- Beranda
- The Lounge
7 (tujuh) Tempat Wisata yang Pantut anda Kunjungi jika berada di Sulawesi Selatan
...
TS
Rz.Reza
7 (tujuh) Tempat Wisata yang Pantut anda Kunjungi jika berada di Sulawesi Selatan
sebenarnya ada banyak tempat wisata yang berada di sulawesi selatan dan menarik untuk dikunjungi, tetapi disini saya cuman menerangkat 7 (tujuh) tempat wisata yang ada di Sulawesi Selatan yang patut dikunjungi jika anda sedang berada di Sulawesi Selatan, antara lain :
LANJUT DIBAWAH GAN.... #7
Spoiler for "Benteng Rotterdam – Somba Opu":
Benteng Rotterdam dan Benteng Somba Opu tidak dapat dipisahkan dari sejarah Sulawesi Selatan, merupakan situs sejarah yang letaknya di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, dan salah-satu obyek wisata sejarah yang paling mudah dijangkau . Konon Khabarnya Benteng-benteng ini dibuat dari tanah liat dan putih telur sebagai pengganti Semen.
Benteng Rotterdam

Salah satu benteng yang pernah dibangun dan masih terawat hingga kini (bahkan Barbara Crossette di New York Times menuliskannya sebagai the best preserved Dutch fort in Asia).
Didalam Benteng Rotterdam dibangunan Museum Negeri La Galigo yang menyimpang peninggalan dari Tana Toraja. (La Galigo diambil dari sebuah epos yang berjudul I La Galigo. merupakan karya sastra kebanggaan orang Bugis .Nama I La Galigo adalah salah satu tokoh ahli sastra di kerajaan Luwu dan Wajo pada abad 14 ).
Pangeran Diponegoro, pemimpin perang Jawa tahun 1925-1930, pernah dibuang ke Makassar serta diasingkan selama 26 tahun di Benteng Rotterdam ini
Ada yang mengatakan bahwa benteng ini didirikan oleh Raja Gowa ke 10 pada tahun 1546. beberapa sumber menyebutkan bahwa pada hari bertepatan dengan 9 agustus 1643 atas perintah Sultan Alauddin , Benteng Ujung Pandang mulai di dirikan di sebuah ujung yang bernama ujung pandang. pendapat lain Benteng ini sudah ada jauh sebelumnya . benteng ini di sebut juga Benteng Penyyu karena bentuknya seperti Penyu tampak dari atas. Pada tgl 10 Novembar 1634 waktu itu di dalam benteng ini diadakan upacara membasuh panji panji kebesaran Gowa dengan menggunakan darah. Setelah perjanjian Bungaya benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan oleh Speelman di sebut dengan FORT ROTTERDAM. Pada masa Jepang Benteng ini berfungsi sebagai pusat penelitian ilmiah utamnya bahasa dan penelitihan Budaya
Benteng Rotterdam letaknya di pinggir pantai Kota Makassar, berseberang dengan pelabuhan Sukarno-Hatta, serta Pelabuhan penyeberangan ke Pulau Kahyangan, kurang lebih 500 meter kearah selatan terdapat Pantai losari dan Pantai Akarena.



Benteng Somba Opu

Kedudukannya sama dengan Benteng Ujung Pandang. Keduanya merupakan peninggalan sejarah Sulawesi Selatan di masa lalu. Sekarang Benteng Somba Opu masih dalam proses pemugaran kembali dengan dilengkapi museum
Miniatur Sulawesi terletakdi sekitar lokasi benteng Somba Opu. Di tempat ini dibangun berbagai rumah adat tradisional dari semua suku bangsa di Sulawesi Selatan. Setiap rumah adat tersebut dibentuk secara artistik dan unik yang menggambarkan kekhususan filosofi budaya dari tiap-tiap suku bangsa di Sulawesi Selatan serta dapat ditemukan sebuah meriam bernama “Baluwara Agung” sepanjang 9 meter dengan berat 9.500 kg, dan sebuah museum yang berisi benda-benda bersejarah peninggalan KesultananGowa.
Secara arsitekturial, benteng ini berbentukpersegi empat, dengan panjang sekitar 2 kilometer, tinggi 7 hingga 8 meter, dan luasnya sekitar 1.500 hektar. Seluruh bangunan benteng dipagari dengan dinding yang cukup tebal.
Di dalam benteng, terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan (yang mewakili suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Kajang).

