- Beranda
- Berita dan Politik
Hebat! Siswi Kelas 1 SD ini Berhasil Lari dari Dekapan Penculik
...
TS
wong.edan.utd10
Hebat! Siswi Kelas 1 SD ini Berhasil Lari dari Dekapan Penculik
Quote:
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Rohani Manurung (8) langsung menggigit salah satu tangan dari dua orang tidak dikenal (OTK) yang mencoba menculik dirinya saat pulang dari sekolah, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (10/3/2015).
Siswa SDN 002 Sagulung di Tembesi, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ini, didatangi dua laki-laki yang belum dikenal saat menunggu orangtuanya datang menjemput di sanggar sekolah waktu itu.
Aksi upaya penculikan tersebut gagal dilakukan setelah Rohani yang duduk dibangku kelas 1 SD itu menggigit tangan pelaku, saat dibawa kabur.
Usai kejadian, Rohani menceritakan kejadian itu berawal saat dirinya pulang sekolah. Karena lama menunggu ibunya datang untuk menjemput, Rohani pun menunggu di samping sanggar sekolah.
Tiba-tiba datang dua OTK yang menggunakan sepeda motor masuk kedalam sekolah, dan menghampirinya. Saat itu sekuriti tidak ada di tempat penjagaan.
Dua OTK itu masuk ke dalam sekolah dan langsung membekap mulut Rohani. Dia pun tak bisa bergerak dan terdiam.
"Saya lagi tunggu mama jemput. Karena mama lama datang, saya pun tunggu di samping sanggar sekolah. Tiba-tiba dua oom itu datang dan membekap mulut saya. Saya kaget, dan langsung gigit tangan oom yang membekap, hingga lepas tangannya. Saya langsung kabur," ujar Rohani.
Rohani menceritakan, ciri-ciri pelaku adalah badan tinggi, memakai baju warna putih dan masker.
"Saya takut. Oom itu pakai baju putih, dan memakai masker. Oom itu langsung kabur begitu saja," katanya.
Sementara itu, Diana Sitorus (33), orangtua Rohani mengaku sempat khawatir karena anaknya menangis setelah di depan rumah.
Diana mengira bahwa anaknya dipukul orang. Setelah korban bercerita dirinya baru dibekap orang tak dikenal, Diana pun mencari kedua pelaku itu tapi tidak ketemu.
Diana bersyukur kalau anaknya selamat dari aksi percobaan penculikan.
"Saya tak tahu bahwa anak saya diculik orang. Anak saya yang cerita, dirinya dibekap mulutnya," katanya.
Saat kejadian, Diana menjemput Rohani dengan sepeda motor. Diana pun berhenti di depan sekolah, dan menunggu anak ke tiganya ini keluar sekolah.
Menunggu beberapa menit, seluruh teman-teman Rohani sudah beranjak meninggalkan sekolah. Tapi tidak dengan anaknya.
Diana pun mencari ke dalam sekolah dan bertanya kepada pihak sekolah. Mulai dari teman dan wali kelas, semua ditanya Diana.
"Saya sudah tanya bu Yus. Katanya Rohani sudah pulang dari tadi," katanya.
Karena berkeliling tak menemukan anaknya, Diana segera menuju sepeda motornya dan kembali ke rumah melewati jalan yang biasanya dilewati Rohani dan Diana.
Menyusuri jalan, hasil yang didapat Diana masih nihil. Rumah Diana yang ditinggalkannya pun masih kosong. Tentu pikiran wanita asal Medan ini semakin kalut. Tanpa buang-buang waktu, Diana kembali ke sekolah dan berputar-putar mencari Rohani.
Masih nihil. Pencarian Diana terhadap Si Pudan- julukan anak bungsu dalam bahasa Batak, seperti sia-sia. Diana pun sedikit menyerah dan kembali ke rumahnya.
Walau pikiran kemana-mana, wanita dengan setelan kaos putih dan celana jeans panjang ungu gelap ini, masih mencoba tenang dengan mencari-cari akal, dimana keberadaan Rohani.
Tercenganglah Diana saat melihat Rohani ada di depan rumah dengan keadaan menangis dan terus membuag air kecil. Wajah Rohani pucat. Dengan perasaan bercampur aduk, Diana menyegerakan Rohani untuk masuk ke dalam rumah.
Karena Rohani masih menangis, Diana segera memandikan anaknya itu, agar sedikit adem dan tenang. Setelah itu, barulah Diana meminta anaknya bercerita tentang apa yang barusan terjadi padanya.
"Anak saya ternyata mau diculik," kata Diana lagi
Dalam cerita Rohani kepada Diana, saat itu Rohani sudah dalam posisi pulang sekolah dan akan menuju ke kelas kakaknya yang ada di belakang sanggar. Namun, saat Rohani ada di belakang sanggar, kakaknya tak ada di tempat.
"Dia tetap berada di belakang sanggar dan menunggu kakaknya," jelas Diana.
Saat itu juga, terdapat dua OTK yang menhampiri Rohani dan tanya dimana ibunya. Setelah Rohani menjawab tak ada, kedua orang ini langsung menyekap mulut Rohani dengan tangan. Rohani pun tak bisa berteriak.
"Untungnya anak saya gigit tangan pelaku," tambahnya.
Saat tangan pelaku digigit, pelaku melepaskan sekapannya. Saat itulah, korban langsung kabur dengan lari sekuat tenaga. Pelaku pun tak bisa menangkap korban dan akhirnya melarikan diri.
Di rumah, Rohani segera bertemu ibunya dan dimandikan. Setelah itu, mereka berdua, kembali ke lokasi percobaan penculikan, guna memastikan.
"Sebelumnya, ada anak-anak SD 002 juga, yang jadi korban pencabulan. Tapi hampir,"ujarnya.
Diana menyayangkan akan pengamanan di sekolah. Walaupun ada sekuriti, pengunjung bisa bebas masuk di sekolah. Menurutnya, hal itu sangat membahayakan anak masih dibawah umur.
Terpisah, Kepela Sekolah SDN 002 Sagulung, Gusmawati mengatakan, dirinya baru tahu kejadian tersebut dari pewarta. Dia juga akan mengecek kembali kejadian ini dan mengintrogasi sekuritinya.
Dia menuturkan, ada sekuriti yang bertugas menjaga sekolah."Saya baru tahu. Saya cek dulu kejadiannya. Sekuriti ada dua yang bertugas malam dan siang," ujarnya.
Siswa SDN 002 Sagulung di Tembesi, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ini, didatangi dua laki-laki yang belum dikenal saat menunggu orangtuanya datang menjemput di sanggar sekolah waktu itu.
Aksi upaya penculikan tersebut gagal dilakukan setelah Rohani yang duduk dibangku kelas 1 SD itu menggigit tangan pelaku, saat dibawa kabur.
Usai kejadian, Rohani menceritakan kejadian itu berawal saat dirinya pulang sekolah. Karena lama menunggu ibunya datang untuk menjemput, Rohani pun menunggu di samping sanggar sekolah.
Tiba-tiba datang dua OTK yang menggunakan sepeda motor masuk kedalam sekolah, dan menghampirinya. Saat itu sekuriti tidak ada di tempat penjagaan.
Dua OTK itu masuk ke dalam sekolah dan langsung membekap mulut Rohani. Dia pun tak bisa bergerak dan terdiam.
"Saya lagi tunggu mama jemput. Karena mama lama datang, saya pun tunggu di samping sanggar sekolah. Tiba-tiba dua oom itu datang dan membekap mulut saya. Saya kaget, dan langsung gigit tangan oom yang membekap, hingga lepas tangannya. Saya langsung kabur," ujar Rohani.
Rohani menceritakan, ciri-ciri pelaku adalah badan tinggi, memakai baju warna putih dan masker.
"Saya takut. Oom itu pakai baju putih, dan memakai masker. Oom itu langsung kabur begitu saja," katanya.
Sementara itu, Diana Sitorus (33), orangtua Rohani mengaku sempat khawatir karena anaknya menangis setelah di depan rumah.
Diana mengira bahwa anaknya dipukul orang. Setelah korban bercerita dirinya baru dibekap orang tak dikenal, Diana pun mencari kedua pelaku itu tapi tidak ketemu.
Diana bersyukur kalau anaknya selamat dari aksi percobaan penculikan.
"Saya tak tahu bahwa anak saya diculik orang. Anak saya yang cerita, dirinya dibekap mulutnya," katanya.
Saat kejadian, Diana menjemput Rohani dengan sepeda motor. Diana pun berhenti di depan sekolah, dan menunggu anak ke tiganya ini keluar sekolah.
Menunggu beberapa menit, seluruh teman-teman Rohani sudah beranjak meninggalkan sekolah. Tapi tidak dengan anaknya.
Diana pun mencari ke dalam sekolah dan bertanya kepada pihak sekolah. Mulai dari teman dan wali kelas, semua ditanya Diana.
"Saya sudah tanya bu Yus. Katanya Rohani sudah pulang dari tadi," katanya.
Karena berkeliling tak menemukan anaknya, Diana segera menuju sepeda motornya dan kembali ke rumah melewati jalan yang biasanya dilewati Rohani dan Diana.
Menyusuri jalan, hasil yang didapat Diana masih nihil. Rumah Diana yang ditinggalkannya pun masih kosong. Tentu pikiran wanita asal Medan ini semakin kalut. Tanpa buang-buang waktu, Diana kembali ke sekolah dan berputar-putar mencari Rohani.
Masih nihil. Pencarian Diana terhadap Si Pudan- julukan anak bungsu dalam bahasa Batak, seperti sia-sia. Diana pun sedikit menyerah dan kembali ke rumahnya.
Walau pikiran kemana-mana, wanita dengan setelan kaos putih dan celana jeans panjang ungu gelap ini, masih mencoba tenang dengan mencari-cari akal, dimana keberadaan Rohani.
Tercenganglah Diana saat melihat Rohani ada di depan rumah dengan keadaan menangis dan terus membuag air kecil. Wajah Rohani pucat. Dengan perasaan bercampur aduk, Diana menyegerakan Rohani untuk masuk ke dalam rumah.
Karena Rohani masih menangis, Diana segera memandikan anaknya itu, agar sedikit adem dan tenang. Setelah itu, barulah Diana meminta anaknya bercerita tentang apa yang barusan terjadi padanya.
"Anak saya ternyata mau diculik," kata Diana lagi
Dalam cerita Rohani kepada Diana, saat itu Rohani sudah dalam posisi pulang sekolah dan akan menuju ke kelas kakaknya yang ada di belakang sanggar. Namun, saat Rohani ada di belakang sanggar, kakaknya tak ada di tempat.
"Dia tetap berada di belakang sanggar dan menunggu kakaknya," jelas Diana.
Saat itu juga, terdapat dua OTK yang menhampiri Rohani dan tanya dimana ibunya. Setelah Rohani menjawab tak ada, kedua orang ini langsung menyekap mulut Rohani dengan tangan. Rohani pun tak bisa berteriak.
"Untungnya anak saya gigit tangan pelaku," tambahnya.
Saat tangan pelaku digigit, pelaku melepaskan sekapannya. Saat itulah, korban langsung kabur dengan lari sekuat tenaga. Pelaku pun tak bisa menangkap korban dan akhirnya melarikan diri.
Di rumah, Rohani segera bertemu ibunya dan dimandikan. Setelah itu, mereka berdua, kembali ke lokasi percobaan penculikan, guna memastikan.
"Sebelumnya, ada anak-anak SD 002 juga, yang jadi korban pencabulan. Tapi hampir,"ujarnya.
Diana menyayangkan akan pengamanan di sekolah. Walaupun ada sekuriti, pengunjung bisa bebas masuk di sekolah. Menurutnya, hal itu sangat membahayakan anak masih dibawah umur.
Terpisah, Kepela Sekolah SDN 002 Sagulung, Gusmawati mengatakan, dirinya baru tahu kejadian tersebut dari pewarta. Dia juga akan mengecek kembali kejadian ini dan mengintrogasi sekuritinya.
Dia menuturkan, ada sekuriti yang bertugas menjaga sekolah."Saya baru tahu. Saya cek dulu kejadiannya. Sekuriti ada dua yang bertugas malam dan siang," ujarnya.
SUMBER: http://batam.tribunnews.com/2015/03/11/hebat-siswi-kelas-1-sd-di-batam-ini-berhasil-lari-dari-dekapan-penculik
Tumben tribun muat berita panjang, biasa diputus2 dulu

Buat yang punya anak semoga bs lebih mawas diri + ajarkan ke anak cara2 yang bagus terutama menghadapi orang tak dikenal
0
1.3K
Kutip
4
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695KThread•58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya