Kaskus

News

zhouxianAvatar border
TS
zhouxian
Menikmati Kelezatan Gwee Pia di Musim Gugur, Kue Bulan Sau Chong Diekspor Ke LN
SIANG menjelang sore di Jalan Pastoran No 5 Singkawang Barat, iseng-iseng Pontianak Post berkunjung ke lokasi pembuatan kue bulan khas makanan tradisional Tionghoa yang karib saat memasuki bulan 8 Imlek.
Tampak ativitas sejumlah karyawan perusahaan Sau Chong. Ada yang mengadon, memasaknya hingga membungkusnya dalam kemasan. Setelah itu dikemas. Hasil produksi itu kemudian dikirim ke berbagai daerah dan sekitarnya.
“Jika kue bulan ini sudah dikemas rapi. Barulah kita kirim keberbagai daerah dan sekitarnya. Seperti di pasarkan ke Kota Singkawang, Pontianak dan sekitarnya. Ada juga di kirim ke Jakarta, Surabaya, Batam dan Pangkal Pinang. Sedangkan buat luar negara kita juga kirim ke Hongkong, Singapura dan Taiwan,” ungkap Phang Kenny saat menunjukan kue bulan di perusahan yang sudah dikelolanya beberapa tahun belakangan.
Awalnya, pembuatan kue bulan ini warisan keluarga. Sejak 1952, orangtuanya membuat kue di Kota Singkawang. Tapi pada saat itu keberadaan kue bulan belum dikenal luas. Yakni hanya untuk kebutuhan keluarga dan kerabat di sekitarnya, yang dibuat saat moment tertentu.
Ia mengungkapkan semenjak itu dirinya dan saudaranya mulai tahu dan belajar cara membuat kue. Tak hanya kue bulan yang diwariskan kedua orangtuanya. Tapi, kue keranjang juga diturunkan kepada kakak dan adik-adiknya.
“Kita mendapatkan resep ini dari orangtua. Tapi, dulu belum terkenal dan berkembang. Maklumlah usaha orangtua dulu tidak ada yang membatu menjalankannya. Kami pun pada waktu itu masih sekolah di luar daerah,” tutur ayah tiga anak tersebut.
Phang Kenny menuturkan semejak selesai sekolah di Universitas Tarumanegara Di Jakarta. Dirinya pulang kampung mengembangkan usaha kue tersebut. Semenjak 90an generasi kedua mengambil alih usaha milik orangtuanya dan merintisnya hingga ke luar daerah.
Dia mengatakan usaha yang telah ditekuni tersebut sudah memiliki pasar di berbagai tempat. Manajemen usaha kue ini pun sudah normal. Sehigga sedikit lebih mudah menjangku pemasarannya. Apalagi harga dan aneka kue yang ditawarkan bervariasi.
Ia mengatakan kisaran harga kue bulan dan lainnya di julan di pasar mulai Rp 60 ribu hingga 130 ribu. Jenis kue dan rasanya bermacam-macam. Jumlahnya pun diproduksi skala besar untuk permintaan pasar yang saat ini meningkat.
“Kue bulan yang dibuat ini halal 100%. Bahan bakunya dari tepung, mentega, minyak nabati, gula, tepung ketan, kacang hijau, kundur, telur asin dan lain-lain. Jadi semua kita kemas denga cipta rasa yang berbeda-beda menurut selera masing-masing,” jelasnya.
Phang Kenny menambahkan saat ini produksi kue bulan di Kota Singkawang sudah banyak. Yakni belasan perusahaan yang membukan usaha seperti miliknya tersebut. Namun dia menyatakan setiap usaha kue yang di buat. Tentu memiliki cita rasa yang berbeda-beda dan tidak sama satu dengan yang lainnya.
Dia menungkapkan selama membuat kue, sekali timnya mendapatkan penghargaan rekor MURI. Yakni pada saat pembuatan kue keranjang terbesar yang pernah dibuat.
“Kita pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI untuk kue keranjang. Penyelesaiannya selama tujuh belas hari. Membuatnya tidak henti-henti selama 24 jam. Tapi untuk kue bulan ini, rencananya ada. Tergantung siapa yang akan membiayaainya. Tim kami siap membuatnya pada saat hari-hari besar berikutnya,” imbuhnya.
Festival Musim Gugur
Kue bulan (Hanzi: pinyin: yuèbǐng) menjadi sajian wajib pada perayaan Festival Musim Gugur setiap tahunnya. Di Indonesia, kue bulan biasanya dikenal dalam Bahasa Hokkian-nya, gwee pia atau tiong chiu pia.
Sedangkan dalam bahasa Hakka / Khek- nya, yaitu Nyekh Pyang. Kue bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan. Namun seiring perkembangan zaman, bentuk-bentuk lainnya muncul menambah variasi dalam komersialisasi kue bulan. Kue bulan bermula dari penganan sesajian pada persembahan dan penghormatan pada leluhur di musim gugur, yang biasanya merupakan masa panen yang dianggap penting dalam kebudayaan Tionghoa yang berbasis agrikultural.
Beberapa legenda mengemukakan bahwa kue bulan berasal dari Dinasti Ming, yang dikaitkan dengan pemberontakan heroik Zhu Yuanzhang memimpin para petani Han melawan pemerintah Mongol. Namun sebenarnya, kue bulan telah ada tercatat dalam sejarah paling awal pada zaman Dinasti Song. Dari sini, kue bulan dipastikan telah populer dan eksis jauh sebelum Dinasti Ming berdiri. (*/wikipedia)

http://www.pontianakpost.com/pro-kal...sim-gugur.html

kue bulan memang enak gan
Diubah oleh zhouxian 06-09-2014 15:14
0
4.1K
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.8KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.