Tempat ini dijadikan pusat budaya dan sejarah. Di tempat ini pula dipusatkan kegiatan pekan sulawesi selatan yang pelaksanaannya pada bulan oktober setiap tahun
Sejarah Benteng Somba Opu dibangun oleh Sultan Gowa ke-IX yang bernama Daeng Matanre Karaeng Tumapa‘risi‘ Kallonna pada tahun 1525. Pada pertengahan abad ke-16 , merupakan benteng utama Kerajaan Gowa, letakanya sangat strategis, beliau memerintahakan agar dindingnya di buat dari tanah liat. Bangunan ini di lanjutkan oleh Sultan Alauddin . dengan perkembangan pelabuhan Somba Opu yang sangat pesat menimbulkan kekhawatiran serangan dari luar maka benteng ini di tambah ketebalannya dan di perkuat dengan persenjataan, diperkirakan ada sekitar 280 meriam besar dan kecil dalam benteng ini.
Benteng ini menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang asing dari Asia dan Eropa. Pada tanggal 24 Juni 1669, benteng ini dikuasai oleh VOC dan kemudian dihancurkan dan terendam oleh ombak pasang. Pada tahun 1980-an, benteng ini ditemukan kembali oleh sejumlah ilmuan. Pada tahun 1990, bangunan benteng yang sudah rusak
Benteng ini terletak di Jalan Daeng Tata, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Benteng Rotterdam

Salah satu benteng yang pernah dibangun dan masih terawat hingga kini (bahkan Barbara Crossette di New York Times menuliskannya sebagai the best preserved Dutch fort in Asia).
Didalam Benteng Rotterdam dibangunan Museum Negeri La Galigo yang menyimpang peninggalan dari Tana Toraja. (La Galigo diambil dari sebuah epos yang berjudul I La Galigo. merupakan karya sastra kebanggaan orang Bugis .Nama I La Galigo adalah salah satu tokoh ahli sastra di kerajaan Luwu dan Wajo pada abad 14 ).
Pangeran Diponegoro, pemimpin perang Jawa tahun 1925-1930, pernah dibuang ke Makassar serta diasingkan selama 26 tahun di Benteng Rotterdam ini
Ada yang mengatakan bahwa benteng ini didirikan oleh Raja Gowa ke 10 pada tahun 1546. beberapa sumber menyebutkan bahwa pada hari bertepatan dengan 9 agustus 1643 atas perintah Sultan Alauddin , Benteng Ujung Pandang mulai di dirikan di sebuah ujung yang bernama ujung pandang. pendapat lain Benteng ini sudah ada jauh sebelumnya . benteng ini di sebut juga Benteng Penyyu karena bentuknya seperti Penyu tampak dari atas. Pada tgl 10 Novembar 1634 waktu itu di dalam benteng ini diadakan upacara membasuh panji panji kebesaran Gowa dengan menggunakan darah. Setelah perjanjian Bungaya benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan oleh Speelman di sebut dengan FORT ROTTERDAM. Pada masa Jepang Benteng ini berfungsi sebagai pusat penelitian ilmiah utamnya bahasa dan penelitihan Budaya
Benteng Rotterdam letaknya di pinggir pantai Kota Makassar, berseberang dengan pelabuhan Sukarno-Hatta, serta Pelabuhan penyeberangan ke Pulau Kahyangan, kurang lebih 500 meter kearah selatan terdapat Pantai losari dan Pantai Akarena.



Benteng Somba Opu

Kedudukannya sama dengan Benteng Ujung Pandang. Keduanya merupakan peninggalan sejarah Sulawesi Selatan di masa lalu. Sekarang Benteng Somba Opu masih dalam proses pemugaran kembali dengan dilengkapi museum
Miniatur Sulawesi terletakdi sekitar lokasi benteng Somba Opu. Di tempat ini dibangun berbagai rumah adat tradisional dari semua suku bangsa di Sulawesi Selatan. Setiap rumah adat tersebut dibentuk secara artistik dan unik yang menggambarkan kekhususan filosofi budaya dari tiap-tiap suku bangsa di Sulawesi Selatan serta dapat ditemukan sebuah meriam bernama “Baluwara Agung” sepanjang 9 meter dengan berat 9.500 kg, dan sebuah museum yang berisi benda-benda bersejarah peninggalan KesultananGowa.
Secara arsitekturial, benteng ini berbentukpersegi empat, dengan panjang sekitar 2 kilometer, tinggi 7 hingga 8 meter, dan luasnya sekitar 1.500 hektar. Seluruh bangunan benteng dipagari dengan dinding yang cukup tebal.
Di dalam benteng, terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan (yang mewakili suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Kajang).

Tempat ini dijadikan pusat budaya dan sejarah. Di tempat ini pula dipusatkan kegiatan pekan sulawesi selatan yang pelaksanaannya pada bulan oktober setiap tahun
Sejarah Benteng Somba Opu dibangun oleh Sultan Gowa ke-IX yang bernama Daeng Matanre Karaeng Tumapa‘risi‘ Kallonna pada tahun 1525. Pada pertengahan abad ke-16 , merupakan benteng utama Kerajaan Gowa, letakanya sangat strategis, beliau memerintahakan agar dindingnya di buat dari tanah liat. Bangunan ini di lanjutkan oleh Sultan Alauddin . dengan perkembangan pelabuhan Somba Opu yang sangat pesat menimbulkan kekhawatiran serangan dari luar maka benteng ini di tambah ketebalannya dan di perkuat dengan persenjataan, diperkirakan ada sekitar 280 meriam besar dan kecil dalam benteng ini.
Benteng ini menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang asing dari Asia dan Eropa. Pada tanggal 24 Juni 1669, benteng ini dikuasai oleh VOC dan kemudian dihancurkan dan terendam oleh ombak pasang. Pada tahun 1980-an, benteng ini ditemukan kembali oleh sejumlah ilmuan. Pada tahun 1990, bangunan benteng yang sudah rusak
Benteng ini terletak di Jalan Daeng Tata, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Spoiler for "Pulau Samalona":
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari 17.000an pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Banyak banget ya? Nggak salah emang kalau Indonesia disebut sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dari beberapa pulau itu masih banyak juga yang tak berpenghuni. Yang pasti banyak sekali pulau-pulau indah yang bisa kita jadiin tempat untuk berlibur. Salah satunya adalah Pulau Samalona.

Pulau Samalona terletak tidak jauh dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kita bisa menggunakan perahu motor dari dermaga di Makassar dan menempuh perjalanan sekitar setengah jam. Sesampai di Samalona, traveler akan disambut dengan hamparan pasir putih yang indah dan air laut yang sangat jernih. Bahkan kita bisa melihat indahnya alam bawah laut di sini karena airnya sangat jernih. Pemandangan bawah laut di Pulau Samalona sudah termahsyur sampai di dunia. Banyak wisatawan asing yang datang ke tempat ini setiap harinya.



Luasnya saat ini adalah sekitar 2 hektare. Daratannya semakin menyusut akibat abrasi air laut setiap tahunnya. Pulau ini sudah dilengkapi dengan penginapan yang bisa traveler tinggali kalau memilih untuk bermalam di sini. Kalau mau lebih berhemat, traveler bisa mendirikan tenda di sekitar pantai. Tapi jangan lupa ya, ijin dulu sama pengelolanya. Selain itu, beberapa kedai juga sudah berdiri untuk mengobati saat kelaparan. Jadi nggak usah takut bakal kelaparan kalau ke Samalona.

Salah satu yang ditawarkan dari pulau ini adalah diving dan snorkeling. Rugi donk kalau ada pemandangan indah di bawah laut kita lewatin begitu aja. Diving adalah cara menikmati keindahan alam. Tapi buat yang nggak bisa menyelam, cukup deh nyoba snorkeling. Tetap bisa kok menikmati keindahan alam bawah lautnya tanpa takut untuk klelep di dasar laut.



Pulau Samalona terletak tidak jauh dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kita bisa menggunakan perahu motor dari dermaga di Makassar dan menempuh perjalanan sekitar setengah jam. Sesampai di Samalona, traveler akan disambut dengan hamparan pasir putih yang indah dan air laut yang sangat jernih. Bahkan kita bisa melihat indahnya alam bawah laut di sini karena airnya sangat jernih. Pemandangan bawah laut di Pulau Samalona sudah termahsyur sampai di dunia. Banyak wisatawan asing yang datang ke tempat ini setiap harinya.



Luasnya saat ini adalah sekitar 2 hektare. Daratannya semakin menyusut akibat abrasi air laut setiap tahunnya. Pulau ini sudah dilengkapi dengan penginapan yang bisa traveler tinggali kalau memilih untuk bermalam di sini. Kalau mau lebih berhemat, traveler bisa mendirikan tenda di sekitar pantai. Tapi jangan lupa ya, ijin dulu sama pengelolanya. Selain itu, beberapa kedai juga sudah berdiri untuk mengobati saat kelaparan. Jadi nggak usah takut bakal kelaparan kalau ke Samalona.

Salah satu yang ditawarkan dari pulau ini adalah diving dan snorkeling. Rugi donk kalau ada pemandangan indah di bawah laut kita lewatin begitu aja. Diving adalah cara menikmati keindahan alam. Tapi buat yang nggak bisa menyelam, cukup deh nyoba snorkeling. Tetap bisa kok menikmati keindahan alam bawah lautnya tanpa takut untuk klelep di dasar laut.


Spoiler for "Pulau Kayangan":
Pulau Kayangan merupakan pulau koral yang paling dekat dengan Makassar. Pulau ini telah dikembangkan sebagai tempat rekreasi, menjadi tempat bersantai yang terkenal bagi penduduk kota Makassar. Setiap akhir pekan pertunjukan dan hiburan khusus selalu diadakan untuk menghibur para pengunjung.
Pulau Kayangan dilengkapi dengan pelabuhan penyeberangan yang khusus diperuntukan bagi wisatawan yang akan berlibur di pulau ini. Perahu penyeberangan tersedia setiap 20 menit ke pulau dan membawanya kembali ke Makassar. Dermaga Kayangan terletak di depan Benteng Rotterdam, dekat Pantai Losari. Pulau ini dibuka hingga pukul 24.00 Wita. Mempunyai sistem keamanan 24 jam, ada pos polisi di Pulau ini. Tersedia berbagai fasilitas di pulau ini, seperti tempat penginapan, pondokan, panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, ruang pertemuan, tempat bermain bagi anak-anak, sarana olah raga, dan anjungan memancing serta kolam renang. Didukung pula dengan fasilitas air tawar yang khusus didatangkan dari Kota Makassar.

Bentuk : Bulat
Pasir : Putih
Penghuni : Tidak ada
Luas Wilayah : 2 Ha
Alamat : Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar
Jarak : 800 m dari Pelabuhan Soekarno Hatta
Waktu tempuh : 15 menit dari dermaga Kayangan
Biaya Transportasi : Rp. 20.000,- per orang, pergi-pulang

Dulunya, pulau ini bernama Marrouw atau Meraux, dan dikelola sebagai resort dan tempat wisata bahari favorit sejak tahun 1964, Pada tahun 2003 sempat ditutup, namun dibuka kembali beberapa bulan kemudian. Saat ini, pulau kayangan telah direnovasi kembali dan dilengkapi sejumlah fasilitas tambahan agar memenuhi standar internasional. Bagi masyarakat kota Makassar, pulau Kayangan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota ini. Tempat ini merupakan salah satu alternatif utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata di Kota Makassar.


Pulau kayangan adalah salah satu ikon wisata bahari kota Makassar diantara banyak pulau lainnya di Makassar. Mungkin berlebihan kalau saya katakan jika Pulau Kayangan adalah miniaturnya pulau Bali yang ada di Makassar, namun boleh dicoba jalan-jalan kesini di akhir pekan. Berkunjunglah ke Pulau Kayangan, Pulau Dewata ala Makassar.

Pulau Kayangan dilengkapi dengan pelabuhan penyeberangan yang khusus diperuntukan bagi wisatawan yang akan berlibur di pulau ini. Perahu penyeberangan tersedia setiap 20 menit ke pulau dan membawanya kembali ke Makassar. Dermaga Kayangan terletak di depan Benteng Rotterdam, dekat Pantai Losari. Pulau ini dibuka hingga pukul 24.00 Wita. Mempunyai sistem keamanan 24 jam, ada pos polisi di Pulau ini. Tersedia berbagai fasilitas di pulau ini, seperti tempat penginapan, pondokan, panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, ruang pertemuan, tempat bermain bagi anak-anak, sarana olah raga, dan anjungan memancing serta kolam renang. Didukung pula dengan fasilitas air tawar yang khusus didatangkan dari Kota Makassar.

Bentuk : Bulat
Pasir : Putih
Penghuni : Tidak ada
Luas Wilayah : 2 Ha
Alamat : Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar
Jarak : 800 m dari Pelabuhan Soekarno Hatta
Waktu tempuh : 15 menit dari dermaga Kayangan
Biaya Transportasi : Rp. 20.000,- per orang, pergi-pulang

Dulunya, pulau ini bernama Marrouw atau Meraux, dan dikelola sebagai resort dan tempat wisata bahari favorit sejak tahun 1964, Pada tahun 2003 sempat ditutup, namun dibuka kembali beberapa bulan kemudian. Saat ini, pulau kayangan telah direnovasi kembali dan dilengkapi sejumlah fasilitas tambahan agar memenuhi standar internasional. Bagi masyarakat kota Makassar, pulau Kayangan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota ini. Tempat ini merupakan salah satu alternatif utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata di Kota Makassar.


Pulau kayangan adalah salah satu ikon wisata bahari kota Makassar diantara banyak pulau lainnya di Makassar. Mungkin berlebihan kalau saya katakan jika Pulau Kayangan adalah miniaturnya pulau Bali yang ada di Makassar, namun boleh dicoba jalan-jalan kesini di akhir pekan. Berkunjunglah ke Pulau Kayangan, Pulau Dewata ala Makassar.

Spoiler for "Air Terjun Bantimurung":
Air Terjun Bantimurung merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan. Air terjun yang terletak di kawasan Taman Nasional Bantimurung ini merupakan objek wisata favorit masyarakat Sulawesi Selatan.


Nama Bantimurung sendiri berasal dari dua kata dari bahasa setempat yaitu “benti” yang berarti “air” dan “merrung” yang berarti “gemuruh”, karena suara yang dihasilkan dari air terjun ini bergemuruh. Sehingga seiring perkembangan jaman nama “bentimerrung” lama-kelamaan berganti lafal menjadi Bantimurung.

Berjarak sekitar 50 km dari Kota Makassar dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan dari Makassar. air terjun ini sudah terkenal hingga ke seluruh dunia sejak kunjungan Alfred R. Wallace seorang ilmuwan asal Belanda pada tahun 1875 dan tinggal selama satu tahun untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langka. Di taman nasional ini kita juga dapat membeli beraneka ragam kupu-kupu yang sudah di awetkan.


Hingga saat ini, para pengunjung masih dapat menyaksikan indahnya warna-warni kupu-kupu dengan berbagai spesies yang berterbangan ke sana-ke mari di antara bunga-bunga dan semak-belukar yang memenuhi gunung batu Bantimurung, yang kemudian tempat ini dinamakan “The Kingdom of Butterfly”, karena di Taman Nasional Bantimurung merupakan habitat dari berbagai spesies kupu-kupu yang langka dan hampir punah. Air terjun Bantimurung memiliki tinggi 15 meter dan lebar 20 meter.

Airnya jernih yang meluncur deras dari atas gunung batu ke bawah. Di bawah terdapat tempat berendam atau mandi yang memiliki dasar batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air yang terus menerus selama ratusan tahun. Memang kawasan wisata ini dikelilingi bukit-bukit kapur dan karang raksasa yang berdiri dengan kokohnya. Karena airnya yang sejuk dan jernih maka banyak para pengunjung yang bertandang ke kawasan ini untuk berendam dan juga melakukan aktifitas arum jeram mini, karena jalurnya sangat pendek dengan menggunakan ban dalam mobil dengan membayar 5-10 ribu.

Selain itu di sebelah kiri air terjun terdapat sebuah tangga setinggi 10 meter yang merupakan jalan menuju dua buah gua yang ada disini yaitu Gua Mimpi dan Gua Batu yang memiliki panjang atau kedalaman gua mencapai 1500 meter dengan dihiasi ornamen-ornamen alami yang menakjubkan. Fasilitas yang berada di kawasan wisata ini antara lain guest house, kolam renang, shelter, baruga bantimurung, loket, pintu gerbang, pusat informasi, toilet, toko souvenir, rumah makan dan lain-lain. Untuk tiket masuk ke air terjun Bantimurung sebesar Rp 5.000/orang.

Akses menuju taman wisata ini pun cukup mudah karena Obyek wisata Air Terjun Bantimurung terletak sekitar 20 km dari Bandara Hasanuddin, 15 km dari kota Maros, dan 50 km dari Kota Makassar. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi dari Kota Makassar sekitar 1 jam. Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan mobil pete-pete (mikrolet) atau bus wisata sekitar 30 menit. Adapun beberapa hotel berbagai kelas yang bisa dijadikan refernsi untuk tempat beristirahat seperti KG (Kanaka Giana) Hotel, Hotel Darma Nusantara II dan Swiss-Belinn Panakkukang Makassar.


Nama Bantimurung sendiri berasal dari dua kata dari bahasa setempat yaitu “benti” yang berarti “air” dan “merrung” yang berarti “gemuruh”, karena suara yang dihasilkan dari air terjun ini bergemuruh. Sehingga seiring perkembangan jaman nama “bentimerrung” lama-kelamaan berganti lafal menjadi Bantimurung.

Berjarak sekitar 50 km dari Kota Makassar dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan dari Makassar. air terjun ini sudah terkenal hingga ke seluruh dunia sejak kunjungan Alfred R. Wallace seorang ilmuwan asal Belanda pada tahun 1875 dan tinggal selama satu tahun untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langka. Di taman nasional ini kita juga dapat membeli beraneka ragam kupu-kupu yang sudah di awetkan.


Hingga saat ini, para pengunjung masih dapat menyaksikan indahnya warna-warni kupu-kupu dengan berbagai spesies yang berterbangan ke sana-ke mari di antara bunga-bunga dan semak-belukar yang memenuhi gunung batu Bantimurung, yang kemudian tempat ini dinamakan “The Kingdom of Butterfly”, karena di Taman Nasional Bantimurung merupakan habitat dari berbagai spesies kupu-kupu yang langka dan hampir punah. Air terjun Bantimurung memiliki tinggi 15 meter dan lebar 20 meter.

Airnya jernih yang meluncur deras dari atas gunung batu ke bawah. Di bawah terdapat tempat berendam atau mandi yang memiliki dasar batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air yang terus menerus selama ratusan tahun. Memang kawasan wisata ini dikelilingi bukit-bukit kapur dan karang raksasa yang berdiri dengan kokohnya. Karena airnya yang sejuk dan jernih maka banyak para pengunjung yang bertandang ke kawasan ini untuk berendam dan juga melakukan aktifitas arum jeram mini, karena jalurnya sangat pendek dengan menggunakan ban dalam mobil dengan membayar 5-10 ribu.

Selain itu di sebelah kiri air terjun terdapat sebuah tangga setinggi 10 meter yang merupakan jalan menuju dua buah gua yang ada disini yaitu Gua Mimpi dan Gua Batu yang memiliki panjang atau kedalaman gua mencapai 1500 meter dengan dihiasi ornamen-ornamen alami yang menakjubkan. Fasilitas yang berada di kawasan wisata ini antara lain guest house, kolam renang, shelter, baruga bantimurung, loket, pintu gerbang, pusat informasi, toilet, toko souvenir, rumah makan dan lain-lain. Untuk tiket masuk ke air terjun Bantimurung sebesar Rp 5.000/orang.

Akses menuju taman wisata ini pun cukup mudah karena Obyek wisata Air Terjun Bantimurung terletak sekitar 20 km dari Bandara Hasanuddin, 15 km dari kota Maros, dan 50 km dari Kota Makassar. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi dari Kota Makassar sekitar 1 jam. Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan mobil pete-pete (mikrolet) atau bus wisata sekitar 30 menit. Adapun beberapa hotel berbagai kelas yang bisa dijadikan refernsi untuk tempat beristirahat seperti KG (Kanaka Giana) Hotel, Hotel Darma Nusantara II dan Swiss-Belinn Panakkukang Makassar.
Spoiler for "Tana Toraja":
Tana Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata Indonesia, dihuni oleh Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu obyek wisata di Sulawesi Selatan.

Londa, Lemo, dan Tampang Allo adalah tempat dimana anda dapat melihat sebuah pemakaman di dinding berbatu dan gua-gua yang dipenuhi peti mati dan tulang belulang manusia. Anda juga boleh masuk ke dalam gua tapi jangan sesekali ambil tulang belulang mereka.
Nah ada juga kuburan untuk anak-anak, letaknya di dekat Sangala. Kepercayaan Toraja kuno meyakini bahwa bayi dan anak-anak yang mati harus dikubur di sebuah pohon, dimana pohon akan tumbuh di sekitar mayat.

Tempat wisata lainnya adalah Pallawa yaitu pusat tenun Toraja dan desa adat untuk melihat rumah tradisional Tongkonan disana juga ada kawasan penguburan sekaligus tempat untuk melakukan upacara serta festival, ada beberapa pedagang yang juga menyediakan beberapa oleh-oleh khas toraja.

Batu Tumonga wisata selanjutnya yang tidak boleh dilewatin, karena tempat ini menyajikan pemandangan sawah dan batu-batu megalitik besar.Siap bertualang di Tana Toraja ?

Londa, Lemo, dan Tampang Allo adalah tempat dimana anda dapat melihat sebuah pemakaman di dinding berbatu dan gua-gua yang dipenuhi peti mati dan tulang belulang manusia. Anda juga boleh masuk ke dalam gua tapi jangan sesekali ambil tulang belulang mereka.
Nah ada juga kuburan untuk anak-anak, letaknya di dekat Sangala. Kepercayaan Toraja kuno meyakini bahwa bayi dan anak-anak yang mati harus dikubur di sebuah pohon, dimana pohon akan tumbuh di sekitar mayat.

Tempat wisata lainnya adalah Pallawa yaitu pusat tenun Toraja dan desa adat untuk melihat rumah tradisional Tongkonan disana juga ada kawasan penguburan sekaligus tempat untuk melakukan upacara serta festival, ada beberapa pedagang yang juga menyediakan beberapa oleh-oleh khas toraja.

Batu Tumonga wisata selanjutnya yang tidak boleh dilewatin, karena tempat ini menyajikan pemandangan sawah dan batu-batu megalitik besar.Siap bertualang di Tana Toraja ?
Spoiler for "Malino":
Sudah pernah mengunjungi Malino di Gowa, Sulawesi Selatan? Jika belum, saya kira Anda perlu mengagendakan kunjungan ke daerah ini jika kebetulan sedang mengunjungi Makassar. Malino merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Daerah yang terletak 90 km dari Kota Makassar ke arah selatan ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa. Malino dikenal juga sebagai Kota Bunga.

Sebagai destinasi wisata yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan, di Malino terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah.

Jalan yang menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata bahkan sejak zaman penjajahan Belanda dulu.

Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Malino juga kaya akan berbagai jenis tanaman tropis yang indah, tumbuh dan berkembang di kota yang sejuk dan dingin ini.
Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng, gunung yang oleh sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih dikulturkan sebagai tempat suci dan keramat.
Lebih jauh, beberapa kelompok masyarakat bahkan mempercayai adanya Ka’bah di areal puncak gunung ini dan mereka akan mengunjunginya jika hendak menunaikan ibadah haji (biasa dikenal dengan istilah haji Bawakaraeng).
Wisata ke Malino
Untuk berwisata ke Malino, Anda harus menempuh perjalanan darat dari kota Makassar yang memakan waktu sekitar 2 jam. Saat ini kondisi jalan sudah sangat bagus sehingga perjalanan akan terasa lebih nyaman dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu.
Hanya saja Anda tetap perlu berhati-hati karena banyaknya tanjakan dan tikungan di sepanjang jalan, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya volume kendaraan dari dan ke Malino setiap hari, terlebih lagi pada akhir pekan.
Nah, apa yang bisa dikunjungi di Malino sebagai tujuan wisata Anda?
Di Malino, Anda bisa melihat air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, Lembah Biru, bungker peninggalan Jepang dan Gunung Bawakaraeng yang bisa Anda daki. Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah Markisa, dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dan sebagainya.

Jika ingin menghangatkan badan, Anda bisa menikmati sajian teh hijau Malino (Malino green tea) dengan kualitas terbaik di sebuah kafe yang berada pada areal puncak perkebunan.
Anda bisa berfoto ria dengan latar belakang hamparan kebun teh yang luas nan hijau dari pelataran kafe ini.

Kini, di Malino Highlands, Anda juga bisa menyaksikan kebun binatang dengan beberapa satwa langka, mengunjungi air terjun, atau memetik bunga di areal kebun bunganya. Menarik, bukan?
Sewa Villa di Malino
Dimana Anda akan tinggal selama wisata di Malino? Tenang saja. Anda tidak akan susah mencari villa atau penginapan yang memang menjamur di sepanjang jalan di kota ini. Tarifnya cukup kompetitif, kecuali pada akhir pekan.
Di akhir pekan, Malino menjadi semakin ramai karena sebagian besar masyarakat kota Makassar dan sekitarnya menjadikannya sebagai tujuan berwisata, melepas penat dan menikmati akhir pekan mereka. Hal ini menyebabkan tingkat hunian villa menjadi sangat tinggi dan otomatis sewa villa di Malino juga akan sedikit naik.
Anda juga bisa mencari hotel di Malino, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas. Jadi, pilihan yang paling nyaman adalah dengan menyewa rumah yang sudah dijadikan sebagai villa atau guest house.
Selamat berwisata ke Malino!
Daerah yang terletak 90 km dari Kota Makassar ke arah selatan ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa. Malino dikenal juga sebagai Kota Bunga.

Sebagai destinasi wisata yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan, di Malino terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah.

Jalan yang menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata bahkan sejak zaman penjajahan Belanda dulu.

Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Malino juga kaya akan berbagai jenis tanaman tropis yang indah, tumbuh dan berkembang di kota yang sejuk dan dingin ini.
Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng, gunung yang oleh sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih dikulturkan sebagai tempat suci dan keramat.
Lebih jauh, beberapa kelompok masyarakat bahkan mempercayai adanya Ka’bah di areal puncak gunung ini dan mereka akan mengunjunginya jika hendak menunaikan ibadah haji (biasa dikenal dengan istilah haji Bawakaraeng).
Wisata ke Malino
Untuk berwisata ke Malino, Anda harus menempuh perjalanan darat dari kota Makassar yang memakan waktu sekitar 2 jam. Saat ini kondisi jalan sudah sangat bagus sehingga perjalanan akan terasa lebih nyaman dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu.
Hanya saja Anda tetap perlu berhati-hati karena banyaknya tanjakan dan tikungan di sepanjang jalan, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya volume kendaraan dari dan ke Malino setiap hari, terlebih lagi pada akhir pekan.
Nah, apa yang bisa dikunjungi di Malino sebagai tujuan wisata Anda?
Di Malino, Anda bisa melihat air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, Lembah Biru, bungker peninggalan Jepang dan Gunung Bawakaraeng yang bisa Anda daki. Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah Markisa, dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dan sebagainya.

Jika ingin menghangatkan badan, Anda bisa menikmati sajian teh hijau Malino (Malino green tea) dengan kualitas terbaik di sebuah kafe yang berada pada areal puncak perkebunan.
Anda bisa berfoto ria dengan latar belakang hamparan kebun teh yang luas nan hijau dari pelataran kafe ini.

Kini, di Malino Highlands, Anda juga bisa menyaksikan kebun binatang dengan beberapa satwa langka, mengunjungi air terjun, atau memetik bunga di areal kebun bunganya. Menarik, bukan?
Sewa Villa di Malino
Dimana Anda akan tinggal selama wisata di Malino? Tenang saja. Anda tidak akan susah mencari villa atau penginapan yang memang menjamur di sepanjang jalan di kota ini. Tarifnya cukup kompetitif, kecuali pada akhir pekan.
Di akhir pekan, Malino menjadi semakin ramai karena sebagian besar masyarakat kota Makassar dan sekitarnya menjadikannya sebagai tujuan berwisata, melepas penat dan menikmati akhir pekan mereka. Hal ini menyebabkan tingkat hunian villa menjadi sangat tinggi dan otomatis sewa villa di Malino juga akan sedikit naik.
Anda juga bisa mencari hotel di Malino, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas. Jadi, pilihan yang paling nyaman adalah dengan menyewa rumah yang sudah dijadikan sebagai villa atau guest house.
Selamat berwisata ke Malino!
LANJUT DIBAWAH GAN.... #7
Diubah oleh Rz.Reza 29-08-2014 14:34
0
4.9K
Kutip
26
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya