- Beranda
- The Lounge
Pernah Main Layangan? Tau Fakta-Fakta Tentang Ini Gan?
...
TS
darknight27
Pernah Main Layangan? Tau Fakta-Fakta Tentang Ini Gan?


Quote:
Spoiler for No Repost:
Quote:
"Layang-layang atau layangan merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Tapi tahukah Agan fakta-fakta berikut ini?"

Spoiler for Fakta 1:
Quote:

1. Fakta Layangan Tertua di Dunia
Tahukah Anda bahwa sampai sekitar tahun 1997, Cina merupakan negara penemu layang-layang yang pertama di dunia. Layang-layang milik Cina tersebut diperkirakan sudah ada di Cina sejak 2.800 tahun lalu. Layang-layang Cina ini terbuat dari sutra dan bambu emas sebagai rangkanya.
Namun, di tahun 1997, seorang pecinta sekaligus ahli layang-layang berkebangsaan Jerman menyatakan bahwa Kaghati adalah layang-layang pertama di dunia.
Spoiler for Layang-Layang Kaghati:

Berawal dari festival layang-layang internasional Berck sur Mer yang diselenggarakan di Perancis tahun 1997, Wolfgang Bieck tertarik pada layang-layang dari Indonesia. Layang-layang ini dibuat hanya dari daun, dan pada festival tersebut Kaghati mengalahkan layang-layang dari Jerman serta meraih juara pertama. Karena ketertarikannya pada Kaghati, Wolfgang akhirnya datang ke Pulau Muna, Sulawesi Tenggara untuk mempelajari lebih dalam tentang layang-layang tradisional ini. Pada kesempatan ini, Wolfgang kemudian diajak oleh seorang pecinta layang-layang dari Muna untuk melihat sebuah lukisan yang ada di dalam dinding Gua Sugi Patani, yang ada di Desa Liangkobori, Muna. Di dinding gua tersebut terdapat sebuah coretan yang menggambarkan seseorang yang sedang menerbangkan layang-layang. Dari sinilah kemudian penelitian Wolfgang dimulai. Setelah melalui beberapa tahapan penelitian, diperoleh hasil bahwa coretan di dinding gua tersebut dibuat sekitar jaman Epi-Paleolithic (periode Mesolitik), atau sekitar 9.000-5.000 tahun sebelum masehi.
Spoiler for Gua Sugi Patani:
Dari hasil penelitian inilah, Wolfgang kemudian menyatakan bahwa Kaghati dari Muna, Sulawesi Tenggara adalah layang-layang yang pertama kali diterbangkan oleh manusia. Perjalanan penelitian tersebut kemudian ditulis oleh Wolfgang, dan diterbitkan di sebuah majalah di Jerman pada tahun 2003 dengan judul “The First Kitman”.
Sayangnya, belum ada rekaman sejarah yang lengkap dari Kaghati yang ditemukan, agar Kaghati bisa tercatat sebagai layang-layang pertama di dunia.

Spoiler for Fakta 2:
Quote:

2. Di Indonesia Ada Museum Layang-Layang
Spoiler for Museum Layang-Layang Indonesia:
Di Indonesia sendiri telah berdiri Museum Layang-layang Indonesia yang dibuka sejak 21 Maret 2003 lalu. Ada sekitar 350 layang-layang koleksi dari sejumlah negara di dunia, termasuk layang-layang khas daerah Indonesia. Adalah, Endang W Puspoyo yang memprakarsai hadirnya museum ini. Ia yang juga dikenal sebagai ahli kecantikan ini menghibahkan sebidang tanahnya untuk para pencinta layang-layang.
Beragam layang-layang dalam aneka ragam dan bentuk disusun dengan rapi di museum yang terletak di di Jalan H Kamang No 38, Pondok Labu, Jakarta ini. Bentuk dari masing-masing layang-layang ini unik. Karena ada layang-layang yang terbuat dari daun, ada berbentuk capung, delman berikut kudanya, naga, ikan. Bahkan terdapat juga layang-layang berbentuk Harry Potter. Beberapa layang-layangukurannya sedemikian besar sehingga untuk menaikkannya harus dilakukan oleh beberapa orang. Ada juga layang-layang yang amat kecil, terbuat dari kain sutera buatan RRC.
Spoiler for Layang-Layang Delman di Museum:


Spoiler for Fakta 3:
Quote:

3. Layang-Layang Sebagai Energi Alternatif di Masa Depan
Ternyata layang-layang tak melulu hanya dijadikan sebagai alat permainan. Beberapa ahli mulai melirik layang-layang sebagai energi alternatif di masa depan. "Ini lebih sederhana dari turbin angin yang membutuhkan begitu banyak materi," jelas pakar energi Moritz Diehl dari Catholic University di Leuven, Belgia. "Dengan menghemat materi, artinya lebih ekonomis". Biaya yang diperlukan membuat pembangkit listrik dari layang-layang hanya seperempat dari kincir angin.
Faktor utama dalam memanfaatkan angin sebagai energi adalah mengetahui apakah tekanannya akan memperkuat kecepatan objek yang bergerak relatif bersamanya. Untuk alasan ini, kincir angin memang menghasilkan tekanan lebih kuat, yakni 8-10 kali lipat kecepatan angin. Sedangkan layang-layang mampu menghasilkan energi yang sama kuat dengan tekanan angin jika tidak didukung struktur khusus. Ini disebabkan layang-layang memancarkan tekanan melalui jalurnya langsung. Kecepatan itu juga sangat tergantung pada kecepatan angin. Diehl bersama timnya telah melakukan pemodelan pembangkit listrik tenaga layang-layang dan terbukti pembangkit ini cukup andal.
Dengan terus menerus memompa sebuah layang-layang, Diehl dan kawan-kawannya berhasil menghasilkan listrik sebesar 5 megawat dari layang-layang seluas 500 meter persegi dengan panjang tali 1,3 kilometer. Selain hemat biaya, menurut Dhiel, layang-layang bisa menjangkau ketinggian lebih tinggi daripada kincir angin. Makin tinggi lokasinya, makin besar pula tekanan anginnya dan makin besar energi yang dihasilkan.
Spoiler for Layang-Layang Sebagai Sumber Energi:

Sementara itu tim ilmuwan dari Delft University of Technology di Belanda juga menciptakan ide serupa. Hanya mereka menerbangkan sejumlah besar layang-layang sekaligus dalam satu jalur seluas 10 kilometer di angkasa. Sistem ini sama kinerjanya dengan roda air. Sistem yang dinamakan Laddermill ini mampu menghasilkan listrik sebesar 100 megawat.
Semua ide tersebut memang cukup cemerlang, hanya tak semudah itu untuk mengomerslkannya. Masih ada beberapa kelemahan, seperti layang-layang bersifat tidak stabil. "Layang-layangnya kelamaan akan berukuran tambah besar dan banyak, dan bisa menelurkan masalah kebutuhan materi dan daya tahan," komentar Bernhard Hoffschmidt dari Solar-Institute Jülich di Aachen University in Germany.

Spoiler for Fakta 4:
Quote:

4. Layang-Layang Terbesar di Dunia
Pada International Kite Festival 2013 salah satu peserta menjadi pemegang Guinness World Record untuk layang-layang terbesar di dunia, bendera Kuwait 3D yang seukuran dengan kolam renang untuk olimpiade. Ketika diletakkan di tanah layang-layang ini berukuran 42m x 25m dan memiliki luas sekitar 1.019 meter persegi. Layang-layang yang luar biasa ini dibuat oleh keluarga Al Farsi dari Kuwait.
Spoiler for Layang-Layang Terbesar di Dunia:



Quote:
Quote:

0
3.5K
Kutip
24
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya