- Beranda
- Berita dan Politik
[ Khas Tarno] MOTO PSK : "Lebih Cepat Lebih Baik...!!!"
...
TS
tarno.gantenk
[ Khas Tarno] MOTO PSK : "Lebih Cepat Lebih Baik...!!!"
![[ Khas Tarno] MOTO PSK : "Lebih Cepat Lebih Baik...!!!"](https://dl.kaskus.id/poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2014/08/Dia-15Agus-233x180.jpg)
TERNYATA kaum pramusyahwat juga punya motto “lebih cepat lebih baik”. Seperti Ny. Kar, 20, dari Balikpapan (Kaltim) ini misalnya, kesal ketemu Sam, 26, yang “nembak” terlalu lama. Tambah-tambah tidak mau bayar, sehingga sang suami langsung menyelesaikannya dengan tusukan tombak.
Dulu istilah “lebih cepat lebih baik” dipakai model kampanye Capres-Cawapres. Belakangan, motto itu diadopsi pula oleh kalangan WTS. Sebab dengan semboyan tersebut tentunya bisa mengejar omzet lebih banyak. Maka jika ada lelaki ngamar dengan waktu begitu lama, tentu sang WTS jadi kesal dibuatnya. “Cepetan dong Oom, saya baru ngejar setoran nih.” Kata sang pramusyahwat.
Ny. Kar yang tinggal di Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, juga punya profesi ganda. Selain ibu rumahtangga juga merangkap jadi WTS. Dwi fungsi yang tak pernah dipermasalahkan para demonstran. Paling ironis, Bad, 32, juga mengetahui profesi ganda istrinya ini. Jadi jika istrinya pergi hingga larut malam, dia tak pernah gelisah, karena sang istri sedang berburu rejeki sesuai kepercayaan masing-masing.
Sesuai dengan penampilannya yang buntek (gemuk pendek) dengan wajah standar, Kar memang bukan WTS kelas tinggi. Karenanya dia harus memasarkannya di jalan-jalan. Bila ketemu calon konsumen, koaliasi itu dilanjutkan eksekusi di rumah sendiri, bukan hotel. Apa tidak risih dengan suami? Ya tidaklah, karena seperti telah dikatakan di atas, akan pilihan politik istrinya itu Bad hanya bilang: lanjutkan!
Beberapa hari lalu Kar malam-malam pergi cari mangsa, lalu ketemu Sam karyawan swasta yang beralamat di Ruko Balikpapan Permai. Transaksi pun terjadi. Awalnya Kar pasang harga Rp 250.000,- dan setelah tawar menawar disepakati harga Rp 150.000,- tanpa PPN 10 %. Harga perkenalan pasca Lebaran, katanya.
Eksekusi dilakukan di kamar rumahnya. Tapi ternyata Sam ini pria yang termasuk rosa-rosa macam Mbah Maridjan. Dia sangat pintar menjaga stamina, sehingga mampu mengulur permainan lebih dari 30 menit. Sebagai WTS yang mengacu motto “lebih cepat lebih baik” tentu saja gaya permainan Sam bisa bikin rugi bandar. “Cepetan dong Mas, gantian!” begitu katanya.
Baru pada menit ke 35, Sam menyelesaikan permainan. Tapi celakanya, meski telah dilayani secara total dan maksimal, dia tak mau bayar dengan alasan Kar tidak melayani secara fokus. Ealahh……. soal begituan saja kok harus fokus macam mentri dari parpol saja. Tentu saja Kar tak terima, sudah kringeten sedemikian rupa kok hanya dianggap kerja sosial.
Diapun melapor pada suaminya. Bad mencoba menasihati Sam dengan mengambil ungkapan “bayarlah upah buruh sebelum keringatnya kering”. Tapi Sam tetap tak mau bayar, bahkan mendorong tubuh Bad. Emosi pun meledak, dia segera ambil tumbak dan ditusukkan ke dada dan perut Sam berkali-kali. Tentu saja Sam wasalam di tempat.
Mayat Sam malam itu juga dibuang ke laut untuk menghilangkan jejak. Sayangnya, esok paginya terhempas ombak dan kembali ke darat. Nah, dari sinilah lalu terungkap. Polisi yang mengadakan penyelidikan ke TKP berhasil menemukan jejak pembunuhan di rumah pasangan suami istri Bad – Kar. Keduanya ditangkap dan digelandang ke Polres Balikpapan. “Sudah mainnya lama, tidak bayar pula…”, kata Kar dalam pemeriksaan.
SUMBER MASALAH
Dulu istilah “lebih cepat lebih baik” dipakai model kampanye Capres-Cawapres. Belakangan, motto itu diadopsi pula oleh kalangan WTS. Sebab dengan semboyan tersebut tentunya bisa mengejar omzet lebih banyak. Maka jika ada lelaki ngamar dengan waktu begitu lama, tentu sang WTS jadi kesal dibuatnya. “Cepetan dong Oom, saya baru ngejar setoran nih.” Kata sang pramusyahwat.
Ny. Kar yang tinggal di Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, juga punya profesi ganda. Selain ibu rumahtangga juga merangkap jadi WTS. Dwi fungsi yang tak pernah dipermasalahkan para demonstran. Paling ironis, Bad, 32, juga mengetahui profesi ganda istrinya ini. Jadi jika istrinya pergi hingga larut malam, dia tak pernah gelisah, karena sang istri sedang berburu rejeki sesuai kepercayaan masing-masing.
Sesuai dengan penampilannya yang buntek (gemuk pendek) dengan wajah standar, Kar memang bukan WTS kelas tinggi. Karenanya dia harus memasarkannya di jalan-jalan. Bila ketemu calon konsumen, koaliasi itu dilanjutkan eksekusi di rumah sendiri, bukan hotel. Apa tidak risih dengan suami? Ya tidaklah, karena seperti telah dikatakan di atas, akan pilihan politik istrinya itu Bad hanya bilang: lanjutkan!
Beberapa hari lalu Kar malam-malam pergi cari mangsa, lalu ketemu Sam karyawan swasta yang beralamat di Ruko Balikpapan Permai. Transaksi pun terjadi. Awalnya Kar pasang harga Rp 250.000,- dan setelah tawar menawar disepakati harga Rp 150.000,- tanpa PPN 10 %. Harga perkenalan pasca Lebaran, katanya.
Eksekusi dilakukan di kamar rumahnya. Tapi ternyata Sam ini pria yang termasuk rosa-rosa macam Mbah Maridjan. Dia sangat pintar menjaga stamina, sehingga mampu mengulur permainan lebih dari 30 menit. Sebagai WTS yang mengacu motto “lebih cepat lebih baik” tentu saja gaya permainan Sam bisa bikin rugi bandar. “Cepetan dong Mas, gantian!” begitu katanya.
Baru pada menit ke 35, Sam menyelesaikan permainan. Tapi celakanya, meski telah dilayani secara total dan maksimal, dia tak mau bayar dengan alasan Kar tidak melayani secara fokus. Ealahh……. soal begituan saja kok harus fokus macam mentri dari parpol saja. Tentu saja Kar tak terima, sudah kringeten sedemikian rupa kok hanya dianggap kerja sosial.
Diapun melapor pada suaminya. Bad mencoba menasihati Sam dengan mengambil ungkapan “bayarlah upah buruh sebelum keringatnya kering”. Tapi Sam tetap tak mau bayar, bahkan mendorong tubuh Bad. Emosi pun meledak, dia segera ambil tumbak dan ditusukkan ke dada dan perut Sam berkali-kali. Tentu saja Sam wasalam di tempat.
Mayat Sam malam itu juga dibuang ke laut untuk menghilangkan jejak. Sayangnya, esok paginya terhempas ombak dan kembali ke darat. Nah, dari sinilah lalu terungkap. Polisi yang mengadakan penyelidikan ke TKP berhasil menemukan jejak pembunuhan di rumah pasangan suami istri Bad – Kar. Keduanya ditangkap dan digelandang ke Polres Balikpapan. “Sudah mainnya lama, tidak bayar pula…”, kata Kar dalam pemeriksaan.
SUMBER MASALAH
Spoiler for BABON DESA:
Quote:
0
7K
32
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya
![[ Khas Tarno] MOTO PSK : "Lebih Cepat Lebih Baik...!!!"](https://s.kaskus.id/images/2014/08/15/6001266_20140815102600.jpg)
![[ Khas Tarno] MOTO PSK : "Lebih Cepat Lebih Baik...!!!"](https://s.kaskus.id/images/2014/08/15/6001266_20140815102622.jpg)
