Jangan lupa beri bintang lima jika Anda pikir ini bermanfaat untuk Anda.
Spoiler for Anak dan ayah yang bernama Cedar Anderson (kiri) dan Stuart (kanan), merupakan penemu rumah lebah yang dinamakan Flow Hive, dan baru pertama kali ada di dunia yang diklaim mampu menghasilkan madu tanpa mengganggu kehidupan lebah di dalamnya. FOTO OLEH FLOW:
Quote:
Terkadang bagi orang-orang yang pernah memanen madu biasanya tidak dapat menghindari yang namanya lengket pada madu itu sendiri. Pekerjaan memanen madu pastinya cukup bahkan lebih berantakan dari apa yang dipikirkan orang-orang di toko madu atau di rumah-rumah yang hanya dapat menikmatinya saja. Perubahan atau evolusi dalam memanen madu selama beberapa abad tampak dan rasanya hanya sedikit menghasilkan kemajuan. Tetapi di tahun 2015 ini, hal itu tiba-tiba melaju bagaikan mesin Warp. Memanen madu tidak lagi menghasilkan madu yang kotor, tetapi bersih sebagaimana mengambil madu botolan pada pasar swalayan di toko-toko besar.
Quote:
Sebuah teknik yang sederhana dan tidak kompleks atau rumit, tetapi amat cerdik yang diklaim sebagai ciptaan paling sempurna dan alami manusia, berupa rumah pengumpul nektar emas yang sangat digemari semua kalangan. Apabila para penyuka madu berhadapan dengan penemuan ini, pastilah akan seperti berhadapan dengan cawan suci, dan demikian merupakan pernyataan yang tidak terbantahkan.
Quote:
Semudah menyalakan keran, peternak lebah yang bernama Cedar Anderson serta ayahnya yang bernama Stuart telah menemukan cara untuk mengambil madu lebah tanpa mengganggu kehidupan mereka. Pada dasarnya, sarang lebah ini dibangun dan diatur secara apik, sehingga sarang lebah tersebut menjadi lebih mekanis dan efisien. Singkatnya, kerangka bangunan pada rumah lebah tersebut dibentuk sebagaimana rumah lebah pada umumnya, hanya saja ada penambahan kerangka transparan. Dengan penambahan tersebut, ketika lebah telah menempati rumah tersebut dan meletakkan nektar mereka di sana, rancangan apik di dalamnya memungkinkan nektar emas tidak terhenti sampai di sana, melainkan mengalir dari satu sisi yang lain, dan lebah pun tidak mengetahui hal itu. Untuk memanen madu, peternak lebah hanya memasukkan alat yang berfungsi mengalirkan madu siap santap ke bagian penampung, setelah alat tersebut sampai di bagian penampung, secara otomatis penampung akan terbuka dan mengalirlah nektar emas sesuai banyaknya nektar yang ada di dalam sana, dan apabila dirasa cukup, seperti hanya untuk selai roti atau pun setoples kecil bagi anak-anak, pemanen dapat menarik alat dari tampungan atau menutupnya saja tanpa kekhawatiran akan tumpah.
Quote:
Secara tradisional, peternak lebah biasanya harus membagi kotak sarang, mengasapi lebah untuk menenangkan mereka, memisahkan benda persegi dan memotong lilin yang terdapat pada sarang lebah, kemudian diekstrak-lah semua itu untuk menghasilkan madu. Ini adalah proses yang membosankan serta merepotkan, belum lagi jika pemanen mendapat sengatan, dan baju pelindung pun tidak bisa menjadi jaminan jika mereka mungkin bersembunyi dan mengambil kesempatan untuk menyerang Anda. Mengingat betapa berantakannya pekerjaan dalam memanen madu secara tradisional tersebut, itulah mengapa ketika teknologi rumah lebah ini ditemukan, penggalangan dana untuk penyempurnaan teknologi ini hanya membutuhkan waktu selama lima menit setelah orang-orang mengetahui cara kerja dan keindahan karya mereka. Hasilnya? Cedar Anderson dan Stuart menerima lebih dari 70 ribu dolar, atau senilai 898 juta rupiah lebih! Tetapi tidak hanya itu, hasil kampanye tersebut justru melampaui ekspetasi atau harapan Stuart dan Cedar Anderson, yaitu tiga juta dolar, atau senilai 38 milyar rupiah lebih!
Quote:
Cedar Andersons telah bekerja secara giat dalam menuntaskan permasalahan ini. Ia pun mengatakan bahwa hal ini adalah suatu "terobosan" yang telah lama ia harapkan sembari merenungkan bagaimana mengekstraksi madu: Mengapa tidak menggunakan sarang lebah mode matrix yang dibuat secara berbeda dari biasanya. Ketika lebah memproduksi madu, itu akan berbentuk seperti sarang lebah yang biasa kita ketahui. Tetapi ketika tiba waktunya panen, sarang tersebut menjadi tidak sama seperti mulanya, dan hal itu sangat tidak baik dari sisi kemanusiaan maupun kehewanan.
"Aku punya ide untuk membagi sel-sel-nya (bentuk sarang lebah yang berlubang-lubang itu) secara vertikal," kata Stuart Anderson. Dengan cara itu madu dapat mengalir keluar dari sisir, melalui tabung dan ke dalam wadah.
Spoiler for Sel-sel sarang lebah dibagi menjadi saluran-saluran yang sengaja dibentuk sempit dan secara vertikal supaya madu dapat mengalir dengan bebas. FOTO OLEH FLOW:
Quote:
Selama sepuluh tahun ke depan, mereka berdua akan membangun dan menguji contoh baku mereka tersebut. Yang mengejutkan mereka ketika menciptakan teknologi ini adalah, lebah menerima hal ini tanpa adanya kontra. Tantangan yang lebih besar adalah memikirkan mekanisme untuk memastikan madu mengalir dengan mudah dengan pergantian engkol atau alat yang dimasukkan tadi. Akhirnya, mereka akan mendesain ulang dan memperbaiki semuanya untuk menjadi lebih efisien. Flow Hive rencananya diproduksi pada tahun ini juga.
Enam ratus dolar atau senilai enam juta rupiah bisa membuat Anda memiliki rumah lebah ini. Para pendukung teknologi Flow Hive ini juga dapat memesan bingkai dan kotak dalam berbagai jumlah yang sesuai dengan stok mereka saat ini.
Meskipun ini adalah inovasi hebat, Cedar Anderson mengatakan "sarang lebah di dalam rumah ini sama halnya seperti sarang lebah yang ada di dunia pada umumnya" Ini berarti para pemula yang ingin memiliki alat ini juga memerlukan tindak perawatan agar rumah tersebut tetap awet dan dihuni oleh si lebah, tidak hanya sekedar menunggu dan berharap nektar emas tersebut akan terus-menerus keluar.
Stuart dan Cedar Anderson berharap Flow Hive dapat membantu meringankan para pemanen madu lebah dalam hal biaya dan lain-lain. Sementara untuk para pemula yang ingin menguasai hal ini masih perlu untuk mempelajari seluk-beluk kerajinan dari peternak lebah yang alami, mereka berharap Flow Hive akan membawa 'perlebahan' ke kota-kota agar semua orang bebas menikmatinya.
Spoiler for Mengalirkan madu (tampilan transparan) untuk dapat dilihat proses kerjanya. FOTO OLEH FLOW:
Quote:
Dan sejauh ini teknologi tersebut tetap mempertahankan nilai-nilai ekosistem yang tentunya terbilang sehat, populasi lebah pun bisa meningkat dan itu berarti hal ini bisa menjadi lebih baik bagi kita semua.
"Ada bermacam-macam jenis lebah yang dapat menghasilkan madu. Lebih dari sepertiga dari makanan yang kita makan tergantung pada lebah untuk penyerbukan,"kata Cedar. Tanpa bantuan lebah, tanaman kita akan menderita dan konsekuensi yang didapat bisa menghancurkan, dan dengan daerah yang tersedia di muka bumi yang luas ini, habitat alami lebah tetap mengalami penurunan akibat ulah kita sebagai manusia yang serakah akan wilayah dan pembangunan. Dengan memahami sistem yang ada dan memodifikasinya serta menambahkan hal-hal yang seharusnya ditambahkan ke dalam kehidupan kita bisa menjadi hal-hal yang sangat baik untuk bumi dan untuk peradaban umat manusia. Seperti gedung pencakar langit sebagai contohnya, tanpanya lahan di bumi akan semakin berkurang.
Setelah mendapatkan dana yang lebih dari apa yang mereka harapkan, Anderson berharap untuk memperluas operasinya ke tingkat internasional, mungkin di Amerika Serikat dulu. Tidak peduli di mana kami memulai, terpenting produksi Flow Hive harus aman dan ramah bagi lingkungan.