- Beranda
- The Lounge
Jadi Orang yang Lebih Baik Lewat Mentalitas “Remah-Remah Rempeyek”
...
TS
viinzorro9
Jadi Orang yang Lebih Baik Lewat Mentalitas “Remah-Remah Rempeyek”
Quote:

Selamat Datang di Thread viinzorro9

Quote:
Sebelum di baca sebaiknya di 
yah gan

yah ganQuote:
Dan semoga gk


Quote:
Intermezzo
Menjadi seseorang yang berhasil bukan cuma perkara kerja keras dan investasi semata. Keberhasilan sebagai pribadi juga erat kaitannya dengan mentalitas yang kamu punya. Kalau Hi**ee bilang “Demi menjadi orang yang lebih baik kamu harus punya mentalitas remah-remah rempeyek,” kamu percaya gak?
“Mentalitas remah-remah rempeyek” adalah frasa yang Hipwee ciptakan untuk menggambarkan pentingnya sebuah kerendahan hati dalam perjuangan menuju keberhasilan. “Remah-remah rempeyek” adalah perwujudan mawas diri. Sebagai manusia, kita perlu merasa belum menjadi apa-apa agar bisa meraih sesuatu yang diimpikan.
Mau tahu lebih jauh apa itu “mentalitas remah-remah rempeyek”? Bagaimana perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, temukan jawabannya di trit ini!





Quote:
Quote:
1. Merasa Seperti Remah-Remah Rempeyek Membuat Kamu Tidak Cepat Merasa Puas
Rasa cepat puas adalah musuh bagi pencapaian jangka panjangmu. Dengan cepat merasa puas, kamu akan kehilangan kemauan untuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik. Bisa-bisa keberhasilan yang kamu dapatkan saat ini tidak bertahan lama jika kamu cepat berpuas diri macam ini.
Terus merasa diri kurang dan tidak memiliki kemampuan signifikan selayak “remah-remah rempeyek” akan membuatmu jadi orang yang haus untuk terus belajar. Tidak ada kata “cukup” bagimu. Pencapaian yang kamu dapatkan saat ini selalu kamu anggap belum ada apa-apanya. Sebab kamu selalu merasa bisa mencapai “lebih”.
Quote:
Quote:
2. Mentalitas Remah-Remah Rempeyek Adalah Soal Tidak Pernah “Merasa” Sukses
Menjadi orang sukses memang jadi impian hampir semua pribadi di dunia ini. Namun, “menjadi sukses” itu sangat berbeda dari “merasa sukses”. Menjadi sukses adalah proses tak berujung yang melibatkan peningkatan kompetensi dan konsistensi untuk terus berusaha jadi pribadi yang lebih baik.
Menjadi orang dengan “remah-remah rempeyek mentality” akan mendidikmu untuk tidak pernah merasa sukses. Kesuksesan akan kamu pandang sebagai hal yang biasa-biasa saja. Tidak ada hal yang perlu dibanggakan dari itu. Memang sih, kesannya jahat karena kamu akan selalu menempatkan diri sebagai orang yang “gagal”.
Tapi jika kamu bisa memanfaatkan perasaan “gagal” yang kamu tanamkan itu, akan ada dorongan kuat dalam dirimu untuk terus mencoba mencapai kesuksesan yang sebenarnya.
Quote:
Quote:
3. Dengan Memiliki Mentalitas Remah-Remah Rempeyek, Kamu Akan Selalu “Insecure” dan Merasa Bisa Digantikan
Tahu ‘kan remah-remah rempeyek yang kesannya tidak berharga dan bisa dibuang sewaktu-waktu itu? Perasaan seperti itulah yang perlu kamu tanamkan pada dirimu. Buat dirimu merasa selalu bisa dibuang sewaktu-waktu oleh atasan, pasangan, atau teman-temanmu. Ini bukan dimaksudkan agar kamu jadi rendah diri, ya! Maksud TS adalah menggarisbawahi agar kamu jangan terlalu merasa nyaman. Jangan sampai kamu merasa tidak perlu lagi memperbaiki diri.
Mentalitas remah-remah rempeyek akan membuatmu jadi orang yang tidak pernah merasa punya zona nyaman di manapun. Dunia jadi tempat yang penuh tantangan. Tanpa usaha keras, kamu tidak akan pernah bisa bertahan.
Quote:
Quote:
4. Kamu Tidak Akan Merasa Lebih Baik Dari Siapapun
Misalnya nih, kamu adalah penulis yang sudah menghasilkan 5 karya best seller. Sepatutnya sih dengan pencapaian tersebut kamu bisa merasa “lebih” dibanding penulis-penulis yang karyanya tidak begitu diterima oleh pasar. Tapi saat kamu memiliki mentalitas remah-remah rempeyek, kamu akan merasa tidak lebih baik dari siapapun.
Mentalitas remah-remah rempeyek akan membuatmu jadi orang yang terus menjejak bumi. Semua hal yang kamu hasilkan akan dirasa belum ada apa-apanya. Selalu ada orang lain dengan pencapaian yang lebih memukau. Jangankan membanggakan diri pada orang lain, merasa puas dengan pencapaianmu saja tidak pantas rasanya kamu lakukan.
Sebagai remah-remah rempeyek, kamu merasa kasta dan pencapaianmu tetap ada di titik terendah setiap waktu.
Quote:
Quote:
5. Mentalitas Remah-Remah Rempeyek Akan Membuatmu Jadi Orang yang Tanpa Pretensi
Lihat deh remah-remah rempeyek di dasar toples. Mau berusaha diubah jadi apapun, dia akan tetap jadi remah-remah rempeyek, ‘kan? Saat mengadopsi mentalitas ini, kamu tidak merasa perlu berusaha terlihat cool, keren, atau genius. Karena sudah bisa menerima jati dirimu sebagai rempeyek, kamu tak perlu berusaha meyakinkan orang kalau kamu itu foie gras atau sushi.
Mentalitas remah-remah rempeyek akan membuatmu jadi orang yang tampil apa adanya di depan orang lain. Kamu akan dengan ringan membawa dirimu yang sebenarnya ke hadapan mereka. Tidak ada hal yang kamu rasa perlu disembunyikan pun dilebihkan. Inilah apa adanya kamu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Quote:
Quote:
6. Karena Merasa “Remah-Remah”, Kamu Justru Memandang Kompetitor Sebagai Sumber Untuk Belajar
Memiliki mentalitas remah-remah rempeyek sama dengan merasa kecil di hadapan orang lain. Kamu akan terus merasa belum cukup baik, belum cukup punya kemampuan untuk berkompetisi, dan tidak memiliki hal untuk dibanggakan di depan orang lain.
Seorang atlet yang memiliki mentalitas “Remah-Remah Rempeyek” akan memandang persaingan dengan berbeda. Dia tidak akan jumawa dan merasa yakin menjelang pertandingan. Justru, karena merasa belum ada apa-apanya dia akan sibuk memperhatikan bagaimana teknik dan persiapan atlet lain.
Saat orang lain sibuk memikirkan bagaimana caranya jadi pemenang, orang dengan mentalitas remah-remah rempeyek akan lebih fokus ke bagaimana caranya bertahan. Biasanya, orang-orang macam ini justru bisa jadi “kuda hitam”. Mereka yang bisa sukses tanpa pernah diprediksi sebelumnya.
Quote:
Quote:
7. Ketika Dihadapkan Pada Kegagalan, Mentalitas Remah-Remah Rempeyek Membantumu Agar Lebih Bisa Berbesar Hati
Saat dihadapkan pada kegagalan, orang yang sudah merasa “bisa” akan cenderung lebih kecewa. Orang-orang yang sudah merasa “mampu” terkadang lebih tidak siap saat harus tersungkur. Keyakinan mereka atas kemampuan diri sendiri yang sudah dimiliki selama ini bisa hilang tak berbekas.
Berbeda dengan orang yang merasa hanya “remah-remah rempeyek”. Ketika kegagalan datang, mereka akan menanggapinya dengan lebih legawa. Dengan menanamkan bahwa kamu belum jadi apa-apa, ketika kamu merasa kehadiranmu tidak ada signifikansinya– seperti remah-remah rempeyek di dasar toples — kegagalan akan bisa kamu pandang sebagai hal yang wajar. Pikirmu:
Quote:
“Wajar lah aku gagal. Kan memang aku masih remah-remah rempeyek. Belum ada hebat-hebatnya.”
Tapi ingat. Jangan jadikan mentalitas remah-remah rempeyek sebagai excuse untuk kegagalanmu, ya. Kamu harus tetap berjuang untuk mengubah kegagalan itu menjadi sebuah keberhasilan.
Quote:
Quote:
8. Mentalitas Remah-Remah Rempeyek Membuat Kamu Percaya Diri: Kamu Jadi sadar Kalau Dirimu Gak Begitu Signifikan Buat Orang Lain
Sering gak sih kamu merasa galau dan gak percaya diri karena terlalu memusingkan pendapat orang lain? Rasanya seluruh hal yang kamu lakukan diawasi dan akan dikomentari dengan pedas. Dampaknya, kamu tidak lagi leluasa dalam bersikap. Kamu jadi orang yang terpaku pada standar-standar yang ditetapkan oleh orang lain.
Dalam hal ini, mengadopsi mentalitas remah-remah rempeyek bisa membuatmu percaya diri. Kamu akan berusaha meyakinkan dirimu sendiri bahwa sebenarnya kehadiranmu tidaklah sesignifikan itu bagi orang lain. Ketakutan atas pikiran buruk orang itu hanya terjadi di kepalamu. Sisanya, mungkin kamu cuma GR semata.
Saat kamu menyadari bahwa ketakutanmu tak beralasan, kamu bisa jadi orang yang lebih lepas. Mentalitas remah-remah rempeyek membuatmu jadi pribadi yang lebih tahu apa yang benar-benar ingin kamu lakukan. Kamu sudah tidak lagi peduli pada validasi orang lain. Hidupmu hanya signifikan bagi dirimu sendiri, maka hanya kamu pula yang layak mengaturnya.
Quote:
Quote:
9. Dengan Mengadopsi Mentalitas Remah-Remah Rempeyek, Kamu Hanya Akan Berhenti Di Pencapaian Tertinggi
Mentalitas remah-remah rempeyek akan membuatmu jadi orang yang baru puas saat pencapaian tertinggi sudah ada di tangan. Pencapaian-pencapaian kecil sebelumnya tidak akan kamu jadikan patokan kesuksesan. Kamu selalu menempatkan diri di posisi “belum jadi apa-apa”, sampai benar-benar berhasil dalam artian sesungguhnya.
Sebagai penulis, kamu tidak akan merasa sukses sampai hasil karyamu dibaca Jokowi(bukan blackcampaign yak
— orang nomor 1 di republik ini. Sebagai pemusik, kamu baru akan merasa berhasil waktu bisa menjadi salah satu nominasi di Grammy Awards. Semua penghargaan lokal yang kamu dapatkan sebelumnya hanya akan kamu anggap sebagai pencapaian biasa yang tidak patut dibanggakan.Alhasil, kamu jadi pribadi yang tidak mudah terhanyut oleh pencapaian-pencapaian yang belum seberapa. Kamu selalu ingin mendapatkan hal yang lebih tinggi.
Quote:
Apakah menurut agan mentalitas remah-remah rempeyek ini bisa membawa kebaikan bagi hidup agan? Jika iya, yuk kenapa tidak mulai agan adopsi dari sekarang?
Quote:
Tolong hargai TSnya yak dengan memberikan RATE5/COMMENT/APALAGI CENDOL 



Spoiler for SUMBER:
Diubah oleh viinzorro9 28-08-2014 19:50
0
3K
Kutip
22
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya