Mahfud: Lembaga Survei Pendukung Jokowi Sembunyikan Hasil karena Prabowo Menang
Jumat, 27 Juni 2014 09:33 WIB
Tribunnews/Dany Permana

Calon presiden dari Partai Gerindra dan koalisinya, Prabowo Subianto memberikan hormat kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD (kanan) saat menghadiri acara dukungan dari guru, guru besar, dan cendekiawan, di Jakarta, Selasa (27/5/2014). Sejumlah guru besar dan cendekiawan dengan latar belakang kampus yang berbeda memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tahun 2014-2019. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD melihat beberapa lembaga survei yang mendukung calon presiden Joko Widodo, menyembunyikan hasil surveinya. Sebab, pasangan nomor urut satu yakni Prabowo-Hatta lebih unggul dibandingkan lawannya.
"Dalam media Australia, itu dikatakan bahwa sekarang lembaga survei pendukung Jokowi menyembunyikan hasil survei terakhir, karena Prabowo menang," ucap Mahfud saat ditemui di rumah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung dalam acara silaturrahim dan deklarasi dukungan Eksponen Alumni HMI untuk Prabowo-Hatta, Jakarta, Kamis (26/6/2014) malam.
Namun media tersebut, kata Mahfud, tidak menyebutkan selisih kemenangan antara Prabowo dengan Jokowi. Tetapi, hanya ditulis bahwa Prabowo menang dalam surveinya.
"Lembaga surveinya itu, SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting), CSIS (Center for Stragic and Internasional Studies) dan apalagi itu, saya lupa," cetus Mahfud.
Lebih lanjut Mahfud mengatakan, kenaikan elektabilitas Prabowo-Hatta semakin meningkat karena rasionalitas masyarakat Indonesia lebih menerima pasangan nomor urut satu dan peningkatan ini tidak dapat dihentikan.
"Karena teorinya, apabila sudah naik begini, kalau tidak ada sesuatu. Enggak akan turun. Sementara yang turun tidak akan naik," ucap Mahfud.
Sementara itu, ketika ditanya hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menyatakan pasangan Jokowi-JK lebih unggul dibandingkan Prabowo-Hatta, Mahfud menilai hasil survei LIPI salah.
"LIPI kan selalu salah sejak dulu. Mulai Gubernur, kemudian Pileg," ucapnya.
ane dukung mas bowo jadi presiden di survey tapi cukup sebatas survey agar setengah MENU semahpud emde senang bisa onani sepuasnya bersama para panasbung
Setengah MENU semahpud emde sedang bersabda, awas yang suudzon bakal dikirim pm oleh pemuja nabi semahpud emde