- Beranda
- The Lounge
Warga Indonesia Dilecehkan, Orang Jepang Cuek Saja
...
TS
ichon93
Warga Indonesia Dilecehkan, Orang Jepang Cuek Saja
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang ibu Indonesia
dengan dua anak yang tinggal di Jepang, Weedy
Koshino, baru-baru ini kena chikan, pelecehan
seksual. Yang membuat dia kesal justru bukan
karena kena chikan saja, tetapi ternyata tak ada
yang membantu sekelilingnya saat dia minta tolong. "Saya kesal banget baru-baru ini kena Chikan,"
paparnya khusus kepada Tribunnews.com, Rabu
(25/6/2014) pagi. Yang lebih mengesalkan lagi, bukan hanya chikan
itu saja. "Saya tak dibantu sekeliling padahal
sudah minta tolong ke sekeliling," tambahnya. Pengalamannya ini Weedy berharap bisa menjadi
tambahan info bagi para wanita yang mau ke
Jepang. "Moga memberikan manfaat bagi para wanita di
Jepang agar lebih aware," katanya. Pengalaman menjijikkan seperti mimpi buruk di
tengah hari bolong setelah Weedy selesai
mengurus perpanjangan paspor di Kedubes RI di
Tokyo. "Setelah selesai, saya melanjutkan perjalanan
pulang, menuju Gotanda Stasiun dengan memakai
Jalur kereta Yamanote. Lagi menunggu untuk
membeli tiket kereta tiba-tiba dari arah belakang
ada yang menepuk pantat saya. Buru-buru saya
menengok ke belakang dan melihat ada seorang pria memakai jaket hitam, celana hitam, rambut
curly panjang sampai bawah kuping, umur
sekitar 20 tahunan, masih muda. Saya yakin dia
yang pegang pantat saya! Lalu saya kejar, dan
berhasil saya tangkap bastard itu! Saya tarik
jaketnya dengan tangan kanan saya, sedang tangan kiri masih memegang dompet dan uang 1
lembar 1.000 yen, sambil satu tangan memegang
tangan orang gila itu, saya berteriak, tasukete!!!
tasukete!!! (tolong-tolong) chikan desu!! Chikan
desu!!" Weedy cukup kaget, walau sudah teriak, ternyata
orang di sekitarnya tidak ada yang peduli dan
tidak ada satupun yang menolong. "Orang yang ada di sekitar saya terlihat cuek,
tidak peduli serta pura-pura tidak tahu tentang
kejadian yang sedang berlangsung tadi. Ah ya
pasti mereka tidak ingin terlibat jauh dan berfikir
akan mengalami masalah. nantinya, entahlah.
Hanya rasa sesak di dada, ternyata rasa kemanusiaan di Jepang pun sepertinya sudah
sedikit demi sedikit pudar ditelan oleh rasa
individualitas yang semakin menjulang tinggi,
orang-orang semakin menjaga jarak, tidak ingin
ikut campur apalagi dengan kejadian yang bisa
membawa masalah bagi dirinya," ungkapnya kesal. Menurut Weedy, banyak orang di stasiun saat itu. "Tetapi tidak ada satupun yang bergerak
setidaknya membantu saya membawa pelaku itu
ke kantor polisi. Wanita dan pria tenaganya beda,
dengan sekali tepis, tangan yang sudah
memegang jaket si bastard itu pun lepas. Lalu
kami kejar-kejaran, dan akhirnya ia berani kabur menyeberang jalan besar, dan saya tidak bisa
menyusul karena traffic light sudah merah,"
lanjutnya dengan kesal. Pelaku memang tidak tertangkap tetapi Weedy
kemudian melaporkan ke kantor polisi terdekat.
Setelah diproses agak lama, polisi menyerahkan
kamera yang berisi gambar si pelaku. "Ya Allah alhamdulillah!!! Saya langsung
mengiyakan kalau inilah orang itu. Tapi
sayangnya ternyata orang itu belum tertangkap.
Foto itu diambil dari salah satu kamera seperti
cctv yang ada di salah satu gedung yang dilewati
si pelaku. Semoga saja tertangkap," katanya. "Teman saya ternyata ada juga yang terkena
chikan. Pelakunya menggesek-gesekkan
kemaluannya ke teman saya. Bahkan pernah
dipepet pepet sambil melongok dari atas dengan
maksud melihat payudaranya, ih jijik banget,"
katanya. Orang Jepang menurutnya pemalu dan mudah takut. "Teman Jepang saya hanya berdiam diri sambil
gemetaran, bahkan tidak berani berteriak minta
tolong, ya itulah alasan kenapa sekarang ini
chikan semakin merajalela di Jepang," kata
Weedy.
sumber: https://id.berita.yahoo.com/warga-indonesia-dilecehkan-orang-jepang-cuek-saja-025506755.html
dengan dua anak yang tinggal di Jepang, Weedy
Koshino, baru-baru ini kena chikan, pelecehan
seksual. Yang membuat dia kesal justru bukan
karena kena chikan saja, tetapi ternyata tak ada
yang membantu sekelilingnya saat dia minta tolong. "Saya kesal banget baru-baru ini kena Chikan,"
paparnya khusus kepada Tribunnews.com, Rabu
(25/6/2014) pagi. Yang lebih mengesalkan lagi, bukan hanya chikan
itu saja. "Saya tak dibantu sekeliling padahal
sudah minta tolong ke sekeliling," tambahnya. Pengalamannya ini Weedy berharap bisa menjadi
tambahan info bagi para wanita yang mau ke
Jepang. "Moga memberikan manfaat bagi para wanita di
Jepang agar lebih aware," katanya. Pengalaman menjijikkan seperti mimpi buruk di
tengah hari bolong setelah Weedy selesai
mengurus perpanjangan paspor di Kedubes RI di
Tokyo. "Setelah selesai, saya melanjutkan perjalanan
pulang, menuju Gotanda Stasiun dengan memakai
Jalur kereta Yamanote. Lagi menunggu untuk
membeli tiket kereta tiba-tiba dari arah belakang
ada yang menepuk pantat saya. Buru-buru saya
menengok ke belakang dan melihat ada seorang pria memakai jaket hitam, celana hitam, rambut
curly panjang sampai bawah kuping, umur
sekitar 20 tahunan, masih muda. Saya yakin dia
yang pegang pantat saya! Lalu saya kejar, dan
berhasil saya tangkap bastard itu! Saya tarik
jaketnya dengan tangan kanan saya, sedang tangan kiri masih memegang dompet dan uang 1
lembar 1.000 yen, sambil satu tangan memegang
tangan orang gila itu, saya berteriak, tasukete!!!
tasukete!!! (tolong-tolong) chikan desu!! Chikan
desu!!" Weedy cukup kaget, walau sudah teriak, ternyata
orang di sekitarnya tidak ada yang peduli dan
tidak ada satupun yang menolong. "Orang yang ada di sekitar saya terlihat cuek,
tidak peduli serta pura-pura tidak tahu tentang
kejadian yang sedang berlangsung tadi. Ah ya
pasti mereka tidak ingin terlibat jauh dan berfikir
akan mengalami masalah. nantinya, entahlah.
Hanya rasa sesak di dada, ternyata rasa kemanusiaan di Jepang pun sepertinya sudah
sedikit demi sedikit pudar ditelan oleh rasa
individualitas yang semakin menjulang tinggi,
orang-orang semakin menjaga jarak, tidak ingin
ikut campur apalagi dengan kejadian yang bisa
membawa masalah bagi dirinya," ungkapnya kesal. Menurut Weedy, banyak orang di stasiun saat itu. "Tetapi tidak ada satupun yang bergerak
setidaknya membantu saya membawa pelaku itu
ke kantor polisi. Wanita dan pria tenaganya beda,
dengan sekali tepis, tangan yang sudah
memegang jaket si bastard itu pun lepas. Lalu
kami kejar-kejaran, dan akhirnya ia berani kabur menyeberang jalan besar, dan saya tidak bisa
menyusul karena traffic light sudah merah,"
lanjutnya dengan kesal. Pelaku memang tidak tertangkap tetapi Weedy
kemudian melaporkan ke kantor polisi terdekat.
Setelah diproses agak lama, polisi menyerahkan
kamera yang berisi gambar si pelaku. "Ya Allah alhamdulillah!!! Saya langsung
mengiyakan kalau inilah orang itu. Tapi
sayangnya ternyata orang itu belum tertangkap.
Foto itu diambil dari salah satu kamera seperti
cctv yang ada di salah satu gedung yang dilewati
si pelaku. Semoga saja tertangkap," katanya. "Teman saya ternyata ada juga yang terkena
chikan. Pelakunya menggesek-gesekkan
kemaluannya ke teman saya. Bahkan pernah
dipepet pepet sambil melongok dari atas dengan
maksud melihat payudaranya, ih jijik banget,"
katanya. Orang Jepang menurutnya pemalu dan mudah takut. "Teman Jepang saya hanya berdiam diri sambil
gemetaran, bahkan tidak berani berteriak minta
tolong, ya itulah alasan kenapa sekarang ini
chikan semakin merajalela di Jepang," kata
Weedy.
sumber: https://id.berita.yahoo.com/warga-indonesia-dilecehkan-orang-jepang-cuek-saja-025506755.html
0
5.1K
24
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya