Quote:
Presiden Terpilih Joko Widodo punya
penilaian tersendiri soal gagalnya Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) beserta para mitra koalisi
dalam mendapat kursi pimpinan DPR yang baru.
Menurut Jokowi, situasi ini terkait dengan sikap dia dan
PDIP untuk tidak mau bagi-bagi jatah menteri dengan
Koalisi Merah Putih (KMP), yang menguasai pimpinan
parlemen.
Namun, Jokowi mengaku PDIP tak menyesali kondisi
ini. Sejak awal, lanjut Jokowi, pilihan politik PDIP
memang tak ingin membagi 16 kursi menteri dari
parpol kepada kepada partai anggota KMP.
"Kalau kemaren bagi-bagi kursi, ya sudah menang
(kursi ketua DPR RI). Kamu tidak nangkep saja dari
kemaren," kata Jokowi kepada wartawan saat perjalan
dari Balai Kota Jakarta ke Masjid Sunda Kelapa, Jakarta
Pusat, Jumat 3 Oktober 2014.
Meski demikian, Jokowi mengaku belum bisa
memastikan apakah PDIP akan menutup koalisi dengan
KMP atau tidak. Karena menurut dia, situasi politik saat
ini sangat cepat berubah dan tidak bisa diprediksi
secara matang.
"Dalam politik itu setiap hari bisa berubah, setiap
minggu bisa berubah, setiap detik bisa berubah," terang
dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil keputusan rapat
paripurna pemilihan pimpinan di DPR RI kursi Ketua
DPR RI ditempati oleh politisi Partai Golkar, Setya
Novanto.
Kemudian Lima Wakil Ketua dijabat politikus dari
partai anggota Koalisi Merah Putih, yakni Fadli Zon
dari Partai Gerindra, Fahri Hamzah dari PKS, Taufik
Kurniawan dari PAN, dan Agus Hermanto dari Partai
Demokrat.
Dengan demikian, kursi pimpinan di DPR RI itu, saat ini
disapu bersih oleh Koalisi Merah Putih (KMP), sebagai
pemenang pemilu legislatif PDIP tidak mendapatkan
kursi pimpinan dewan sama sekali.
sumber