- Beranda
- Berita dan Politik
Dari dulu Prabowo tidak percaya QC (panastak jangan bikin fitnah)
...
TS
MProduction
Dari dulu Prabowo tidak percaya QC (panastak jangan bikin fitnah)
Meski demikian, Prabowo menghimbau kepada para pendukungnya untuk tidak turun ke jalan dan melakukan euforia. Sebab jika telah melakukan perayaan kemenangan hanya berdasarkan hasil hitung cepat, itu sama saja dengan tidak menghormati lembaga Komisi Pemilihan Umum.
"Kita mau sama-sama untuk taat hukum, azas dan aturan main. Kita tidam mau pura-pura dan seenaknya. Karena itu esensi demokrasi, yakni adalah saling hormat menghormati. Untuk itu mari kita tunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai lembaga resmi," ujarnya, Rabu (9/7/2014).
"Kalau lembaga institusi yang dibangun oleh wakil rakyat tidak dihormati dan dipatuhi, maka kalau ada pihak yang seperti itu, kita harus hati-hati. Kita tidak mau hidup dimana lembaga sah tidak dihormati dan dipatuhi," lanjutnya.
Prabowo juga kembali mengingatkan kepada seluruh pendukung dan rakyat yang sudah mendukungnya, untuk tidak terpancing emosinya.
"Kalau ada yang mau mengklaim atau mengaku telah memperoleh kemenangan ya boleh-boleh saja, tapi itu tidak ada dasar hukumnya sama sekali. Yang harus kita hormati dan harus dijaga bahwa Indonesia adalah negara hikum. Kita ada di posisi yang benar, kita yakin pada akhirnya akan terlihat kebenaran dan bukan karena main serobot-serobotan, ingat bahwa hati tidak bisa dibohongi," tandasnya.
Berdasarkan hasil quic count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, menunjukan jika pasangan Prabowo-Hatta berhasil menang dalam Pilpres 2014. Quick count yang menyatakan Prabowo-Hatta menang adalah:
- Lembaga Survei Nasional (LSN): Prabowo-Hatta 50.60% dan Jokowi-JK 49.75%
- Indonesia Research Consult (IRC): Prabowo-Hatta 51.11% dan Jokowi-JK 48.89%
- Puskaptis: Prabowo-Hatta 52.06% dan Jokowi-JK 47.94%
- Jaringan Survei Indonesia: Prabowo-Hatta 50.26% dan Jokowi-JK 49.74%.
dan keluar jurus mencla-menclenya sodara2
Kini, Kubu Prabowo-Hatta Tak Lagi Merujuk Hasil "Quick Count"
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD, tidak memedulikan kredibilitas lembaga Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), yang hasil hitung cepatnya menunjukkan Prabowo-Hatta unggul dalam Pilpres 9 Juli lalu.
Mahfud mengatakan, sejak awal pihaknya memang tidak mempunyai kerja sama apa pun dengan Puskaptis ataupun lembaga survei lainnya yang mengunggulkan Prabowo.
"Saya malah tidak pernah kenal siapa itu Puskaptis, siapa itu IRC, JSI. Itu kan karena muncul di televisi saja. Itu kerja samanya lembaga survei dengan televisi, bukan dengan kami," kata Mahfud saat dihubungi, Rabu (15/4/2014) siang.
Hal tersebut disampaikan Mahfud ketika ditanya mengenai Puskaptis yang menolak untuk diaudit oleh Perhimpunan Survei dan Opini Publik (Persepi). Sikap Puskaptis itu lalu dikritik. (Baca: Persepi: Puskaptis Menolak Diaudit)
"Jadi, biar masyarakat saja yang menilai kredibilitas Puskaptis seperti apa karena sekarang juga kan tidak berpegangan lagi pada quick count," ujar Mahfud.
Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, saat ini pihaknya hanya berpegang pada real count yang dilakukan internal tim pemenangannya. Dari real count itu, menurut Mahfud, Prabowo-Hatta masih unggul.
"Kita tunggu juga nanti pengumuman dari KPU pada 22 Juli seperti apa," pungkasnya.
Sebelumnya, tak lama setelah kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla mendeklarasikan kemenangan di pilpres, Mahfud mewakili kubu Jokowi-JK juga mengklaim bahwa kemenangan ada di pihaknya. Ketika itu, Mahfud merujuk hasil hitung cepat yang menunjukkan Prabowo-Hatta unggul.
"Kemenangan ada di pihak kami, menurut tiga lembaga survei yang diumumkan Puskaptis, LSN, dan JSI, kita dinyatakan di sini menang dan perhitungan terus berproses," kata Mahfud di markas Tim Pemenangan Prabowo di Rumah Polonia, Rabu (9/7/2014).
Setelah itu, Prabowo juga mengumumkan hal yang sama. (baca: Prabowo Juga Klaim Kemenangan Versi "Quick Count")
sumber
omongan ga bisa dipegang kemarin percaya sama QC yang di TV one sekarang haaaaaaaaaaashhhUUUU dahlah
"Kita mau sama-sama untuk taat hukum, azas dan aturan main. Kita tidam mau pura-pura dan seenaknya. Karena itu esensi demokrasi, yakni adalah saling hormat menghormati. Untuk itu mari kita tunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai lembaga resmi," ujarnya, Rabu (9/7/2014).
"Kalau lembaga institusi yang dibangun oleh wakil rakyat tidak dihormati dan dipatuhi, maka kalau ada pihak yang seperti itu, kita harus hati-hati. Kita tidak mau hidup dimana lembaga sah tidak dihormati dan dipatuhi," lanjutnya.
Prabowo juga kembali mengingatkan kepada seluruh pendukung dan rakyat yang sudah mendukungnya, untuk tidak terpancing emosinya.
"Kalau ada yang mau mengklaim atau mengaku telah memperoleh kemenangan ya boleh-boleh saja, tapi itu tidak ada dasar hukumnya sama sekali. Yang harus kita hormati dan harus dijaga bahwa Indonesia adalah negara hikum. Kita ada di posisi yang benar, kita yakin pada akhirnya akan terlihat kebenaran dan bukan karena main serobot-serobotan, ingat bahwa hati tidak bisa dibohongi," tandasnya.
Berdasarkan hasil quic count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, menunjukan jika pasangan Prabowo-Hatta berhasil menang dalam Pilpres 2014. Quick count yang menyatakan Prabowo-Hatta menang adalah:
- Lembaga Survei Nasional (LSN): Prabowo-Hatta 50.60% dan Jokowi-JK 49.75%
- Indonesia Research Consult (IRC): Prabowo-Hatta 51.11% dan Jokowi-JK 48.89%
- Puskaptis: Prabowo-Hatta 52.06% dan Jokowi-JK 47.94%
- Jaringan Survei Indonesia: Prabowo-Hatta 50.26% dan Jokowi-JK 49.74%.
Quote:
dan keluar jurus mencla-menclenya sodara2
Kini, Kubu Prabowo-Hatta Tak Lagi Merujuk Hasil "Quick Count"
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD, tidak memedulikan kredibilitas lembaga Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), yang hasil hitung cepatnya menunjukkan Prabowo-Hatta unggul dalam Pilpres 9 Juli lalu.
Mahfud mengatakan, sejak awal pihaknya memang tidak mempunyai kerja sama apa pun dengan Puskaptis ataupun lembaga survei lainnya yang mengunggulkan Prabowo.
"Saya malah tidak pernah kenal siapa itu Puskaptis, siapa itu IRC, JSI. Itu kan karena muncul di televisi saja. Itu kerja samanya lembaga survei dengan televisi, bukan dengan kami," kata Mahfud saat dihubungi, Rabu (15/4/2014) siang.
Hal tersebut disampaikan Mahfud ketika ditanya mengenai Puskaptis yang menolak untuk diaudit oleh Perhimpunan Survei dan Opini Publik (Persepi). Sikap Puskaptis itu lalu dikritik. (Baca: Persepi: Puskaptis Menolak Diaudit)
"Jadi, biar masyarakat saja yang menilai kredibilitas Puskaptis seperti apa karena sekarang juga kan tidak berpegangan lagi pada quick count," ujar Mahfud.
Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, saat ini pihaknya hanya berpegang pada real count yang dilakukan internal tim pemenangannya. Dari real count itu, menurut Mahfud, Prabowo-Hatta masih unggul.
"Kita tunggu juga nanti pengumuman dari KPU pada 22 Juli seperti apa," pungkasnya.
Sebelumnya, tak lama setelah kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla mendeklarasikan kemenangan di pilpres, Mahfud mewakili kubu Jokowi-JK juga mengklaim bahwa kemenangan ada di pihaknya. Ketika itu, Mahfud merujuk hasil hitung cepat yang menunjukkan Prabowo-Hatta unggul.
"Kemenangan ada di pihak kami, menurut tiga lembaga survei yang diumumkan Puskaptis, LSN, dan JSI, kita dinyatakan di sini menang dan perhitungan terus berproses," kata Mahfud di markas Tim Pemenangan Prabowo di Rumah Polonia, Rabu (9/7/2014).
Setelah itu, Prabowo juga mengumumkan hal yang sama. (baca: Prabowo Juga Klaim Kemenangan Versi "Quick Count")
sumber
Quote:
omongan ga bisa dipegang kemarin percaya sama QC yang di TV one sekarang haaaaaaaaaaashhhUUUU dahlah
tien212700 memberi reputasi
1
2.9K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.2KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya