Kaskus

Entertainment

witwickey01000Avatar border
TS
witwickey01000
Sebuah kisah kesederhanaan sang bapak bangsa
Bung Hatta, sebuah kisah kesederhanaan sang bapak bangsa


Spoiler for jangan lupa:


Nama Mohammad Hatta tak pernah bisa dilepaskan dari perjalanan bangsa Indonesia. Pria yang akrab disapa Bung Hatta itu merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia di masa penjajahan Belanda, Jepang dan di masa revolusi.

Bersama Soekarno, Bung Hatta menandatangani proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Karenanya, Bung Karno dan Bung Hatta dikenal sebagai sang proklamator.

Sebuah kisah kesederhanaan sang bapak bangsa

Bung Hatta salah satu tokoh Proklamotor kita dan sosok yang selalu hidup dalam keserdehanaan dan jauh dari pengaruh ingin memanfaatkan ketokohan serta kekuasaan yang dimiliki buat kepentingan pribadi dan keluarga.Bahkan beliau sampai bersumpah tidak akan kimpoi sebelum Indonesia merdeka.Ucapan dan janji ini bukan hanya sekedar pemanis bibir saja pada rakyat sebagaimana yang kita lihat pada pemimpin sekarang ini.Bung Hatta membuktikan janjinya baru menikah setelah tiga bulan kemerdekaan di proklamirkan.Beliau baru menikah pada uisa 43 tahun,tepatnya pada tanggal 18 November 1945.Mas kimpoi yang diberikan oleh Bung Hatta pada Ibu Rahmi saat itupun hanya sebuah buku “Alam Pikiran Yunani”karangan beliau sendiri sewaktu di tahan di Banda Neira tahun 1930 an.Pada saat itu Ibu Rahmi berusia 19 tahun.

DR(HC) Drs.H.Mohammad Hatta dilahirkan di Bukittinggi Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Terlahir dengan nama Mohammad Athar .Bung Hatta juga kita kenal sebagai seorang diplomat,negarawan,bapak Koperasi,wakil Presiden I R.I.Sikap beliau yang dikagumi banyak orang adalah sangat sederhana,jujur,santun,hemat.Hidup beliau benar-benar dibaktikan buat kepentingan bangsa dan negara.Penjara sudah tak terhitung kalinya beliau rasakan dalam memperjuangkan bangsa dan negara dari kekuasaan penjajah bersama Soekarno.

Sebuah kisah kesederhanaan sang bapak bangsa

Kisah Sepatu Bally dan Mesin Jahit.

Sekitar tahun1950 sewaktu pulang ke rumah Mohammad Hatta yang waktu itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden R.I di tanya oleh sang isteri Rahmi Hatta mengenai kebijaksaaan pemotongan mata uang ORI(Oeang Republik Indonesia) dari 100 menjadi 1.Hal itu ditanyakan oleh Rahmi karena dengan kebijaksaan itu dia tidak bisa membeli mesin jahit yang sudah lama dididamkan dan dia telah menabung sekian lama untuk mewujudkan mimipinya itu.

Bung Hatta sebagai seorang suami tentu mengerti perasaan isterinya dan berkata pada sang isteri “Sunggguhpun saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia ini tidak patut dibocorkan kepada siapa pun. Biarlah kita rugi sedikit, demi kepentingan seluruh negara. Kita coba menabung lagi, ya?” jawab Bung Hatta.

Sepatu Bally adalah merek sepatu yang pernah dimpikan dan diidamkan oleh Bung Hatta semasa hidupnya. Sepatu Bally sangat terkenal pada masa tahun 1950 an.Seperti diceritakan sekretaris pribadi Bung Hatta , Iding Wangsa Widjaja, suatu ketika Bung Hatta pernah berjalan melewati pertokoan di luar negeri. Saat itu Bung Hatta melihat sepasang sepatu Bally yang terpampang di etalase toko.

Bung Hatta sangat terkesima dan ingin memiliki sepatu Bally itu. Sampai-sampai guntingan iklan sepatu Bally itu disimpannya di dalam dompet. Saat itu, suami dari Rahmi Rachim itu berharap suatu waktu bisa membelinya.Sangat mengharukan dari kisah ini,Keinginan beliau ini hanya menjadi impian saja sampai akhir hayatnya.Keinginan beliau ini baru diketahui setelah ditemukan sebuah guntingan secarik kertas berisi gambar potongan sepatu Bally dalam buku hariannya oleh puteri beliau,setelah Bung Hatta wafat.
Sosoknya yang rela berkorban demi kepentingan bangsa berbanding terbalik dengan para elite negeri saat ini yang banyak terjerat korupsi. Bung Hatta merupakan sosok sederhana yang tak memperkaya diri sendiri dari jabatan yang dimilikinya.

Padahal jika ia mau, tentu tidaklah sulit. Sebab, berbagai posisi penting pernah dijabatnya antara lain wakil presiden dan perdana menteri.

Begitu sederhananya sampai-sampai pria yang mendapat gelar Drs dari Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda pada 1932 itu hingga akhir hayatnya tak mampu membeli sepatu Bally yang sangat diimpikannya.

Uang yang ditabung beliau tidak pernah cukup untuk membeli sepatu yang diinginkan oleh beliau.Beliau lebih mementingkan uang itu bagi kebutuhan rumah tangga dan membantu kerabat dan saudara yang lebih membutuhkan bantuan dari hanya sekedar memenuhi keinginan pribadi,begitulah prinsip hidup beliau.

Kalau beliau mau tentu dengan sangat mudah bisa mendapatkan sepatu Bally tersebut dengan Kekuasaan dan relasi yang dimiliki atau tinggal menghubungi diplomat yang bertugas di luar negeri pada saat itu.Bung Hatta pada saat itu masih punya pengaruh besar tidak hanya di tanah air,tapi juga di Dunia.Disinilah kita melihat jiwa seorang pemimpin dan tokoh seorang rakyat yang tidak mau memanfaatkan kekuasan dan wewenang yang dimiliki untuk kepentingan pribadi semata.Beliau merasa malu dan tidak pantas untuk menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.Biarkanlah hidup dengan kekurangan dan sederhana dari pada menghinakan diri seperti memanfaatkan kekuasaaan dan pengaruh untuk kepentingan pribadi.

Kita lihat sekarang ini bagaimana sikap para kebanyakan pemimpin dan anggota Dewan kita yang selalu berlomba untuk memperkaya diri memanfaatkan kekuasaaan tanpa malu-malu berani minta bagian.Kemana hati dan nurani mereka berani bertindak dengan cara seperti itu.Apakah mereka tidak sadar,bagaimana dulu para pahlawan dan tokoh dan pejuang bangsa ini berjuang dengan mengorbankan darah dan harta dan keluarga mereka semua hanya demi bangsa dan negara dan rakyat Indonesia dan meletakkan semua kepentingan hanya untuk bangsa dan negara.

Pada tahun 1956 Bung Hatta mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden R.I,karena tidak sepaham dangan pemikiran dan idelogi Soekarno.Setelah pensiun,keuangan Bung Hatta menjadi sangat sulit,karena uang pensiunnya sangat kecil.Pernah puteri beliau menyarankan agar menarok sebuah bokor sebagai tempat menarok uang buat tamu yang datang berkunjung ke rumah.Bung Hatta tidak setuju dan marah dengan usul puterinya itu.Beliau juga pernah mengembalikan kelebihan duit pengobatan beliau ke negara.Untuk mengatasi keuangannya pada saat sulit,beliau lebih suka mengirimkan tulisan ke penerbit pada waktu itu.

Walaupun beliau terkadang tidak sepaham dan tidak sejalan dengan pemikiran Bung Karno,namun beliau tetap menjalin persahabatan yang harmonis dengan Bung Karno.Pad saat kejatuhan Bung Karno dan beliau mengalami sakit,saat tidak ada satu pun kalangan pejabat negara yang melihat Bung Karno sakit terbaring,Bung Hatta yang datang dan menghibur Bung Karno di saat itu.Sikapseperti beliau ini sangat jarang atau tidak pernah kita lihat sekarang ini,dalam kehidupan zaman sekarang yang lebih memuja Hedonisme.

14 Maret lalu tepat 34 tahun Bung Hatta berpulang ke pangkuan ilahi. Tepat pada 14 Maret 1980, pria kelahiran 12 Agustus 1902 di Bukittinggi itu mengembuskan napas terakhirnya pada usia 77 tahun di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Bung Hatta dikebumikan di TPU Tanah Kusir selang satu hari kemudian. Bung Hatta merupakan sosok yang jarang ada di negeri tercinta saat ini.

Spoiler for sumur:


Thanks yang udah mampir
Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan
jangan lupa timpuk emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L), yang kasih emoticon-Cendol (S) ane doain makin cakep/cantik
bantu juga emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star
tien212700Avatar border
tien212700 memberi reputasi
1
2.9K
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread•109.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.