Bingung dengan kelakuan pendukung prabowo.
ane berani tarohan.Massa yg dateng ke MK..semua bayaran.
Prabowo harus banyak belajar dari bang foke.Kalo bener seorang patriot. Jabatan presiden ntu ga berarti.
Lebih baik gunakan duit buat membangun sekolah di pelosok. Itu lebih patriot.#bisminumobat
Quote:
TEMPO.CO , Jakarta - Pengamat psikologi politik dari
Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan sikap
keras dan kasar para pendukung Prabowo Subianto-
Hatta Rajasa merupakan warisan dari tokoh partai.
Menurut dia, sikap pemimpin akan ditiru pendukungnya.
“Ada hipotesis untuk kesamaan karakter antara tokoh
dan elite dengan pendukungnya,” kata Hamdi saat
dihubungi, Selasa, 12 Agustus 2014. (Baca: Orator
Kubu Prabowo Ancam Bunuh Ketua KPU)
Hamdi menilai selama ini Prabowo identik dengan
karakter maskulin, tegas, dan keras. Hamdi juga menilai
mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
itu telah menunjukkan kesan fasis dan totaliter. Sikap
keras yang melekat pada Prabowo inilah, menurut
Hamdi, yang juga ditiru oleh para pendukungnya.
(Baca: Ketua Gerindra DKI Laporkan Ketua KPU Lagi )
Hamdi juga menyebutkan kekerasan verbal yang
ditunjukkan pendukung Prabowo dalam beberapa kali
unjuk rasa juga merupakan cerminan karakter partai.
Selama ini tokoh partai sering menggunakan ancaman
kekerasan sehingga diikuti pengikutnya. “Keras itu
melekat pada Prabowo dan klop dengan para
pemilihnya.”
Sikap pendukung Prabowo-Hatta ini salah satunya
ditunjukkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai
Gerindra DKI Jakarta M. Taufik. Dalam konferensi pers
terkait dengan sidang sengketa perselisihan hasil
penetapan pemilihan umum presiden, Ahad lalu, Taufik
meminta kepolisian menangkap ketua Komisi Pemilihan
Umum(KPU) Husni Kamil Manik karena merasa pemilu
presiden penuh kecurangan. "Jika Kepolisian tidak
menangkap, kami yang akan tangkap," ujar Taufik.
Rencana Taufik menangkap Husni ini juga diikuti
sejumlah pendukungnya. Kemarin, massa pendukung
Prabowo-Hatta yang berdemontrasi di depan gedung
MK juga menyuarakan hal sama. Salah seorang orator
yang berdiri di depan massa mengancam akan
menghilangkan nyawa Husni. “Kalau perlu, Husni Kamil
Manik kami bawa, adili bersama. Kami bunuh," kata
orator itu. Para pendukung Prabowo-Hatta menyambut
orasi itu. "Bunuh!" teriak massa.