Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

RajaBolonAvatar border
TS
RajaBolon
Kontrol Lalu Lintas Udara Segera Diambilalih dari Singapura
Pekanbaru - Sebagian wilayah jalur penerbangan baik sipil dan militer di Indonesia masih dibawah kontrol patroli udara Singapura. TNI AU berharap pemerintah Indonesia untuk segera mengambilalih dari negara tetangga tersebut.

Demikian disampaikan, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Ida Bagus Putu Dunia disela-sela peresmian Skadron Udara F16 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (3/12/2014). Dia menjelaskan untuk saat ini sebagian wilayah jalur udara baik sipil dan militer Indonesia masih meminta izin dari Singapura.

"Persoalan ini sebenarnya sudah lama sekali. Misalkan saja kalau pesawat kita dari Pekanbaru ingin ke Natuna Provinsi Kepri saja harus minta izin dari Singapura dulu. Begitu juga untuk penerbangan sipil," kata IB Putu Dunia.

Karenanya, lanjut Marsekal IB Putu Dunia, mengharapkan pemerintah segera mengambilalih pengaturan lalu lintas udara dari Singapura. Karena hal ini adalah menyangkut wilayah keamanan udara di Indonesia.

"Kita punya tugas keamanan hukum wilayah udara. Selama inikan kalau ingin kita bertugas mengamankan wilayah udara ke Natuna itu harus izin Singapura. Kita harus memberi tahu, minta jalan udara ke Singapura. Padahalkan kita bertujuan pengamanan wilayah hukum di Indonesia," kata Marsekal IB Putu Dunia.

Kalau soal lalu lintas udara, kata Marsekal IB Putu Dunia, secara umum tidak ada masalah dengan Singapura. Tapi dari segi pengamanan kedaulautan wilayah hukum Indonesia, terasa rancu kalau untuk penegakan hukum di wilayah Indonesia harus meminta izin lalu lintas udaranya dari Singapura.

"Kita harapkan sesuai dengan UU yang ada di negara kita, tahun 2019 pengaturan lalu lintas udara itu sudah bisa kita ambilalih dari Singapura. Semakin cepat semakin bagus, agar kita lebih mudah melakukan pengamanan kedaulatan udara," kata Marsekal IB Putu Dunia

Untuk mengelola lalu lintas udara, lanjut Marsekal Putu Dunia, tidak akan menjadi persoalan terhadap Singapura. Karena pada prisipnya memiliki tujuan bersama dalam rangka pengamanan wilayah udara.

"Saya kira tak ada masalah kalau kita ambilalih dari Singapura. Karenakan yang akan kita pantau di wilayah kita sendiri," kata Marsekal Putu.

Namun untuk mengambilalih lalu lintas udara itu, katanya, pemerintah harus mempersiapkan fasilitas pendukungnya.

"Tapi bukan berarti kita tidak siap untuk fasilitas pendukung tersebut. Karena untuk mempersiapkan fasilitas itu harus ada komitmen bersama dengan departemen terkait. Kita ajak bersama menyelesai masalah ini," katanya.

"Kalau itu berhasil, maka tugas pokok kita dalam rangka penegakan hukum akan berjalan maksimal. Sekarang inikan banyak pelanggaran udara di tempat kita," kata tutup Marsekal IB Putu Dunia.

http://news.detik.com/read/2014/12/0...dari-singapura

Gw bacanya emosi banget tuh yg gw bold merah! Si Kebo 10 tahun berkuasa ngurusin ginian aja kagak bisa?????? Gile banget TNI AU mau terbang ke daerah NKRI sendiri mesti kudu ijin S'pore emoticon-Cape deeehh

Ternyata ini masalahnya di bidang fasilitas kita yang belum mumpuni. Nah, 10 tahun berkuasa tuh orang kenapa nggak bangun ntu fasilitas??????? Kacauuww juga nihh bemocurut.
0
7.6K
124
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan PolitikKASKUS Official
671.6KThread41.3KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.