Fathanah pun Jadi Bahan Khutbah
Dari daerah nun jauh dengan jarak sekitar 185 kilometer dari Makassar, materi khutbah pendakwah berkisah tentang sosok Ahmad Fathanah. Mengutip ayat Al-Quran tentang perlunya mensyukuri nikmat, Musyawir, khatib salat Jumat di Masjid Allimbangen, Desa Barang, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mencontohkan hikayat Fathanah, tersangka suap impor daging, sebagai salah satu fenomena manusia yang kufur nikmat.
"Saat tinggal di Makassar, masya Allah, salat berjamaahnya luar biasa. Setelah berada di Jakarta. Saat sopir ditanya: dia tidak pernah melihat Fathanah salat Jumat dan jarang salat berjamaah," kata Musyawir kepada jemaah, Jumat, 10 Mei 2013.
Musyawir, yang juga sebagai imam masjid setempat, mengisahkan sosok Fathanah seperti yang dituturkan sopirnya itu, setelah sempat dilihatnya dalam sebuah tayangan pemberitaan televisi. Lulusan Intitut Agama Islam Negeri Alauddin (sekarang Universitas Islam Negeri Makassar) ini menilai, Fathanah telah meninggalkan kesederhanaannya setelah bergelimang harta di Ibu Kota. Beberapa wanita dikabarkan menjadi istri sirinya. "Artis Ayu Azhari pun diberikan hadiah," ujar Musyawir.
Nama Fathanah mendadak terkenal setelah tertangkap oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi bersama dengan bukti suap beserta seorang mahasiswi, Maharani Suciono, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Januari lalu. Kini, dia sudah menjadi tersangka bersama dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Lutfi Hasan Ishaaq.
Fathanah alias Olong lahir dan besar di Makassar. Ia adalah putra pendiri Pondok Pesantren Modern IMMIM Makassar, Fadli Luran. Olong sempat mengenyam pendidikan di IMMIM, kemudian pindah ke Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, sampai akhirnya melanjutkan pendidikan di LIPIA, Jakarta, dan di Arab Saudi.
Mappinawang, kakak kelas Fathanah di Pesantren IMMIM, menilai Olong santri yang bandel. "Tapi, biasa kenakalan anak-anak," ujar pengacara senior itu. Mappinawang tamat 1982. Olong setahun kemudian. Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan tersebut mengaku sudah tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Olong setelah melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. "Setelah ke sana, saya tidak tahu apa kegiatannya," kata Mappinawang.
SUMBER...............