- Beranda
- Lounge Pictures
Anak-anak Tak Punya Properti di Negeri Sendiri
...
TS
propertidata
Anak-anak Tak Punya Properti di Negeri Sendiri
misi momod dan mimin numpang share ya

Kenalin ane nubie yang lagi menggali ilmu di bidang properti

Ane sendiri merupakan pemain baru di lingkup properti nih, ngeliat keuntungan yang menggiurkan dan prospek ke depannya yang cerah. Apalagi didukung dengan adanya AFTA atau pasar bebas di ASIA mulai tahun depan, tapi ini juga jadi kekhawatiran utama kita sebagai pengembang baru yang bermodal kecil.
kenapa khawatir ? ya karena pasti pasar kita akan digempur oleh PMA yang punya experience lebih di bidang properti itu sendiri gan.
Anak-anak kita yang bingung mendapatkan properti di era mereka dewasa

bisa bayangin ga sih gan nanti anak2 kita yang gak punya lahan untuk digarap jadi properti mereka dan berakhir seperti warga Singapura yang belakangan ini kesulitan membeli tanah di negaranya sendiri

Menurut agan gimana?
berikut artikelnya :
Pembangunan kian marak dilakukan di Indonesia, baik oleh pengembang lokal maupun asing. Hal tersebut dinilai berbahaya jika tidak disertai peraturan jelas.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiland, Hendro S. Gondokusumo. Menurut dia, Pemerintah Indonesia tetap harus memberi batasan kepada pengembang asing dalam membangun properti di Indonesia.
Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan ketersediaan properti bagi generasi mendatang.
“Jangan sampai nanti anak kita nggak bisa beli properti di negeri sendiri,” tutup Hendro.
Hendro mencontohkan, seperti di Australia, saat ini sudah diberlakukan peraturan bahwa properti harus dijual ke penduduk asli. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat Australia tetap memiliki properti di negaranya.
Dilirik Asing
Saat ini, pengembang asing dari negara tetangga, misalnya Singapura dan Australia, mulai berkolaborasi dengan pengembang lokal. Meski begitu, menurut Hendro, bukan pengembang lokal menggandeng mereka, melainkan mereka yang mendekati pengembang lokal.
“Ekonomi kita (Indonesia) lagi bagus. Mereka (pengembang luar) mencari kita,” kata Hendro.
sumber : sumber berita
jangan lupa kasih
kalo menurut ente ini penting untuk kita perhatikan
mungkin ada pembatasan UU ataupun persentase lahan hijau di maisng-masing kota

Kenalin ane nubie yang lagi menggali ilmu di bidang properti

Ane sendiri merupakan pemain baru di lingkup properti nih, ngeliat keuntungan yang menggiurkan dan prospek ke depannya yang cerah. Apalagi didukung dengan adanya AFTA atau pasar bebas di ASIA mulai tahun depan, tapi ini juga jadi kekhawatiran utama kita sebagai pengembang baru yang bermodal kecil.
kenapa khawatir ? ya karena pasti pasar kita akan digempur oleh PMA yang punya experience lebih di bidang properti itu sendiri gan.
Anak-anak kita yang bingung mendapatkan properti di era mereka dewasa

bisa bayangin ga sih gan nanti anak2 kita yang gak punya lahan untuk digarap jadi properti mereka dan berakhir seperti warga Singapura yang belakangan ini kesulitan membeli tanah di negaranya sendiri

Menurut agan gimana?
berikut artikelnya :
Pembangunan kian marak dilakukan di Indonesia, baik oleh pengembang lokal maupun asing. Hal tersebut dinilai berbahaya jika tidak disertai peraturan jelas.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiland, Hendro S. Gondokusumo. Menurut dia, Pemerintah Indonesia tetap harus memberi batasan kepada pengembang asing dalam membangun properti di Indonesia.
Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan ketersediaan properti bagi generasi mendatang.
“Jangan sampai nanti anak kita nggak bisa beli properti di negeri sendiri,” tutup Hendro.
Hendro mencontohkan, seperti di Australia, saat ini sudah diberlakukan peraturan bahwa properti harus dijual ke penduduk asli. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat Australia tetap memiliki properti di negaranya.
Dilirik Asing
Saat ini, pengembang asing dari negara tetangga, misalnya Singapura dan Australia, mulai berkolaborasi dengan pengembang lokal. Meski begitu, menurut Hendro, bukan pengembang lokal menggandeng mereka, melainkan mereka yang mendekati pengembang lokal.
“Ekonomi kita (Indonesia) lagi bagus. Mereka (pengembang luar) mencari kita,” kata Hendro.
sumber : sumber berita
jangan lupa kasih

kalo menurut ente ini penting untuk kita perhatikan
mungkin ada pembatasan UU ataupun persentase lahan hijau di maisng-masing kota 0
2K
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Lounge Pictures
69.1KThread•15.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya