Kaskus

Entertainment

vevediasAvatar border
TS
vevedias
4 Kasus Mutilasi WNI di luar negri
4 Kasus Mutilasi WNI di luar negri


Tatamor.Com - Nasib nahas bisa mengancam siapa saja, tidak peduli waktunya, dan siapa mereka, termasuk para warga Indonesia. Tak disangka penduduk negeri ini menjadi korban serentetan pembunuhan brutal di negara lain. Bahkan mayat mereka tak lagi utuh alias sudah dimutilasi.

Dilansir dari pelbagai sumber seperti the Sydney Morning Herald, alih-alih mendapat nasib lebih baik di negeri orang, warga Indonesia ini malah pulang hanya tinggal nama. Terkuak di media setidaknya ada empat kasus mutilasi penduduk negeri ini jadi korban pembunuhan tak wajar.

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya seperti dikutip laman Merdeka.com.

1. Suramlah Nidin

Suramlah Nidin merupakan warga Bondowoso, Jawa Timur. Dia mengadu nasib di Malaysia. Di Negeri Jiran inilah nyawanya melayang di tangan seorang pembunuh hingga saat ini pelaku bahkan tak tertangkap.

Suramlah menjadi korban mutilasi seorang tak diketahui pada 2011. Dia ditemukan tak bernyawa dan tubuhnya terpotong hingga delapan bagian. Di sampin jasad Suramlah ada mayat anak kecil diperkirakan anak perempuan itu.

Hingga kini kasus Suramlah tak ada kejelasan. Keluarganya yakin kasus wanita itu ditutup-tutupi oleh pihak Malaysia.

Seorang wanita Indonesia yang ditemukan dalam kondisi terpotong-potong terbungkus kantong plastik bersama anak kecil di Apartemen Astaria, Taman Kosas, Ampang, Selangor, Malaysia, pada pekan lalu, telah diidentifikasi bernama Suramlah Nidin.
Sebagaimana dilasir New Straits Times, Selasa (9/8/2011), Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia telah mengungkapkan identitas wanita itu setelah melakukan pemeriksaan sidik jari dengan data yang dimilikinya.
Suramlah, 35 th, terdaftar sebagai warga Rukun Tetangga (RT) 011 Rukun Warga (RW) 001 di Desa Sukowono, Kecamatan Pujer, Bundowoso, Jawa Timur, Indonesia.
Juru bicara KBRI, Sastradiredja Suryana, mengatakan bahwa dilihat dari RT dan RW, maka diklasifikasikan untuk wilayah di Indonesia.
"Kami berharap polisi akan mampu mengungkap motif pembunuhan dan memecahkan kasus ini segera. Kami akan memberikan bantuan apa pun yang diperlukan," kata Suryana.
Catatan kepolisian setempat menunjukkan bahwa Suramlah pernah dideportasi pada 2008 setelah ditangkap di Kajang, karena tidak memiliki surat-surat identifikasi yang resmi sebagai pekerja. Bagaimana dan kapan dia kembali ke Malaysia, sampai saat ini masih diselidiki oleh polisi.
Pihak berwenang yakin bahwa tubuh anak laki-laki berusia 5 tahun, yang juga ditemukan dalam unit apartemen, adalah anak Suramlah. Namun, mereka belum bisa memberikan identitas anak Suramlah tersebut.
Dalam sebuah operasi, kepolisian setempat telah menangkap delapan pekerja asal Bangladesh dan menyita pisau dari salah satu tersangka. Dan seorang tersangka juga diyakini memiliki hubungan asmara dengan Suramlah.
Kepala polisi Selangor, Datuk Tun Hisan Tun Hamzah, mengatakan Suramlah dilaporkan hilang pada 29 Juli. Mengenaskan, ia bersama anaknya yang masih berusia 5 tahun justru ditemukan dalam kondisi tubuh telah terpotong-potong di sebuah ruangan yang ditinggalinya di lantai lima, blok Chryssa, pada 3 Agustus 2011, lalu.
Laporan orang hilang itu disampaikan oleh suami Suramlah, Sabahan (29 th), suami yang menikahinya pada 2005. Dia sempat dimintai keterangan oleh polisi pada Senin, setelah mengidentifikasi istri dan anak kandungnya.
Penemuan mengerikan itu terjadi saat Rita, seorang petugas kebersihan asal Indonesia tersandung potongan sisa-sisa tubuh wanita dan anak di sebuah kompleks apartemen. Rita mengaku telah merasakan sesuatu yang tidak beres sebelum tersandung pada mayat tak utuh tersebut. "Pintu ruangan ditutup pada Senin dan Selasa, dan segalanya tampak baik-baik," ujarnya.
Tapi hari berikutnya, ia melihat pintu terbuka dan bau mengerikan itu berasal dari ruang itu. "Itu adalah perasaan aneh, tapi aku langsung pergi. Ketika saya masuk toilet, aku melihat sebuah sarung bantal yang telah terbungkus di kursi toilet."
"Ada belatung di atasnya dan kemudian saya melihat kaki di sampingnya."
Tun Hisan mengatakan polisi menemukan sebuah palu di tempat tinggal pelaku, yang diyakini menjadi senjata pembunuhan.
Delapan warga Bangladesh yang berusia antara 26 hingga 38 tahun, ditangkap dan akan menjalani investigasi lanjutan hingga 13 Agustus 2011. Mereka juga tinggal di lantai lima blok yang sama dengan Suramlah.[/SPOILER]

2. Sumarti Ningsih

Seorang warga Indonesia bernama Sumarti Ningsih menjadi korban mutilasi oleh lelaki asal Inggris bernama Rurik Jutting. Peristiwa ini terjadi di wilayah Administratif Hong Kong, China, kemarin setelah perayaan kebangkitan arwah atau Halloween.

Saat ditemukan Sumarti bahkan diperkirakan sudah tewas lima hari lalu. Dia datang ke Hong Kong awalnya ingin bekerja namun malah nyasar jadi pramuria. Mayat wanita itu dimasukkan ke dalam koper.

Diperkirakan Sumarti tewas setelah pesta seks dengan Jutting.

Spoiler for berita selengkapnya:


3. TKW Indonesia tak dikenal dimutilasi di Arab Saudi
Warga negara Indonesia tidak dilansir namanya juga menjadi korban mutilasi di Arab Saudi. Peristiwa ini terjadi empat tahun lalu. Pelaku bernama Mustafa Al Asili bahkan sudah dimaafkan oleh keluarga korban yang diberi uang ganti rugi setara Rp 600 juta.

WNI ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tak disebutkan bagaimana Al Asili membunuhnya dan di wilayah mana serta motifnya. Kasus ini baru selesai Mei dan sudah tutup buku.

Spoiler for berita selengkapnya :




Quote:
0
2.9K
7
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.