Kaskus

Food & Travel

CahsorAvatar border
TS
Cahsor
Semarang, heritage and nature city
I love Semarang, I never bored to this city ! Bayangkan, Ibukota propinsi Jawa Tengah ini memiliki wilayah pesisir maupun pegunungan, dari pelabuhan Tanjung Emas sampai ke Candi Gedong Songo di gunung Ungaran. Jangan lupa bawa topi dan jaket bila ke kota ini, agar tidak kepanasan dan kedinginan. Komplit kan?

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-6 M dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Kota Besar yang dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Dengan demikian, sangat wajar kota ini memiliki peninggalan pusaka yang banyak.

Kota ini memiliki bandar udara Ahmad Yani, stasiun kereta Tawang (untuk kelas Bisnis) dan Poncol (untuk kelas Ekonomi), serta terminal bus Terboyo. Bila mau naik bus dari dari Terboyo, jangan pernah menggunakan loket penjualan tiket bus, anda bisa ditipu dengan harga 2 kali lipat, lebih baik langsung saja naik bus dengan menunggu di peron atau halte.

Spoiler for Ahmad Yani Airport:


Menginap di area Simpang Lima atau Pandanaran adalah pilihan yang tepat, dekat kawasan wisata dan kuliner. Salah satu kelebihan Semarang adalah lalulintas yang relatif lancar dengan fasilitas jalan tol yang sudah mencapai Ungaran.

Wisata Kuliner

1. Makan malam di “Simpang Lima”.

Simpang Lima adalah pusat kotanya Semarang. Saat malam adalah saat yang tepat untuk berburu makanan lezat di ke-empat sisinya. Dari tahu gimbal, nasi goreng babat, nasi gandul, nasi ayam, gudeg sampai pecel.

Nasi gandul yang terkenal adalah nasi gandul Pak Subur, depan RS Telogorejo – Simpang Lima.

Spoiler for Makan malam di Simpang Lima:


Spoiler for Nasi Gandul pak Subur:


2. Pusat Kuliner dan Oleh-oleh “Pandanaran”

Di Pandanaran kita bisa dapatkan semua oleh-oleh khas Semarang seperti bandeng presto, lumpia, wingko, kue moci ataupun tahu ungaran. Kita juga bisa makan langsung bandeng presto atau lumpia di restoran-restoran yang bertebaran di jalan Pandaran ini.

Spoiler for Jalan Pandanaran di siang hari:


3. Pasar Malam “Semawis”

Pusat kuliner ini terletak di kawasan pecinan, tepatnya di sepanjang jalan Gang Warung (belakang Pasar Johar) yang hanya buka setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu dari jam 18.00 sampai selesai. Menawarkan sebuah pengalaman unik menelusuri jalan Gang Warung di malam hari dengan wisata kuliner khas Semarangan yang akan membuat Anda tidak pernah puas berada disana selama 1 – 2 jam saja mencoba setiap jajanan yang ada.

Spoiler for Pasar Malam Semawis (via www.semarangkota.com):


4. Untuk wisata kuliner Semarang yang lain, kita juga bisa mengunjungi Taman Menteri Soepeno (hanya siang hari), Toko Oen di Jl. Pemuda, dan juga Taman Tabanas di tanjakan Gombel.

Wisata Sejarah

1. Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan Belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api Belanda. Terletak di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda.

Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Sungguh, kita akan terpesona dengan keindahan interior dan aksesoris yang bernilai seni tinggi.

Spoiler for Lawang Sewu (via www.seputarsemarang.com):


2. Gereja Blendoek

Di dalam kawasan Kota Lama Semarang berdiri sebuah gereja yang istimewa karena hampir setiap orang yang berkunjung ke kawasan kota lama dan membawa kamera, pastinya tidak akan melewatkan proses mengabadikan Gereja Blendoek ini dalam foto.

Gereja yang awalnya dibangun oleh bangsa Portugis di tahun 1750-an ini merupakan rumah joglo sederhana, yang kemudian di tahun 1894 – 1895 diredesain ulang oleh arsitek asal Belanda W.Westmass dan HPA Wilde menjadi sebuah karya arsitektur kolonial yang cantik dan megah serta masih bertahan hingga saat ini.

Sebetulnya sebutan gereja Blendoek bukanlah nama asli dari Gereja ini, tetapi karena ciri khas kubah berwarna merah inilah yang oleh masyarakat jawa kemudian populer di sebut Gereja Blendoek. Gereja ini sendiri sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat ibadah Kristiani dengan nama sebenarnya yaitu Gereja GBIP Immanuel.

Gereja Blendoek yang letaknya tidak jauh denganStasiun Tawang ini memiliki bentuk denah ruang oktagonal (segi delapan) yang bila kita memasuki ruangan akan merasakan suasana seperti gedung teater kuno di Eropa. Interior dalam Gereja ini memiliki ciri khas Arsitektur Kolonial yang penuh dengan detail arsitektur yang dirancang dengan teliti, puluhan bangku dari kayu jati Belanda, Mimbar kuno, dan Orgel (alat musik kuno) menjadi daya tarik tersendiri bagi interior Gereja.

Spoiler for Gereja Blendoek:


3. Kelenteng Sam Poo Kong, Kelenteng Tay Kak Sie dan Pagoda Buddhagaya Watugong

Kelenteng Sam Poo Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok, Cheng Ho. Tempat ini biasa disebut Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.

Spoiler for Kelenteng Sam Poo Kong (via www.visitsemarang.com):


Spoiler for Kapal besar di sungai depan Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok:


Pagoda Buddhagaya Watugong memiliki tinggi 45 meter, pagoda ini dibangun tujuh tingkat dengan hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton, serta banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya. Pagoda ini ditetapkan oleh MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Berlokasi di Jl. Perintis Kemerdekaan, Banyumanik.

Spoiler for Pagoda Buddhagaya Watugong:


4. Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi Hindu yang terletak di Bandungan, Kabupaten Semarang. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin meskipun di siang hari.

Peninggalan dari zaman Wangsa Syailendra abad 10 ini ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804.

Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas, area perkemahan, dan wisata berkuda. Dari candi 1 sampai ke candi seterusnya melalui jalan menanjak, jadi perlu stamina yang fit untuk menempuhnya. Tapi tenang aja, kita bisa menunggang kuda jika tidak kuat (tarifnya relatif murah kok).

Spoiler for Candi Gedong IV:


Spoiler for Candi Gedong VI:


Spoiler for Pemandian air panas:


5. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuahstasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503, serta B 5112 sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia.

Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive and Machine Works) di halaman museum.

Ambarawa awalnya merupakan sebuah kota militer pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api baru yang memungkinkan pemerintah untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Pada 21 Mei 1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun di atas tanah seluas 127.500 m². Pada awalnya dikenal sebagai Stasiun Willem I.

Museum kereta api Ambarawa kemudian didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa untuk melestarikan lokomotif uap. Ini merupakan museum terbuka yang terdapat pada kompleks stasiun.

Spoiler for Kereta api wisata di latar belakang:


Spoiler for Foto sejarah kereta api dalam museum:


Wisata Alam

1. Kawasan Wisata Bandungan

Berada di lereng gunung Ungaran, Bandungan merupakan kawasan rekreasi dan peristirahatan dengan kesegaran udara dalam suasana alam pegunungan dan berjarak 23 KM dari Kota Semarang.

Daya tarik kawasan Bandungan berupa wisata alam, wisata olah raga (kolam renang dengan mata air alami, lapangan tennis) dengan hawa yang sejuk, pemandangan alam yang indah bernuansa pegunungan dilengkapi dengan Pasar Bunga, sayur dan buah segar. Kawasan ini juga sering digunakan untuk rapat-rapat, seminar, konferensi dan terdapat pula Area Perkemahan.

Spoiler for Taman Rekreasi Bandungan (via indonesiawow.com):


2. Umbul Sidomukti

Umbul Sidomukti berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan – Kabupaten Semarang, dengan fasilitas & servis: Outbound Training, Adrenalin Games, Taman Renang Alam, Camping Ground, Pondok Wisata, serta Meeting Room.

Selain itu ditambah pula dengan beberapa sarana olahraga menantang keberanian. Terdapat lintasan flying fox dengan dua pilihan track, marine bridge di lembah, rapeling menuruni lembah sisi kolam, dan ATV.

Umbul Sidomukti terletak di lereng gunung Ungaran dengan ketinggian 1200 dpl, diapit jurang dikedua sisinya sehingga kendaraan kita harus dalam kondisi fit karena trek perjalanannya yang sangat menanjak. Hanya kendaraan pribadi yang bisa menuju lokasinya.

Spoiler for Kolam renang alam:


Spoiler for Adrenalin games area:


3. Kampoeng Kopi Banaran

Merupakan salah satu wisata agro yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IX, yang terletak di Areal Perkebunan Kopi Kebun Getas tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35 dengan ketinggian 480 – 600m dpl dengan suhu udara cukup sejuk antara 23ºC – 27º C. Persis di tepi jalan Semarang – Salatiga atau satu kilometer dari pintu tol Bawen.

Fasilitas utama Kampoeng Kopi Banaran berupa bangunan untuk menikmati sedapnya kopi “Banaran” juga dibangun arena bermain anak – anak, Corporate Gathering, Coffee Walk, Out Bound Games, Kolam Renang, Gazebo, lapangan tenis, Taman Buah, Gedung Pertemuan, Flying Fox, Mushola, Meeting Room, Griya Robusta, Family Gathering, serta Jelajah Kebun dengan ATV.

Spoiler for Kampoeng Kopi Banaran (via www.kampoengkopibanaran.org):



Gimana, keren ya Semarang? Ah, bikin pingin balik lagi balik lagi terus ke sana…
Diubah oleh Cahsor 22-08-2014 16:09
0
4.3K
7
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Domestik
Domestik
KASKUS Official
10.2KThread4.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.