- Beranda
- Berita dan Politik
[Lagi-Lagi] Survei Puskaptis: Elektabilitas Prabowo Kalahkan Jokowi
...
TS
embolisasi
[Lagi-Lagi] Survei Puskaptis: Elektabilitas Prabowo Kalahkan Jokowi
JAKARTA - Elektabilitas Prabowo-Hatta masih unggul dibandingkan JokoWidodo-Jusuf Kalla. Dari empat kali survei yang diadakan oleh PusatKajian Kebijakan & Pembangunan Strategis (Puskaptis), tiga kali survei selama Juni dimenangkan oleh Prabowo.
Sedangkan elektabilitas Jokowi hanya unggul pada akhir Mei lalu.“Dalam survei keempat yang kami gelar sejak 23-27 Juni, elektabilitas Prabowo mencapai 43,68 persen. Sebaliknya elektabilitas Jokowi 40,83persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan tapi akan berpartisipasi(swing voter) yakni 15,49 persen,” jelas Direktur Puskaptis Husin Yazid kepada wartwan, di Jakarta, Senin (30/6).
Husin menuturkan selama empat kali survei, elektabilitas Prabowo terus meningkat setiap minggu. Dia menyebutkan dalam surveri pertama yang diadakan oleh Puskaptis pada 20-25 Mei, elektabilitas Prabowo hanya 39,28 persen dan Jokowi mencapai 44,72 persen.
Kemudian dalam survei kedua yang diselenggarakan pada 6-12 Juni, elektabilitas Prabowomeningkat mencapai 44,64 persen mengalahkan elektabilitas Jokowi yang anjlok menjadi 42,97 persen.
Selanjutnya dalam survei ketiga pada 16-21 Juni, elektabilitas Prabowo melonjak menjadi 45,60 persen mengalahkan elektabilitas Jokowi yang tertatih-tatih di angka 43,21 persen dan swing voter mencapai 11,19 persen.
“Elektabilitas Prabowo unggul sekitar 2,84 persen dari Jokowi.Berdasarkan survei ini, Prabowo melaju signifikan secara konsekuenpada fase tren positif (naik), sementara Jokowi cenderung menurunmasuk fase tren negatif (turun). Hasil ini harus menjadi perhatian timsukses. Walaupun Prabowo unggul namun sangat tipis. Sementara waktupilpres semakin dekat,” ungkap Husin.
Direktur Puskaptis menerangkan, Prabowo yang menjadi penyumbang suara tersebar di empat wilayah yakni Sumatera, Jawa, Bali, NTT dan Kalimantan. Sedangkan Jokowi diharapkan meraup suara terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku.
Dia mengemukakan, pemilih di Jawa dan Sumatera mencapai 59 persen dan 21 persen di luar pulau Jawa dari seluruh pemilih Piplres.
Dia mengatakan, Pulau Jawa merupakan titik tumpu kantong-kantong pemenangandalam pilpres. “Pendukung Prabowo di Pulau Jawa mengalami kenaikan segnifikan secara linier menyentuh titik 45,40 persen. Sebaliknya Jokowi mengalamipenurunan yang signifikan secara deras sampai ke titik 39,80 persen,”ungkap Husin.
Survei ini diadakan berdasarkan data-data kuantitatif dan kualitatifyang bersumber dari survei pendapat masyarakat dengan instrumensurvei.
Populasi survei di 33 Provinsi, 115 Kab/Kota yang punya hak pilih pada 9 Juli 2014 yang diambil secara proporsional pada tingkat provinsi. Dan, lanjutnya, penentuan responden dilakukan secara random sistematis dengan sampel 2.400 responden, dengan sampling error + 1,8 persen pada tingkatkepercayaan 95 persen Penarikan sampel dilakukan dengan MetodeMultistage Random Sampling.
Responden yang terpilih diwawancarai lewattatap muka (face to face interview) oleh pewawancara yang telah dilatih.
Menurutnya, setiap pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang hanya terdiri dari 10 responden. Quality Control terhadap hasil survei dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel olehsupervisor melalui spotcheck dilapangan.Keok Lagi
Ayolah panastak, kerja yg bener, jgn MAGABUT ente
Sedangkan elektabilitas Jokowi hanya unggul pada akhir Mei lalu.“Dalam survei keempat yang kami gelar sejak 23-27 Juni, elektabilitas Prabowo mencapai 43,68 persen. Sebaliknya elektabilitas Jokowi 40,83persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan tapi akan berpartisipasi(swing voter) yakni 15,49 persen,” jelas Direktur Puskaptis Husin Yazid kepada wartwan, di Jakarta, Senin (30/6).
Husin menuturkan selama empat kali survei, elektabilitas Prabowo terus meningkat setiap minggu. Dia menyebutkan dalam surveri pertama yang diadakan oleh Puskaptis pada 20-25 Mei, elektabilitas Prabowo hanya 39,28 persen dan Jokowi mencapai 44,72 persen.
Kemudian dalam survei kedua yang diselenggarakan pada 6-12 Juni, elektabilitas Prabowomeningkat mencapai 44,64 persen mengalahkan elektabilitas Jokowi yang anjlok menjadi 42,97 persen.
Selanjutnya dalam survei ketiga pada 16-21 Juni, elektabilitas Prabowo melonjak menjadi 45,60 persen mengalahkan elektabilitas Jokowi yang tertatih-tatih di angka 43,21 persen dan swing voter mencapai 11,19 persen.
“Elektabilitas Prabowo unggul sekitar 2,84 persen dari Jokowi.Berdasarkan survei ini, Prabowo melaju signifikan secara konsekuenpada fase tren positif (naik), sementara Jokowi cenderung menurunmasuk fase tren negatif (turun). Hasil ini harus menjadi perhatian timsukses. Walaupun Prabowo unggul namun sangat tipis. Sementara waktupilpres semakin dekat,” ungkap Husin.
Direktur Puskaptis menerangkan, Prabowo yang menjadi penyumbang suara tersebar di empat wilayah yakni Sumatera, Jawa, Bali, NTT dan Kalimantan. Sedangkan Jokowi diharapkan meraup suara terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku.
Dia mengemukakan, pemilih di Jawa dan Sumatera mencapai 59 persen dan 21 persen di luar pulau Jawa dari seluruh pemilih Piplres.
Dia mengatakan, Pulau Jawa merupakan titik tumpu kantong-kantong pemenangandalam pilpres. “Pendukung Prabowo di Pulau Jawa mengalami kenaikan segnifikan secara linier menyentuh titik 45,40 persen. Sebaliknya Jokowi mengalamipenurunan yang signifikan secara deras sampai ke titik 39,80 persen,”ungkap Husin.
Survei ini diadakan berdasarkan data-data kuantitatif dan kualitatifyang bersumber dari survei pendapat masyarakat dengan instrumensurvei.
Populasi survei di 33 Provinsi, 115 Kab/Kota yang punya hak pilih pada 9 Juli 2014 yang diambil secara proporsional pada tingkat provinsi. Dan, lanjutnya, penentuan responden dilakukan secara random sistematis dengan sampel 2.400 responden, dengan sampling error + 1,8 persen pada tingkatkepercayaan 95 persen Penarikan sampel dilakukan dengan MetodeMultistage Random Sampling.
Responden yang terpilih diwawancarai lewattatap muka (face to face interview) oleh pewawancara yang telah dilatih.
Menurutnya, setiap pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang hanya terdiri dari 10 responden. Quality Control terhadap hasil survei dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel olehsupervisor melalui spotcheck dilapangan.Keok Lagi
Ayolah panastak, kerja yg bener, jgn MAGABUT ente

Diubah oleh embolisasi 30-06-2014 13:13
0
2.1K
25
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.1KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya