boromiriAvatar border
TS
boromiri
Timses Jokowi-JK Kampanye Hitam Di Gereja..
Tadi pagi saya menulis bahwa di dalam tubuh koalisi yang mendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla tersimpan bahaya bagi kelangsungan toleransi di NKRI yang selama ini terlindungi oleh prinsip Bhineka Tunggal Ika sehingga negara kita tetap bersatu sekalipun masyarakatnya majemuk (http://m.kompasiana.com/post/read/66...ncam-nkri.html). Sekarang saya menemukan bukti bahwa kubu Jokowi-JK mengadu domba umat Kristen dan umat Katolik dengan umat Islam di dalam gereja-gereja di Indonesia!

Bahwa Jokowi-JK telah melakukan kampanye hitam di gereja sudah lama ada laporannya di dalam website intelijen.co.id melalui artikel berjudul “Masjid Diinteli, di Gereja, Alwi Shihab dan Luhut Panjaitan Beberkan Koalisi Berbahaya Prabowo.” Sumber tulisan website tersebut berasal dari tweet yang dibuat pendukung Jokowi-JK bernama Nol Darol Mahmada, tokoh Jaringan Islam Liberal di akun miliknya (https://twitter.com/nongandah), yang menulis bahwa dia menghadiri acara mendengarkan visi misi capres 2014 yang dilangsungkan di dekat kantor sehingga dia menyempatkan diri mampir dan di dalam ada Luhut Panjaitan dan Alwi Shihab yang mengingatkan bahwa memilih Prabowo sangat berbahaya sebab dia berkoalisi dengan kelompok islam yang bermaksud “memurnikan agama,” Di dalam twitnya yang lain Nong Darol Mahmada mengompori dengan menulis bahwa dia mau pilih Jokowi sebagai presiden karena tidak mau ada kelompok intoleransi bertindak sewenang-wenang.

http://www.intelijen.co.id/masjid-di...ahaya-prabowo/

https://twitter.com/nongandah/status...92753812840448

https://twitter.com/nongandah/status...95995321651201

Berita di atas terjadi beberapa minggu lalu, dan hari ini saya menemukan pernyataan dari adik Basuki Tjahjana Purnama alias Ahok yang bernama Fify Lety Tjahaja Purnama bahwa kampanye hitam terhadap Prabowo Subianto sangat marak di dalam lingkungan gereja dengan isu utama bahwa Prabowo sangat anti kepada minoritas.

“Banyak sekali black campaign ke Pak Prabowo, sangat keji sekali. Dia dituduh mau memusnahkan orang Kristen, orang Tionghoa mau dibunuh. Begitu yang beredar, saya mau berusaha menjernihkan. Ahok itu Tionghoa, Kristen tapi Pak Prabowo tetap mencalonkan dia. Masa sih kalau anti-Kristen mau mengusung Ahok. Dia dituduh anti-Kristen, padahal ibunya kan Kristen. Karena itu, saya coba menetralkan saat pelayanan di gereja-gereja.”

http://www.rmolsumsel.com/read/2014/...Gereja-gereja-

Pernyataan Fifi Lety Tjahaja Purnama tersebut tidak berbohong sebab kali ini Alwi Shihab tertangkap basah melakukan kegiatan kampanye hitam dengan memfitnah Prabowo di Gereja Katedral:

“Kami cocok memilih capres nomor dua. Kami melihat di capres nomor dua, tak ada golongan yang memiliki ambisi menghabisi kelompok lain. Radikalisme dalam keagamaan bisa merusak persatuan bangsa. Akhir-akhir ini ada kelompok Islam yang bergembar-gembor hendak mengadakan seminar antipluralisme. Jika ada kesempatan, bukan tak mungkin mereka meningkatkan geer menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

Kelompok Islam beringas tak nyaman jika penganut agama lain melakukan ibadah. Musababnya, mereka menganggap agama mereka yang paling benar. Selain tak suka kepada umat Kristiani, kelompok Islam yang tak ramah ini juga menentang filsafat, tarekat, dan Syiah. Nahdlatul Ulama tak sejalan dengan kelompok ini.”

http://pemilu.tempo.co/read/news/201...Islam-Beringas

Sekilas memang Alwi Shihab tidak eksplisit mengatakan bahwa pasangan capres No. 1 terdapat “golongan anti plurarisme yang hendak menghabisi kelompok lain,” namun bila kita melihat konteks “diskusi” Alwi Shihab tersebut dengan kampanye hitam sebagaimana disaksikan oleh Nong Darol Mahmada yang menulis bahwa Luhut Panjaitan dan Alwi Shihab mengingatkan memilih Prabowo sangat berbahaya sebab dia berkoalisi dengan kelompok islam yang bermaksud “memurnikan agama,” maka sudah cukup jelas arah dan tujuan perkataan Alwi Shihab kepada umat Kristen tersebut, yaitu: capres No. 1 anti pluralisme dan mau memurnikan agama sedangkan capres No. 2 tidak ada yang hendak menghabisi kelompok lain.

Perbuatan dan perkataan Alwi Shihab tentu memenuhi unsur kampanye hitam dan sudah bukan lagi kampanye negatif. Ironisnya perbuatan Alwi Shihab mengadu domba umat beragama demi kepentingan pemilu itu dilakukan di Gereja Katedral yang selama ini menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Indonesia karena letaknya bertepatan di depan Masjid Istiqlal.

Kendati demikian, Alwi Shihab sebenarnya sedang berbohong sebab terbukti:

1. Di koalisi Jokowi-JK justru terdapat orang-orangnya Benny Moerdani yang tidak nyaman dengan umat Islam menjalankan ibadahnya dan sempat mau menghabisi umat Islam serta mendalangi Kerusuhan 13-14 Mei 1998 dengan sasaran rakyat Indonesia keturunan Tionghoa;

http://m.kompasiana.com/post/read/65...ng-jokowi.html

2. Di dalam tubuh koalisi Jokowi-JK juga bersemayam kekuatan komunis pimpinan Budiman Soejatmiko yang diajarkan untuk melihat bahwa semua agama adalah candu yang harus dimusnahkan;

3. Di dalam koalisi terdapat Surya Paloh, pemilik Metro TV yang perusahaannya melarang pekerjanya bernama Sandrina Malakiano menggunakan jilbab;

https://id-id.facebook.com/kata2hikm...51087822209355

4. Bicara penganut “Islam Radikal” sebagaimana disebut Alwi Shihab, tebak ada di mana dukungan Abu Bakar Ba’asyir pemimpin Ponpres Ngruki yang katanya mendalangi terorisme di Indonesia? Benar, mendukung Jokowi.

http://m.arrahmah.com/read/2013/01/3...z-baasyir.html

5. Demikian juga dengan Wimar Witoelar yang menyamakan Ormas Muhammadiyah dengan terorisme pembunuh massal seperti Osama bin Laden dan Imam Samudra.

http://www.republika.co.id/berita/na...r-serang-islam

Selanjutnya beberapa minggu lalu di kaskus ada sebuah usaha memfitnah Prabowo membawa pendeta Amerika bernama Benny Hinn ke acara KKR di Kupang dan kemudian menjelek-jelekan Jokowi-JK, tapi terbukti bohong dan tidak benar. Ini perbuatan siapa? (http://www.kaskus.co.id/thread/5389f...okowi-di-sana/). Lalu masih ingat siapa yang mau mengirim intel ke masjid-masjid satu Indonesia? Benar, PDIP!

Saya tidak tahu apakah Jokowi-JK akan menjadi pemimpin Indonesia lima tahun ke depan, namun bila benar, maka sungguh Indonesia tidak beruntung karena kelompok yang suka memfitnah orang ini memimpin negara kita tercinta.
0
2K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
Pilih Capres & Caleg
KASKUS Official
22.5KThread3.1KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.