Kaskus

Entertainment

riostoryAvatar border
TS
riostory
Sedih banget gan, Baca kalo gak percaya !!
ane mau share Resonasi Jiwa gan.. agar kita semua menghargai kehidupan dan waktu yang ada..
ane udah pernah denger ini versi audio sumpah ane nangis aer mata ane ngucur..
disini ane mau menulisnya dalam bentuk thread agar agan dan sista bisa baca juga dan mengetahui kisahnya.



JESSICA

Pada suatu malam, “Budi” seorang
executive success, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas berkas pekerjaan kantor,yg dia bawa pulang kerumah,karna keesokan harinya ada rapat umum yg sangat penting dengan para pemegang saham.
Ketika sedang asik menyeleksi dokumen kantor tersebut,Putrinya Jessica datang mendekati dan berdiri dekat disampingnya.

Sambil memegang buku cerita
baaaarrruuu. Buku itu bergambar seorang peri kecil yg sangat menarik perhatian Jessica

Jessica : “pa , lihat Jessi punya buku baru baaaguss deCcCcChh!!”
Jessica berusaha menarik perhatiaan ayahnya
Budi menengok kearahnya sambil menurunkan kacamatanya. kalimat yg keluar hanya kalimat basa basi
Budi : “waaah, bagus ya Jes”
Jessica : “iya papa”
Jessica merasa senang , karena ada tanggapan dari ayahnya.
Jessica: “bacain untuk Jessi dong pa”
pinta Jessi dengan lembut
Budi : “waaah, papa sedang sibuk sekali ni, jangan sekarang deh”
sanggah Budi dengan cepat,lalu Dia mengalihkan perhatiaannya dengan kertas kertas yg berserakan didepannya.

Jessica diam, tapi dia belum
menyerah,dengan suara lembut dan sedikit manja,dia kembali merayu ayahnya

Jessica : “pa,mama bilang, paaapa mau baca untuk jessy”
Budi : “lain kalii Jessica,sana! Papa lagi banyak kerjaan nih”
budi berusaha memusatkan perhatiannya kepada lembaran kertas kertas tadi.

Menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempat yg penuh harap dan tiba tida Dia memulai percakapan lagi

Jessica : “pa, gambarnya bagus bagus deh,papa pasti suka.
Budi :” Jessica! papa bilang “LAIN KALI”

Budi membentaknya dengan keras, kali ini Budi berhasil membuat Jessica
mundur. Matanya berkaca kaca, dan dia bergeser menjauhi ayahnya

Jessica : “Iya pa, lain kali aja ya pa” dia masih sempat mendekati ayahnya dan menyentuh lembut tangan ayahnya, dia menaruh buku
cerita di pangkuan ayahnya.
Jessica :”pa, kalau papa ada waktu, papa baca keras keras ya pah, supaya Jessica bisa denger.

Hari demi hari telah berlalu tanpa terasa 2 pekan berlalu,namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi. Buku cerita peri kecil, belum pernah dibacakan bagi dirinya,hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras.
(Bayangkan lagu Titanic)
Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris,bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yg membawa kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi.

Tubuh Jessica mungil terlempar beberapa meter. Dalam keadaan yg begitu panik, ambulans didatangkan secepatnya. Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica sempat berkata dengan begitu lirih,

Jessica :”papa, mama, jessi takut pa. Jessi sayang papa dan mama”
Darah segar terus keluar dari
mulutnya, hingga dia tidak tertolong
lagi,Ketika sesampainya dirumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu mengguncang hati nurani Budi, tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.kini yg ada hanyalah sebuah penyesalan.
Permintaan sang buah hati yg sangat sederhanapun tidak dia penuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan Budi, tangan kecil anaknya yg memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita. Kini, sentuhan kecil itu sangat berarti sekali.

Sore itu setelah segalanya berlalu, yang tersisa hanyalah kesunyian dan keheningan hati.
Canda dan riang Jessica kecil, tidak akan terdengar lagi.
Budi mulai membuka buku cerita peri kecil yg diambilnya perlahan dari tempat mainan Jessica dipojok ruangan.
Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan yg tak berbentuk, menghiasi lembar lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.

Budi menguatkan hati dengan mata yg berkaca kaca. Dia membuka halaman pertama dengan suara yg sangat keras. Tampak sekali Dia berusaha membacanya dengan sangat keras
(bayangkan orang yg menangis berteriak menyesali perbuatannya) .

Dia terus membacanya dengan keras keras, halaman demi halaman, dengan berlinang air mata .

Budi :” Jessi, dengar, papa baca untukmu nak” selang beberapa kata,hatinya pun memohon lagi
Budi : “jessi, papa mohon ampun nak, papa sayang sama Jessi.” Seakan tiap kata dalam
bacaan itu,begitu menggores lubuk
hatinya .
Tak kuasa menahan sakit, Budi bersujud dan menangis, memohon kepada tuhan untuk diberi kesempatan lagi. Untuk belajar MENCINTAI.

Classy people “ LUANGKANLAH WAKTU UNTUK ORANG YANG ANDA CINTAI DAN KASIHI, KARNA HIDUP HANYA SEKALI”

sedih gan, lu gapunya hati lu gan kalo gak sedih. apalagi kalo lewat audio uhh nyayat hati banget gan.
0
1.6K
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.