Kaskus

News

mashakoAvatar border
TS
mashako
Sebut Gila dan Psikopat, Professor Hendropriyono Mau Bunuh Karakter Prabowo
Sebut Gila dan Psikopat
Hendropriyono Mau Bunuh Karakter Prabowo
Rabu, 4 Juni 2014 | 19:31 WIB

Sebut Gila dan Psikopat, Professor Hendropriyono Mau Bunuh Karakter Prabowo

INILAHCOM, Jakarta - Keluarnya statement mantan Kepala BIN AM Hendropriyono yang menyebut Prabowo Subianto gila dan psikopat, lantaran memang sudah lama pihak Hendropriyono cs ingin mematikan karakter Prabowo.

"Kami berterima kasih Pak Hendro (AM Hendropriyono) menuding Pak Prabowo gila. Saya sudah 40 tahun dampingi Pak Prabowo dalam segala situasi. Bagaimana tidak gila, Pak Prabowo yang berkali-kali telah mereka bunuh karakternya, tidak mati bahkan mampu bangkit dan tampil lebih prima," jelas Kordinator Pemenangan Prabowo-Hatta wilayah Jawa Tengah (Jateng), Suryo Prabowo, Rabu (4/6/2014).

Menurutnya, dalam situasi Indonesia saat ini sudah cukup memprihatinkan. Karena pihak asing sangat kuat mengendalikan Indonesia.

Atas kondisi itu, maka Indonesia membutuhkan seorang pemimpin 'gila' yang bisa melepaskan ketergantungan terhadap pihak asing tersebut.

"Ketika seluruh kebutuhan sembilan bahan pokok kita diimpor dari luar negeri dan kekayaan alam Indonesia dikuasai bangsa asing, Prabowo bertekad mengajak kita semua, bangsa Indonesia untuk bangkit dan mandiri mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan dihormati," jelas dia.

Suryo balik menuding sejumlah purnawirawan jenderal senior Prabowo yang saat ini mendukung kubu Jokowi-JK. Para jenderal itu merasa ketakutan dengan karakteristik Prabowo tersebut.

"Sayang sekali bila kegilaan Prabowo dalam mengabdikan dirinya seperti ini ditakuti oleh para seniornya, dan tentunya sangat naif, bila tekad Prabowo yang sangat kuat untuk mewujudkan cita-citanya yang besar itu diartikan sebagai megalomania," katanya.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ini menilai, yang menyebut Prabowo gila dan mengidap schozophrenia adalah tudingan yang keji dan tidak berdasar.

"Hendropriyono dengan sadis menyampaikan ke publik bahwa Prabowo menderita schozophrenia, psikopat dan dekat-dekat gila. Ini sudah sangat keji, saya justru meragukan dia sebagai profesor. Saat menjadi Wakasad, saya lihat langsung hasil kondisi kejiwaan Prabowo, sangat bagus," tegasnya.

Lebih lanjut, Suryo mengatakan, tuduhan Hendropriyono soal hasil test kejiwaan Prabowo mendapat G 4 (Grade 4) itu fitnah. Sebab di TNI Angkata Darat (AD) saat ini sudah tidak menerapkan sistem 'grade' lagi.

"Coba perhatikan, prilaku dan sambutan Prabowo di KPU ketika pengundian nomor urut capres atau saat pidato kampanye damai, di banding capres lainnya perilaku dan tutur kata Prabowo sangat menghormati siapa saja yang terlibat dalam Pilpres 2014. Bahkan menghormati rivalnya," tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono membeberkan soal kondisi kejiwaan Prabowo Subianto.

Dia mengaku tahu betul soal psikologis mantan komandan jenderal Kopassus itu, saat masih menjadi TNI aktif.

Menurutnya, Prabowo mendapatkan nilai G4 (Grade 4) paling bawah, kalau ada stres bisa sedikit gila. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa nilai G4 itu sudah dekat dengan schizophrenia.
[url]http://nasional.inilah..com/read/detail/2106632/hendropriyono-mau-bunuh-karakter-prabowo#.U5BVg3KSzjV[/url]

Disebut Prabowo gila, tim Prabowo bantah AM Hendropriyono
Rabu, 4 Juni 2014 19:43 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rasaja membantah sekaligus berterima kasih kepada Ketua Tim Sukses Jokowi-Jusuf Kalla, AM Hendropriyono, yang menyebutkan Prabowo Subianto gila.

"Kami berterima kasih Pak Hendropriyono menuding Pak Prabowo gila. Saya sudah 40 tahun dampingi Pak Prabowo dalam segala situasi," kata salah satu anggota Tim Sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Suryo Prabowo, di Jakarta, Rabu.

"Bagaimana tidak 'gila', Pak Prabowo yang berkali-kali telah mereka bunuh karakternya, tidak mati bahkan mampu bangkit dan tampil lebih prima," kata salah seorang Tim Sukses Prabowo Subianto, Suryo Prabowo, di Jakarta, Rabu.

Mantan wakil kepala staf TNI AD itu menambahkan, situasi Indonesia saat ini sudah cukup memprihatinkan.

Pihak asing sangat kuat mengendalikan Indonesia. "Kita butuh 'pemimpin gila' yang bisa melepaskan ketergantungan terhadap pihak asing itu," kata dia.

"Ketika sembilan bahan pokok kita diimpor dari luar negeri dan kekayaan alam Indonesia dikuasai asing, Prabowo bertekad mengajak kita semua, bangsa Indonesia bangkit dan mandiri mewujudkan Indonesia berdaulat dan dihormati," katanya.

Dia bahkan mensinyalir sejumlah jenderal senior Prabowo yang saat ini mendukung Jokowi-Jusuf Kalla ketakutan dengan "kegilaan" Prabowo itu.

"Sayang sekali bila 'kegilaan' Prabowo dalam mengabdikan dirinya seperti ini ditakuti para seniornya, dan tentunya sangat naif, bila tekad Prabowo sangat kuat untuk mewujudkan cita-citanya yang besar itu diartikan sebagai megalomania," ujarnya.

Selain dituding gila dan megalomania Prabowo juga dituding mengidap schizophrenia. "Hendropriyono dengan sadis menyampaikan ke publik, Prabowo menderita schizophrenia, psikopat, dan dekat-dekat gila," katanya.

"Ini sudah sangat keji, saya justru meragukan dia sebagai profesor. Saat menjadi wakil kepala staf TNI AD, saya lihat langsung hasil kondisi kejiwaan Prabowo, sangat bagus," kata dia.

"Tuduhan hasil tes kejiwaan Prabowo mendapat G 4 (Grade 4) yang disampaikan Hendropriyono itu fitnah. Di lingkungan TNI AD penilaian dengan sistem grade tidak digunakan lagi," ungkap Suryo.

Sebelumnya, mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, membeberkan kondisi kejiwaan calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Dia mengaku tahu betul kondisi psikologi mantan komandan jenderal Kopassus TNI AD itu, saat masih menjadi TNI AD aktif. Menurut Hendropriyono, Prabowo mendapatkan nilai G4 (Grade 4) paling bawah, kalau ada stress bisa sedikit gila.
http://www.antaranews.com/berita/437...-hendropriyono

------------------------------

Saya percaya sama professor Hendropriyono, sebab beliau adalah satu-satunya professor bidang intel di dunia pada saat ini. Bahkan di negara AS dan bekas Uni Sovyet (Rusia) saja yang terkenal dengan badan intelnya yang mendunia itu, kagak punya professor intel!

emoticon-Ngakak
0
5.8K
37
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.6KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.