- Beranda
- Pilih Capres & Caleg
Heboh prabowo jendral kancil penentang atasan
...
TS
iqomudin
Heboh prabowo jendral kancil penentang atasan
KOMANDO
Tinggal sehari besok kita berseberangan antara
pendukung Jokowi dan Prabowo, lusa tanggal 9
kita sudah mencoblos. Renungkan, apakah
anda akan memilih Prabowo atau Jokowi
Kalau saya akan pilih Prabowo . Saya tidak
memungkiri Prabowo ada kekuarangan, tapi
lebih banyak kebaikkan yg dimiliki.
Dengan mempertaruhkan apapun saya tdk
pernah percaya dia pelanggar HAM, penculik
dll, mengapa? Karena ribuan nyawa justru ia
selamatkan.
Satu hal yg belum pernah terungkap di media ,
maka malam ini sy akan ungkap. Dan saya
pastikan Prabowo tdk setuju saya ungkap, tapi
saya harus ungkapkan , paling tidak saya
sudah sampaikan apa yg saya ketahui.
Suatu hari saya menemui Pak PS di sebuah
hotel, saat saya menunggu di lobby hotel
tersebut , saya bersama teman bertemu dengan
rombongan (sekitar 15 orang) "seperti " orang
Tim -Tim yg menenteng tas belanjaan dari
sebuah mal mewah. Mereka seperti penduduk
biasa, bukan pejabat atau kalangan atas . Saya
iseng bertanya pada orang hotel, soal siapa
mereka. "Mereka dari Tim-Tim tamunya Bapak
(Pak PS), menginap di sini," kata petugas Hotel
tersebut.
Tentu waktu saya bertemu Pak PS, karena pak
PS tidak suka hal-hal apapun yg berkait
dengan charity ditanyakan padanya, saya tidak
bertanya pada Pak PS. Saya hanya menyelidik
ke salah satu ajudan, ternyata mereka adalah
para kepala suku kampung Kararas (atau
cararas) Tim-Tim yg pengin pergi ke Jakarta
ingin bertemu Pak PS, karena dengar Pak PS
mau nyapres.
Padahal selama ini di koran The Jakarta Post
dan Tempo, Pak PS diberitakan melakukan
pembantaian dan anak buahnya melakukan
rudapaksaan di kampung Kararas ini.
Padahal yg sebenarnya terjadi, saat itu Pak PS
terima perintah dari Jenderal ( sekarang sudah
Alm) sy gak tega menyebut namanya, agar Tim
Pak PS melakukan pembakaran di kampung
Kararas (cararas), karena dianggap di kampung
itulah Fretelin kerap bersembunyi.
Prabowo yg diinstruksikan membakar kampung
tersebut plus semanusianya yg berjumlah 1400
orang akhirnya "MENOLAK PERINTAH" sang
jenderal. Karena menolak dengan mengatakan
langsung tidak mungkin (dalam organisasi
tentara kalau bawahan menolak tugas dianggap
melawan atasan dan dipecat), maka yg
dilakukan Prabowo bersama pasukannya adalah
mengelabui Sang Jenderal.
Saat malam yg harusnya menjadi malam
terakhir pagi 1400 penduduk itu Prabowo justru
menyelamatkannya. Malam itu Prabowo
meminta secara diam-dim penduduk kampung
Kararas meninggalkan rumahnya untuk
mengungsi keluar kampung dibantu oleh anak
buah Pak Prabowo.
Setelah penduduk dievakuasi , dan kampung
Kararas kosong , maka barulah kampung
tersebut dibakar habis. Setelah kampung luluh
lantah, Prabowo melaporkan ke Jakarta, bahwa
tugas telah dilaksanakan.
Hingga saat ini bagi sejarah tentara , seolah
pembakaran Kararas plus penduduknya itu
terjadi, namun sebenarnya tidak terjadi, dan
1400 orang Kararas yg sebagian besar masih
hidup hingga sekarang menganggap PRABOWO
justru sebagai PAHLAWAN mereka.
Di antara penduduk Kararas yg sekarang masih
hidup itulah yg saya temui di sebuah Hotel
Bintang Lima di Jakarta, karena sedang
ditraktir Pak Prabowo.
Mengapa Prabowo tdk mau mengungkap ini,
atau tidak menajawab ketika media
menyudutkan? Ini karena Prabowo berfikir akan
menjadi pembelajaran yg kurang baik untuk
seorang prajurit, karena melawan atasan.
Sekali lagi Prabowo terus mengedepankan jiwa
Korsa , dan seperti kasus penculikan, ia lebih
senang menjadi lilin dan terbakar habis, dari
pada membuka aib atasannya.
Saya menulis ini bukan untuk membela
Prabowo , tapi saya hanya menyampaikan
kebenaran, meski saya yakin kalau Pak Prabowo
tau soal hal ini saya ungkap di media sosial,
pasti saya akan diamarahi dan tidak ditegur.
Sudah lama sekali saya mau menulis ini, tapi
banyak pertimbangan karena Pak Prabowo tdk
mau membuka aib atasannya. Jadi berita yg
suka digembar-gemborkan bahwa Prabowo ikut
membakar kampung Karars memang betul, tapi
kampung itu kosong tdk ada penduduknya,
karena penduduknya sdg dibawa ke daerah lain
oleh Prabowo dan anak buahnya. Itulah
sebabnya Di Tim _Tim Prabowo selalu dielu-
elukan sebagai pahlawan, dan ia bisa berkawan
baik dengan Xanana Gusmau, padahal dulu
musuh bebuyutannya, saat perang integrasi di
Tim-Tim.
Bismillahirohmahirohim, saya buka cerita ini,
sekedar untuk menggambarkan sosok Prabowo,
agar kita semua tidak salah dalam memilih
pemimpin, dan tidak berdosa karena ikut
memfitnah seorang PAHLAWAN.
Bahkan sebetulnya bukan hanya di Kampung
Kararas saja, Prabowo TIDAK MENJALANKAn
PERINTAH yang menyakiti rakyat, karena
memang ia tidak bisa menyakiti siapapun ,
apalagi membunuh.
Prabowo adalah manusia naif mencintai orang
miskin dan negara berlebihan , sehingga ia
menjadi sasaran empuk siapapun.
Tapi atas segala kemuliaan hatinya, lihatlah yg
Tuhan berikan...berapa ratus atau ribu Jenderal
yg dimiliki Indonesia, mengapa Prabowo yg
hanya Jnderal bintang tiga, dengan segudang
isu dan fitnah, sekarang menjadi Capres
terkuat? Semoga ini cara Tuhan membalas
cinta Prabowo padaNYA, dan pada Rakyat
Indonesia.
Catatan;
Penduduk Kararas saat terjadi pembakaran
kampung mereka masih banyak yg hidup saat
ini, dan kalau media mau fair, bisa diinvestigasi
mereka.
Tinggal sehari besok kita berseberangan antara
pendukung Jokowi dan Prabowo, lusa tanggal 9
kita sudah mencoblos. Renungkan, apakah
anda akan memilih Prabowo atau Jokowi
Kalau saya akan pilih Prabowo . Saya tidak
memungkiri Prabowo ada kekuarangan, tapi
lebih banyak kebaikkan yg dimiliki.
Dengan mempertaruhkan apapun saya tdk
pernah percaya dia pelanggar HAM, penculik
dll, mengapa? Karena ribuan nyawa justru ia
selamatkan.
Satu hal yg belum pernah terungkap di media ,
maka malam ini sy akan ungkap. Dan saya
pastikan Prabowo tdk setuju saya ungkap, tapi
saya harus ungkapkan , paling tidak saya
sudah sampaikan apa yg saya ketahui.
Suatu hari saya menemui Pak PS di sebuah
hotel, saat saya menunggu di lobby hotel
tersebut , saya bersama teman bertemu dengan
rombongan (sekitar 15 orang) "seperti " orang
Tim -Tim yg menenteng tas belanjaan dari
sebuah mal mewah. Mereka seperti penduduk
biasa, bukan pejabat atau kalangan atas . Saya
iseng bertanya pada orang hotel, soal siapa
mereka. "Mereka dari Tim-Tim tamunya Bapak
(Pak PS), menginap di sini," kata petugas Hotel
tersebut.
Tentu waktu saya bertemu Pak PS, karena pak
PS tidak suka hal-hal apapun yg berkait
dengan charity ditanyakan padanya, saya tidak
bertanya pada Pak PS. Saya hanya menyelidik
ke salah satu ajudan, ternyata mereka adalah
para kepala suku kampung Kararas (atau
cararas) Tim-Tim yg pengin pergi ke Jakarta
ingin bertemu Pak PS, karena dengar Pak PS
mau nyapres.
Padahal selama ini di koran The Jakarta Post
dan Tempo, Pak PS diberitakan melakukan
pembantaian dan anak buahnya melakukan
rudapaksaan di kampung Kararas ini.
Padahal yg sebenarnya terjadi, saat itu Pak PS
terima perintah dari Jenderal ( sekarang sudah
Alm) sy gak tega menyebut namanya, agar Tim
Pak PS melakukan pembakaran di kampung
Kararas (cararas), karena dianggap di kampung
itulah Fretelin kerap bersembunyi.
Prabowo yg diinstruksikan membakar kampung
tersebut plus semanusianya yg berjumlah 1400
orang akhirnya "MENOLAK PERINTAH" sang
jenderal. Karena menolak dengan mengatakan
langsung tidak mungkin (dalam organisasi
tentara kalau bawahan menolak tugas dianggap
melawan atasan dan dipecat), maka yg
dilakukan Prabowo bersama pasukannya adalah
mengelabui Sang Jenderal.
Saat malam yg harusnya menjadi malam
terakhir pagi 1400 penduduk itu Prabowo justru
menyelamatkannya. Malam itu Prabowo
meminta secara diam-dim penduduk kampung
Kararas meninggalkan rumahnya untuk
mengungsi keluar kampung dibantu oleh anak
buah Pak Prabowo.
Setelah penduduk dievakuasi , dan kampung
Kararas kosong , maka barulah kampung
tersebut dibakar habis. Setelah kampung luluh
lantah, Prabowo melaporkan ke Jakarta, bahwa
tugas telah dilaksanakan.
Hingga saat ini bagi sejarah tentara , seolah
pembakaran Kararas plus penduduknya itu
terjadi, namun sebenarnya tidak terjadi, dan
1400 orang Kararas yg sebagian besar masih
hidup hingga sekarang menganggap PRABOWO
justru sebagai PAHLAWAN mereka.
Di antara penduduk Kararas yg sekarang masih
hidup itulah yg saya temui di sebuah Hotel
Bintang Lima di Jakarta, karena sedang
ditraktir Pak Prabowo.
Mengapa Prabowo tdk mau mengungkap ini,
atau tidak menajawab ketika media
menyudutkan? Ini karena Prabowo berfikir akan
menjadi pembelajaran yg kurang baik untuk
seorang prajurit, karena melawan atasan.
Sekali lagi Prabowo terus mengedepankan jiwa
Korsa , dan seperti kasus penculikan, ia lebih
senang menjadi lilin dan terbakar habis, dari
pada membuka aib atasannya.
Saya menulis ini bukan untuk membela
Prabowo , tapi saya hanya menyampaikan
kebenaran, meski saya yakin kalau Pak Prabowo
tau soal hal ini saya ungkap di media sosial,
pasti saya akan diamarahi dan tidak ditegur.
Sudah lama sekali saya mau menulis ini, tapi
banyak pertimbangan karena Pak Prabowo tdk
mau membuka aib atasannya. Jadi berita yg
suka digembar-gemborkan bahwa Prabowo ikut
membakar kampung Karars memang betul, tapi
kampung itu kosong tdk ada penduduknya,
karena penduduknya sdg dibawa ke daerah lain
oleh Prabowo dan anak buahnya. Itulah
sebabnya Di Tim _Tim Prabowo selalu dielu-
elukan sebagai pahlawan, dan ia bisa berkawan
baik dengan Xanana Gusmau, padahal dulu
musuh bebuyutannya, saat perang integrasi di
Tim-Tim.
Bismillahirohmahirohim, saya buka cerita ini,
sekedar untuk menggambarkan sosok Prabowo,
agar kita semua tidak salah dalam memilih
pemimpin, dan tidak berdosa karena ikut
memfitnah seorang PAHLAWAN.
Bahkan sebetulnya bukan hanya di Kampung
Kararas saja, Prabowo TIDAK MENJALANKAn
PERINTAH yang menyakiti rakyat, karena
memang ia tidak bisa menyakiti siapapun ,
apalagi membunuh.
Prabowo adalah manusia naif mencintai orang
miskin dan negara berlebihan , sehingga ia
menjadi sasaran empuk siapapun.
Tapi atas segala kemuliaan hatinya, lihatlah yg
Tuhan berikan...berapa ratus atau ribu Jenderal
yg dimiliki Indonesia, mengapa Prabowo yg
hanya Jnderal bintang tiga, dengan segudang
isu dan fitnah, sekarang menjadi Capres
terkuat? Semoga ini cara Tuhan membalas
cinta Prabowo padaNYA, dan pada Rakyat
Indonesia.
Catatan;
Penduduk Kararas saat terjadi pembakaran
kampung mereka masih banyak yg hidup saat
ini, dan kalau media mau fair, bisa diinvestigasi
mereka.
0
992
2
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
22.5KThread•3.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok