- Beranda
- Pilih Capres & Caleg
Pengamat: Kostum Mirip Nazi Ahmad Dhani Angkat Nama Bangsa
...
TS
duomiloser
Pengamat: Kostum Mirip Nazi Ahmad Dhani Angkat Nama Bangsa
Quote:
Pengamat: Kostum Mirip Nazi Ahmad Dhani Permalukan Bangsa
Jakarta, GATRAnews- Musisi Ahmad Dhani bikin kontroversi dalam video klip kampanyenya untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Tak hanya karena klip lagu Indonesia Bangkit yang digubah Dhani dari band Queen yang aslinya berjudul We Will Rock You tanpa ijin, tetapi juga karena azas kepantasan dalam kostum yang dipakai.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai, klip Dhani perlu ditarik dari peredaran bukan pada isi lagunya. Namun, ada azas kepantasan yang tidak disadari bos Manajemen Republik Cinta dalam klip tersebut. "Dalam klip tersebut, Ahmad Dhani memakai baju yang mirip pakaian khas tentara Nazi. Tak jelas benar apa maksud Ahmad Dhani dengan mengenakan pakaian khas Nazi dalam klipnya," ungkap Ray dalam rilisnya, Jumat (27/6).
Menurut Ray, terlepas dari niatnya, menyatukan kampanye capres dengan atribut Nazi-Hitler jelas bertentangan dengan tujuan kampanye dan sekaligus pemilu kita. Bagaimanapun, oleh dunia, Nazi telah dinyatakan sebagai aktor kejam, anti HAM, penjahat kemanusiaan, dan diktator sadis di abad modern. "Artinya, melibatkan atribut mereka itu dapat dipandang sebagai persetujuan atas tindakan-tindakan jahat yang pernah mereka lakukan terhadap manusia dan kemanusiaan," tambahnya.
Apalagi Dhani selama ini dipandang sebagai bagian dari timses pasangan no urut 1. Dengan begitu, sejatinya timses psangan no 1 harus cepat meminta pentolan grup band Dewa 19 itu untuk menarik klip tersebut dari peredaran. Sebab, klip itu, bukan sajamempermalukan pasangan no urut 1 tapi juga mempermalukan bangsa ini secara keseluruhan di mata dunia.
"Kita seolah satu bangsa yang memperkenankan simbol pelaku kejahatan kemanusiaan untuk dikampanyekan, dan bahkan seolah mendorongnya menjadipemimpin nasional. Jelas sangat memalukan di mata internasional," terangnya.
Ia juga meminta Bawaslu untuk cepat bereaksi. Ia menambahkan, pilpres kita tidak untuk memilih mereka yang menjadi musuh kemanusiaan. Membiarkan simbol pelaku kejahatan kemanusiaan jelas menyinggung unsur SARA yang tak diperkenankan. "Bawaslu tak perlu manja dengan menunggu laporan terlebih dahulu. Dengan kewenangan yang mereka miliki, Bawaslu langsung dapat memanggil Dhani untuk meminta penjelasan dan skaligus meminta video klip tersebut ditarik resmi dari peredaran dan dianggap tidak pernah ada," katanya.
Seperti diketahui dalam video klip lagu ciptaanya untuk kampanye Prabowo-Hatta bersama penyanyi Virzha dan Husein, bos Republik Cinta Managemen itu memakai pakaian yang mirip seragam kebesaran komandan satuan elite Nazi Schutzstaffel (SS) Heinrich Luitpold Himmler.
http://www.gatra.com/politik-1/55674...%E2%80%8F.html
Jakarta, GATRAnews- Musisi Ahmad Dhani bikin kontroversi dalam video klip kampanyenya untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Tak hanya karena klip lagu Indonesia Bangkit yang digubah Dhani dari band Queen yang aslinya berjudul We Will Rock You tanpa ijin, tetapi juga karena azas kepantasan dalam kostum yang dipakai.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai, klip Dhani perlu ditarik dari peredaran bukan pada isi lagunya. Namun, ada azas kepantasan yang tidak disadari bos Manajemen Republik Cinta dalam klip tersebut. "Dalam klip tersebut, Ahmad Dhani memakai baju yang mirip pakaian khas tentara Nazi. Tak jelas benar apa maksud Ahmad Dhani dengan mengenakan pakaian khas Nazi dalam klipnya," ungkap Ray dalam rilisnya, Jumat (27/6).
Menurut Ray, terlepas dari niatnya, menyatukan kampanye capres dengan atribut Nazi-Hitler jelas bertentangan dengan tujuan kampanye dan sekaligus pemilu kita. Bagaimanapun, oleh dunia, Nazi telah dinyatakan sebagai aktor kejam, anti HAM, penjahat kemanusiaan, dan diktator sadis di abad modern. "Artinya, melibatkan atribut mereka itu dapat dipandang sebagai persetujuan atas tindakan-tindakan jahat yang pernah mereka lakukan terhadap manusia dan kemanusiaan," tambahnya.
Apalagi Dhani selama ini dipandang sebagai bagian dari timses pasangan no urut 1. Dengan begitu, sejatinya timses psangan no 1 harus cepat meminta pentolan grup band Dewa 19 itu untuk menarik klip tersebut dari peredaran. Sebab, klip itu, bukan sajamempermalukan pasangan no urut 1 tapi juga mempermalukan bangsa ini secara keseluruhan di mata dunia.
"Kita seolah satu bangsa yang memperkenankan simbol pelaku kejahatan kemanusiaan untuk dikampanyekan, dan bahkan seolah mendorongnya menjadipemimpin nasional. Jelas sangat memalukan di mata internasional," terangnya.
Ia juga meminta Bawaslu untuk cepat bereaksi. Ia menambahkan, pilpres kita tidak untuk memilih mereka yang menjadi musuh kemanusiaan. Membiarkan simbol pelaku kejahatan kemanusiaan jelas menyinggung unsur SARA yang tak diperkenankan. "Bawaslu tak perlu manja dengan menunggu laporan terlebih dahulu. Dengan kewenangan yang mereka miliki, Bawaslu langsung dapat memanggil Dhani untuk meminta penjelasan dan skaligus meminta video klip tersebut ditarik resmi dari peredaran dan dianggap tidak pernah ada," katanya.
Seperti diketahui dalam video klip lagu ciptaanya untuk kampanye Prabowo-Hatta bersama penyanyi Virzha dan Husein, bos Republik Cinta Managemen itu memakai pakaian yang mirip seragam kebesaran komandan satuan elite Nazi Schutzstaffel (SS) Heinrich Luitpold Himmler.
http://www.gatra.com/politik-1/55674...%E2%80%8F.html
Mengangkat Nama Bangsa dalam Hal yang Memalukan..

0
1.8K
Kutip
9
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
22.5KThread•3.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok