- Beranda
- The Lounge
Virus Ebola Ada Sejak 1976, Kini Bangkit Kembali dan mengancam Populasi Bumi...
...
TS
chaseungwon
Virus Ebola Ada Sejak 1976, Kini Bangkit Kembali dan mengancam Populasi Bumi...

WHO mengatakan penyakit itu juga bisa ditularkan melalui kontak dengan hewan yang tertular, sakit atau mati. Virus tersebut berpindah melalui darah dan cairan tubuh lain.
Korban mengalami pendarahan secara internal dan eksternal. Tingkat kematian dapat mencapai 90 persen.
Penelitian menunjukkan, jika kelelawar dapat terinfeksi virus ebola namun ternyata mereka mampu bertahan dengan virus tersebut, tanpa terjangkit penyakit ebola.
Maka, kelelawar diklaim sebagai hewan yang memainkan peran penting mempertahankan virus ini tak akan punah dan selalu ada di alam liar!
Penyebaran virus ebola yang telah menewaskan 78 orang di Guinea mencapai tingkat tertinggi. Sebab penyebaran virus ini semakin sulit dikontrol. Hingga kini, sudah lebih dari 1.850 kasus dan lebih dari 1.200 kematian yang dilaporkan sejak ebola ditemukan, berdasarkan catatan WHO.
Menurut WHO, ebola adalah salah satu penyakit yang diketahui paling mematikan. Para ilmuwan hingga kini masih belum mengetahui, darimana aslinya Virus Ebola ini berasal. Hingga sekarang belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Penyakit itu menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau jaringan orang yang tertular.

27 Juni 1976, Dunia Saksikan Lahirnya Virus Ebola
Pada tahun 1976 lalu, seorang pekerja toko di Nzara, Sudan, tiba-tiba sakit. Lima hari berselang, ia meninggal dunia. Dengan kematiannya, dunia tanpa sadar mulai menyaksikan… dampak dari virus Ebola pertama yang menakutkan, tepatnya pada tanggal 27 Juni 1976.
Virus ini kemudian menjadi wabah di seluruh area tersebut. Dilaporkan terjadi 284 kasus, setengah di antaranya membuat korban sekarat.
Gejala dari Ebola hemorrhagic fever (EHV) biasanya dimulai empat hingga 15 hari sesudah seseorang terinfeksi. Rata-rata gejala yang dialami berupa sakit seperti flu, demam tinggi, dan nyeri.
Semua gejala di atas biasanya diikuti dengan diare, muntah, serta kemunculan ruam di seluruh tubuh. Lalu dimulailah gejala menyakitkan seperti keluarnya darah dari semua lubang di tubuh.
Dilanjutkan dengan rusaknya organ-organ internal si penderita. Masuk hari ketujuh hingga kesepuluh, muncul rasa kelelahan, dehidrasi, dan shock.
Dokter yang merawat para korban awal sadar, bahwa penyebaran virus ini terjadi ketika ada kontak yang cukup dekat. Sebagai contoh, di Rumah Sakit Maridi, Sudan, 33 dari 61 suster yang merawat pasien penderita Ebola, akhirnya ikut tewas karena virus tersebut.
Studi yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, virus ini memiliki angka kematian sebesar 90 persen. Umumnya berkembang di desa-desa terpencil di Afrika Tengah dan Barat.
Diyakini, virus bermula dari hewan liar yang menularkannya ke manusia hingga akhirnya mematikan bagi populasi manusia. Baru dugaan, hewan yang dianggap sebagai inang alaminya adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae. Hingga sekarang, belum ada vaksin penyembuh bagi mereka yang terpapar.
Virus Ebola Menyerang dan Mulai Menyebar, 900 Orang Telah Tewas!
Para pejabat kesehatan telah mendata 48 kasus penularan sejak wabah pertama kali dilaporkan bulan Februari 2014 lalu. Hingga sekarang, belum ada vaksin penyembuh bagi mereka yang terpapar virus mematikan ini.
Rabu, 6 Agustus 2014, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kasus kematian akibat ebola tahun ini sudah menembus angka 900 orang!

Seperti dilansir kantor berita Reuters, dengan tambahan korban meninggal 2 hingga 4 Agustus lalu, total kematian akibat virus mematikan itu menjadi 932 kasus. Itu yang tertinggi sepanjang sejarah.
Menurut WHO, ebola adalah salah satu penyakit yang diketahui paling mematikan. Penyakit itu menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau jaringan orang yang tertular. WHO mengatakan penyakit itu juga bisa ditularkan melalui kontak dengan hewan yang tertular, sakit atau mati.
Kenali Virus Ebola
Gejala awal penyakit ini berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, sakit tenggorokan dan gejala lain yang disertai dengan diare, muntah, sakit perut. Dalam beberapa kasus penyakit ini bahkan menyebabkan ruam, mata merah dan pendarahan secara internal dan eksternal.
The National Institutes of Health mencatat hampir 90 persen orang yang terinfeksi virus ebola, meninggal dunia.

Virus ini mewabah di beberapa negara Afrika seperti Republik Demokratik Kongo, Gabon, Sudan, Pantai Gading, dan Uganda. Sebenarnya manusia bukanlah sarang alami dari virus ebola. Orang pertama kali terjangkit virus ini diyakini mereka yang melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi virus tersebut.
Hewan yang berpotensi menyebarkan virus ebola kepada manusia antara lain simpanse, gorila, antelop hutan, dan monyet cynomolgus. Setelah seseorang terinfeksi dari hewan, maka orang tersebut berpotensi menyebarkan virus kepada orang lainnya melalui cairan darah, air liur, atau lendir.
Mengapa Wabah Ebola Merebak?
Virus Ebola berpindah melalui darah dan cairan tubuh lain. Korban mengalami pendarahan secara internal dan eksternal. Tingkat kematian dapat mencapai 90 persen, menurut WHO. Tambah lagi, masalah yang dikhawatirkan adalah fasilitas perawatan kesehatan di Guinea tak memadai.
Ian Lipkin, seorang pakar epidemiologi dari Columbia University’s Mailman School of Public Health, New York City, kepada National Geographic berbicara tentang hal ini. Menurut Lipkin, ebola tidak selalu mematikan. Dalam beberapa kasus memang orang bisa sembuh, akan tetapi ia menekankan betapa berbahayanya infeksi ini.

“Mayoritas orang yang menunjukkan gejala-gejala infeksi tidak dapat bertahan”, jelas Ian Lipkin. Kemungkinan sumber penularan virus penyakit adalah dari binatang—yakni kelelawar atau terkadang primata. Untuk itu, pihak pemerintah Guinea telah melarang warganya mengonsumsi kelelawar ataupun binatang liar antara lain kera, simpanse, gorila.
“Infeksi awalnya adalah melalui daging mentah. Jika ada hewan yang terkena penyakit, lalu ketika proses pembantaian terjadi kontak dengan darah hewan itu, segera bisa terjangkit,” kata Lipkin. Ia mengatakan, di samping itu, semacam ritual tertentu yang berlaku di beberapa daerah juga bisa menjadi cara penularan.
Hal Dasar yang Perlu Diketahui Seputar Ebola
Berikut beberapa pertanyaan tentang virus Ebola:
Quote:
Bagaimana penyebarannya?
Manusia, secara alami, bukanlah inang tempat perkembangbiakan virus ebola. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan sumber penularan adalah dari hewan. Namun setelah orang terinfeksi, penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui darah, liur, lendir, dan berbagai cairan yang dikeluarkan oleh tubuh lainnya.
Di negara-negara di mana ebola telah terjadi, penyakit sering menyebar di antara para tenaga medis yang melakukan kontak dengan pasien tanpa pakaian pelindung atau masker. Pengunaan kembali jarum yang terkontaminasi juga bisa menjadi medium penularan.
Berapa jumlah orang yang terjangkit?
Sudah 1.850 kasus dan lebih dari 1.200 kematian yang dilaporkan sejak ebola ditemukan, berdasarkan catatan WHO.
Apakah ada obatnya?
Tidak. Hingga kini, para peneliti masih meriset soal obat yang tepat.
0
2.7K
15
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya