- Beranda
- Berita dan Politik
[BUAT JIDAT ITEM] Gue Jadi Gubernur, Bos (wawancara BTP dengan Majalah Tempo)
...
TS
cassanova588
[BUAT JIDAT ITEM] Gue Jadi Gubernur, Bos (wawancara BTP dengan Majalah Tempo)
Gue Jadi Gubernur, Bos (wawancara BTP dengan Majalah Tempo)
Ada anekdot di kalangan media: Apa Saja yang dikatakan Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama layak dijadikan judul. Tidak ada pejabat publik yang gaya bicaranya lebih ajaib daripada dia. Kerap, jika ada yang mendebatnya, ia bilang, “Lu berani taruhan berapa sama gue?”
Gaya bicara ahok-panggilan Basuki- yang blakblakan ini memunculkan banyak pertentangan. Musuhnya bakal bertambah setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Kamis pekan lalu. Putusan Mahkamah Konstitusi itu mengesahkan kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden lalu. Secara otomatis, Ahok-yang kini menjabat wakil Jokowi-akan menjadi orang nomor satu di Ibu Kota.
Front Pembela Islam terang-terangan menolak Ahok memimpin Jakarta. Gerakan Pemuda Keadilan dari Partai Keadilan Sejahtera Jakarta juga pernah menyerukan hal sama. Mereka menilai Ahok tidak merepresentasikan mayoritas warga Jakarta yang beragama Islam.
Tentu Ahok menyadari penolakan itu, tapi dia merasa tidak terganggu. Ia berpendapat orang yang tidak suka kepadanya biasanya karena dua hal: kepentingan mereka terganggu dan rasis. “Tinggal hadapi saja. Memangnya negeri ini punya elu? Semakin rasis, gue semakin senang,” katanya.
Ahok memang berbeda dengan Jokowi, yang lebih adem dan banyak berhitung. Ahok cepat bertindak jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengannya- termasuk menutup diskotek Stadium karena dijadikan sarang penjualan narkoba. Jika ada kebijakan yang ia anggap benar, meski itu tidak populer, ia juga tetap melaksanakannya.
Misalnya, Ahok tidak peduli dituding ingkar janji terkait dengan kebijakannya membangun enam ruas jalan tol. Padahal ia dulu menolak pembangunan tol di Jakarta. Alasan Ahok, jalan tol Jakarta Outer Ring Road sudah terkoneksi semuanya. Maka enam ruas jalan tol itu diperlukan- termasuk untuk jalur pengiriman logistik. “Kalau alasannya bikin macet, transportasi massal tahun depan sudah bagus , gue siapin elu bus yang setiap 10 menit lewat,” tuturnya.
Kami menemui Ahok, Kamis siang pekan lalu, ketika pendukung Prabowo-Hatta berdemonstrasi di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin hingga di dekat Monumen Nasional. Lebih dari 500 polisi menjaga Balaikota, yang berada di seberang Monas. Namun perbincangan kami dengan Ahok berlangsung dengan cair, tidak ada ketegangan, meski suasana di luar sedang “gerah”. Dia tidak pernah menghindar dalam menjawab pertanyaan apa pun. Ia juga tidak menghindar ketika diminta memakai baju Pitung merah dan bersenjatakan golok saat sesi pemotretan.”Gila lu semua ya ngerjain gue,”katanya.
Dua tahun bekerja dengan Jokowi, apa kritik anda terhadap dia?
Beliau tidak begitu tepat waktu.
Karena selalu blusukan?
Iya. Jadi tidak bisa dihitung waktunya. Dia terlalu lambat dalam mengambil keputusan, tapi itu strategi dan ada alasannya. Dia meyakini itu benar,ya, itu hak dia,dong. Saya terima saja sebagai wakil beliau. Kalau gue lebih hebat, tentu gue akan nyalon jadi gubernur saja kemarin melawan dia (Jokowi). Tapi gue tahu diri, gue kagak laku. Dia dipilih orang jadi presiden, gue kagak, he-he-he…
Ketika nanti menjadi Gubernur, apakah style galak anda tetap dipertahankan?
Itu yang susah, karena kalau kamu memerankan karakter yang bukan karakter kamu, itu akan capek.
Sebenarnya galak Anda ini pencitraan?
Bukan. Ada juga yang mengatakan ini bagian dari gaya strategi memimpin. Padahal bukan juga. Paling enak jadi diri sendiri. Ya, sekarang gue lebih jinak. Kata-kata gue sudah lebih halus. Kata-kata “kampret” sudah tidak keluar lagi.
Dengan gaya Anda ini, apa tidak ada resistensi?
Orang tidak suka kepada saya biasanya karena dua hal: kepentingannya terganggu dan rasis.
Lebih susah menghadapi yang mana?
dua-duanya tidak susah, gue hadapi saja. Memangnya negeri ini punya elu?semakin rasis sama gue,gue semakin senang.
Partai Keadilan Sejahtera dan Front Pembela Islam mempersoalkan Jakarta dipimpin nonmuslim…
Terserah mereka. Kalau Ahok jadi presiden, lebih stres mereka.
continue.......
Komeng :
Jidat item, golongan otak 2 Digit, golongan hewan2 yg demen tapir2in manusia siap2
![[BUAT JIDAT ITEM] Gue Jadi Gubernur, Bos (wawancara BTP dengan Majalah Tempo)](https://s.kaskus.id/images/2014/08/25/7012366_20140825115015.gif)
![[BUAT JIDAT ITEM] Gue Jadi Gubernur, Bos (wawancara BTP dengan Majalah Tempo)](https://s.kaskus.id/images/2014/08/25/7012366_20140825115040.gif)
HIDUP TAPIR!!!

Diubah oleh cassanova588 25-08-2014 23:56
0
3.7K
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya