat memanggilnya.

"Eh Nia..."

"Ya kak?"

"Kamu punya gitar kan?"

"Iya ada kok."

"Jangan lupa besok dibawa!"

"Siap..."

Nia nggak pake "R" karena kalo pake "R" jadi Niar. Ngomong ngomong Niar apa kabar ya? Udah lama nggak ada kabar beritanya tuh anak. Biasanya mah tiba tiba nongol dari dalem tanah sambil teriak "Jore!!"

Hari yang telah dijanjikan sudah tiba yakni hari Sabtu. Pukul 10 pagi Nia sudah datang ke studio menggendong sebuah gitar dibungkus softcase. Entah kenapa kok gw demen banget liat cewek bawa gitar, stylenya rocker, udah gitu cantik. Beda banget sama Bunga yang justru terlihat 'perempuan banget'.

"Jreeng!!"

Pelajaran sudah dimulai. Gw mulai memberikan materi kursus pada Nia yaitu senam jari. Kenapa senam jari? Karena hal kecil seperti itu justru akan sangat menentukan kualitas pemain gitar untuk ke depannya. Kalo cuma bisa nyanyi dengan kunci dasar mah anak SD juga bisa. Setelah gw terawang, Nia ini termasuk anak yang cepat tanggap. Dia nampak serius sekali memperhatikan gw ketika gw bicara menjelaskan sesuatu.

Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 Siang. Sudah 3 jam gw ngajarin gadis mungil nan lucu ini sampai tenggorokan gw kering ngomong melulu. Oya, gw tidak menentukan waktu belajar untuk sekali pertemuan layaknya tempat kursus profesional. Gw bakalan terus ngajarin sampe si murid ini bilang "capek". Kalo dia belum capek, ya terus aja. Nyatanya udah 3 jam si Nia nggak bilang capek ke gw. Mungkin dia terlalu bersemangat, atau mungkin juga terlalu terobsesi.

Esoknya hari minggu Nia sudah berada di atudio lebih pagi dari hari kemarin. Gw yang masih beberes studio dan belum mandi sedikit terkejut dengan kedatangannya. Gw pun langsung buru buru mandi biar keliatan seger plus ganteng. Pada pertemuan kali ini, Nia membawa beberapa buku musik yang katanya baru beli di toko buku.

"Kak, kalo tanda begini (Not balok) dibacanya apa?" Tanya dia.

"Oh itu not balok."

"Iya kak tau. Cuma aku masih bingung belum bisa baca not..."

"(Maafkan Kakak Nia, karena kakak juga nggak bisa baca begituan!!)" Ucap gw dalam hati.

"....." Nia bengong ngeliatin gw.

"...." Gw juga ikutan bengong.

"....."

"Yaudah nanti itu kita pelajari sama sama ya. Anggap aja PR buat Nia. Nah sekarang fokus di fingering dulu yah. Biar nanti jarimu kokoh nan lentur..."

"Oh gitu ya Kak..."

"Nih kakak kasih tau dulu pola fingeringnya, abis itu Nia coba sendiri. Oke..."

"Oke..."

"Fyuuh..."

Akhirnya gw bisa ngeles dengan sukses. Bukannya apa apa, daripada gw keliatan bego di depan murid gw sendiri. Masa iya guru musik kagak bisa baca not? Hancurlah reputasi gw.


0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 01:58

PART 110

Empat minggu berlalu, total sudah 8x pertemuan gw melakoni sampingan sebagai guru geblek. Dan kini murid gw satu satunya (baca: Nia) sudah mahir maenin lagu More Than Words-nya Extreem. Yah walaupun masih rada belepetan tapi sejauh ini kemajuannya sangat pesat dibanding sebulan lalu ketika dia belum bisa apa apa.

Saat itu hari Sabtu, selesai mengajari Nia, gw minta izin sama Edo buat ke Bogor. Gw mau ketemu Bunga lantaran udah kangen banget sama dia karena selama ini gw hanya berkomunikasi VIA telefon saja dengannya. Kebetulan juga gw baru abis dapet gaji hasil dari ngajarin si Nia. Walaupun nggak gede, tapi cukup lah buat transport PP Jakarta-Bogor plus nraktir Bunga makan pecel lele.

Selepas waktu ashar gw sudah tiba di Bogor dan kini gw berada di depan rumahnya Bunga. "tingtong" gw memencet bel, lalu tak lama kemudian gerbang besar itu terbuka, Bunga sendiri yang membukanya.

"....."

"....."

"Ngapain malah ngeliatin aku?" Tanya gw.

"Kamu kok, jadi rada gantengan sih..." Ujarnya.

"Hayyah!! sama aja."

"Serius...Kamu lebih bersih sekarang. Beda sama kemarenan..."

"Ya gimana nggak bersih, aku nggak pernah kena matahari. Di dalem aja terus nungguin studio. Paling keluar cuma beli rokok di warung." Balas gw.

"Tapi aku malah jadi takut deh..." Lanjutnya.

"Takut kenapa?"

"Kalo kamu ganteng, banyak cewek yang naksir terus kamu diambil cewek laen. Aku sama siapa?"

"Hush! ngawur ah! Bukannya seneng punya pacar ganteng! Malah takut...aneh!"

"Hahaha...."

"Mau jalan kemana nih kita?" Tanya gw.

"Makan pecel lele!! Abis itu kita muter muter Bogor sampe pusing..." Ucapnya girang.

"Ah, kita sepemikiran yah...Baru aja aku mau ajak kamu makan pecel lele."

"Hehe 'mungkin' kita jodoh!!"

"....." Gw diam.

"....."

"Bilang amin gitu yank! Malah bengong!" Gerutu dia.

"Eh iya. Amin...." Balas gw seraya tersenyum

Setelah cukup lama ngobrol sembari menunggu waktu sore tiba, kita pun berangkat menggunakan mobil pred nya Bunga. Gw yang memegang kemudi, sementara Bunga disebelah gw lagi sibuk mindahin channel radio. Selang 10 menit, kami pun tiba di kedai pecel lele langganan kami berdua tak jauh dari komplek perumahannya Bunga. Seperti biasa, Bunga selalu menjudge lele gosong itu sebagai hiu junior yang terdampar di air tawar dan hidupnya berakhir di dalam perut manusia.

"Ke B****I Square yuk.." Ajak Bunga.

"Ngapain?"

"Nonton sayang...Udah lama kita nggak nonton."

"Hemm, oke."

Sesampainya di sana gw nggak dapet tempat parkir karena penuh sesak oleh para pengunjung mall ditambah sekarang malam minggu. Akhirnya kami memutuskan parkir menggunakan jasa Vallet Parking yang biayanya bisa 3x lipat dari parkir basement. Kemudian kami pun berjalan menyusuri Mall terbesar di Kota Bogor ini menuju lantai atas dimana XXI berada.

"Waoow penuhnyaa...." Ucap Bunga kaget.

"Malem minggu Bung maklum lah penuh..."

Setelah mengantri, kami berhasil mendapat tiket nonton pada jam 18.30 WIB di teater 3. Kemudian Bunga mengajak gw mencari mushola untuk menunaikan solat maghrib karena kebetulan filmnya baru dimulai selepas maghrib. Inilah Bunga, apa sih yang kurang dari dia? Cantik, baik, masa depan cerah, solehah, pokoknya istriable banget dah.

Puas menonton film yang menurut gw kurang rame (soalnya film animasi. Gw sukanya pilem 3gp), kami pun langsung segera pulang karena waktu sudah malam. Lagipula emang Bunga nggak boleh dibawa pulang malem malem. Bisa di sate gw sama Bundanya dia.

"Bung, nanti ke rumah aku dulu ya sebentar." Ajak gw.

"Alhamdulillah....akhirnya kamu mau pulang juga."

"....." Gw hanya tersenyum menanggapinya.

Gw kendarai mobil dengan kecepatan sedang melibas jalanan kota Bogor yang dipenuhi para muda mudi hilir mudik menghabiskan waktu malam minggu. Kini tibalah kami di depan gang komplek perumahan gw. Nggak ada yang berubah, masih sama seperti tiga bulan yang lalu terakhir kali gw melewatinya. Pelan tapi pasti, dari kejauhan rumah gw sudah terlihat jelas. Kemudian gw menghentikan mobil di dekat lapangan tenis.

"Loh kok berhenti disini?" Tanya Bunga heran.

"....."

"Katanya kamu mau pulang?"

"Nggak Bunga, aku cuma mau ngeliat rumah aja. Ngeliat mama sama bapak..." Jawab gw.

"Kenapa nggak pulang?"

"Belum waktunya. Nanti aku pasti pulang..."

Dari balik kaca mobil, gw memandangi warung sederhana milik keluarga gw yang masih buka. Disana ada bapak gw lagi ngobrol sama beberapa abang ojek persis di depan warung. Kemudian dari dalam warung bidadari No 1 gw muncul sambil membawa dua gelas kopi mungkin pesanan abang ojek. Seketika beliau menoleh ke arah kami, lalu sedikit memicingkan matanya. Pandangan matanya mencoba menembus kaca film mobil yang berwarna hitam gelap memperhatikan gw dan Bunga. Lantas gw segera pindahkan perseneleng menuju "D" lalu tancap gas meninggalkan lapangan tenis.

"Terus kapan?" Tanya Bunga.

"Nanti..."

"Kasian mama..." Ucap Bunga.

"....."

Maksud gw kesini semata mata sebagai penawar kerinduan gw akan rumah, serta memastikan kondisi orang tua gw baik baik saja, terutama Bidadari No 1. Untuk urusan pulang? Mungkin belum saatnya. Gw masih mau mencoba nyari peruntungan di Jakarta. Tepat pukul 10 malam kami tiba di rumahnya Bunga disambut ocehan Bunda karena gw telat mengembalikan anaknya yang paling cantik ini.

"Jam berapa ini Fajar?" Tanya Bunda.

"Jam 10 Bun."

"Kenapa baru pulang jam segini?"

"maaf Bunda tadi jalanan macet. Ada sikomo di lampu merah lagi minta sumbangan." Canda gw.

"Besok besok, jangan kemaleman lagi!"

"Iya Bunda siap."

"Yaudah, bunda mau masuk dulu ya. Udah ngantuk. Kalo masih mau ngobrol sama Bunga, ngobrol aja dulu. Tapi jangan kemaleman, nggak enak diliat tetangga."

"Iya Bunda. Aku juga mau langsung pulang kok."

Baru saja Bunda masuk ke dalam, Bunga pun keluar dari dalam sambil membawa dua gelas teh manis hangat. Dia sudah ganti baju pake baju tidur berbahan tipis sedikit tembus pandang yang memperlihatkan lekuk tubuh indahnya. Otomatis jakun gw jadi seret buat naek turun.

"Abis minum teh, aku langsung balik ya."

"Kok buru buru banget sih.. Baru juga ketemu masa kamu mau pergi lagi?"

"Udah malem sayang. Besok besok kan bisa ketemu lagi...."

"Besok kapan? belum tentu seminggu sekali kamu kesini nemuin aku. Aku mau banyak cerita sama kamu..."

"Minggu depan aku kesini lagi deh."

"Ah kamu mah janji doang!!"

"Aku usahain...."

"Sekarang kamu nginep sini aja..." ucapnya.

"Waduh, nggak ah! Nggak enak atuh sama Bunda." Kilah gw.

"Ya bunda jangan sampe tau. Kamu tidur di kamar aku, terus subuh subuh kamu kan bisa keluar lewat jendela kamar." Ucapnya.

Mendadak gw bengong sambil mangap. Nih anak polos banget ngomong kaya gitu. Nggak mikir apa akibatnya kalau laki laki sama perempuan yang belum muhrim di dalam satu kamar. Itu bisa memicu kejadian yang diinginkan bro!

"NGACO KAMU!!" Bentak gw.

"Hehe....itu sih kalo kamu mau" Ujar Bunga sambil nyengir.

"Ya jelas aku nggak mau lah!! Bisa bisa aku diperkosa sama kamu!" Gerutu gw.

"Itumah maunya kamu huuh...Ntar sayang sabar. Nunggu muhrim dulu..hehehe"

"Naah tuh kamu ngerti! Yaudah aku balik ya keburu kemaleman..."

"....."

Seketika Bunga langsung manyun, bibirnya lebih maju daripada Ronaldikin. Gw menghela nafas sembari garuk garuk kepala memikirkan gimana caranya supaya Bunga ngizinin gw balik ke Jakarta.

"Bung, udah deh jangan kayak bocah ngapa...."

"......" Masih manyun.

"Kamu tuh udah gede, udah dewasa, udah mau 21 tahun, udah jadi PNS, udah punya uang sendiri, masa kelakuan kamu kaya begitu terus?"

"....."

"....."

"Krik krik krik"

Jangkrik pun memulai aktivitas paduan suaranya membekap kesunyian di antara kami berdua. Tiba tiba Bunga merapatkan posisi duduknya ke arah gw sambil memandang mata gw yang mulai merah karena ngantuk

"Kalo mau kamu mau pulang, ini dulu...." Ucapnya lalu menunjuk keningnya sendiri.

Gw yang mengerti maksudnya itu langsung mengecup hangat keningnya.

"Cup..."

"Terus ini..." Kali ini menunjuk pipi kanan.

"Cup..."

"Ini..." Sekarang pipi kiri.

"Cup..."

"Yang Ini nggak?" Dia menunjuk bibirnya.

"Nggak ah...Kapan kapan aja. Sekarang aku boleh pulang kan?"

"...." Bunga mengangguk pelan.

"Jaga diri baik baik ya. Jangan nakal, makan yang teratur biar maag kamu nggak kambuh lagi, jangan begadang sampe tengah malem buat nelfon aku. Terus terakhir, aku titip hati kecil aku ya disini. Jaga dia baik baik, jangan di telantarin, kalo kotor tolong bersihin ya. Kalo dia terluka tolong diobatin..." Ucap gw panjang lebar.

"Hehe. Iya..." balasnya

"Yaudah aku balik. Assalamualaikum...."

"....."
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 02:13
Quote:Original Posted By javiee

Masa iya guru musik kagak bisa baca not? Hancurlah reputasi gw.


asli ngakak..... emoticon-Ngakak
benar-benar guru nekad....

cie...cie... yang habis kangen-kangenan.....
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 06:27
wokeh....gak sabar menunggu undangan ini kang....kakakaka
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 07:09
Aish, bikin iri emoticon-army
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 07:18
yuhuuu 2part, semangat lagi kang jore buat update yg lebih dari 1 part, tiap hari kami nunggu akang update emoticon-Big Grin
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 07:45
berarti 1 tahun lagi ya jar
jadi gak sabar gw pengen liat langkah apa yang elu ambil buat ngubah keadaan lu
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 10:14
Asik double update yang bikin hati gimana gitu
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 10:19
Maaf dopost gan emoticon-Berduka (S)

Sinyal pait emoticon-Hammer2
Diubah oleh akunclassic
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 11:33
elu kagak bisa baca not balok jar? emoticon-Big Grin
les dulu gih di nyokap gue,nyokap gue guru seni musik nih emoticon-Big Grin
wah mantep si bunga,emang ya feeling cewe tuh kuat,dimanapun si cowo bahkan didlm rumah semut pasti ketemu emoticon-Big Grin
feeling nyokap jg kuat sampe nyokap elu nengok ke arah mobil,dia pasti tau anaknya disitu,elu kayak bang toyib kagak balik2 emoticon-Big Grin
jangan sia-siain bunga yaaa emoticon-Cool
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 11:53
tumben tumbenan nih double post, semoga hubungan lu sama bunga berjalab sesuai rencana kang emoticon-Big Grin
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 12:01
Quote:Original Posted By igakecill
elu kagak bisa baca not balok jar? emoticon-Big Grin
les dulu gih di nyokap gue,nyokap gue guru seni musik nih emoticon-Big Grin
wah mantep si bunga,emang ya feeling cewe tuh kuat,dimanapun si cowo bahkan didlm rumah semut pasti ketemu emoticon-Big Grin
feeling nyokap jg kuat sampe nyokap elu nengok ke arah mobil,dia pasti tau anaknya disitu,elu kayak bang toyib kagak balik2 emoticon-Big Grin
jangan sia-siain bunga yaaa emoticon-Cool


Ane mau les donk sist, tp gratis yak emoticon-Embarrassment
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 15:46
Guru pea lo jar heuheu
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 16:45
Wuih si akang doble update emoticon-Matabelo
emoticon-Ngakak
Guru geblek ga bisa baca not balok...
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 20:46
Mantabs itu jooree...kenapa ga pulang jore,,,
Hadehh..kasihan bidadari nomer 1 nya jore
Cerita hidup ane sama jore,ni aq juga lagi merantau di kota orang emoticon-Matabelo
Malah curhat ane...emoticon-Hammer2
0 0
0
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
16-03-2015 21:45
Ane jugaa mau dong kang d ajariin main gitar : malus :mahos
0 0
0
Halaman 119 dari 147
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sisters
Stories from the Heart
petualang-masa-lalu
Stories from the Heart
guru-pakde-dari-alam-ghaib
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia