- Beranda
- Berita dan Politik
[Jangan Terguncang 2] Jelang Coblosan: Massa Golkar Dan PAN Banyak Yang Lari Ke Jokow
...
TS
leafclan
[Jangan Terguncang 2] Jelang Coblosan: Massa Golkar Dan PAN Banyak Yang Lari Ke Jokow
Quote:
Jelang Coblosan: Massa Golkar Dan PAN Banyak Yang Lari Ke Jokowi, Ini Datanya
Bisnis.com, JAKARTA— Dukungan sejumlah partai politik di gelaran pemilu presiden tahun ini terpecah. Diantaranya adalah dukungan dari Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional yang sebagian besar kadernya tidak memilih pasangan capres yang diusung.
Hal ini diketahui berdasarkan hasil survei Charta Politika digambarkan bahwa 57,2% pedukung Partai Golkar memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan 42,2% memilih Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN), 57,3% mendukung Prabowo-Hatta dan 41,7% menndukung Jokowi-JK. Padahal Hatta sendiri adalah Ketua Umum PAN, namun dukungan itu ternnyata tidak bulat.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya memprediksi faktor JK menjadi penyebab terpecahnya suara Partai Golkar, terutama di Indonesia bagian timur.
"Karena variabel JK saat ditanya ke mamsyarakat dia sebagai mantan wapres dan kader Partai Golkar," kata Yunarto di Jakarta, Selasa (8/7/2024).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Fadel Muhamad mengakui bahwa banyak para pendukung partaiunya yang tidak memilih pasangan Prabowo-Hatta pada pilpres kali ini.
Diakui Fadel, tidak bisa dipunngkiri bahwa JK yang mantan Ketua Umum Partai Golkar itu memiliki peran penting di partai dan mempunnyai basis pendukung yang sangat besar.
"JK juga punya jasa kepada Partai Golkar. Di Sulawesi pun masih banyak orang yang bangga dengan Pak JK," aku Fadel.
Anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK, Maruarar Sirait menambahkan, selain JK ada dua tokoh penntinng Partai Golkar yang bergabung sehingga bisa memecagh dukungann basis partaoi beringin itu.
Mereka adalah pendiri Partai Golkar Suhardiman dan tokoh Partai Golkar yang memiliki pendukung besar di Jawa Barat Ginandjar Kartasasmita. "Ini jelas memberikan pengaruh," kata pria yang akrab disapa Ara ini.
Sementara untuk PAN, kata Ara, ada peran dari para tokoh partai berbasis umat Muhamadiyah itu, yakni Syafi'i Maarif dan mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir.
"Untuk konstituen Muhamadiyah saya harus berterima kasih kepada Buya Ayafi'i Maarif dan Sutrisno Bachir yang bekerja sangat keras. Di PAN Mas Sutrisno tentu masih punya akar yang kuat," ujarnya.
source: http://surabaya.bisnis.com/read/2014...wi-ini-datanya

0
2.2K
Kutip
19
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya