- Beranda
- The Lounge
RESEP KEPEMIMPINAN DAN MANAGEMEN ALA SIR ALEX FERGUSON
...
TS
AlanLima
RESEP KEPEMIMPINAN DAN MANAGEMEN ALA SIR ALEX FERGUSON
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo gan! Salam sukses!
Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo gan! Salam sukses!
maaf jikalau
dan semoga tidak 
kalau berkenan boleh donk bagi

dan 

dan semoga tidak 
kalau berkenan boleh donk bagi


dan 


RESEP KEPEMIMPINAN DAN MANAGEMEN ALA SIR ALEX FERGUSON

Quote:
Mengantongi 49 Tropi, 13 diantaranya adalah gelar juara English Premier League, dan 2 piala Champion League. Tak salah jika pria berumur 73 tahun ini, dinobatkan sebagai manager klub sepak bola tersukses di benua eropa. Ya! dialah Sir Alex Ferguson, anak seorang buruh pembuat kapal dari daerah Govan, Skotlandia yang lahir pada 31 Desember 1941 yang lalu.
Sir alex Ferguson menginjakkan kaki pertama kali di Manchester United Football Club musim 1986/1987. Manchaster di tahun itu hanyalah sebuah klub sepak bola yang tidak lagi merasakan gelar juara selama 20 tahun lamanya. Namun di tangan Sir Alex Ferguson, Manchester United yang juga dijuluki sebagai si setan merah menjadi klub yang mendominasi English Premier League selama 25 tahun. Tidak hanya berjaya di kancah domestik, Manchaster United pun menunjukkan taringnya di zona Eropa.
Tentu saja prestasi demi prestasi yang dicapai oleh Manchester united di bawah managerial Sir Alex Ferguson, membuat klub tersebut menjadi salah satu brand olahraga paling terkenal di dunia saat ini. Lalu apa resep sukses dari sosok yang dipanggil dengan nama akrab Firgie ini? Berikut kami mengulas resep sukses seorang Sir Alex Ferguson. Mulai dari Karakteristiknya, sampai ke strategi managerialnya saat ia menangani Manchaster selama 27 tahun lamanya.
Sir alex Ferguson menginjakkan kaki pertama kali di Manchester United Football Club musim 1986/1987. Manchaster di tahun itu hanyalah sebuah klub sepak bola yang tidak lagi merasakan gelar juara selama 20 tahun lamanya. Namun di tangan Sir Alex Ferguson, Manchester United yang juga dijuluki sebagai si setan merah menjadi klub yang mendominasi English Premier League selama 25 tahun. Tidak hanya berjaya di kancah domestik, Manchaster United pun menunjukkan taringnya di zona Eropa.
Tentu saja prestasi demi prestasi yang dicapai oleh Manchester united di bawah managerial Sir Alex Ferguson, membuat klub tersebut menjadi salah satu brand olahraga paling terkenal di dunia saat ini. Lalu apa resep sukses dari sosok yang dipanggil dengan nama akrab Firgie ini? Berikut kami mengulas resep sukses seorang Sir Alex Ferguson. Mulai dari Karakteristiknya, sampai ke strategi managerialnya saat ia menangani Manchaster selama 27 tahun lamanya.
Spoiler for Memahami Karakter Kepemimpinan Sir Alex Ferguson :
Ferguson dikenal sebagai manager yang berkarakter. Tentu memimpin sebuah klub dengan pemain bintang bergaji jutaan pound pertahun, dibutuhkan karakter kepemimpinan yang kuat. Bahkan di masa jayanya, karisma seorang Sir Alex Ferguson mampu menarik pemain bintang untuk bermain di Manchester United. Pemain-pemain bintang tersebut sampai mempertimbangkan tawaran klub kaya lainnya, demi ditangani seorang manager karismatik dari Old Traffod tersebut. Robin Van Persie contohnya.
Karakter yang menonjol dari sosok Fergie adalah Kedisiplinannya. Ferguson adalah contoh disiplin dalam organisasi yang dipimpinnya. Pada permulaan musim bersama MU, ia selalu menjadi orang yang pertama kali datang saat sesi latihan.Selanjutnya para staff pun mengikuti langkah sang manager, begitu juga dengan para pemainnya. Hingga akhirnya kedisiplinan ini menjadi budaya di Manchester United sampai detik ini. Disebabkan oleh memiliki sifat disiplin yang tinggi, Fergie pun dijuluki "Furious Fergie" atau "Fergie yang Galak" oleh pemain-pemain Aberdeen saat sang bos melatih di klub tersebut pada rentang musim 1978-1986.
Selain kedisiplinan yang tinggi, sir Alex Ferguson juga sosok yang sangat fair. Apakah anda pernah mendengar istilah hair dryer treatment? Itu adalah sesuatu yang paling tidak ingin didengar oleh para pemain Manchester di ruang ganti. Tanpa pandang bulu, Sir Alex Ferguson menyemprotkan keritik keras nan panas di depan muka para pemainnya, saat sang pemain bermain buruk. Andy Cole saat ditanya tentang “hair dryer treatment” ini menjawab. “Jika tim kalah tapi sir Alex yakin kalau kau telah memberikan yang terbaik, hal itu bukan masalah. Tapi bila kau kalah dengan permainan yang jelek, siapkan saja telingamu.” Ujarnya.
Uniknya, walau terkenal dengan Hair dryer treatment. Fergie paham betul, jika orang lain tidak senang dengan kritik. Walaupun terkadang ada orang yang menjadi lebih baik dengan kritik. Ia yakin, sebagian besar menjadi lebih baik dengan semangat.
“There is no room for criticism on the training field. For a player – and for any human being – there is nothing better than hearing ‘Well done’. Those are the two best words ever invented in sports.” –Sir Alex Ferguson-
Selain disiplin, Adil, Sir Alex Ferguson dikenal juga sebagai seorang pekerja keras. “Ketika saya bekerja dengan pemain bintang. Saya katakan kepada mereka, bahwa kerja keras itu adalah sebuah bakat juga. Mereka harus bekerja lebih keras daripada orang lain. Dan jika mereka tidak mampu lagi memberikan kedisiplinan yang kami minta di United. Mereka keluar.” kata Fergie, seperti dikutip dalam theguardian.com.
Karakter yang menonjol dari sosok Fergie adalah Kedisiplinannya. Ferguson adalah contoh disiplin dalam organisasi yang dipimpinnya. Pada permulaan musim bersama MU, ia selalu menjadi orang yang pertama kali datang saat sesi latihan.Selanjutnya para staff pun mengikuti langkah sang manager, begitu juga dengan para pemainnya. Hingga akhirnya kedisiplinan ini menjadi budaya di Manchester United sampai detik ini. Disebabkan oleh memiliki sifat disiplin yang tinggi, Fergie pun dijuluki "Furious Fergie" atau "Fergie yang Galak" oleh pemain-pemain Aberdeen saat sang bos melatih di klub tersebut pada rentang musim 1978-1986.
Selain kedisiplinan yang tinggi, sir Alex Ferguson juga sosok yang sangat fair. Apakah anda pernah mendengar istilah hair dryer treatment? Itu adalah sesuatu yang paling tidak ingin didengar oleh para pemain Manchester di ruang ganti. Tanpa pandang bulu, Sir Alex Ferguson menyemprotkan keritik keras nan panas di depan muka para pemainnya, saat sang pemain bermain buruk. Andy Cole saat ditanya tentang “hair dryer treatment” ini menjawab. “Jika tim kalah tapi sir Alex yakin kalau kau telah memberikan yang terbaik, hal itu bukan masalah. Tapi bila kau kalah dengan permainan yang jelek, siapkan saja telingamu.” Ujarnya.
Uniknya, walau terkenal dengan Hair dryer treatment. Fergie paham betul, jika orang lain tidak senang dengan kritik. Walaupun terkadang ada orang yang menjadi lebih baik dengan kritik. Ia yakin, sebagian besar menjadi lebih baik dengan semangat.
“There is no room for criticism on the training field. For a player – and for any human being – there is nothing better than hearing ‘Well done’. Those are the two best words ever invented in sports.” –Sir Alex Ferguson-
Selain disiplin, Adil, Sir Alex Ferguson dikenal juga sebagai seorang pekerja keras. “Ketika saya bekerja dengan pemain bintang. Saya katakan kepada mereka, bahwa kerja keras itu adalah sebuah bakat juga. Mereka harus bekerja lebih keras daripada orang lain. Dan jika mereka tidak mampu lagi memberikan kedisiplinan yang kami minta di United. Mereka keluar.” kata Fergie, seperti dikutip dalam theguardian.com.
Spoiler for Menyingkap Visi dan Misi Sir Alex Ferguson:
Ketika Sir Alex Ferguson baru pertama kali menangani Manchester United, dalam konferensi pers pertamanya ia mengatakan bahwa. United akan menggantikan Liverpool sebagai klub inggris paling dominan saat itu.Sesuatu yang sangat tidak mungkin, karena pada musim tersebut Manchester united bermasalah dengan indisipliner pemain, kecanduan alkohol para pemain bintangnya, serta level kebugaran pemain yang “menyedihkan”. Perkataan Fergie yang akan mendominasi jagat persepakbolaan Inggris, terdengar seperti omong kosong belaka. Tapi itulah yang Fergie lihat dimasa yang akan datang. Fergie tahu itu tidak mudah, tapi Fergie yakin visinya sangat mungkin untuk diwujudkan.
Misi yang dijalankan Fergie di musim 1987/1988 adalah dengan menambah amunisi pemain. Steve Bruce, Viv Anderson, Brian McClair dan kiper Jim Leighton pun didatangkan. Dengan tambahan pemain-pemain baru yang tepat dan memang dibutuhkan oleh tim. Ia membawa Manchester ke posisi 2 dibelakang Liverpool yang menjadi juara Liga Inggris musim tersebut. Padahal satu musim sebelumnya, Manchester hampir saja terdegradasi dengan bercokol di posisi 21, sebelum akhirnya merangsek ke posisi 11.
Ditambah dengan menerapkan budaya disiplin dengan dirinya sendiri sebagi panutan (role model) di United. Fergie pun memberantas perilaku kecanduan alkohol para pemain bintangnya. Tidak sampai di situ saja, Fergie pun terus berinovasi tak hanya di dalam, juga di luar lapangan, dengan cara mendatangkan sport scientist, instruktur yoga, sampai ahli mata ke dalam skuad United. Tentu saja tidak secara langsung, namun secara bertahap. Saat ini kondisi Old Traffod jauh berbeda daripada saat pertama kali Fergie datang sebagai manager.
Misi yang dijalankan Fergie di musim 1987/1988 adalah dengan menambah amunisi pemain. Steve Bruce, Viv Anderson, Brian McClair dan kiper Jim Leighton pun didatangkan. Dengan tambahan pemain-pemain baru yang tepat dan memang dibutuhkan oleh tim. Ia membawa Manchester ke posisi 2 dibelakang Liverpool yang menjadi juara Liga Inggris musim tersebut. Padahal satu musim sebelumnya, Manchester hampir saja terdegradasi dengan bercokol di posisi 21, sebelum akhirnya merangsek ke posisi 11.
Ditambah dengan menerapkan budaya disiplin dengan dirinya sendiri sebagi panutan (role model) di United. Fergie pun memberantas perilaku kecanduan alkohol para pemain bintangnya. Tidak sampai di situ saja, Fergie pun terus berinovasi tak hanya di dalam, juga di luar lapangan, dengan cara mendatangkan sport scientist, instruktur yoga, sampai ahli mata ke dalam skuad United. Tentu saja tidak secara langsung, namun secara bertahap. Saat ini kondisi Old Traffod jauh berbeda daripada saat pertama kali Fergie datang sebagai manager.
Spoiler for Mengupas Managemen Sumber Daya ala Sir Alex Ferguson:
Banyak yang menganggap bahwa pria skotlandia ini, adalah sosok yang kaku. Tapi pada dasarnya ia sosok yang inofativ. Sir Alex Ferguson meyakini, bahwa kekuatan managerialnya terletak pada observasi atau pengamatan. “Tidak banyak orang memahami nilai penting melakukan pengamatan. Kini aku sadar bahwa observasi adalah bagian penting dari keahlian manajemenku. Kemampuan untuk melihat sesuatu adalah kunci penting – terutama melihat sesuatu yang kau kira tidak bisa kau lihat. “Kata Ferguson seperti dilansir dalam Harvard Business Review. Oleh sebab itulah manager United terlama ini menempatkan banyak pencari bakat/scout ke seluruh penjuru dunia untuk mendatangkan pemain-pemain muda berbakat ke Manchester United.
Di pertengahan tahun 1990-an, Ferguson menjadi manajer pertama yang memainkan banyak pemain muda pada ajang League Cup yang memang kurang prestisius. Banyak yang merasa kecewa dengan kebijakannya ketika itu. Tapi kini apa yang ia lakukan ternyata juga ditiru oleh sebagian besar manager di liga Inggris. Sistem ini sekarang dikenal dengan sistem rotasi pemain. Sistem ini memberi kesempatan pemain muda/junior dan cadangan untuk merasakan atmosfir kompitisi pertandingan, sekaligus mengistirahatkan pemain inti agar bugar di pertandingan yang lebih penting.
Fergie juga tercatat sebagai manager pertama yang sengaja merekrut empat pemain depan (striker). Hal ini memang bertujuan agar keempatnya selalu berkompetisi untuk menjadi dua yang terbaik. Sehingga mereka siap kapanpun dipasangkan dalam tiap pertandingan. Dan dengan cara inilah, MU meraih Treble Winner di musim 1998-1999. Di sini Ferguson menyadari bahwa kesuksesan adalah kerja teamwork yang solid. Segala potensi sumber daya yang dimilikinya harus digunakan dengan cermat. Ini yang membedakan Fergie dengan kebanyakan manager lainnya, dan menjadi pioner dalam strategi managerial klub sepak bola modern.
Ferguson berkata pada Harvard Business School, bahwa kunci kesuksesannya dalam membangun Manchester United adalah dengan cara membangun sebuh klub. Ia tidak membangun sebuah tim yang hanya mampu survive mengarungi satu musim pertandingan.
“Pikiran pertama yang terlintas di kepala 99% manager baru adalah. Menciptakan sebuah kemenangan dalam pertandingan. Mereka membawa serta pemain berpengalaman ke dalam tim, seringkali pemain yang berasal dari klub yang mereka tangani sebelumnya. Tapi saya pikir hal terpenting adalah membangun struktur sebuah klub sepak bola. Bukan sekedar membangun tim sepak bola. Anda membutuhkan Pondasi (dalam hal ini), dan tak ada hal yang lebih baik daripada memantau seorang pemain muda, dan membuatnya menjadi pemain di skuad utama. Ide dasarnya adalah mengembangkan dan memberikan standar (permainan) yang telah dibangun oleh pemain senior sebelumnya.” Tambah Fergie lagi.
Melalui pemikiran itulah, selama 27 tahun kepemimpinannya di Manchester United, Ia berhasil menangani pemain multi genarasi dalam klub tersebut. Tonggak managerialnya telah melahirkan generasi sepak bola macam Lee Sharpe dan Nicky Butt, sampai Phil Jones di dalam akademi United, bahkan sampai generasi Rooney dan Robin Van Persie, generasi United yang berasal dari luar akademi.
Di pertengahan tahun 1990-an, Ferguson menjadi manajer pertama yang memainkan banyak pemain muda pada ajang League Cup yang memang kurang prestisius. Banyak yang merasa kecewa dengan kebijakannya ketika itu. Tapi kini apa yang ia lakukan ternyata juga ditiru oleh sebagian besar manager di liga Inggris. Sistem ini sekarang dikenal dengan sistem rotasi pemain. Sistem ini memberi kesempatan pemain muda/junior dan cadangan untuk merasakan atmosfir kompitisi pertandingan, sekaligus mengistirahatkan pemain inti agar bugar di pertandingan yang lebih penting.
Fergie juga tercatat sebagai manager pertama yang sengaja merekrut empat pemain depan (striker). Hal ini memang bertujuan agar keempatnya selalu berkompetisi untuk menjadi dua yang terbaik. Sehingga mereka siap kapanpun dipasangkan dalam tiap pertandingan. Dan dengan cara inilah, MU meraih Treble Winner di musim 1998-1999. Di sini Ferguson menyadari bahwa kesuksesan adalah kerja teamwork yang solid. Segala potensi sumber daya yang dimilikinya harus digunakan dengan cermat. Ini yang membedakan Fergie dengan kebanyakan manager lainnya, dan menjadi pioner dalam strategi managerial klub sepak bola modern.
Ferguson berkata pada Harvard Business School, bahwa kunci kesuksesannya dalam membangun Manchester United adalah dengan cara membangun sebuh klub. Ia tidak membangun sebuah tim yang hanya mampu survive mengarungi satu musim pertandingan.
“Pikiran pertama yang terlintas di kepala 99% manager baru adalah. Menciptakan sebuah kemenangan dalam pertandingan. Mereka membawa serta pemain berpengalaman ke dalam tim, seringkali pemain yang berasal dari klub yang mereka tangani sebelumnya. Tapi saya pikir hal terpenting adalah membangun struktur sebuah klub sepak bola. Bukan sekedar membangun tim sepak bola. Anda membutuhkan Pondasi (dalam hal ini), dan tak ada hal yang lebih baik daripada memantau seorang pemain muda, dan membuatnya menjadi pemain di skuad utama. Ide dasarnya adalah mengembangkan dan memberikan standar (permainan) yang telah dibangun oleh pemain senior sebelumnya.” Tambah Fergie lagi.
Melalui pemikiran itulah, selama 27 tahun kepemimpinannya di Manchester United, Ia berhasil menangani pemain multi genarasi dalam klub tersebut. Tonggak managerialnya telah melahirkan generasi sepak bola macam Lee Sharpe dan Nicky Butt, sampai Phil Jones di dalam akademi United, bahkan sampai generasi Rooney dan Robin Van Persie, generasi United yang berasal dari luar akademi.
Spoiler for Kesimpulan:
Kesimpulannya, dari sosok dan sepak terjang Fergie di Manchaster United. Ada banyak pelajaran yang bisa didapatkan. Mengenai Leadership, kita butuh untuk menerapkan dan menumbuhkan kedisiplinan dalam diri. Bersikap adil kepada diri sendiri dan orang lain tanpa pandang bulu. Jika itu salah, cobalah katakan dengan jujur, dan jika itu baik dan benar, berikan pujian yang tidak berlebihan.
Dalam Ilmu Managemen Sumber Daya Manusia, apa yang dilakukan Fergie di United adalah contoh sukses membangun sesuatu dalam jangka panjang. Fergi meletakkan dasar dan filosfi bahwa sesuatu yang besar diciptakan atas pondasi kuat sebuah struktur yang mapan.Ia tidak tergantung dengan Sumber Daya yang berpengalaman saja, namun juga memberi kesempatan bagi talenta-talenta berbakat untuk berkembang dan menjadi bagian dari tim. Ia telah keluar dari paradigma membangun tim untuk tujuan jangka pendek yang seringkali dilakukan kebanyakan manager lainnya. Oleh sebab itu, Sir Alex Ferguson disegani baik oleh kawan maupun Lawan, dan dicintai sekaligus dihormati anak didiknya.
Pada akhirnya, Seorang pemimpin besar yang sesungguhnya adalah sosok yang mampu membentuk persepsi banyak orang – menginspirasi seseorang untuk melakukan hal yang hampir mustahil. Fergie mengingatkan kami kepada sosok inspiratif lainnya, Steve Jobs. Sosok lain yang menginspirasi timnya untuk menciptakan produk yang walaupun kecil, tipis, namun dapat mencuri perhatian insan dengan inovasinya yang luar biasa.
Dalam Ilmu Managemen Sumber Daya Manusia, apa yang dilakukan Fergie di United adalah contoh sukses membangun sesuatu dalam jangka panjang. Fergi meletakkan dasar dan filosfi bahwa sesuatu yang besar diciptakan atas pondasi kuat sebuah struktur yang mapan.Ia tidak tergantung dengan Sumber Daya yang berpengalaman saja, namun juga memberi kesempatan bagi talenta-talenta berbakat untuk berkembang dan menjadi bagian dari tim. Ia telah keluar dari paradigma membangun tim untuk tujuan jangka pendek yang seringkali dilakukan kebanyakan manager lainnya. Oleh sebab itu, Sir Alex Ferguson disegani baik oleh kawan maupun Lawan, dan dicintai sekaligus dihormati anak didiknya.
Pada akhirnya, Seorang pemimpin besar yang sesungguhnya adalah sosok yang mampu membentuk persepsi banyak orang – menginspirasi seseorang untuk melakukan hal yang hampir mustahil. Fergie mengingatkan kami kepada sosok inspiratif lainnya, Steve Jobs. Sosok lain yang menginspirasi timnya untuk menciptakan produk yang walaupun kecil, tipis, namun dapat mencuri perhatian insan dengan inovasinya yang luar biasa.

Terima kasih
Semoga bermanfaat & menginspirasi



Semoga bermanfaat & menginspirasi



Spoiler for Sumber:
malezones.com
0
4.1K
Kutip
22
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya