- Beranda
- Berita dan Politik
[Ahok Hater Lega] Punya Bukti, CV Ini Klaim Ikuti Lelang UPS Rp 5 M Sesuai Prosedur
...
TS
abu.sayap.bakar
[Ahok Hater Lega] Punya Bukti, CV Ini Klaim Ikuti Lelang UPS Rp 5 M Sesuai Prosedur
auseigr![[Ahok Hater Lega] Punya Bukti, CV Ini Klaim Ikuti Lelang UPS Rp 5 M Sesuai Prosedur](https://dl.kaskus.id/images.detik.com/content/2015/03/03/10/182053_tunjanglangit1.jpg)
![[Ahok Hater Lega] Punya Bukti, CV Ini Klaim Ikuti Lelang UPS Rp 5 M Sesuai Prosedur](https://dl.kaskus.id/images.detik.com/content/2015/03/03/10/182155_tunjanglangit3.jpg)
Jakarta - Salah satu pemenang tender pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di Dinas Pendidikan Jakarta adalah CV Tunjang Langit yang beralamatkan di Surabaya. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan pemenang tender yang sulit dicari personelnya, CV Tunjang Langit ini benar perusahaan pemenang tender yang mengikuti proses lelang sesuai prosedur.
"Di luar sana ramai pemberitaan tentang perusahaan pemenang tender UPS yang dikatakan fiktif. Kalau kami real, kami ada kantor, berbadan hukum dan kami ada surat-suratnya," ujar Direktur CV Tunjang Langit Ulya Abdilla kepada wartawan di kantornya, Selasa (3/3/2015).
CV tersebut beralamat di Ruko Graha Indah Blok B1, Jalan Gayung Kebonsari 44. Ulya mengatakan CV ini berdiri sejak tahun 2000 dan bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa untuk berbagai macam bidang seperti elektrikal, elektronik, kapal/perahu nelayan, perlengkapan pegawai, bibit kehutanan, bibit pertanian, bibit ikan, dan lain sebagainya.
Ulya mengatakan CV-nya telah memenangkan tender UPS untuk dua sekolah yakni SMKN 27 di Jakarta Pusat dan SMKN 33 di Jakarta Barat, masing-masing senilai Rp 5,8 milar. Lelang tender itu sendiri diketahui Ulya melalui Layanan Pengadaan Secara elektronik (LPSE) Pemprov DKI Jakarta.
"Semuanya kami lakukan sesuai proses yang ada. Kami daftar dan setelah daftar kami bisa mengunduh persyaratannya, dan seterusnya hingga kami memenangkan tender," kata Ulya.
Setelah menang pun pihaknya juga diklarifikasi oleh panitia yang mengecek segala macam legal dan keabsahan perusahaan. Ulya mengaku memenangkan tender itu pada Oktober 2014 lalu.
"Saya pikir semua pemenang tender itu real, bukan fiktif. Tender ini dilakukan lewat dunia maya," jelas Ulya.
Menurutnya karena lelang dilakukan melalui dunia maya maka kantor bukan menjadi keharusan. Hal itulah yang kurang dipahami oleh masyarakat sehingga menganggap pemenang tender yang tak mempunyai kantor adalah fiktif. Kantor pemenang tender bisa jadi adalah rumah tinggal sang pemenang tender.
"Cukup meja dan kursi saja. Tidak butuh banyak pegawai juga," ujar Ulya.
http://news.detik.com/read/2015/03/0...ur?nd771104bcj
trus lu kira lu aman? cv lu itu makelar proyek, pekerjaan sebenarnya ente subkon-kan lagi ke tangan ke-2, dan mungkin sampe tangan ke-3, ke-4 dsb. apa tujuannya mensubkonkan? karena ente gak punya resource, memang gak pernah berniat bangun resource karena tujuan ente menyulitkan aparat melacak aliran uang haram itu!
![[Ahok Hater Lega] Punya Bukti, CV Ini Klaim Ikuti Lelang UPS Rp 5 M Sesuai Prosedur](https://dl.kaskus.id/images.detik.com/content/2015/03/03/10/182053_tunjanglangit1.jpg)
![[Ahok Hater Lega] Punya Bukti, CV Ini Klaim Ikuti Lelang UPS Rp 5 M Sesuai Prosedur](https://dl.kaskus.id/images.detik.com/content/2015/03/03/10/182155_tunjanglangit3.jpg)
Jakarta - Salah satu pemenang tender pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di Dinas Pendidikan Jakarta adalah CV Tunjang Langit yang beralamatkan di Surabaya. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan pemenang tender yang sulit dicari personelnya, CV Tunjang Langit ini benar perusahaan pemenang tender yang mengikuti proses lelang sesuai prosedur.
"Di luar sana ramai pemberitaan tentang perusahaan pemenang tender UPS yang dikatakan fiktif. Kalau kami real, kami ada kantor, berbadan hukum dan kami ada surat-suratnya," ujar Direktur CV Tunjang Langit Ulya Abdilla kepada wartawan di kantornya, Selasa (3/3/2015).
CV tersebut beralamat di Ruko Graha Indah Blok B1, Jalan Gayung Kebonsari 44. Ulya mengatakan CV ini berdiri sejak tahun 2000 dan bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa untuk berbagai macam bidang seperti elektrikal, elektronik, kapal/perahu nelayan, perlengkapan pegawai, bibit kehutanan, bibit pertanian, bibit ikan, dan lain sebagainya.
Ulya mengatakan CV-nya telah memenangkan tender UPS untuk dua sekolah yakni SMKN 27 di Jakarta Pusat dan SMKN 33 di Jakarta Barat, masing-masing senilai Rp 5,8 milar. Lelang tender itu sendiri diketahui Ulya melalui Layanan Pengadaan Secara elektronik (LPSE) Pemprov DKI Jakarta.
"Semuanya kami lakukan sesuai proses yang ada. Kami daftar dan setelah daftar kami bisa mengunduh persyaratannya, dan seterusnya hingga kami memenangkan tender," kata Ulya.
Setelah menang pun pihaknya juga diklarifikasi oleh panitia yang mengecek segala macam legal dan keabsahan perusahaan. Ulya mengaku memenangkan tender itu pada Oktober 2014 lalu.
"Saya pikir semua pemenang tender itu real, bukan fiktif. Tender ini dilakukan lewat dunia maya," jelas Ulya.
Menurutnya karena lelang dilakukan melalui dunia maya maka kantor bukan menjadi keharusan. Hal itulah yang kurang dipahami oleh masyarakat sehingga menganggap pemenang tender yang tak mempunyai kantor adalah fiktif. Kantor pemenang tender bisa jadi adalah rumah tinggal sang pemenang tender.
"Cukup meja dan kursi saja. Tidak butuh banyak pegawai juga," ujar Ulya.
http://news.detik.com/read/2015/03/0...ur?nd771104bcj
trus lu kira lu aman? cv lu itu makelar proyek, pekerjaan sebenarnya ente subkon-kan lagi ke tangan ke-2, dan mungkin sampe tangan ke-3, ke-4 dsb. apa tujuannya mensubkonkan? karena ente gak punya resource, memang gak pernah berniat bangun resource karena tujuan ente menyulitkan aparat melacak aliran uang haram itu!
0
6.1K
70
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya