Kaskus

News

citox.Avatar border
TS
citox.
JOKOWI Lagi Suka Pluralisme? Makanya 2 Tokoh JIL Ditawarkan Menteri Agama & Mendikbud
Lewat Facebook, Jokowi Minta Masukan Rakyat Siapa 34 Calon Menteri
Kamis, 24 Juli 2014 | 15:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo alias Jokowi mulai memikirkan penyusunan kabinet pemerintahannya bersama wakil presiden terpilih Jusuf Kalla. Rupanya, Jokowi terlebih dulu meminta pandangan publik sebelum menyusun kabinetnya.

Dalam akun resmi kubu Jokowi-JK di Facebook dengan nama Jokowi Center, publik diminta berpartisipasi dalam memberi pandangan mengenai siapa yang cocok menjadi pembantu presiden dan wakil presiden periode mendatang.

Dalam akun tersebut, diunggah lembaran yang diberi nama Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR). Tertulis, para relawan merasa perlu terus mengawal perjalanan politik Jokowi-JK dengan berbagai cara setelah dinyatakan sebagai pemenang pilpres.

Jokowi Center dan Radio Jokowi akhirnya memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat. Ada 34 daftar menteri yang dimintai pendapat. Masing-masing pos ada tiga calon. Ada pula opsi untuk mengisi sendiri nama tokoh di luar tiga calon yang ada. "Pemilihan menteri memang hak prerogatif presiden. Namun, bukan berarti rakyat tidak bisa berpartisipasi," demikian isi pesan tersebut.

Dalam memilih daftar nama calon-calon menteri itu, mereka melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan, seperti aktivis, intelektual, wartawan, dan juga para politikus. "Nama-nama ini kami hadirkan dan Anda kami persilakan untuk memilihnya sebagai bagian dari laku politik," tulis mereka.

Saat dikonfirmasi, Jokowi membenarkan jika laman itu dibuat oleh timnya. Namun, Jokowi menolak jika disebut telah serius mencari sosok yang tepat untuk mengisi kabinet. "Ini baru minta masukan saja. Ndak apa-apa kan?" ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (24/7/2014) siang. "Sampai detik ini, belum bicara siapa-siapanya, apalagi siapa dan duduk di mana. Sekali lagi ini hanya minta masukan rakyat. Boleh dong," lanjut dia.

Jokowi menegaskan bahwa penentuan siapa sosok yang akan mengisi jabatan menteri harus sesuai dengan kriteria. Kriteria disusun oleh tim dari partai-partai pengusung. Jokowi memastikan finalisasi ada di tangannya. "Nama timnya, ya jangan disebut. Nanti banyak yang intervensi ke tim. Biar berjalan apa adanya saja," lanjut Jokowi. Jokowi juga memastikan, yang mengisi kabinetnya memiliki latar belakang profesional, baik dari partai politik maupun dari unsur lain.
http://nasional.kompas.com/read/2014....Calon.Menteri

Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR)

Jokowi-Jusuf Kalla telah memenangi laga Pilpres 2014. Kemenangan pasangan ini sebagian besar didukung oleh ribuan komunitas relawan. Para relawan bukan hanya ambil bagian dalam kampanye dan pendanaan. Namun, mereka juga terlibat aktif mengawasi proses penghitungan suara.
Mungkin politik Indonesia mutakhir bukan hanya diwarnai oleh kehadiran sosok Jokowi, namun juga munculnya partisipasi relawan yang luar biasa. Kini, para relawan terus mengawal perjalanan politik pasangan pilihan mereka ini dengan berbagai cara.

Jokowi Center dan Radio Jokowi memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat. Pemilihan menteri memang hak prerogatif Presiden. Namun bukan berarti rakyat tidak bisa berpartisipasi.

Di dalam memilih daftar nama calon-calon menteri ini, kami melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan: aktivis, intelektual, wartawan dan juga para politikus. Nama-nama ini kami hadirkan, dan Anda kami persilakan untuk memilihnya sebagai bagian dari laku politik.

Selamat memilih, tetap tersenyum dan tetap mendukung Jokowi-Jusuf Kalla, untuk Indonesia yang lebih hebat, mandiri, dan bermartabat.

*) Jika tidak berkenan memilih salah satu menteri, pilih kolom Other.
* Wajib


19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan *


21. Menteri Agama *


34. Menteri Pemuda dan Olahraga *
  • Adhie MS
  • Anies Rasyid Baswedan Ph.D
  • Herry Zudianto, SE.Akt, MM
  • Yang lain:

source: https://docs.google.com/forms/d/14sB...iG8G0/viewform


Jelaskan Pluralisme, Jokowi Ungkit Kasus Ahok dan Lurah Susan
Kamis, 3 Juli 2014 00:54 WIB

JOKOWI Lagi Suka Pluralisme? Makanya 2 Tokoh JIL Ditawarkan Menteri Agama & Mendikbud
Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) mengajak pendukungnya mengacungkan dua jari saat berorasi di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/7/2014). Dalam acara tersebut hadir sekitar seribu warga, para ulama dan santri serta Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Bandung Barat, Abubakar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Joko Widodo (Jokowi) mengatakan indonesia tidak dibangun berdasarkan ras atau etnis tertentu. Di hadapan pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kawasan Jawa Barat, dia mengatakan sangat peduli terhadap pluralisme. "Ingat tidak pengalaman saya memilih Ahok? Waktu itu saya dikritik terus, namun saya buktikan masyarakat akhirnya memilih kami dan kasus sudah selesai, saya tidak mau ungkit hal itu lagi," kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/7/2014)

Jokowi juga menceritakan pengalaman lainnya ketika mengangkat Lurah Susan yang beragama non muslim di kawasan Lenteng Agung yang notabene didominasi masyarakat muslim. Banyak pertentangan dari kalangan masyarakat sekitar namun dia tidak gentar.

"5 hari saya didemo minta (lurah susan) diganti ? Saya tegaskan itu kewenangan saya, 3 hari lagi mereka datangi saya, seminggu lagi datang dan saya tidak mau diganggu lagi, lalu seminggu kemudian datang lalu saya katakan ini masalah nasional yang bisa menimpa daerah lain saya tegaskan mereka yang mendemo untuk pulang saja," katanya.

Jokowi pun mengatakan diperlukan ketegasan sebagai pemimpin. Bukan karena kurus atau gemuk tetapi ketegasan dilihat dari sikapnya. "Ini bukan karena kurus atau gemuk, tapi dilihat dari sikapnya itu yang kita lihat, dan saya sudah membuktikan hal itu," katanya.
http://www.tribunnews.com/pemilu-201...an-lurah-susan

-----------------------------

Menarik, Anies Baswedan yang digadang-gadang sebagai menteri pendidikan (Mendikbud), malahan dilempar ke pos Menpora. Emangnya dia suka Olahraga dan Kepemudaan?

Sementara dari 2 Tokoh JIL lainnya, kemungkinan besar salah seorang akan menempati pos Menteri Agama (karena nama Lukman Hakim Saifudin yang dari PPP itu kayaknya akan kalah 'fit and proper test' akibat partai PPP sudah berkoalisi dengan Prabowo). Sehingga tinggal 2 nama yang kebetulan dari JIL semua.

Begitu pula dengan kandidat Menteri Pendidikan, sepertinya sih tokoh JIL yaitu Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan tak akan ada lawannya di pos itu



emoticon-Matabelo
Diubah oleh citox. 25-07-2014 13:41
0
4.8K
41
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.6KThread59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.