Kaskus

News

sidakpendidikanAvatar border
TS
sidakpendidikan
Terkuak Skandal Dinasti Pucuk Pimpinan Poltek Negeri Jember
Terkuak Skandal Dinasti Pucuk Pimpinan Poltek Negeri Jember
Jember, Memalukan dan keterlaluan. Mungkin kalimat itu pantas disematkan untuk kelompok yang haus akan kekuasaan. Pergantian pimpinan yang tak dilakukan secara Demokratis, Adil dan Fair. Seperti yang terjadi di Poltek Negeri Jember, institusi perguruan tinggi yang masih memegang Dinasti Kepemimpinan secara estafet dan telah diatur sedemikian rupa. Proses pemilihan Direktur Politeknik Negeri Jember yang akan berlangsung antara 1-12 Desember 2014 diduga sarat Kolusi Korupsi dan Nipotisme (KKN), dan kepentingan oknum maupun kelompok tertentu, yang bertentangan dengan Ketetapan MPR-RI No, XI/MPR/1998 dan Undang-undang No, 28 Th 1999, Tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari KKN.
Terkuak Skandal Dinasti Pucuk Pimpinan Poltek Negeri JemberDokumen rahasia yang kini telah beredar dan menjadi buah bibir dikalangan mahasiswa serta dosen yang bocor sejak pertengahan November lalu. Dimana dalam dokumen tersebut, tertuang berita acara tentang jabatan Direktur Politeknik Negeri Jember yang sudah tertulis bahwa jabatan Direktur Politeknik Negeri Jember untuk periode 2011-2015 diberikan kepada Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM dan untuk periode berikutnya yaitu periode 2015-2019 jabatan Direktur akan di serahkan kepada Dr. Ir. Bagus Putu Yudhia Kurniawan, MP. Bahkan dalam dokumen yang beredar tersebut sangat jelas tertulis tentang pembagian kekuasaan di lingkungan Politeknik Negeri Jember, jika jabatan Direktur Politeknik Negeri Jember untuk periode 2015-2019 dipegang oleh Dr. Ir. Bagus Putu Yudhia Kurniawan, MP yang saat ini menjadi Pembantu Direktur 1.
Terkuak Skandal Dinasti Pucuk Pimpinan Poltek Negeri JemberDalam dokumen berita acara yang beredar yang juga bermaterai tersebut menggunakan kop resmi Politehnik Negeri Jember dan saksi-saksi dimana Ir. H. Asmuji, MM selaku mantan Direktur Periode 2006-2011 yang sekarang menjadi Direktur Politeknik Banyuwangi sebagai saksi. Dalam dokumen tersebut juga disebut saat membuat yaitu tanggal 1 bulan November 2010, jam dua puluh satu waktu Indonesia barat bertempat dirumah Ir. H. Asmuji, MM, jalan Karimata Jember Jawa Timur. Dr. Ir. H.R. Abdoel Djamali. M.Si selaku ketua Forum Dosen Polije menyatakan bahwa beredarnya dokumen tersebut menunjukkan bahwa kondisi internal Polije sudah tidak sehat dan mirip dengan Kerajaan Dinasti, , “Yang jelas dengan beredarnya dokumen rahasia yang beredar di kalangan civitas akademika sama dengan menunjukkan jika pemilihan Direktur di Poltek selama ini berbau nepotisme dan kolusi untuk kepentingan orang maupun kelompok tertentu,” ujar Djamali dalam siaran persnya. Djamali bersama dengan 11 dosen yang tergabung dalam Forum Dosen Polije menjelaskan bahwa selama ini pihak-pihak yang terlibat dalam dokumen tersebut sudah melakukan pembohongan public, sehingga dirinya meminta kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) serta Menteri Riset dan Dikti untuk mengusut skandal yang ada di Politehnik Negeri Jember. “Dalam menyikapi skandal ini, kami dari Forum Dosen Politeknik Negeri Jember menyatakan sikap bahwa tahapan pemilihan Direktur Politehnik Negeri Jember ini harus disusut sampai tuntas, dan kami tidak memihak kepada calon-calon direktur manapun, namun skandal ini akan kami kawal, sebagai bentuk tanggungjawab moral dan etika profesi,” ujar Djamali. Djamali menegaskan bahwa gerakan yang ia lakukan dengan rekan-rekan dosen yang tergabung dalam Forum Dosen Poltek tidak memihak manapun dan bersikap netral. “ Sekali lagi kami menegaskan bahwa kami tidak memihak manapun. Kami hanya ingin figur pimpian yang amanah, bersih dan profesional. Kami juga tidak menunggangi mahasiswa jika ada gerakan yang serupa maupun aksi akibat bocornya dokumen skandal dinasti pucuk pimpinan di lingkunagn Poltek Jember, “ tegas Djamali. Forum Dosen sendiri menurut Djamali sudah berkirim surat ke Men PAN-RB dan Menristek dan Dikti terkait skandal Kepemimpinan Dinasti ini, dan menurut Djamali, langkah forum dalam mengungkap skandal jabatan di Politehnik Negeri Jember ini mendapat tanggapan dari Kementrian. “Yang jelas bapak menteri sudah merespon surat yang kami kirim, dan akan memprosesnya,” ujar Djamali. “ Dan dalam waktu dekat atau menjelang tahap pemilihan minggu-minggu awal Desember ini pihak Kementrian Riset dan Dikti akan datang ke Jember, “ tutur Djamali. Saat di tanya awak media apakah Menteribisa dipastikan hadir, Djamali tidak bisa memastikan. Umumnya diwakili oleh Dirjen atau utusan Menteri yang mempunyai hak suara sekitar 35% selain Senat 65%. Sementara itu baik Dr. Ir. Bagus Putu Yudhia Kurniawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak diangkat, di sms juga tidak dibalas, sedangkan Ir. Nanang Dwi Wahyono, melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa dirinya berada diluar kota, “Gimana kalau besok saja mas, saya masih diluar kota, dan terima kasih atas perhatiannya,” jawab Ir. Nanang melalui pesan singkatnya.

"akankah politeknik banyuwangi bernasib sama?? mengingat mantan pucuk polije kini menjabat pucuk di poltek banyuwangi"

"silahkan dijabarkan sendiri menurut pendapat agan-agan sekalian.. yang jelas pendidikan termasuk potret perkembangan suatu negara"

Sumber : http://www.lensarakyatnews.com/2014/...inan.html#more
Diubah oleh sidakpendidikan 06-12-2014 00:34
0
6.6K
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.9KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.