Kaskus

News

downeyjuniorAvatar border
TS
downeyjunior
Kenapa Prabowo Susah Sekali Move ON?
Namanya Prabowo Subianto, seorang yang menghabiskan sebagian besar waktu dalam karirnya untuk mengabdi pada rejim otoriter Orde Baru. Pada tahun 2014, anak seorang pakar ekonomi yang menjadi musuh politik Bung Karno itu, mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia.

Hasil pemilihan presiden (pilpres) 2014 ternyata telah menempatkan Jokowi sebagai pemenangnya. Sang mantan petinggi militer itu pun tidak terima. Prabowo pun mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan dia juga menggugat ke DKPP. Ada selentingan bahwa jika di kedua institusi itu kalah, Prabowo akan kembali menggugat ke Mahkamah Agung (MA) dan PTUN. Ada selentingan lagi, bila kalah di jalur hukum, akan digunakanlah jalur politik dengan membentuk Pansus di DPR. Padahal, sebenarnya Prabowo tak perlu menghabiskan energy untuk itu. Ia harusnya cepet Move ON dan segera merapatkan barisan koalisinya untuk menjadi kekuatan posisi yang mengimbangi kekuasaan pemenang pilpres. Kenapa Prabowo susah sekali Move ON? Apakah karena Prabowo telah begitu banyak menghabiskan uang untuk beriklan?

Menurut data dari www.iklancapres.org kubu Prabowo telah mengucurkan uang untuk belanja iklan di Media Massa di luar media online (cetak, radio dan televisi) hanya di lima kota (Banjarmasin, Medan, Makassar, Jakarta, Surabaya) sebesar Rp 61,41 miliar. Bahkan, kita juga sudah sering melihat wajah Prabowo muncul sebuah iklan di televisi jauh-jauh hari pemilu. Tentu sudah banyak uang yang digelontorkan untuk biaya iklan itu. Sebagai orang yang belum pernah memiliki uang sebesar puluhan miliar rupiah, hampir dapat dipastikan saya akan gagal Move ON bila telah mengeluarkan uang sebanyak itu untuk beriklan tapi gagal terpilih menjadi presiden. Bagaimana dengan Prabowo? Mengapa ia susah sekali Move ON?

Belanja iklan kubu Prabowo menurut website www.iklancapres.org telah menghabiskan uang sebesar Rp 61,41 miliar. Dalam tulisan kali ini saya mencoba mengaitkannya dengan karir politiknya kedepan. Prabowo meskipun menurut sebagian orang masih terlihat gagah, namun tidak bisa dipungkiri usianya sudah tua. Dari sisi usia Prabowo, Pilpres 2014 adalah momen terakhir bagi dirinya untuk menduduki kursi kepresidenan.
Setelah pemilu 2014, kemungkinan kecil sekali bagi Prabowo untuk maju sebagai calon presiden (capres). Usia yang kian tua membuat Prabowo kurang layak untuk mencalonkan diri pada pemilu 2019 mendatang. Ia terlalu tua untuk menjadi Presiden setelah tahun 2014. Dan itu artinya karir politik Prabowo untuk meningkat menjadi presiden itu telah tertutup. Apakah ancaman tertutupnya karir politik Prabowo setelah gagal menjadi presiden 2014 itu menjadi factor yang menyebabkan Prabowo susah sekali Move ON? Entahlah. Yang jelas dalam salah satu iklanya Prabowo pernah bilang, “Kalau bukan kita (yang berkuasa) siapa lagi, Kalau tidak sekarang, Kapan Lagi?
0
3.4K
21
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.