- Beranda
- Perencanaan Keuangan
BUKU TENTANG DINAR EMAS
...
TS
the.stats
BUKU TENTANG DINAR EMAS
Halo gan akhirnya postingan ane tentang emas yang berjudul SIAPA BILANG HARGA EMAS NGGAK BISA TURUN ane jadiin buku, yang bisa agan download di website ane .

Sebuah Buku yang akan merubah pandangan anda tentang emas, ternyata emas tidak seajaib yang kita duga. Emas ternyata tidak mampu menyelamatkan masyarakat dari Inflasi.
Harga emas ternyata berfluktuasi mengalami naik-turun secara drastis. Dari tahun 2011 sampai dengan 2014 harga emas telah mengalami penurunan sebesar 30% sehingga pandangan bahwa harga emas tidak bisa turun adalah pandangan yang keliru dan tidak sesuai fakta.
Emas bukanlah instrument investasi melainkan instrument spekulasi karena membeli emas tidak mendatangkan profit melainkan gain, dimana gain yang diperoleh sangat tergantung dari fluktuasi harga emas.
Ide bahwa uang harus memiliki nilai instristik setara nominalnya tidaklah masuk akal karena jika hal itu dilakukan maka kita harus menggunakan uang logam dalam kehidupan sehari-hari. Dapat anda bayangkan repotnya kita jika harus menggunakan uang logam dalam kehidupan sehari-hari.
Koin emas rawan pemalsuan dan prosedur untuk mengetahui kemurnian uang emas begitu sulit tidak semudah seperti uang kertas yang cukup diraba, dilihat, diterawang. Untuk mengetahui kemurnian uang emas pemilik harus menggunakan timbangan emas sedangkan uang kertas hanya perlu menggunakan sinar ultraviolet.
Ide bahwa uang kertas harus dijamin dengan emas tidaklah masuk akal bagi negara yang tidak memiliki cadangan emas dan kekayaan alam, mau tidak mau mereka harus meminjam emas kepada pihak lain.
Uang kertas tidak harus dijamin dengan emas karena dijamin oleh fungsi adminsitrasi, regulasi dan keamanan yang diberikan oleh penguasa, dimana ketiga fungsi itu lebih penting dan dibutuhkan masyarakat daripada emas. Masyarakat mampu bertahan tanpa emas tetapi masyarakat tidak mamupu berjalan tanpa adanya administrasi, regulasi dan keamana yang diberikan penguasa.
Realisasi penggunaan standar emas tidaklah realistis karena akan menyebakan naikknya harga emas secara drastiS, hal tersebut akan menciptkan ketidak adilan ekonomi di masyarakat, dimana hanya akan menguntungkan pemilik emas.
Uang berstandar emas tidak tahan inflasi, hal ini terbukti pada Dollar Amerika yang mengalami inflasi ketika menggunakan standar emas dari tahun 1900 sampai dengan 1933, bahkan Dollar Amerika mengalami penurunan nilai lebih dari 100 %.
Penggunaan uang logam baik emas maupun perak akan menyebabkan deflasi karena uang logam sulit diproduksi. Produksi uang logam tidak akan mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi yang terjadi , dimana pertambahan barang jauh lebih banyak disbanding pertambahan uang logam, sehingga sesuai Teori Kuantitas Moneter akan terjadi deflasi.
Semasa Dollar Amerika menggunakan standar emas dari tahun 1900 s/d 1933 , Dollar Amerika bukan hanya mengalami inflasi tetapi juga deflasi, menunjukkan ketidakstabilan ekonomi amerika.
Teori Kuatitas Moneter mengatakan semakin banyak jumlah uang beredar akan menyebabkan harga barang semakin naik, jika tidak dibarengi dengan pertambahan jumlah barang.
Sebaliknya semakin banyak jumlah barang yang tersedia akan menyebabkan harga barang turun, jika tidak dibarengi dengan pertambahan jumlah uang beredar.
Pada kenyataannya di dunia ini masyarakat terus berkembang, teknologi semakin maju & manusia semakin terampil melakukan pekerjaan mereka, membuat manusia semakin produktif, kita mampu memproduksi barang semakin banyak dan semakin cepat. Sehingga penambahan jumlah uang beredar mutlak dilakukan untuk menghindari deflasi, dan cara terbaik adalah dengan menggunakan uang kertas.
JIka manusia menggunakan uang logam , maka penambahan jumlah uang beredar akan sulit dikarenakan biaya produksi uang logam cukup besar, sehingga dalam masyarkat yang berkembang penggunaan uang logam akan menyebabkan deflasi.
Manusia sudah mampu membuat peralatan dari logam sejak 8000 tahun lalu tetapi baru bisa menemukan kertas 1800 tahun lalu oleh Bangsa Cina, Pada abad ke-11 Bangsa Cina adalah bangsa pertama yang menggunakan uang kertas sebagai alat tukar , bangsa Eropa baru menggunakan uang kertas pada abad ke-17 dengan diterbitkannya uang kertas oleh Sweden Banco. Sehingga perlu kita pertanyaakan kembali bahwa Kekhalifahan menggunakan emas karena factor keadilan adatau karena factor teknologi.
Apakah tepat mengukur inflasi hanya berpatokan pada harga kambing, apakah ada biro statistic di dunia yang mengukur inflasi hanya berpatokan dengan harga kambing, BPS sebagai biro statistic yang menghitung inflasi di Indonesia menggunakan lebih dari 200 jenis barang-barang pokok sebagai patokan menghitung inflasi.
Inflasi merugikan banyak pihak, pada kenyatannya inflasi tidak hanya disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah uang beredar tetapi juga oleh kelangkaan barang, peningkatan permintaan, fluktuasi valas dan keinginan pedagang untuk meningkatkan keuntungan.
Sehingga solusi untuk memperkecil inflasi bukan cuma dengan menghindari penggunaan uang kertas dan menggunakan uang logam, masih banyak cara untuk memperkecil inflasi seperti pemnghematan pemerintah, pengendalian harga pangan, dan stabilisasi nilai tukar, sesuatu yang jauh lebih realistis untuk dijalankan.
Semua negara didunia ini menggunakan uang kertas , akan tetapi tidak semua negara mengalami hiperinflasi, bahkan ada beberapa negara yang mengalami deflasi.
Membeli emas tidak dapat dikategorikan sebagai investasi menurut ilmu ekonomi karena membeli emas tidak mendatangkan profit melainkan gain. Dimana gain yang diperoleh sangat tergantung kepada fluktuasi harga emas.
Membeli emas tidak memberikan benefit kepada masyarakat karena tidak ada penambahan kualitas dan kuantitas yang kita berikan kepada masyarakat, berbeda dengan usaha pembuatan perhiasan emas, usaha pembuatan kain, usaha ternak kambing.
Pada kenyataannya uang kertas bisa stabil terhadap fluktuasi valas tanpa harus menggunakan standar emas, seperti yang dilakukan pemerintah Cina terhadap Yuan dengan penggunaan sistem kurs tetap (fixed rate system).
Uang berstandar emas ternyata tidak tahan terhadap bubble ekonomi apalagi terhadap krisis ekonomi, hal ini dibuktikan dengan terjadinya bubble pasar saham di Amerika pada tahun 1929, bubble pasar saham tersebut akhirnya membawa amerika kedalam jurang krisis ekonomi terparah sepanjang sejarah amerika yang dikenal sebagai Great Depresion
Jangankan uang berstandar emas, uang emas dan uang perak pun ternyata tidak mampu membuat masyarakat terhindar dari bubble ekonomi apalagi krisis ekonomi. Hal ini terbukti dengan terjadinya Bubble Tulip di Belanda, dimana harga bunga tulip naik 300% dalam waktu 1 bulan. Bubble bunga Tuli yang dikenal sebagai Tulipmania akhirnya membawa Belanda kedalam krisis ekonomi selama beberapa tahun.
Uang emas dan perak ternyata tidak mampu membuat spanyol terhindar dari inflasi, bahkan jumlah uang perak berlimpah yang diperoleh Spanyol dari dunia baru ternyata sebagai penyebab utama deflasi. membanjirnya jumlah uang perak membuat Spanyol konsumtif dilain pihak industry dalam negeri mereka tidak berkembang, hal inilah yang membuat ekonomi Spanyol mengalami kemunduran.
Dalam Al-quran ternyata tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan keutamaan emas dan perak bagi umat manusia di dunia ini, bahkan lebih menunjukkan penyalahgunaan emas oleh manusia. Dilain pihak Al-quran justru menunjukkan pentingnya logam lain yaitu besi dimana Al-Qur’an menyebutkan bahwa besi mengandung kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat manusia.

Sebuah Buku yang akan merubah pandangan anda tentang emas, ternyata emas tidak seajaib yang kita duga. Emas ternyata tidak mampu menyelamatkan masyarakat dari Inflasi.
Harga emas ternyata berfluktuasi mengalami naik-turun secara drastis. Dari tahun 2011 sampai dengan 2014 harga emas telah mengalami penurunan sebesar 30% sehingga pandangan bahwa harga emas tidak bisa turun adalah pandangan yang keliru dan tidak sesuai fakta.
Emas bukanlah instrument investasi melainkan instrument spekulasi karena membeli emas tidak mendatangkan profit melainkan gain, dimana gain yang diperoleh sangat tergantung dari fluktuasi harga emas.
Ide bahwa uang harus memiliki nilai instristik setara nominalnya tidaklah masuk akal karena jika hal itu dilakukan maka kita harus menggunakan uang logam dalam kehidupan sehari-hari. Dapat anda bayangkan repotnya kita jika harus menggunakan uang logam dalam kehidupan sehari-hari.
Koin emas rawan pemalsuan dan prosedur untuk mengetahui kemurnian uang emas begitu sulit tidak semudah seperti uang kertas yang cukup diraba, dilihat, diterawang. Untuk mengetahui kemurnian uang emas pemilik harus menggunakan timbangan emas sedangkan uang kertas hanya perlu menggunakan sinar ultraviolet.
Ide bahwa uang kertas harus dijamin dengan emas tidaklah masuk akal bagi negara yang tidak memiliki cadangan emas dan kekayaan alam, mau tidak mau mereka harus meminjam emas kepada pihak lain.
Uang kertas tidak harus dijamin dengan emas karena dijamin oleh fungsi adminsitrasi, regulasi dan keamanan yang diberikan oleh penguasa, dimana ketiga fungsi itu lebih penting dan dibutuhkan masyarakat daripada emas. Masyarakat mampu bertahan tanpa emas tetapi masyarakat tidak mamupu berjalan tanpa adanya administrasi, regulasi dan keamana yang diberikan penguasa.
Realisasi penggunaan standar emas tidaklah realistis karena akan menyebakan naikknya harga emas secara drastiS, hal tersebut akan menciptkan ketidak adilan ekonomi di masyarakat, dimana hanya akan menguntungkan pemilik emas.
Uang berstandar emas tidak tahan inflasi, hal ini terbukti pada Dollar Amerika yang mengalami inflasi ketika menggunakan standar emas dari tahun 1900 sampai dengan 1933, bahkan Dollar Amerika mengalami penurunan nilai lebih dari 100 %.
Penggunaan uang logam baik emas maupun perak akan menyebabkan deflasi karena uang logam sulit diproduksi. Produksi uang logam tidak akan mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi yang terjadi , dimana pertambahan barang jauh lebih banyak disbanding pertambahan uang logam, sehingga sesuai Teori Kuantitas Moneter akan terjadi deflasi.
Semasa Dollar Amerika menggunakan standar emas dari tahun 1900 s/d 1933 , Dollar Amerika bukan hanya mengalami inflasi tetapi juga deflasi, menunjukkan ketidakstabilan ekonomi amerika.
Teori Kuatitas Moneter mengatakan semakin banyak jumlah uang beredar akan menyebabkan harga barang semakin naik, jika tidak dibarengi dengan pertambahan jumlah barang.
Sebaliknya semakin banyak jumlah barang yang tersedia akan menyebabkan harga barang turun, jika tidak dibarengi dengan pertambahan jumlah uang beredar.
Pada kenyataannya di dunia ini masyarakat terus berkembang, teknologi semakin maju & manusia semakin terampil melakukan pekerjaan mereka, membuat manusia semakin produktif, kita mampu memproduksi barang semakin banyak dan semakin cepat. Sehingga penambahan jumlah uang beredar mutlak dilakukan untuk menghindari deflasi, dan cara terbaik adalah dengan menggunakan uang kertas.
JIka manusia menggunakan uang logam , maka penambahan jumlah uang beredar akan sulit dikarenakan biaya produksi uang logam cukup besar, sehingga dalam masyarkat yang berkembang penggunaan uang logam akan menyebabkan deflasi.
Manusia sudah mampu membuat peralatan dari logam sejak 8000 tahun lalu tetapi baru bisa menemukan kertas 1800 tahun lalu oleh Bangsa Cina, Pada abad ke-11 Bangsa Cina adalah bangsa pertama yang menggunakan uang kertas sebagai alat tukar , bangsa Eropa baru menggunakan uang kertas pada abad ke-17 dengan diterbitkannya uang kertas oleh Sweden Banco. Sehingga perlu kita pertanyaakan kembali bahwa Kekhalifahan menggunakan emas karena factor keadilan adatau karena factor teknologi.
Apakah tepat mengukur inflasi hanya berpatokan pada harga kambing, apakah ada biro statistic di dunia yang mengukur inflasi hanya berpatokan dengan harga kambing, BPS sebagai biro statistic yang menghitung inflasi di Indonesia menggunakan lebih dari 200 jenis barang-barang pokok sebagai patokan menghitung inflasi.
Inflasi merugikan banyak pihak, pada kenyatannya inflasi tidak hanya disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah uang beredar tetapi juga oleh kelangkaan barang, peningkatan permintaan, fluktuasi valas dan keinginan pedagang untuk meningkatkan keuntungan.
Sehingga solusi untuk memperkecil inflasi bukan cuma dengan menghindari penggunaan uang kertas dan menggunakan uang logam, masih banyak cara untuk memperkecil inflasi seperti pemnghematan pemerintah, pengendalian harga pangan, dan stabilisasi nilai tukar, sesuatu yang jauh lebih realistis untuk dijalankan.
Semua negara didunia ini menggunakan uang kertas , akan tetapi tidak semua negara mengalami hiperinflasi, bahkan ada beberapa negara yang mengalami deflasi.
Membeli emas tidak dapat dikategorikan sebagai investasi menurut ilmu ekonomi karena membeli emas tidak mendatangkan profit melainkan gain. Dimana gain yang diperoleh sangat tergantung kepada fluktuasi harga emas.
Membeli emas tidak memberikan benefit kepada masyarakat karena tidak ada penambahan kualitas dan kuantitas yang kita berikan kepada masyarakat, berbeda dengan usaha pembuatan perhiasan emas, usaha pembuatan kain, usaha ternak kambing.
Pada kenyataannya uang kertas bisa stabil terhadap fluktuasi valas tanpa harus menggunakan standar emas, seperti yang dilakukan pemerintah Cina terhadap Yuan dengan penggunaan sistem kurs tetap (fixed rate system).
Uang berstandar emas ternyata tidak tahan terhadap bubble ekonomi apalagi terhadap krisis ekonomi, hal ini dibuktikan dengan terjadinya bubble pasar saham di Amerika pada tahun 1929, bubble pasar saham tersebut akhirnya membawa amerika kedalam jurang krisis ekonomi terparah sepanjang sejarah amerika yang dikenal sebagai Great Depresion
Jangankan uang berstandar emas, uang emas dan uang perak pun ternyata tidak mampu membuat masyarakat terhindar dari bubble ekonomi apalagi krisis ekonomi. Hal ini terbukti dengan terjadinya Bubble Tulip di Belanda, dimana harga bunga tulip naik 300% dalam waktu 1 bulan. Bubble bunga Tuli yang dikenal sebagai Tulipmania akhirnya membawa Belanda kedalam krisis ekonomi selama beberapa tahun.
Uang emas dan perak ternyata tidak mampu membuat spanyol terhindar dari inflasi, bahkan jumlah uang perak berlimpah yang diperoleh Spanyol dari dunia baru ternyata sebagai penyebab utama deflasi. membanjirnya jumlah uang perak membuat Spanyol konsumtif dilain pihak industry dalam negeri mereka tidak berkembang, hal inilah yang membuat ekonomi Spanyol mengalami kemunduran.
Dalam Al-quran ternyata tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan keutamaan emas dan perak bagi umat manusia di dunia ini, bahkan lebih menunjukkan penyalahgunaan emas oleh manusia. Dilain pihak Al-quran justru menunjukkan pentingnya logam lain yaitu besi dimana Al-Qur’an menyebutkan bahwa besi mengandung kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat manusia.
Diubah oleh the.stats 15-10-2014 16:26
fransmzh memberi reputasi
1
1.5K
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Perencanaan Keuangan
9.4KThread•8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya