- Beranda
- Berita dan Politik
Bagikan tabloid di Depok, relawan Jokowi dipolisikan
...
TS
mas.wowo
Bagikan tabloid di Depok, relawan Jokowi dipolisikan
http://www.merdeka.com/peristiwa/bag...polisikan.html
dikira Obor Rahmatan Lil Alamin seperti Obor Rakyat keluaran mereka
Quote:
Bagikan tabloid di Depok, relawan Jokowi dipolisikan
Reporter : Angga Yudha Pratomo | Sabtu, 5 Juli 2014 00:04

Merdeka.com - Relawan Jokowi-Jusuf Kalla mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat membagikan tabloid bernama Obor Rahmatan Lil Alamin di Jalan Margonda Raya, Depok. Keduanya lantas digiring ke kantor kepolisian Polres Depok.
Menurut kesaksian salah seorang relawan, Nur Fadillah menuturkan, pembagian tabloid itu dilakukan bersama kawannya bernama Rizki, sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, mendadak terdapat beberapa orang menegur apa yang dilakukannya.
"Kamu lagi ngapain? Tau nggak yang kamu lakukan ini bisa dimasalahin KPU?," kata Nur melalui rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (4/7) malam.
Mendengar pertanyaan itu, Nur Fadillah menjelaskan bahwa dirinya relawan Jokowi yang sedang membagi-bagikan Tabloit. "Kita sedang membagikan tabloid pak," jawab Nur.
Dengan nada sedikit tinggi, kata Nur, orang tersebut mengaku sebagai pegawai pemerintah Kota Depok. Bahkan, mereka juga sempat menghubungi teman-temannya melalui telepon genggam.
"Gue pegawai pemkot, ini kamu melanggar peraturan KPU nih," ujar Nur menirukan perkataan orang tersebut.
Namun, lanjut Nur, pihaknya mengindikasi bahwa mereka merupakan relawan Prabowo-Hatta. Pasalnya, beberapa orang yang menegur tersebyt sedang melakukan kegiatan pembagian takjil di Jalan Margonda.
Nur menambahkan, usai orang tersebut menghubungi, tiba-tiba datang enam orang berkendara mengendarai tiga motor tiba di lokasi. Bahkan, mereka mengaku sebagai orang dari Prabowo."Ini kita Prabowo," ujar Nur menirukan.
Tanpa tendeng aling-aling, kata Nur, orang tersebut meminta identitas beserta STNK dan menyeretnya ke Kantor Polres Depok. Sampai di Polres Depok, para orang tersebut langsung menuduh bahwa relawan Jokowi-Jusuf Kalla membagikan tabloit kampanye hitam.
"Melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh Polisi bernama Briptu Bayu Setiawan, setelah koordinasi dengan komandannya yang kebetulan tidak berada di kantor, mengatakan bahwa relawan Jokowi-JK tidak bersalah, dan Tabloit itu bermuatan positif, tidak ada unsur black campaign," jelasnya.
Untungnya, kata Nur, setelah pemeriksaan beberapa Jam sampai jam 20.00 WIB, relawan Jokowi-Jusuf Kalla dijinkan pulang. Sayangnya, tabloid yang dibawanya belum bisa diambil karena menunggu ijin komandan.
"Tabloid baru bisa diambil esok hari, dengan menemui pihak berwajib yang bertanggung jawab menangani kasus tersebut. BAP atas penahanan barang berupa alat kamapnye (tabloid) telah dibuat. Ditanda tangani oleh Ajun Komisaris ARY Hendro W.S," terangnya.
Reporter : Angga Yudha Pratomo | Sabtu, 5 Juli 2014 00:04

Merdeka.com - Relawan Jokowi-Jusuf Kalla mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat membagikan tabloid bernama Obor Rahmatan Lil Alamin di Jalan Margonda Raya, Depok. Keduanya lantas digiring ke kantor kepolisian Polres Depok.
Menurut kesaksian salah seorang relawan, Nur Fadillah menuturkan, pembagian tabloid itu dilakukan bersama kawannya bernama Rizki, sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, mendadak terdapat beberapa orang menegur apa yang dilakukannya.
"Kamu lagi ngapain? Tau nggak yang kamu lakukan ini bisa dimasalahin KPU?," kata Nur melalui rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (4/7) malam.
Mendengar pertanyaan itu, Nur Fadillah menjelaskan bahwa dirinya relawan Jokowi yang sedang membagi-bagikan Tabloit. "Kita sedang membagikan tabloid pak," jawab Nur.
Dengan nada sedikit tinggi, kata Nur, orang tersebut mengaku sebagai pegawai pemerintah Kota Depok. Bahkan, mereka juga sempat menghubungi teman-temannya melalui telepon genggam.
"Gue pegawai pemkot, ini kamu melanggar peraturan KPU nih," ujar Nur menirukan perkataan orang tersebut.
Namun, lanjut Nur, pihaknya mengindikasi bahwa mereka merupakan relawan Prabowo-Hatta. Pasalnya, beberapa orang yang menegur tersebyt sedang melakukan kegiatan pembagian takjil di Jalan Margonda.
Nur menambahkan, usai orang tersebut menghubungi, tiba-tiba datang enam orang berkendara mengendarai tiga motor tiba di lokasi. Bahkan, mereka mengaku sebagai orang dari Prabowo."Ini kita Prabowo," ujar Nur menirukan.
Tanpa tendeng aling-aling, kata Nur, orang tersebut meminta identitas beserta STNK dan menyeretnya ke Kantor Polres Depok. Sampai di Polres Depok, para orang tersebut langsung menuduh bahwa relawan Jokowi-Jusuf Kalla membagikan tabloit kampanye hitam.
"Melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh Polisi bernama Briptu Bayu Setiawan, setelah koordinasi dengan komandannya yang kebetulan tidak berada di kantor, mengatakan bahwa relawan Jokowi-JK tidak bersalah, dan Tabloit itu bermuatan positif, tidak ada unsur black campaign," jelasnya.
Untungnya, kata Nur, setelah pemeriksaan beberapa Jam sampai jam 20.00 WIB, relawan Jokowi-Jusuf Kalla dijinkan pulang. Sayangnya, tabloid yang dibawanya belum bisa diambil karena menunggu ijin komandan.
"Tabloid baru bisa diambil esok hari, dengan menemui pihak berwajib yang bertanggung jawab menangani kasus tersebut. BAP atas penahanan barang berupa alat kamapnye (tabloid) telah dibuat. Ditanda tangani oleh Ajun Komisaris ARY Hendro W.S," terangnya.
dikira Obor Rahmatan Lil Alamin seperti Obor Rakyat keluaran mereka

0
2.6K
Kutip
30
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.4KThread•59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya